RSS

Category Archives: pengetahuan

MAKALAH TENTANG THAHARAH

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Thaharah merupakan miftah (alat pembuka) pintu untuk memasuki ibadah shalat. Tanpa thaharah pintu tersebut tidak akan terbuka . artinya tanpa thaharah, ibadah shalat, baik yang fardhu maupun yang sunnah, tidak sah.
Karena fungsinya sebagai alat pembuka pintu shalat, maka setiap muslim yang akan melakukan shalat tidak saja harus mengerti thaharah melainkan juga harus mengetahui dan terampil melaksanakannya sehingga thaharahnya itu sendiri terhitung sah menurut ajaran ibadah syar’iah.

2. Rumusan Masalah

1. Apa pengertian dari thaharah?
2. Apa saja macam-macam daripada thaharah?
3. Bagaimanakah tatacara dalam thaharah?

3. Tujuan

1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Kependidikan Islam
2. Menambah wawasan penulis dan pembacanya mengenai thaharah
3. Untuk memahami cara-cara bersuci yang dikehendaki oleh syari’at islam dan mempraktekkannya dalam menjalani ibadah sehari-hari.

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah dengan rasa syukur kehadirat Allah SWT yang dengan rahmat dan inayah-Nya Makalah Masalah tentang Taharah ini telah selesai kami susun untuk dapat di pergunakan di kalangan masyarakat umat Islam.
Makalah ini kami susun dengan maksud untuk dapat dijadikan pedoman tambahan bagi mahasiswa dan kalangan masyarakat.
Dengan menggunakan makalah ini semoga kita dapat melaksanakan dan meningkatkan ibadah kita kepada Allah SWT dengan rasa iman, khusyu’ dan ikhlas dengan niat “Li-Ibtiqhaa-i Mardatillah” yakni untuk memperoleh keridhoan Allah baik di dunia maupun di akhirat.

THAHARAH
(Bersuci)

A. Arti Thaharah

Thaharah berdasarkan arti harfiah berarti bersih dan suci, sedangkan berdasarkan pengertian syara`, thaharah berarti mensucikan diri, pakaian dan tempat dari hadats dan najis, khususnya pada saat kita hendak shalat. Lebih jauh lagi, thaharah berarti mensucikan diri dan hati. Thaharah hukumnya wajib bagi setiap mukmin.
Allah swt berfirman :
“Hai orang yang berselimut. Bangunlah, kemudian berilah peringatan !, dan agungkanlah Tuhanmu. Dan bersihkanlah pakaianmu“. (QS. Al-Muddatstsir : 1-4).
Dan pada surat al- baqorah ayat 222:
artinya : “ Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan orang- orang yang mensucikan diri “ .

B. Macam-Macam Air

Air yang dapat dipakai bersuci ialah air yang bersih (suci dan mensucikan) yaitu air yang turun dari langit atau keluar dari bumi yang belum di pakai untuk bersuci.
Air yang suci dan mensucikan ialah:
1. Air hujan
2. Air sumur
3. Air laut
4. Air sungai
5. Air salju
6. Air telaga
7. Air embun

C.. Pembagian Air

Ditinjau dari segi hukumnya, air itu dapat dibagi empat bagian:
1. Air suci dan mensucikan, yaitu air muthlak artinya air yang masih murni, dapat digunakan untuk bersuci dengan tidak makruh (air muthlak artinya air yang sewajarnya.
2. Air suci dan dapat mensucikan, terapi makhruh digunakan, yaitu air musyammas (air yang dipanaskan dengan matahari) di tempat logam yang bukan emas.
3. Air suci tetapi tidak dapat mensucikan, seperti
a. Air musta’mal (telah digunakan untuk bersuci) menghilangkan hadats, atau menghilangkan najis kalau tidak berubah rupanya, rasanya dan baunya.
4. Air mutanajis, yaitu ait yang kena najis (kemasukan najis), sedang jumlahnya kurang dari dua kullah, maka air yang semcam ini tidak suci dan tidak dapat mensucikan.
Jika lebih dari dua kullah dan tidak berubah sifatnya, maka sah untuk bersuci.
Dua kullah sama dengan 216 liter, jika berbentuk bak, maka besarnya = panjang 60 cm dan dalam/tinggi 60 cm.
Peringatan:
Ada satu macam air lagi ialah:
Ada satu macam air lagi ialah suci dan mensucikan tetapi haram memakainya, yaitu air yang diperoleh dari ghashab/mencuri, mengambil tanpa izin.

D. Macam-Macam Najis

Najis ialah suatu benda yang kotor menurut syara’, misalnya:
1. Bangkai, kecuali manusia, ikan dan belalang
2. Darah
3. Nanah
4. Segala sesuatu yang keluar dari kubul dan dubur
5. Anjing dan babi
6. Minuman keras seperti arak dan sebagainya
7. Bagian anggota badan binatang yang terpisah karena dipotong dan sebagainya selagi masih hidup.

Pembagian Najis :
Najis itu dapat dibagi 3 bagian:
1. Najis Mukhaffafah (ringan) : ialah air kencing bayi laki-laki yang belum berumur 2 tahun dan belum pernah makan sesuatu kecuali air susu ibunya.
2. Najis Mughallazhah (berat) : ialah najis anjing dan babi dan keturunannya.
3. Najis Mutawassithah (sedang) : ialah najis yang selain dari dua najis tersebut diatas, seperti segala sesuatu yang keluar dari kubul dan dubur manusia dan binatang, kecuali air mani, barang cair yang memabukkan, susu hewan yang tidak halal dimakan, bangkai, juga tulang dan bulunya, kecuali bangkai-bangkai manusia dan ikan serta belalang.

Najis mutawassithah dibagi menjadi dua:
1. Najis ‘ainiyah : ialah najis yang berujud, yakni yang nampak dapat dilihat
2. Najis hukmiyah : ialah najis yang tidak kelihatan bendanya, seperti bekas kencing, atau arak yang sudah kering dan sebagainya.

2. Cara Menghilangkan Najis
1. Barang yang kena najis mughallazhah seperti jilatan anjing atau babi, wajib dibasuh 7 kali dan salah satu diantaranya dengan air yang bercampur tanah.
2. Barang yang terkena najis mukhaffafah, cukup diperciki air pada tempat najis itu.
3. Barang yang terkena najis mutawassithah dapat suci dengan cara di basuh sekali, asal sifat-sifat najisnya (warna, bau dan rasanya) itu hilang. Adapun dengan cara tiga kali cucian atau siraman lebih baik.
Jika najis hukmiyah cara menghilangkannya cukup dengan mengalirkan air saja pada najis tadi

3. Najis yang Dimanfaatkan (Ma’fu)
Najis yang dimanfaatkan artinya tak usah dibasuh/dicuci, misalnya najis bangkai hewan yang tidak mengalir darahnya, darah atau nanah yang sedikit, debu dan air lorong-lorong yang memercik sedikit yang sukar menghindarkannya.
Adapun tikus atau cecak yang jatuh ke dalam minyak atau makanan yang beku, dan ia mati di dalamnya, maka makanan yang wajib dibuang itu atau minyak yang wajib dibuang itu, ialah makananatau minyak yang dikenainya itu saja. Sedang yang lain boleh dipakai kembali. Bila minyak atau makanan yang dihinggapinya itu cair, maka semua makanan atau minyak itu hukumnya najis. Karena yang demikian itu tidak dapat dibedakan mana yang kena najis dan mana yang tidak.

E. Istinja’
Segala yang keluar dari qubul dan dubur seperti kencing dan berak, wajib disucikan dengan air hingga bersih.

F. Adab Buang Air
1. Jangan di tempat yang terbuka
2. Jangan di tempat yang dapat mengganggu orang lain
3. Jangan bercakap-cakap kecuali keadaan memaksa
4. Kalau terpaksa buang air di tempat terbuka, hendaknya jangan menghadap kiblat
5. Jangan membawa dan membaca kalimat Al-Qur’an

G. Berwudhu

1. Arti Wudhu’
Wudlu’ menurut bahasa artinya bersih dan indah, sedang menurut syara’ artinya membersihkan anggota wudlu’ untuk menghilangkan hadats kecil.
Orang yang hendak melaksanakan shalat, wajib lebih dahulu berwudlu’, karena wudlu’ adalah menjadi syarat sahnya shalat.

2. Fardu Wudhu’
Fardunya wudhu’ ada enam perkara
1. Niat : ketika membasuh muka
2. Membasuh seluruh muka (mulai dari tumbuhnya rambut kepala hingga bawah dagu, dan telinga kanan hingga telinga kiri)
3. Membasuh kedua tangan sampai siku-siku
4. Mengusap sebagian rambut kepala
5. Membasuh kedua belah kaki sampai mata kaki
6. Tertib (berturut-turut), artinya mendahulukan mana yang harus dahulu, dan mengakhirkan mana yang harus diakhirkan

3. Syarat-Syarat Wudhu’
Syarat-syarat wudhu’ ialah:
1. Islam.
2. Tamyiz, yakni dapat membedakan baik buruknya sesuatu pekerjaan.
3. Tidak berhadats besar.
4. Dengan air suci lagi mensucikan.
5. Tidak ada sesuatu yang menghalangi air, sampai ke anggota wudlu’ misalnya getah, cat dan sebagainya.
6. Mengetahui mana yang wajib (fardlu) dan mana yang sunat.

4. Sunat-Sunat Wudhu’
1. Membaca basmalah (Bismillaahirrahmaanirrahim) pada permulaan berwudlu’.
2. Membasuh kedua telapak tangan sampai pergelangan.
3. Berkumur-kumur.
4. Membasuh lubang hidung sebelum berniat.
5. Menyapu seluruh kepada dengan air.
6. Mendahulukan anggota kanan daripada kiri.
7. Menyapu kedua telinga luar dan dalam.
8. Menigakalikan membasuh.
9. Menyela-nyela jari-jari tangan dan kaki.
10. Membaca do’a sesudah wudlu’.

5. Yang Membatalkan Wudlu’
1. Keluar sesuatu dari qubul dan dubur, misalnya buang air kecil maupun besar, atau keluar angin dan sebagainya
2. Hilang akal sebab gila, pingsan, mabuk dan tidur nyenyak
3. Tersentuh kulit antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya dengan tidak memakai tutup, (muhrim artinya keluarga yang tidak boleh dinikah)
4. Tersentuh kemaluan (qubul atau dubur) dengan tapak tangan atau jari-jarinya yang tidak memakai tutup (walaupun kemaluannya sendiri)

6. Cara Berwudlu’
Orang yang hendak mengerjakan shalat wajib lebih dahulu berwudlu’, karena wudlu’ syarat sahnya shalat.
Sebelum berwudlu’ kita harus membersihkan dahulu najis-najis yang ada pada badan, kalau memang ada najis.
Cara mengerjakan wudlu’ ialah:
1. Membaca “BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM”, sambil mencuci kedua belah tangan sampai pergelangan tangan dengan bersih,
2. Selesai membersihkan tangan terus berkumur-kumur tiga kali, sambil membersihkan gigi
3. Selesai berkumur terus mencuci lubang hidung tiga kali
4. Selesai mencuci lubang hidung terus mencuci muka tiga kali, mulai dari tempat tumbuhnya rambut kepala hingga bawah dagu, dan dari telinga kanan ke telinga kiri.
5. Setelah membasuh muka (mencuci muka), lalu mencuci kedua belah tangan hingga siku-siku tiga kali
6. Selesai mencuci kedua belah tangan, terus menyapu sebagian rambut kepala tiga kali
7. Selesai menyapu sebagian rambut kepala, terus menyapu kedua belah telinga tiga kali
8. Dan yang terakhir mencuci kedua belah kaki tiga kali, dari/sampai mata kaki

Keterangan:
Dalam melaksanakan pekerjaan-pekerjaan tersebut diatas, wajib dikerjakan dengan berturut-turut, artinya yang harus dahulu didahulukan dan yang harus akhir diakhirkan.

H. Mandi / Mandi Wajib

Shalat sebagaimana kita ketahui, sahnya juga suci dari hadats besar. Cara menghilangkan hadats besar dengan mandi wajib, yaitu membasuh seluruh tubuh mulai dari puncak kepala hingga ujung kaki.
Sebab-sebab yang mewajibkan mandi:
1. Bertemunya dua khitan (bersetubuh)
2. Keluar mani disebabkan bersetubuh atau dengan lain-lain sebab (Nomor 1 dan 2 dinamakan juga janabat/junub)
3. Mati, dan matinya itu bukan mati syahid
4. Karena selesai nifas (bersalin; setelah selesai berhentinya keluar darah sesudah melahirkan)
5. Karena wiladah (setelah melahirkan)
6. Karena selesai haidl

a. Fardhu mandi
1. Niat : berbareng dengan mula-mula membasuh tubuh

b. Sunnat mandi
1. Mendahulukan membasuh segala kotoran dan najis dari seluruh badan
2. Membaca “Bismillahirrahmaanirrahiim” pada permulaan mandi
3. Menghadap kiblat sewaktu mandi dan mendahulukan bagian kanan daripada kiri
4. Membasuh badan sampai tiga kali
5. Membaca do’a sebagaimana membaca do’a sesudah berwudlu’
6. Mendahulukan mengambil air wudlu’, yakni sebelum mandi disunnatkan berwudlu’ lebih dahulu

c. Larangan bagi orang yang sedang junub
Bagi mereka yang sedang berjunub, yakni mereka yang masih berhadats besar tidak boleh melakukan hal-hal sebagai berikut:
1. Melaksanakan shalat
2. Melakukan thawaf di Baitullah
3. Memegang Kitab Suci Al-Qur’an
4. Membawa/mengangkat Kitab Al-Qur’an
5. Membaca Kitab Suci Al-Qur’an
6. Berdiam diri di masjid

d. Larangan bagi yang sedang haid
Mereka yang sedang haid dilarang melakukan seperti tersebut di atas dan ditambah larangan sebagai berikut:
1. Bersenang-senang dengan apa yang antara pusat dan lutut
2. Berpuasa baik sunat maupun fardlu
3. Dijatuhi talaq (cerai)

I. Tayammum

a. Arti Tayammum
Tayammum ialah mengusap muka dan dua belah tangan dengan debu yang suci. Pada suatu ketika tayammum itu dapat menggantikan wudlu dan mandi dengan syarat-syarat tertentu.

b. Syarat-syarat tayammum
Dibolehkan bertayammum dengan syarat:
1. Tidak ada air dan telah berusaha mencarinya, tetapi tidak bertemu
2. Berhalangan menggunakan air, misalnya karena sakit yang apabila menggunakan air akan kambuh sakitnya
3. Telah masuk waktu shalat
4. Dengan debu yang suci

c. Fardlu tayammum
1. Niat (untuk dibolehkan mengerjakan shalat)
2. Mengusap muka dengan debu tanah, dengan dua kali usapan
3. Mengusap dua belah tangan hingga siku-siku dengan debu tanah dua kali
4. Memindahkan debu kepada anggota yang diusapkan
5. Tertib (berturut-turut)

Keterangan:
Yang dimaksud mengusap bukan sebagaimana menggunakan air dalam berwudlu’, tetapi cukup menyapukan saja dan bukan mengoles-oles sehingga rata seperti menggunakan air.

d. Sunnat Tayammum
1. Membaca basmalah (Bismillaahirrahmaanirrahiim)
2. Mendahulukan anggota yang kanan daripada yang kiri
3. Menipiskan debu

e. Batal Tayammum
1. Segala yang membatalkan wudlu’
2. Melihat air sebelum shalat, kecuali yang bertayammum karena sakit
3. Murtad ; keluar dari Islam

f. Cara menggunakan tayammum
Sekali bertayammum hanya dapat dipakai untuk satu shalat fardlu saja, meskipun belum batal. Adapun untuk dipakai shalat sunnat beberapa kali cukuplah dengan satu tayammum.
Bagi orang yang salah satu anggota wudlu’nya berbebat (dibalut), maka cukup bebat itu saja diusap dengan air atau tayammum, kemudian mengerjakan shalat.

PENUTUP


KESIMPULAN

Berdasarkan makalah diatas dapat disimpulkan bahwa thaharah itu adalah bersuci yang menjadi syarat yang mengesahkan untuk mengerjakan ibadah di dalam thaharoh terdapat berbagai macam cara bersuci diantaranya:

1) Istinja
Istinja ialah membersihkan kubul dan dubur sesudah buang air kecil atau buang air besar dengan memakai air yang suci. Istinja itu hukumnya wajib.

2) Berwudhu’
Air wudlu’ menurut bahasa ialah bersih atau indah. Adapun menurut hukum syara’ ialah membersihkan sebagian dan anggota badan yang tertentu untuk menghilangkan hadas kecil.

3) Tayammum
Tayammum merupakan perbuatan bersuci penganti wudhu dan mandi, dengan mengusap muka dan kedua belah tangan dengan debu yang suci.

4) Mandi
Mandi adalah membasuh seluruh tubuh mulai dari puncak kepala hingga ujung kaki.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.contohmakalah.co.cc/2010/10/makalah-tentang-thaharah.html tanggal 23 Mei 2011

http://www.andrieiskandar.co.cc/2011/04/makalah-thaharah.html tanggal 23 Mei 2011

 
Leave a comment

Posted by on July 6, 2011 in pengetahuan

 

makalah tentang zakat

Zakat
Alquran menyebutkan hal zakat dengan kata zakat pada banyak ayat, tidak kurang dari 32 tempat. Kadang –kadang Alquran menyebut kata shadaqah dengan arti zakat.
1. Pengertian zakat
Dari segi bahas, zakat berarti suci, berkembang dan barakah.
QS Maryam (19):13 menggunakan kata zakat yang berarti suci, yaitu menerangkan adanya anugerah Tuhan kepada Yahya yang berupa rasa belas kasihan, kesucian hati dari dosa dan taqwa.
QS. An Nur (24): 21 menggunakan kata zaka,kata kerja, dengan arti bersih dari keburukan dan kemurkaan, yaitu yang menegaskan bahwa orang dapat bersih dari perbuatan keji dan mungkar hanyalah karena adanya karunia dan rahmat Tuhan.
QS At Taubah (9): 103 menggunakan kata tuzakki, kata kerja, dengan arti menyuburkan dan mengembangkan karena mendapat barakah Allah, yaitu yang menyebutkan perintah Allah kepada Nabi Muhammad untuk mengambil shadaqah (zakat) dari harta orang kaya untuk membersihkan dan menyucikan (menyuburkan dan mengembangkan dan mengembangkan harta mereka atas barakah Allah).
2. Dalil/ dasar tentang zakat
Zakat adalah sendi agama Islam yang ketiga, yaitu setelah syahadat dan shalat. Sedemikian penting kedudukan zakat sehingga banyak ayat Alquran yang menyebutkannya bersama-sama dengan shalat.
Mengeluarkan sebagian harta untuk kepentingan masyarakat yang memerlukan pertolongan telah dinyatakan sebagai hal yang tidak dapat dipisahkan dari aama sejak mula islam diajarkan di Mekkah sebelum hijrah.
Ayat al quran yang diturunkan pada zaman Mekkah telah banyak menyebutkan perintah berbuat baik yang bersifat kemasyarakatan seperti : member makan orang miskin, mengasuh anak yatim, memerdekakan budak, menentukan pada harta si kaya terdapat hak orang fakir miskin dan sebagiannya.
Pada zaman Madinah, setelah Nabi hijrah, zakat diperintahkan dengan cara yang belum pernah dialami dalam syariat pada Rasul sebelumnya, bahkan belum pernah terjadi pula dalam sistem keuangan yang dibuat umat manusia sendiri.
Zakat adalah kewajiban atas harta orang kaya, bukan karena kemurahan hati sikaya terhadap si miskin. Zakat adalah kewajiban agama yang dapat dipaksakan terhadap para wajib zakat jika mereka tidak mau menyebarkan. Pernah khalifah Abu Bakar memerangi kaum ynag menolak membayarkan zakat.
Zakat merupakan amat penting dalam sistem ekonomi islam. Islam menetapkan bermacam harta yang wajib dikeluarkan zakatnya; ditentukan juga batas minimum harta yang sudah wajib dikenai zakat, ditentukan juga kapan waktunya zakat harus dibayar, demikian pula kadar zakat yang harus dikeluarkan, ditentukan juga siapa saja yang berhak menerima zakat.
Firman Allah yang memerintahkan kewajiban zakat, misalnya;

Artinya: “Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat” (Q.S An-Nisa : 77)

Pada ayat lain Allah berfirman :

Artinya : “Ambillah dari harta mereka sedekah wajib (zakat) untuk membersihkan dan mensucikan dengannya” (At-Taubah : 103)

Zakat yang merupakan ibadah yang menyangkut harta benda dan berfungsi social itu adalah ibadah yang telah tua umurnya, dan dikenal dalam agama wahyu yang dibawakan para rasul yang terdahulu.
QS Al Anbiyaa’ (21):73 menyebutkan bahwa Ibrahim, Ishak dan Yakub dijadikan Allah sebagai imam yang menyampaikan petunjuk atas perintah Allah. Mereka diperintahkan untuk berbuat kebaikan, menegakkan shalat dan membayarkan zakat. Mereka di nyatakan sebagai orang yang selalu beribadah kepada Allah.
QS Maryam (19): 55 menyebutkan bahwa Nabi Ismail memerintahkan kepada umatnya untuk menegakkan salat dan membayarkan zakat. Nabi Ismail dinyatakan sebagai orang yang memperoleh keridaan di hadirat Tuhannya.

Allah mengambil perjanjian dari orang Bani Israil agar mereka hanya menyembah Allah saja, berbuat baik kepada dua orang tua, sanak kerabat, anak yatim, dan orang miskin, berkata yang baik kepada orang banyak, menegakkan salat, dan membayarkan zakat (QS Al Baqarah (2): 83).
Nabi Isa dalam ayunannya mengatakan menerima perintah ALLah untuk menegakkan salat dan membayar zakat (QS Maryam (19): 31).

3. Macam-macam zakat
Secara umum zakat ada dua macam yaitu:
1. Zakat fitrah
2. Zakat maal
Ada beberapa harta yang harus dikeluarkan sebesar 10 % yaitu: tanaman-tanaman yang disirami tidak memerlukan tenaga manusia; ada yang sebesar 5% yaitu tanaman-tanaman yang disiram dengan alat-alat siraman, dan zakat dibayarkan pada waktu panen.
Ada beberapa macam harta yang terkena wajib zakat 2,5 % yaitu emas, perak, dan harta dagangan. Zakatnya dibayarkan setahun sekali.
Ada lagi zakat binatang ternak yang diatur amat rapi.
Batas kekayaan yang dikenai wajib zakat tidak terlalu tinggi sehingga orang yang dipadang mampu ikut serta memikul kewajiban jaminan social sudah terkena wajib zakat

A. Zakat fitrah
a) Pengertian
Zakat fitrah adalah zakat terhadap jiwa yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim untuk membersihkan dirinya dan keluarga yang menjadi tanggungannya. Nabi SAW bersabda yang artinya “ Rasulallah telah mewajibkan zakat fitrah untuk membersihkan diri orang-orang yang berpuasa dari perbuatan yang tidak berguna dan perkataan kotor serta untuk member makan kepada orang miskin. (H.R Abu Daud)
b) Syarat-syarat waji zakat fitrah
• Islam
• Masih hidup pada waktu hari raya idul fitri, termasuk bayi
• Ada kelebihan makanan bagi diri dan keluarganya dalam sehari semalam itu
c) Hukum zakat fitrah
Zakat fitrah hukumnya fardu ain bagi setiap muslim, meskipun masih bayi yang baru lahir, kewajiban ini tentunya menjadi tanggung jawab kepala keluarga.
d) Waktu membayar zakat fitrah
Zakat fitrah dapat dibayar pada:
• Awal ramadhan (ta’jil)
• Pertengahan ramadhan
• Akhir ramadhan
Namun yang paling utama ialah pada akhir ramadham setelah terbenam matahari hingga menjelang shalat idul fitri. Zakat yang dibayarkan setelah shalat idul fitri tidak sah dan hanya dia nggap sebagai shaqadah biasa.
e) Mustahiq zakat ( orang yang berhak menerima zakat fitrah)
Ada 8 asnaf atau golongan yaitu:
• Orang fakir
• Orang miskin
• Ami (pengurus zakat)l
• Para muallaf (orang yang baru masuk islam)
• Untuk memerdekan budak
• Orang yang berhutang
• Fisabilillah (Untuk jalan Allah)
• Ibnu sabil (Untuk orang yang sedang dalam perjalanan)
Orang yang berhak menerima zakat ini diterangkan dalam firman Allah surat At-Taubah ayat 60 yang artinya: “sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, amil (pengurus zakat), para muallaf (yang dibujuk hatinya), untuk memerdekakan budak , orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah (fisabilillah), dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan (ibnu sabil), sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah , dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (Q.S At-taubah : 60).
Dari delapan golongan itu yang paling utama ialah fakir miskin. Karena tujuan utama zakat fitrah ialah membantu fakir miskin agar terlepas dan kesusahan makan, sehingga mereka dapat gembira pada hari raya idul fitri.
Harta yang dapat digunakan untuk membayar zakat fitrah ialah bahan makanan pokok. Zakat fitrah dapat diganti dengan uang yang nilainya sama dengan bahan makanan tersebut.
f) Besarnya zakat fitrah
Setiap jiwa sebesar 1 sha = 2,5 Kg.

B. Zakat Maal (harta)
a) Pengertian dan hukum zakat maal
• Zakat maal (harta) ialah : zakat yang berhubungan dengan harta benda yang menjadi hak milik seseorang
• Tujuan zakat maal ialah untuk membersihkan / mensucikan harta yang dimilki.
• Zakat maal hukumnya wajib bagi orang islam yang hartanya telah mencapai nisab dan haul
• Nisab ialah batas minimal harta ynag dimiliki oleh seseorag terhadap kewajiban zakat.
• Haul ialah batas waktu kepemilikan harta seseorang terhadap kewajiban zakat.
b) Harta yang wajib di zakati:
1. Emas, perak, dan uang
2. Harta perniagaan
3. Harta pertanian
4. Hewan ternak
5. Hasil tambang
6. Barang temuan
c) Nisab, haul dan besarnya zakat terhadap harta yang wajib dizakati
1. Emas, perak dan uang (zakat Nuqud)
Nisab emas – 20 mitsqal : 93,6 gram
Nisab perak – 200 dirham : 624 gram
Nisab uang – seharga nisab emas dan perak
Haulnya — telah dimiliki selama satu tahun
Besarnya zakat – 2,5 % atau 1/40 dari emas, perak atau uang yang dimilikinya
2. Zakat harta perniagaan (zakat tijarah)
Semua jenis perniagaan wajib dikeluarkan zakatnya
Sabda Nabi SAW yang artinya “Dari samrah: Rasulullah memerintahkan kepada kami agar mengeluarkan zakat dan barang yang disediain untuk dijual”. (HR. Daruqutni dan Daud)
Nisab zakat harta perniagaan ialah seharga nisab emas (93,6 gram).
Haul zakat harta perniagaan ialah 1 tahun.
Besarnya zakat harta perniagaan ialah 2,5% atau 1/40 dari seluruh harta perniagaan itu.
3. Zakat hasil pertanian (zakat zira’ah)
Hasil pertanian ada yang berupa biji-bijian dan buah-buahan.
Biji-bijian yang wajib dizakati ialah padi, jagung, gandum, dan tanaman sejenisnya sebagai makanan pokok.
Buah-buahan wajib dizakati ialah: kurma dan anggur
Namun demikian, para ulama sepakat bahwa semua jenis hasil pertanian patut dikenakan zakat bila telah mencapai nisab seharga gandum, kurma dan anggur.
 Nisab zakat biji-bijian dan buah-buahan:
5 wasaq (jika biji-bijian itu sudah bersih dari kulitnya)
10 wasaq (jika masih berkulit)
1 wasaq sama dengan 60 sha’
1 sha’ sama dengan 3,1 liter
Jadi 5 wasaq=5x60x3,1 liter=930 liter= 690 kg jika dibulatkan menjadi 7 kwintal.
10 wasaq=14 kwintal
 Zakat biji-bijian dan buah-buahan dikeluarkan setiap panen (tidak ditentukan haul dalam satu tahun)
Allah SWT berfirman, yang artinya “keluarkanlah zakat buah-buahn dan biji-bijian pada waktu memetik hasilnya” (Al-An’am :141)
 Besarnya zakat :
a. 10% atau 1/10 dari hasil panennya (jika pertanian tersebut tadah hujan)
b. 5% atau 1/20 dari hasil panen (jika pertanian itu pengairannya memerlukan biaya)

4. Zakat binatang ternak (zakat An’am)
Jenis ternak yang wajib di zakati ialah : unta, kerbau/sapi, dan kambing. Namun hewan ternak yang lainpun juga wajib dizakati, jika telah mencapai nisab seharga dengan nisab hewan-hewan tersebut.
Nisab unta —–5 ekor
Nisab kerbau atau sapi —– 30 ekor
Nisab kambing —– 40 ekor
Haul hewan ternak ialah —— 1 tahun
Tabel dibawah ini menjelaskan tentang nisab dan besarnya zakat masing-masing hewan ternak

# nisab dan zakat unta:

Nisab
5 -9

10 -14

15 – 19

20 – 24

25 – 35
36 – 45
46 – 60
61 – 75
76 – 90
91 – 120
121

Zakatnya
Bilangan dan jenis zakat
Seekor kambing biasa
Atau seekor kambing domba
2 ekor kambing biasa
Atau 2 ekor kambing domba
3 ekor kambing biasa
Atau 3 ekor kambing domba
4 ekor kambing biasa
Atau 4 ekor kambing domba
Seekor anak unta
Seekor anak unta
Seekor anak unta
Seekor anak unta
2 ekor anak unta
2 ekor anak unta
3 ekor anak unta

umurnya
2 tahun lebih
1 tahun lebih
2 tahun lebih
1 tahun lebih
2 tahun lebih
1 tahun lebih
2 tahun lebih
1 tahun lebih
1 tahun lebih
2 tahun lebih
3 tahun lebih
4 tahun lebih
2 tahun lebih
3 tahun lebih
2 tahun lebih

Kemudian tiap-tiap 40 ekor zakatnya satu ekor anak unta umur 2 tahun lebih dan tiap-tiap 50 ekor zakatnya satu ekor anak unta umur 3 tahun.
# nisab dan zakat sapi atau kerbau
Nisab Zakatnya
Bilangan umurnya
30 – 39
40 – 59
60 – 69
70 – ….
100 1 ekor anak sapi atau 1 ekor anak kerbau
1 ekor anak sapi atau 1 ekor kerbau
2 ekor anak sapi atau kerbau
2 ekor sapi atau kerbau
3 ekor sapi atau kerbau 1 tahun lebih
2 tahun lebih
1 tahun lebih
2 tahun lebih
2 tahun lebih

# Nisab dan zakat kambing
Nisab Zakatnya
Bilangan umurnya
40 – 120

121 – 200

201 – 399

400 – ….

500 – 599
600 1 ekor kambing betina atau
1 ekor domba betina
2 ekor kambing betina atau
2 ekor domba betina
3 ekor kambing betina
4 ekor domba betina
4 ekor kambing betina
4 ekor domba betina
5 ekor kambing betina
6 ekor kambing betina 2 tahun lebih
1 tahun lebih
2 tahun lebih
1 tahun lebih
2 tahun lebih
1 tahun lebih
2 tahun lebih
1 tahun lebih
2 tahun lebih
2 tahun lebih

6. Zakat hasil tambang (zakat rikas)
Nisab hasil tambang adalah senilai dengan nisab emas dan perak.
Pembayaran zakatnya di saat penambangan terjadi (tidak menunggu haul).
Besarnya zakat adalah 5% atau 1/20 dari hasil penambangan itu.
7. Zakat hasil temuan (zakat luqathah)
Nisab barang temuan adalah senilai dengan nisab emas dan perak.
Besarnya zakat adalah 20% atau 1/5 dari harta temuan itu.

4. Syarat-syarat wajib zakat
a) Islam
b) Baligh
c) Berakal sehat
d) Merdeka
e) Milik sendiri
f) Mencukupi nisab/haul
5. Orang yang berhak menerima zakat
1) Fakir yaitu orang yang tidak punya harta dan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Zakat adalah hak si fakir dalam kedudukannya sebagai saudara si kaya , baik dalam keyakinan agama maupun dalam kemanusiaan.
Islam mengajarkan bahwa masyarakat itu seperti satu keluarga yang harus hidup dalam suasana tanggung menanggung dan jamin menjamin satu sama lain, bahkan seperti satu badan. Apabila ada anggota badan yang menderita sakit, anggota lainnya ikut merasakan.
Oleh karena itu, si fakir berhak dibantu dan ditolong apabila ia tidak mampu bekerja atau mampu bekerja tetapi tidak mendapatkan lapangan kerja, atau sudah bekerja tetapi hasilnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan, atau memperoleh hasil yang cukup tetapi mengalami penderitaan yang mendadak sehingga memerlukan pertolongan.
Islam mengajarkan bahwa orang belum beriman dan tidak pula berperikemanusiaan apabila ia hidup berkelebihan dari kebutuhannua. Pada saat tetangganya hidup berkekurangan, tetapi sikaya tersebut tidak tergerak untuk member pertolongan apa pun kepada tetangga yang berkekurangan itu.
QS.Al Muddatstsir (74): 40-44 menyebutkan gambaran kehidupan akhirat. Ari surge, orang ahli surge bertaya kepada penghuni neraka, mengapa mereka masuk neraka itu; oleh penghuni neraka dijawab bahwa hal itu disebabkan mereka tidak termasuk golongan orang yang mengerjakan salat, dan tidak pula memberikan makan kepada orang miskin.
QS Al Maa’uun (107): 1-7 mengajarkan bahwa orang tidak beriman kepada hari akhir apabila ia mengabaikan nasib anak yatim, tidak memperhatikan kebutuhan orang miskin, tidak Melaksanakan kewajiban salat dengan sebaik-baiknya, tidak ikhlas dalam melakukan ibadah kepada Tuhan, dan tidak mau memberikan pertolongan kepda orang lain yang memerlukannya.

2) Miskin yaitu orang yang punya harta dan penghasilan tapi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Sebenarnya dua istilah fakir dan miskin itu berarti orang yan memerlukan bantuan untuk mencukupkan kebutuhan hidupnya. Namun keadaan orang miskin lebih baik daripada keadaan orang fakir.
Pemberian bagian untuk fakir miskin tidak merupakan jumlah uang yang amat kecil, seratus duaratus rupiah, tetapi yang dapat untuk menjadi bekal hidup beberapa waktu kemudian.
Misalnya, apabila ia berdagang, diberi sejumlah uang yang dapat untuk melanjutkan dagangannya; apabila ia bekerja membuat kerajinan, diberi sejumlah uang yang dapat untuk membeli alat untuk membuat kerajinannya. Jangan sampai hak fakir miskin atas harta zakat itu justru mendorongnya untuk menganggur, menanti pemberian bagian zakat yang akan diterimanya.
Hadis Nabi riwayat Abu Daud dan Turmudzi mengajarkan bahwa zakat tidak halal bagi orang yang mempunyai kesanggupan bekerjanya.
Hadis riwayat Abu Daud dan Nasai menceritakan bahwa pada waktu Nabi sedang membagi zakat dalam haji wada’, datanglah dua orang laki-laki minta bagian. Nabi memperhatikan mereka, dan ternyata mereka adalah orang yang cukup kuat . kemudian Nabi berkata,
“apabila kami menginginkan, kamu akan kuberi: tetapi supaya diketahui bahwa orang yang kaya dan orang yang kuat untuk bekerja tidak berhak atas zakat itu”

Hadis yang menyebutkan bahwa orang yang cukup kuat untuk bekerja dan mencari nafkah jangan sampai merasa berhak atas bagian zakat itu dimaksudkan agar orang mengutamakan makan dari hasil kerjanya daripada makan dari hasil kerjanya makan dari bagian zakat yang diterimanya.
Orang islam wajib bekerja, dan Negara berkewajiban memberikan kesempatan untuk orang dapat bekerja, dalam hal orang benar-benar mengalami kelemahan, negaralah yang member kecukupan.
Hak fakir miskin atas harta zakat dapat dikembangkan dijadikan modal usaha yang akan dapat lebih menguntungkan bagi kaum fakir miskin sendiri. Misalnya, untuk modal usaha penjahitan yang menampung tukang jahit yang berhak atas bagian zakat, untuk modal perusahaan penggilingan minyak kelapa yang para pegawainya adalah golongan fakir miskin yang berhak atas bagian harta zakat, dan sebagainya.
Dalam hal harta zakat yang menjadi bagian fakir miskin itu dikembangkan dan para pelaksananya adalah para fakir miskin sendiri, mereka adalah pemilik saham pada perusahaan tempat mereka bekerja.

3) Amil yaitu orang yang mengurusi zakat, orang yang bekerja untuk memungut zakat dari wajib zakat, orang yang membukukan hasil pemungutan zakat, orang yang menyimpan harta zakat, orang yang menbagi-bagikan harta zakat kepada mereka yang berhak , dan sebagainya.
Dalam hal para amil adalah pegawai negeri yang mendapat tugas resmi bertindak sebagai amil, bagian para amil itu masuk kepada pemerintah , tidak diberikan kepada para petugas bersangkutan. Hal ini berarti bahwa pendapatan Negara antara lain dapat diperoleh dari harta zakat.

4) Muallaf yaitu orang yang baru masuk islam (agar lebih mantap keyakinannya kepada islam), orang yang dilunakkan hatinya terhadap agama Islam; untuk menguatkan pendirian orang dalam berpegang kepada agama Islam, untuk mengharapkan kesediaannya dalam membela kaum musimin atau untuk mencegah gangguan orang terhadap kaum muslimin.
Nabi pernah memberikan bagian kepada orang yang diharapkan masuk Islam, seperti Sofwan bin Umayyah, salah seorang bangsawan Jahiliah, yang akhirnya masuk Islam dan menjadi orang Islam yang baik.
Orang yang baru saja masuk Islam seringkali terputus hubungan dengan keluarganya yang masih belum mau masuk Islam. Oleh karena itu , dalam menjaga agar mereka jangan sampai kecil hati dan dalam waktu sama untuk membantu keperluan hidupnya, kepada mereka diberikan hak menerima bagian zakat.
Orang muallaf itu adakalanya terdiri dari orang berpengaruh yang simpati kepad Islam, tetapi belum mau masuk Islam. Kepadanyadiberikan hak menerima zakat dengan harapan akan dapat membantu kaum muslimin menghadapi lawan-lawannya.
Ada lagi golongan muallaf yang terdiri dari orang yang tidak suka kepada Islam. Untuk menjaga agar mereka jangan mengadakan gangguan terhadap kaum muslimin, kepada mereka diberikan hak menerima bagian zakat.
Apakah golongan muallaf itu dipandang ada atau tidak ada, bergantung ke pada pertimbangan para penguasa Islam dan para penasihatnya.
Apabila pada suatu ketika dilihat adanya golongan muallaf dengan pertimbangan tersebut di atas, hak mereka atas bagian zakat dikeluarkan. Apabila pada suatu ketika mereka itu dipandang tidak ada, bagian zakat mereka pun tidak perlu dikeluarkan.
Dalam sejarah Islam, yaitu pada zaman Khalifah Umar, Khalifah ke-2, dirasakan Islam telah benar-benar kuat sehingga bantuan orang muallaf tidak diperlukan, atau dengan kata lain, tidak dirasakan perlu adanya golongan orang yang dilunakkan hatinya terhadap Islam. Maka, diambillah suatu keputusan bahwa pada masaitu tidak ada golongan mualaf sehingga bagian zakat untuk para mualaf punditiadakan.
Namun, pada masa seperti sekarang ini, golongan muallaf itu ada. Mereka adalah orang yang baru masuk Islam, yang terputus hubungan dengan keluarganya dan sering untuk beberapa lamanya mengalami tekanan ekonomi. Orang seperti itu memerlukan bantuan guna membesarkan hati karena telah memeluk Islam dan dalam waktu sama untuk meringankan dari tekanan ekonomi yang mereka alami.

5) Riqab yaitu yang memerdekakan budak
Islam lahir pada saat banyak bangsa mengakui sistem perbudakan. Islam berusaha menghapuskan perbudakan secara berangsur-angsur . memerdekakan budak dijadikan sebagai kifarat dalam berbagai macam pelanggaran larangan agama. Seperti: melanggar sumpah, melanggar larangan berkumpul suami-istri pada siang dalam bulan Ramadhan , membunuh orang mukmin tidak sengaja, dan sebagainya. Kaum muslimin digembirakan memerdekakan budak, dan dijadikan akan mendapat pahala amat besar.
Kepada para budak yang akan memerdekakan diri dengan membayar tebusan, diberi bagian zakat agar benar-benar dapat merdeka. Bahkan lebih daripada itu, bagian zakat untuk memerdekakan budak dapat diwujudkan uang untuk membeli budak dan kemudian dimerdekakan.
Pada waktu sekarang bagian ini tidak diperlukan lagi karena sistem perbudakan di seluruh dunia telah lenyap. Bagian ini dapat juga disalurkan utnuk member bantuan kepada gerakan bangsa beragama Islam yang ingin membebaskan diri dari penjajahan asing.

6) Gharimin yaitu orang yang punya hutang untuk kebaikan
Yang dimaksud dengan golongan ini ialah orang yang mempunyai beban hutang bertumpuk-tumpuk sehingga tidak mungkin melunasinya, dengan syarat hutang itu bukan yang bersifat maksiat, bukan pula hutang sebagai akibat hidup bermewah-mewah.
Orang yang berhutang untuk maksiat, misalnya hutang untuk berjudi, tidak berhak mendapat pertolongan dari harta zakat.
Demikian pula, orang yang mempunyai banyak hutang karena hidup bermewah-mewah tidak berhak mendapat bantuan dari harta zakat. Namun apabila mereka telah menyatakan bertobat dan akan hidup lurus dan apabila tobat dan keinginan untuk hidup lurus itu benar-benar dapat diyakini, untuk menutup hutang yang lalu, mereka berhak atas bagian zakat.
Islam mengajarkan agar orang jangan berhutang kepada orang lain, kecuali apabila terpaksa. Dalam keadaan terpaksa, dimungkinkan orang berhutang kepada orang lain, sekedar untuk mencukupkan kebutuhan yang primer, seperti: sandang, pangan dan perumahan, pengobatan.
Apabila untuk memenuhi kebutuhan primer itu tiba-tiba harus hutang terus-menerus sehingga memerlukan bantuan, kepada mereka diberikan zakat agar dapat untuk membayar hutangnya.

7) Sabilillah yaitu untuk kegiatan di jalan Allah / kepentingan Islam.
Arti kata sabilillah adalah jalan Allah. Pengertian yang banyak diberikan pada masa permulaan Islam ialah perang untuk membela agama Allah. Jadi, bagian zakat untuk sabilillah adalah untuk keperluan persiapan dan perlengkapan perang membela agama Allah.
Pengertian tersebut ada relevansinya dengan keadaan agama Islam pada masa Nabi, yang selalu menghadapi rintangan dari kaum Quraisy Mekah maupun sabotase dari kaum Ahli Kitab Madinah hingga memerlukan kekuatan material dan persenjataan. Untuk semuanya itu, diperlukan biaya yang dpat diperoleh dari harta zakat.
Namun, apabila membaca hadis Nabi yang mengajarkan bahwa orang yang bekerja mencari nafkah untuk mencukupkan kebutuhan orang tuanya yang telah lanjut uai juga termasuk mempunyai hak ata bagian zakat itu lebih luas daripada untuk keperluan perang membela agama Allah.sabilillah mencakup semua perbuatan yang diizinkan Allah, yang diperlukan untuk menegakkan agama Allah dan melaksanakan hukum dan ajaran-Nya, yang dilakukan dengan niat memperoleh keridaan-Nya.
Menyelenggarakan tempat ibadah, sekolahan, rumah sakit, panti asuahn anak yatim, dan sebagainya termasuk sabilillah yag dapat dibiayai dengan harta zakat.

8) Ibnu sabil yaitu orang yang mengadakan perjalanan bukan untuk maksiat dan kehabisan bekal.
Termasuk golongan ini adalah para pengungsi yang meninggalkan kampong halamannya untukmenyelamatkan diri atau agamanya dari tindakan penguasa yang sewenang-wenang.
Bagian zakat diberikan kepada mereka untuk menghilangkan rasa sebagai orang asing di tengah-tengah masyarakat seagama, disamping memberikan bantuan utnuk mencukupkan perbekalannya. Namun, hal ini tidak dapat diartikan bahwa tanpa perbealan yang cukup, orang dibenarkan mengadakan perjalanan haji misalnya, dengan keyakinan apabila dalam perjalanan nanti kehabisan bekal, akan dapat minta bagian, zakat dari kaum muslimin di tempat ia kehabisan bekal itu.

6. Hikmah zakat

Secara singkat, hikmah zakat yaitu:
 Membersihkan harta dan mensucikan hati dari sifat kikir
 Harta menjadi berkah berkat doa para mustahiq
 Mempertebal iman dan taqwa
 Meringankan beban fakir miskin
 Mengurangi kesenjangan social atau memperkecil jurang pemisah antara si kaya dan si miskin
 Membiasakan tolong menolong
 Terhindar dari pencurian karena hak fakir miskin telah diberikan
 Meningkatkan kesejahteraan umat Islam

7. Tujuan zakat
Zakat, yang mengandung pengertian bersih dan suci serta berkembang dan bertambah, mempunyai arti amat penting dalam hidup manusia secara perseorangan maupun bermasyarakat.
→ Zakat membersihkan dan mensucikan
Zakat dengan pengertian bersih dan suci mempunyai tujuan membersihkan hati si kaya dari sifat kikir. Manusia berwatak amat cinta kepada harta benda. Manusia senang mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Jika keinginan orang memiliki emas sebesar gunung terlaksana, niscaya ia masih menginginkan yang kedua, ketiga, dst. Bagi manusia, mencari harta kekayaan itu ibarat orang lapar yang makan tanpa pernah merasa kenyang. Untuk membersihkan sifat kikir terhadap harta kekayaan yang amat dicintai itulah zakat diperintahkan.
QS Al Hasyr (59): 9 dan QS At Taghaabun (64): 16 mengajarkan bahwa orang yang dipelihara dari sifat kekikiran dirinya adalah orang yang beruntung.
Dari segi lain, zakat diperintahkan dengan tujuan untuk membersihka hati golongan miskin dari sifat dengki dan irir hati kepada golongan kaya yang menimbun-nimbun harta pemberian Allah.
Manusia yang berwatak amat cinta kepada harta benda itu mempunyai keinginan untuk memilikinya. Apabila dengan jalan yang legal tidak mungkin, orang yang lemah rohaniahnya akan menempuh jalan yang tidak legal, seperti: menipu, mencuri, merampok dan sebagainya.
Zakat diperintahkan dengan tujuan antara lain utnuk menjaga jangan samapai golongan miskin dengki dan iri hati terhadap golongan kaya yang selalu mengumpulkan dan menghitung harta kekayaan, dengan melakukan tindakan yang merugikan masyarakat.
Dari segi inilah dapat dipahami firman Allah yang memerintahkan Nabi Muhammad Saw. Untuk memungut zakat itu dinyatakan dengan maksud untuk membersihkan dan mensucikan masyarakat , pada golongan kaya dari sifat kikir dan pada golongan miskin dari sifat dengki dan iri hati.
Tujuan membersihkan dan mensucikan itu dapat pula mengenai harta benda yang dikenakan zakat. Dalam hal ini zakat mempunyai tujuan untuk membersihkan harta benda si kaya dari hak orang lain yang menyangkutnya. Harta yang tidak dibayarkan zakatnya, berarti masih tersangkut dengan hak orang lain, yang apabila dipertahankan tidak dibayarkan, harta itu akan menjadi binasa. Orang tua berpesan , “Batu rampasan yang terdapat dalam banguan, cukup menjadi jaminan hancurnya bangunan tersebut” demikian pulalah halnya, seratus dua ratus rupiah hak orang miskin yang ada pada harta orang kaya, cukup menjadi jaminan menjadi kotornya seluruh harta.
Hadis riwayat Al-Hakim mengajarkan,
“apabila engkau telah membayarkan zakat hartamu, bererti telah kau hilangkan keburukan harta itu.”
Lebih landas lagi , hadis riwayat Abu Daud mengajarkan, “bentengilah harta bendamu dengan membayarkan zakatnya.”

→ Zakat mengembangkan dan menambah
Zakat dengan perhatian berkembang dan bertambah mempunyai arti luas. Zakat yang dibayarkan dengan ikhlas membawakan perkembangan jiwa siwajib zakat, akan membebaskannya dari perbudakan benda, dan ia akan hidup menguasai benda, tidak dikuasai benda.
Harta benda yang dimiliki menjadi sarana untuk patuh taat kepada perintah Allah. Harta benda yang dimilkinya menjadi sarana untuk melakukan ibadah kepada Allah. Maka, ia dapat , mengalahkan hawa nafsunya yang selalu membujuknya untuk tetap bertabiat kikir.
Dari segi lain, zakat membawakan perkembangan jiwa orang miskin. Ia akan merasa bukan orang asing di tengah-tengah masyarakatnya, bukan orang terbuang karena kelemahan material yang dialaminya. Ia merasa diperhatikan nasibnya. Masyarakat tidak akan membiarkan hidup terlantar.
Namun, ia pun tidak pernah merasa hina sebab ia peroleh haknya atas harta zakat bukan dari perorangan, yang mungkin akan merasa lebih tinggi kedudukannya daripada orang miskin karena zakat yang dikeluarkannya. Ia peroleh haknya atas harta zakat itu dari Negara yang bertindak sebagai amil zakat. Kalau ia terima juga haknya atas harta zakat itu dari Negara yang bertinfak sebagai amil zakat. Kalau ia terima yang terkena wajib zakat sendiri, ia akan tetap tenang karena Alquran telah memperingatkan orang lain, berupa zakat atau shadaqah pada umumnya dan jangan sekali-sekali menghitung-hitung kebaikan didepan orang yang menerima pemberian, serta jangan pula menyakiti hatinya.
Zakat juga membawakan perkembangan pada harta yang dibayarkan zakatnya, dan mendatangkan barakah Allah pula. Orang yang hidupnya diperbudak benda akan beranggapan bahwa zakat itu mengurangi harta kekayaannya. Baginya, tidak masuk akal apabila dikatakan bahwa zakat membawakan perkembangan dan tambahan harta. Namun, orang yang insaf akan mengetahui di mana letak perkembangan dan tambahan itu.
Ia tahu bahwa di balik kekurangan harta yang tampak sepintas lalu itu, terdapat sebenarnya. Tambahan itu terjadi dalam harta masyarakat dan pada harta si kaya sendiri. Harta yang dibayarkan sebagai zakat oleh si kaya hanya sedikit dibandingkan dengan besarnya harta yang dikeluarkan zakatnya, pasti kembali kepadanya dengan berlipat ganda, disadari maupun tidak.
Untuk meyakinkan kembalinua harta yang dikeluarkan sebagai zakat dengan berlipat ganda itu dapat kita ambil analogi duniawi. Banyak Negara kaya member bantuan kepada Negara miskin, bukan karena Allah, tetapi dengan motif agar Negara yang menerima bantuan itu dapat meningkat daya belinya, untuk kemudian dapat membeli hasil produksi Negara yang bersangkutan, dan ternyata berhasil. Dengan demikian, uang bantuan dengan berlipat ganda, dengan memperoleh keuntungan atas hasil produksi.
Dari segi kejiwaan, uang seribu, dua ribu rupiah di tangan orang yang dicintai orang banyak, didoakan pula oleh orang banyak, dan banyak pula tangan yang mengulurkan pertolongan kepadanya akanlebih potensialdan lebih dinamis daripada uang puluhan ribu di tangan orang lain, yang hidup mementingkan diri sendiri, dan amat dikuasai oleh sifat egoismenya serta menaruh rasa dengki terhadap orang lain.
Perkembangan harta yang dikeluarkan zakatnya dalam arti ekonomis itu dapat dipergunakan untuk menafsirkan firman Allah dalam QS Saba’ (34): 39 yang mengajarkan bahwa setan menakuti orang yang membelanjakan harta untuk memenuhi suruhan agama akan jatuh miskin dan selalu menyuruh orang berbuat keji; sedang Allah menjanjikan ampunan dan anugerah; Allah Maha Luas rezekinya dan Maha Mengetahui.
Firman Allah dalam QS Ar Rum (30): 39 mengajarkan bahwa zakat yang dibayarkan dengan ikhlas karena Allah semata-mata akan memperoleh balasan ynag berlipat ganda.
Firman Allah dalam QS Al Baqarah (2): 276 mengajarkan bahwa Allah menghapuskan barakah-Nya dalam harta riba dan melipat-gandakan harta shadaqah.
Kita harus selalu ingat bahwa Allah yang berjanji akan memberikan balasan dan ganti yang berlipat ganda atas harta zakat itu adalah juga yang memberikan rezeki berupa harta yang kita keluarkan zakatnya. Allah pasti tidak akan menyalahi janji; akan diberikan anugerahnya kepada orang yang dikehendaki-Nya, berupa apa pun; sungguh Allah Mahakaya dan Maha Terpuji.
 Zakat dan pertanggungan social
Dari segi siapa yang berhak atas harta zakat dapat diketahui bahwa perintah zakat itu merupakan salah satu cara untuk menyatakan ajaran Islam tentang pertanggungan social. Islam tidak menghendaki ada orang dalam masyarakat yang tidak memperoleh makan, pakaian, dan tempat tinggal yang diperlukan dalam hidupnya. Kebutuhan primer yang tiga macam itu harus dalam naungan ajaran Islam. Setiap muslim diwajibkan berusaha untuk memperoleh kebutuhan primernya itu.
Dalam hal benar-benar orang tidak mampu berusaha sendiri karena kelemahan yang di deritanya, masyarakatlah yang berkewajiban menanggungnya. Jangan sampai ada anggotanya yang lapar, tidak berpakaian, dan tidak memperoleh tempat berteduh.

 Zakat mendekatkan jarak antara si kaya dan si miskin
Zakat juga merupakan salah satu cara untuk mendekatkan jarak antara si kaya dan si miskin. Islam sebagai agama fitrah tidak menentang sifat pembawaan kodrat manusia, tetapi mendidik dan menyalurkan kepada nilai hidup yang tinggi. Islam mengakui hak milik perseorangan yang diperoleh dengan jalan halal.
Berikutnya, Islam pun mengakui adanya perbedaan kekayaan di antara perorangan karena Allah memang melebihkan sebagian orang atas sebagian yang lain mengenai rezeki yang diberikan, sebagai akibat dari perbedaan kemampuan dan pembawaan bakat masing-masing. Namun, pengakuan adanya perbedaan kekayaan itu tidak boleh berakibat si kaya makin bertambah kaya dan si miskin makin kurus kering sehingga jurang yang memisahkan antara dua golongan ini amat dalam, mereka tidak bertemu satu sam lain.
Islam mewajibkan zakat guna mempertemukan hati si kaya dengan hati si miskin . si kaya tidak menindas dan si miskin dapat di tingkatkan taraf hidupnya. Zakat adalah pungutan wajib dari pihak kaya dan oemberian hak kepada pihak miskin.

 Zakat antimanipulasi harta
Diwajibkannya zakat bertujuan juga untuk menggiatkan peredaran atau investasi harta benda agar jangan sampai bertumpuk dan tidak berkembang. Harta benda yang tertimbun berarti kehilangan potensi. Islam melarang orang menumpuk harta tanpa berfungsi untuk kepentingan masyarakat. Dengan kewajiban membayar zakat, orang dipaksa mengembangkannya, sebab kalau tidak , akan berangsur-angsur habis dimakan zakat. Dari segi inilah Nabi berpesan kepada para wali yang memegang harta anak yatim agar harta itu diperdagangkan agar tidak menjadi habis termakan zakat.


Daftar Pustaka

Basyir, Ahmad Azhar. Falsafah Ibadah Yogyakarta dalam Islam. Yogyakarta : UII Press Jakarta . 2001
Budiarto, Sri. Risalah Fiqih. Surakarta : CV.Alfadinar.2004

 
Leave a comment

Posted by on July 6, 2011 in pengetahuan

 

Rangkuman Proses Keperawatan Klien Hipertensi

Definisi Hipertensi menurut JNC 8, 2007 adalah apabila tekanan sistolik lebih dari 120 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 80 mmHg. Tapi ada juga beberapa definisi yang menyebutkan Hipertensi itu adalah apabila tekanan sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan diastolic lebih dari 100 mmHg.
Memeriksa tekanan darah yang ideal harus di lakukan pada pasien yang baru bangun tidur, karena pasien belum melakukan aktivitas atau kontak apapun dengan orang lain juga belum melihat sesuatu yang tidak enak di lihat.

Sebagai ilustrasi Hipertensi sebagai berikut :
Laut di ilustrasikan sebagai pembuluh darah, para nelayan di ilustrasikan sebagai se-sel jaringan dan ikan di ilustrasikan sebagai bahan pokok makanan.
Laut yang tenang membuat para nelayan yang tinggal di sekitar laut pun dengan mudah mendapatkan ikan sehingga mencukupi kebutuhan bahan makanan para nelayan.
Laut yang tadi tenang menjadi berombak dan terjadi badai yang besar sehingga membuat para nelayan tidak bisa melaut terlalu jauh dari pantai, padahal laut yang tenang tadi membuat para nelayan dengan mudah mendapatkan 10 kg ikan dalm 1 hari sekarang karena ada badai dan ombak yang besar para nelayan hanya bias mendapatkan 5 kg ikan dalm 1 hari akibatnya mereka pun kekurangan bahan makanan dan dalam mengambil ikan, lama kelamaan para nelayanpun menjadi kelaparan dan dalam kondisi yang kurang nelayan itu akan meninggal.

Orang yang mengalami hipertensi akan mengalami kondisi asimptomatik yaitu kondisi dimana tidak menyadari gejala apapun, ini akan menyebabkan terjadinya hipoperfusi yaitu penurunan dalam pengiriman bahan makanan ke sel-sel jaringan akibatnya sel ini akan mengalami gangguan seperti iskemia yang berujung kepada nekrosis.

Penyebab hipertensi sebagian besar tidak diketahui yang disebut hipertensi esensial atau primer, sedangkan yang diketahui penyebabnya hanya 10 % yaitu hipertensi renalis dan hipertensi hormonal.

Penyebab berbagai bentuk hipertensi di jabarkan sebagai berikut :
• Pada saat peningkatan ion natrium (garam) berarti vascular kalium akan keluar melalui pompa ion kalium atau pompa natrium-kalium dan sebaliknya. Apabila ion natrium banyak masuk berarti akan mengisi, maka akan ada pergeseran muatan yang akan mengakibatkan terjadi peningkatan volume ektra sel (ECV). Setiap terjadi peningkatan ECV atau peningkatan isi volume, berarti harus di tinggikan maka terjadi peningkatan curah jantung yang menuju ke Hipertensi Esensial.
• Pada saat penurunan kalium, kalium yang banyak berkurang dalam system vascular maka menyebabkan langsung pada vasokontriksi (terjadi penurunan hipokalemia akan merangsang pengeluaran hormone-hormon terutama hormone kortisol yang akan mengaktifkan katekolamin, katekolamin inilah yang menjadi vasokontruktor) pada saat terjadinya penyempitan pembuluh darah akan menyebabkan resistensi ,TPR meningkat dan menyebabkan Hipertensi Esensial.
• Faktor Gen, dalam faktor gen sebagian besar orang tuanya yang mengalami hipertensi anaknya juga mengalami hipertensi. Tetapi hasil akhirnya faktor gen ini akan mengalami peningkatan EVC juga peningkatan curah jantung demikian juga TPR akan meningkat. Ini di sebut dengan Hipertensi Esensial.
• Paling penting penyebab hipertensi yaitu terjadinya Stenosis arteri renalis. Pembuluh darah arteri harus elastis dengan elastisnya pembuluh darah arteri maka akan mampu melakukan vasodilatasi dan vasokontriksi, apabila kaku pembuluh darah arteri maka otomatis akan menyempit dan kalau terjadi penyempitan pembuluh darah akan mengalami kematian jaringan. Pada saat stenosis, arus begitu deras pada arteri renalis maka aliran darah akan berkurang ke nefron-nefron (sel-sel ginjal yang kecil) pada ginjal yang berlanjut pada iskemia, apabila berlanjut maka akan keluar kelenjar medulla adrenal yang mengeluarkan renin, renin akan diubah menjadi Angiotensin I dan II melalui system SRAA (sistem renin-angiotensin-aldosterone), pada saat teraktivasi maka aldosteron menumpuk atau terjadi penumpukan (retensi) maka akan terjadi peningkatan ECV, TPR dan curah jantung dan menuju Hipertensi.
• Berbagai penyakit ginjal juga menurunkan massa ginjal karena sebagian mengalami kematian mengakibatkan retensi menuju Hipertensi Renalis.
• Tumor Korteks Adrenal pada ginjal mengeluarkan hormone aldosteron dan terjadi tumor dan peningkatan metabolisme, setiap terjadi peningkatan metabolisme juga akan terjadi aktivitas dan menyebabkan ECV meningkat curah jantung juga meningkat kemudian Hipertensi.
• Tumor korteks adrenal juga akan menyebabkan salah satu hormonnya yaitu kortisol mengeluarkan dan meningkatkan katekolamin yang akan menyebabkan vasokontriksi dan kemudian Hipertensi.
• Tumor Medula Adrenal adalah bentuk hipertensi yang lain yang terjadi akibat dari berbagai kondisi adrenal yang meningkatkan katekolamin kemudian TPR meningkat dan menuju Hipertensi Hormonal.
• Berbagai bentuk hipertensi misalnya : pada saat terjadi peningkatan intraokular di bola mata, terjadi kondisi glukoma maka pada kondisi tertentu akan terjadi penurunan kemampuan memfokuskan penglihatan. Pada jantung misalnya pada ventrikel kiri merupakan organ yang paling terbebani karena diperlukan suatu kekuatan lebih untuk mempompa darah mengakibatkan hipertropi yang pada pasien hipertensi masuk ke penyakit gagal jantung kiri.

Pada pengkajian diagnostic pasien akan sering mengalami Nokturia atau peningkatan urinasi pada malam hari. Ini karena pada siang hari pasien masih beraktifitas tekanan darah yang tinggi di alirkan ke organ-organ yang beraktifitas, sedangkan pada saat tidur pasien tidak melakukan aktifitas maka otot-otot tidak digunakan sehingga darah akan menuju ginjal kemudian akan banyak darah yang difiltrasi oleh ginjal, semakin banyak yang di saring maka produksi urin akan banyak di kandung kemih kemudian penuh dan itu menyebabkan sering buang air kecil.

5 komponen yang digunakan untuk obat hipertensi :
a. Diuretik. Seperti hemat kalium (Spironolaktone) dan boros kalium (Furosemide), diberikan untuk mengurangi volume cairan supaya curah jantung menurun.
b. Penekan Simpatetik. Seperti Pindolol, Asebutolol dll, diberikan karena meningkatnya tekanan simpatisnya yang akan terjadi peningkatan aktivasi jantung maka harus di tekan simpatisnya supaya tidak bereaksi.
c. Vasodilatasi Arteriol Langsung. Seperti Nifedipin dan Hidralazin, diberikan supaya pembuluh darah yang menyempit agar dilebarkan.
d. Antagonis angiotensin. Seperti Kaptopril yang di berikan agar melawan angiotensin yang apabila akan berubah menjadi angiotensin II.
e. Penghambat Saluran kalsium. Seperti Diltiazem.

Diagnosa Hipertensi yang penting adalah masalah pemenuhan informasi
Yang paling penting Rencana intervensi keperawatan klien Hipertensi yaitu :
• Penyuluhan modifikasi gaya hidup
• Pemenuhan informasi

Modifikasi gaya hidup yaitu
• Teknik-teknik mengurangi stress dengan cara melakukan hobinya atau mengerjakan apa yang di senangi oleh klien hipertensi.
• Penurunan berat badan sangat penting apalagi bagi ibu-ibu hamil yang apabila kontrolnya tidak bisa maka dapat terjadi eklamsia.
• Pembatasan alkohol, natrium dan tembakau (Pasien hipertensi yang merokok wajib melakukan kontrol terus menerus)
• Olahraga / latihan.
• Relaksasi.

Rangkuman Proses Keperawatan Klien Penyakit Buerger

Pasien yang mengalami gangguan vascular yang sering terjadi adalah oklusi yaitu penyempitan atau pembuntuan pada pembuluh darah arteri yang disebut Buerger.
Apabila pembuluh darah menyempit maka area bawahnya pun mengalami kebuntuan akibatnya suplai darah berkurang dan akan menyebabkan iskemia dan menjadi nekrotik. Apabila penyebab nekrotik ini lebih dari 6 jam maka harus segera di amputasi. Sebelum terjadi penyakit ini pasien mengalami kram atau kesemutan, apabila kondisi ini terjadi perlu di kaji C.R.T apakah sama satu dengan yang lain atau tidak karena pada saat terjadi fase penyumbatan akan terjadi penurunan pada satu sisi, kemudian periksa akralnya apakah sama satu dengan yang lain atau tidak.

 
Leave a comment

Posted by on July 6, 2011 in pengetahuan

 

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN ESOFAGITIS

Konsep Dasar Penyakit
A. Pengertian
Esofagitis adalah suatu keadaan dimana mukosa esofagus mengalami peradangan, dapat terjadi secara akut maupun kronik. (Widaryati Sudiarto, 1994). Esofagitis kronis adalah peradangan di esophagus yang disebabkan oleh luka bakar karena zat kimia yang bersifat korosif, misalnya berupa asam kuat, basa kuat dan zat organik. Contoh-contoh yang telah disebutkan diatas dapat merusak esofagus jika diminum atau ditelan, dan bila diserap oleh darah hanya akan menyebabkan keracunan saja. Esofagitis Terbagi menjadi:
a. Esofagitis Peptik (Refluks)
Esofagiotis peptik (Refluks) adalah Inflamasi mukosa esofagus yang disebabkan oleh refluks cairan lambung atau duodenum esofagus. Cairan ini mengandung asam pepsin atau cairan empedu.
b. Esofagitis Refluks basa
Esofagitis Refliks basa yaitu terjadinya refluks cairan dari duodenum langsung ke esofagus, misalnya pada pos gastrekstomi total dengan esofagoduodenostomi atau esofagojejenostomi.
c. Esofagitis infeksi
Esofagitis infeksi di bagi lagi menjadi:
• Esofagitis Candida (monialisis)
Esofagitis Candida terjadi karena gangguan sistem kekebalan motilitas esofagus, metabolisme hidrat arang terutama proses menua.
• Esofagitis Herpes
Esofagitis Herpes disebabkan oleh infeksi virus herpes zoster / herpes simpleks.
d. Esofagitis yang disebabkan oleh bahan kimia
Esofagitis yang di sebabkan oleh bahan kimia terbagi menjadi:
• Esofagitis korosif
Esofagitis korosif terjadi karena masuknya bahan kimia yang korosif ke dalam esofagus. Hal ini biasanya terjadi karena kecelakaan atau dalam usaha bunuh diri.
• Esofagitis karena obat (pil esofagitis)
Disebabkan oleh pil atau kapsul yang ditelan dan tertahan di esofagus yang kemudian mengakibatkan timbulnya iritasi dan inflamasi.

B. EtioLogi
Menelan air panas, refluks asam lambung, infeksi virus herves, menelan basa atau asam kuat.
a. Esofagitis peptik : refluks cairan lambung atau duodenum
b. Esofagitis refluks basa : disebabkan oleh adanya enzim proteolitik dari pankreas, garam-garam empedu atau campuran dari kedua zat tersebut, atau adanya asam hidroklorid yang masuk dan kontak dengan mukosa esofagus.
c. Esofagitis kandida : gangguan sistem kekebalan, motilitas esofagus, gangguan metabolisme hidrat arang terutama pada proses menua.
d. Esofagitis herpes : infeksi virus herpes zoater
e. Esofagitis korosif : disebabkan oleh luka bakar karena zat kimia yang bersifat korosif, misalnya asamkuat, basa kuat dan zat organik (cair, pasta, bubuk dan zat padat). Bahan alkali (detergent / NaOH murni)
f. Esofagitis karena obat : tetrasiklin, klindamisin, deoksitetrasiklin, quinidine, glukonat, empronium bromid, sulfas ferosus, asam askorbat (Vit E) dan KCl.
C. Faktor Fredisposisi
Makanan berlemak, berbumbu,asam, cokelat, kopi, alcohol dan kelebihan berat badan.
D. Manesfestasi Klinis
Gejala-gejala yang segera timbul adalah adinofagia berat, demam, keracunan dan kemungkinan perforasi esofagus disertai infeksi mediastinum dan kematian.
a. Esofagitis Peptik (Refluks)
Gejala klinik yangnyata misalnya rasa terbakar di dada (heart burn) nyeri di daerah ulu hati, rasa mual, dll.
b. Esofagitis refluks basa
Gejala klinik berupa pirosis, rasa sakit di retrosternal. Regurgitasi yang terasa sangat pahit, disfagia, adinofagia dan anemia defisiensi besi kadang-kadang terjadi hematemesis berat.
c. Esofagitis Kandida
Gejala klinis yang sering adalah disfagia, adinofagia. Pada beberapa penderita mengeluh dapat merasakan jalannya makanan yang ditelan dari kerongkongan ke lambung, rasa nyeri retrosternal yang menyebar sampai ke daerah skapula atau terasa disepanjang vertebra torakalis, sinistra.
d. Esofagitis Herpes
Gejala klinik berupa disfagia, odinofagia, dan rasa sakit retrosternal yang tidak membaik setelah pengobatan dengan nyastin atau anti fungal lain.
e. Esofagitis Korosif
Gejala yang sering timbul adalah disfagia / kesulitan menelan, odinofagia dan adanya rasa sakit retrosternal.
f. Esofagitis karena obat
Gejala yang timbul berupa odinofagia, rasa sakit retrosternal yang terus-menerus, disfagia atau kombinasi dari ketiga gejala ini.

E. Patofisiologi
a. Esofagitis Refluks (Esofagitis Peptik)
Inflamasi terjadi pada epitel skuamosa di esofagus distal, disebabkan oleh kontak berulang dan dalam waktu yang cukup lama dengan asam yang mengandung pepsin ataupun asam empedu. Kelainan yang terjadi dapat sangat ringan, sehingga tidak menimbulkan cacat, dapat pula berupa mukosa mudah berdarah, pada kelainan yang lebih berat terlihat adanya lesi erosif, berwarna merah terang. Hal ini menunjukkan esofagitis peptik.
b. Esofagitis refluks basa
Peradangan terjadi karena adanya enzim proteolitik dari pankreas, garam-garam empedu, atau campuran dari kedua zat tersebut, atau adanya asam hidroklond yang masuk dan kontak dengan mukosa esofagus sehingga terjadi esofagitis basa.
c. Esofagitis Kandida
Pada stadium awal tampak mukosa yang irreguler dan granuler, pada keadaan lebih berat mukosa menjadi edema dan tampak beberapa tukak. Bila infestasi jamur masuk ke lapisan sub mukosa, maka edema akan bertambah parah, tukak yang kecil makin besar dan banyak sampai terlihat gambaran divertikel, sehingga terjadi esofagitis Kandida (Moniliasis).
d. Esofagitis Herpes
Seseorang dengan daya tahan tubuh menurun seperti pada penderita yang lama dirawat di RS, pengobatan dengan imunosupresor. Penderita dengan penyakit stadium terminal yang terkena virus herpes zoster dengan lesi pada mukosa mulut dan kulit, mengakibatkan esofagitis herpes, dimana lesi awal yang klasik berupa popula atau vesikel atau tukak yang kecil kurang dari 5 mm dengan mukosa di sekitarnya hiperemis. Dasar tukak berisi eksudat yang berwarna putih kekuningan, jika tukak melebar akan bergabung dengan tukak di dekatnya menjadi tukak yang besar.
e. Esofagitis Korosif
Basa kuat menyebabkan terjadinya nekrosis mencair. Secara histologik dinding esofagus sampai lapisan otot seolah-olah mencair. Asam kuat yang tertelan akan menyebabkan nekrosis menggumpal secara histologik dinding esofagus sampai lapisan otot seolah-olah menggumpal. Zat organik (lisol, karbol) menyebabkan edema di mukosa atau sub mukosa. Asam kuat menyebabkan kerusakan pada lambung lebih berat dibandingkan dengan kerusakan di esofagus. Sedangkan basa kuat menimbulkan kerusakan di esofagus lebih berat dari pada lambung.
f. Esofagitis Karena Obat
RL atau kapsul yang ditelan kemudian tertahan di esofagus mengakibatkan timbulnya iritasi dan inflamasi yang disebabkan oleh penyempitan lumen esofagus oleh desakan organ-organ di luar esofagus. Obstruksi oleh karena peradangan, tumor atau akalasia, menelan pil dalam posisi tidaur dapat menyebabkan esofagitis karena obat.
F. Pemeriksaan penunjang
a. Esofagitis Peptik (Refluks)
Pemeriksaan esofagoskopi : tidak didapatkan kelainan yang jelas (blackstone), ciri khas dari esofagitis peptik yaitu peradangan mulai dari daerah perbatasan esofagus gaster (garisz) ke proksimal daerah esofagus.
b. Esofagitis Refluks basa
• Pemeriksaan radiologic
kontras barium dapat menunjukkan kelainan yang terjadi pada keadaan pasca operasi.
• Pemeriksaan endoskopi
Terlihat lesi di mukosa esofagus, mukosa hipermis, rapuh, erosif, eksudat dan pada kasus yang berat terdapat striktur dan stenosis
c. Esofagitis kandida
• Pemeriksaan endoskopi
Tampak mukosa rapuh, eritemateus, mukosa sembab, berlapiskan selaput tebal dan berwarna putih seperti susu kental tersebar di seluruh esofagus, terutama pada 2/3 distal.
• Pemeriksaan Titer aglutinin serum : hasil > 1 : 160
d. Esofagitis Herpes
• Pemeriksaan klinik
Terdapat lesi herpes zooster dimukosa mulut atau di kulit.
• Pemeriksaan endoskopi
Terlihat lesi berupa papula, mukosa hipermesis, tukak berisi eksudat.
• Pemeriksaan radiologic
Menunjukkan kelainan yang tidak spesifik.
e. Esofagitis korosif
• Pemeriksaan esofagogram
• Adanya perforasi atau mediastinitis.
• Pemeriksaan endoskopi
f. Esofagitis karena obat
• Pemeriksaan esofagoskopi
Terdapat edema lokal dengan eritem, lesi erosif dengan pseudomembran atau eksudat.
g. Esofagitis Radiasi
• Pemeriksaan Radiologis- Pemeriksaan endoskopi.
Ditemukan jamur kandida.

G. Penatalaksanaan
a. Esofagitis Peptik
Pengobatan untuk esofagitis refluks antasida dengan atau tanpa antagonis H2, receptor. Tindakan pembedahan untuk menghilangkan refluks hnya dilakukan pada mereka dengan gejala refluks menetap walaupun telah memberikan pengobatan optimal.
b. Esofagitis refluks basa
Pengobatan esofagitis refluks basa harus cepat dan intensif, antara lain pemberian antibiotika, steroid, cairan intravena dan kemungkinan dilakukan pembedahan, apabila penyakit ini telah memetasfase (menyebar) di sekitarnya.
c. Esofagitis kandida
Nystatin 200.000 unit diberikan sebagai obat kumur yang ditelan maupun yang dimakan setiap 2 jam pada saat pasien tidak sedang tidur, merupakan pengobatan standar, cukup efektif dan hampir tidak ada efek sampingnya. Bila pasien resisten terhadap Nystatin, maka pilihan kedua adalah Flusitosine 100 mg per Kg BB, tiap hari dibagi dalam 3 kali pemberian setiap sesudah makan, selama 4-6 minggu. Obat-obat antifungal lain yang dinyatakan efektif yaitu Imidazole, Ketoconazole, Amphotericine dan Miconazole.
d. Esofagitis Herpes
Pengobatan suporatif yaitu dengan memberikan makanan lunak dan cair, anastesi lokaldiberikan adalah antibiotik selama 2-3 minggu atau 5 hari bebas demam. Kartikosteroid untuk mencegah terjadinya pembentukan fibrosis yang berlebihan dan Analgetik. Selain itu yang dilakukan esofagoskopi pada hari ke-3 setelah kejadian atau bila luka di bibir, mulut dan faring sudah tenang.
e. Esofagitis karena obat
Dengan menghentikan pemakaian obat-obat yang dicurigai lesi esofagus dapat sembuh, dan mengajarkan kepada penderita untuk minum obat dalam posisi tegak (tidak berbaring) dan disertai air yang cukup banyak.
f. Esofagitis radiasi
Pada keadaan akut, pengobatan dilakukan dengan memodifikasi jenis penyinaran, diit cair dan pemberian analgesik dan anastetik lokal sebelum tidur atau sebelum makan. Striktur yang terjadi diatasi dengan dilatasi peroral.
H. Komplikasi
SyokKomaEdema laring Perforasi esofaguAspirasi pneumoniaPeradanganErosiPembentukan tukakPerdarahanStrikturPembentukan jaringan parut

BAB II
Konsep Dasar Asuhan Keperawatan
A. Pengkajian
• Nyeri pada saat menelan
• Nyeri substernal
• Perasaan penuh
• Ketakutan dan ansietas
• Penurunan berat badan
• Napas busuk dan batuk
• Suara serak dan batuk
• Paralise diagfragma
B. Diagnosa Keperawatan
• Ketidak efektifan bersihan jalan napas yang berhubungan dengan obstruksi esofagus
• Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh yang berhubungan dengan anoreksia dan disfagia
• Nyeri yang berhubungan dengan proses penyakit
• Ansietas/takut yang berhubungan dengan prognosa penyakit buruk
• Kurang pengetahuan yang berhubungan dengan kuranya informasi mengenai perawatan rumah.
• Resiko infeksi berhubungan dengan implamasi pada esofagus
C. Tujuan
• Pasien mendemonstrasikan kemampuan untuk mempertahankan kebersihan jalan napas.
• Masukan kalori pasien dipertahankan, dan nutrisi seimbang
• Pasien mengambarkan nyeri dalam keadan minimal atau tidak ada nyeri
• Pasien atau orang terdekat memberikan perawatan mengungkapkan rasa takut dan ansietas dan menggunakan mekasisme koping efektif
• Pasien atau orang terdekat mendemonstrasaikan pemahaman akan perawatan rumah dan intruksi evaluasi.
• Tidak terjadi infeksi

D. Intervensi
• Ketidak efektifan bersihan jalan napas yang berhubungan dengan obstruksi esophagus
1. Kaji pola napas klien.
2. Pertahankan tira baring jika kondisi memerlukannya
3. Tinggikan kepala tempat tidur 30 sampai 45 derajat (posisi semi fowler)
4. Hindari posisi terlentang
5. lakukan pengisapan orotrakeal jika dibutuhkan.
• Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh yang berhubungan dengan anoreksia dan disfagia
1. kaji kemampuan pasien untuk menelan cairan dan makanan
2. Ukur masukan dan haluaran
3. Beri dukungan kepada pasien untuk mengunya makanan dengan baik, untuk mengigit dalam jumlah kecil, dan untuk makan pelan
4. Bantu pemberian makanan jika perlu
5. . Bantu dalam pemasangan selang NG jika dipesankan
6. Libatkan ahli gizi dalam bantuan perencanan tipe khusus dari makanan
• Nyeri yang berhubungan dengan proses penyakit
1. Kaji nyeri, lokasi, karasteristik, mulai timbul, frekuensi dan intensitas, gunakan tingkat ukuran nyeri
2. Ajarkan dan bantu dengan alternative teknik pengurangan nyeri (misalnya imajinasi, musik, relaksasi)
3. Ubah posisi setiap 2 sampai 4 jam
4. Berikan analgesik jika dipesankan
• Ansietas/takut yang berhubungan dengan prognosa penyakit buruk
1. Kaji kemampuan pasien dan orang terdekat untuk mengkomunikasikan perasaan
2. Bantu dalam menangani reaksi emosional terhadap proses penyakit
3. Dorong dan berikan waktu untuk mengungkapkan masalah
4. Kembangkan arti komunikasi jika pasien mengalami kesukaran berbicara
• Kurang pengetahuan yang berhubungan dengan kurangya informasi.
1. Intruksikan pasien atau orang terdekat mengenai tipe dan perawatan selang yang diperlukan untuk selang gastrostomi
2. Diskusikan dan ajarkan penatalaksanaan nyeri dan pemberian injeksi jika dipesankan
3. Diskusikan jadwal radiasi atau penatalaksanaan kemoterapi.
4. Jelaskan kebutuhan untuk mempertahankan perjanjian evaluasi dengan dokter
• Resiko infeksi berhubungan dengan ketidak adekuatan pertahanan sekunder imunosupresi
1. Kaji pasien terhadap bukti adanya infeksi
2. Periksa tanda-tanda vital, demam, mengigil
3. Tekankan higiene personal
4. Kolaborasi mengenai pemberian antibiotik
E. Rasionalisasi
• Untuk mengetahui sejauh mana pola napas pasien sebaga indikator intervensi selanjutnya.
• Tira baring dapat membantu relaksasi otot-otot pernapasan
• Posisi semi fowler (posisi duduk 30 sampai 45 derajat) mengurangi penekanan abdominalis terhadap diafragma.
• Hindari posisi terlentang
• Posisi terlentang dapat membuat penekanan abdominalis terhadap diafragma sehingga ekspansi paru tidak maksimal
• Pengisapan orotrakeal membantu pengeluaran mukus yang menyumbat jalan napas.
• Untuk mengidentifikasi kemampuan pasien menelan cairan dan makanan guna intervensi selanjutnya.
• Untuk mengetahui seberapa banyak kebutuhan nutrisi dan cairan yang dibutuhkan klien.
• Jika makanan dalam bentuk halus maka membantu proses pencernaan
• Membantu pemenuhan nutrisi klien
• Membantu pemenuhan nutrisi dengan selang NG
• Untuk pemenuhan nutrisi yang seimbang
• Untuk mengukur tingkat/kualitas nyeri guna intervensi selanjutnya
• Pengalihan perhatian dapat mengurangi nyeri
• Posisi yang nyaman dapat membantu mengurangi tingkat nyeri.
• Analgesic dapat mengurangi nyeri.
• Mengkomunikasikan/mendiskusikan masalah dapat membantu mengurangi rasa cemas.
• Membantu klien menangani masalah membuat klien dan keluarga merasa diperhatikan serta tidak merasa sendirian.
• Mengungkapkan masalah dapat membantu menghilangkan rasa cemas.
• Komunikasi yang baik dapat membantu menyelesaikan masalah dan mengurangi kecemasan.
• Memberikan pengetahuan kepada pasien dan keluarga mengenai perawatan selang gastrostomi
• Memberikan pengetahuan kepada pasien dan keluarga mengenai proses penatalaksanaan penyakit.
• Penatalaksanaan kemoterapi menjadi suatu masalah berhubungan dengan efek yang ditimbulkannya.
• Evaluasi dokter menjadi sumber informasi pada klien dan keluarga
• Untuk mendeteksi sedini mungkin adanya tanda-tabda infeksi
• TTV merupakan acuan terjadinya Infeksi
• Personal hygiene dapat mencegah timbulnya mikroorganisme yang dapat menyebabkan infeksi
• Pemberian antibiotic dapat mencegah infeksi

DAFTAR PUSTAKA
Brunner and Sudarth. 1996. Buku Ajar Keperawatan medikal Bedah. Buku Kedokteran EGC : Jakarta.
Ester Monica. 2001. Keperawatab Medikal Bedah : Pendekatan Sistem Gastrointestinal. Buku Kedokteran EGC : Jakarta.
Jayve M. Black and Esther Matassarin Jacob. 1997. Medical Surgical Nursing : Clinical Management for Continuty of Care, fifth edition. WB. Sounders : Campani
Mansjoer Arif, dkk. 1999. Kapita Selekta Kedokteran Jilid 1. Media Aesculapius FKUI : Jakarta.
Price, Sylvia, dkk. 1994. Patofisiologi Konsep Klinik, Proses-Proses Penyakit. Buku Kedokteran EGC : Jakarta.
Sulaiman, Ali, dkk. 1990. Gastroentorologi Hepatologi. CV. Agung : Jakarta.
http://www.blogger.com/favicon.ico

 
Leave a comment

Posted by on July 6, 2011 in pengetahuan

 

Teori Perkembangan Kepribadian menurut Erik Erickson (tugas mata kuliah psikologi)

Erikson dalam teorinya mengatakan :
(1) Pada dasarnya setiap perkembangan dalam kepribadian manusia mengalami keserasian dari tahap-tahap yang telah ditetapkan sehingga pertumbuhan pada tiap individu dapat dilihat/dibaca untuk mendorong, mengetahui, dan untuk saling mempengaruhi, dalam radius soial yang lebih luas.
(2) Masyarakat, pada prinsipnya, juga merupakan salah satu unsur untuk memelihara saat setiap individu yang baru memasuki lingkungan tersebut guna berinteraksi dan berusaha menjaga serta untuk mendorong secara tepat berdasarkan dari perpindahan didalam tahap-tahap yang ada.

Adapun tingkatan dalam delapan tahap perkembangan yang dilalui oleh setiap manusia menurut Erikson adalah sebagai berikut :
1. Trust vs Mistrust (Kepercayaan vs Kecurigaan) pada umur 0-1 atau 1 ½ tahun.
2. Otonomi vs Perasaan Malu dan Ragu-ragu usia 18 bulan sampai 3 atau 4 tahun.
3. Inisiatif vs Kesalahan usia 3 sampai 5 atau 6 tahun.
4. Kerajinan vs Inferioritas umur 6 sampai 12 tahun.
5. Identitas vs Kekacauan Identitas usia 18 atau 20 tahun.
6. Keintiman vs Isolasi berusia sekitar 20-30 tahun.
7. Generativitas vs Stagnasi usia30 sampai 60 tahun
8. Integritas vs Keputusasaan usia 60 atau 65 ke atas.
Berikut penjelasannya satu persatu.
1. Trust vs Mistrust (Kepercayaan vs Kecurigaan)
Tahap ini berlangsung pada masa oral, kira-kira terjadi pada umur 0-1 atau 1 ½ tahun. Tugas yang harus dijalani pada tahap ini adalah menumbuhkan dan mengembangkan kepercayaan tanpa harus menekan kemampuan untuk hadirnya suatu ketidakpercayaan. Kepercayaan ini akan terbina dengan baik apabila dorongan oralis pada bayi terpuaskan, misalnya untuk tidur dengan tenang, menyantap makanan dengan nyaman dan tepat waktu, serta dapat membuang kotoron (eliminsi) dengan sepuasnya. Oleh sebab itu, pada tahap ini ibu memiliki peranan yang secara kwalitatif sangat menentukan perkembangan kepribadian anaknya yang masih kecil. Apabila seorang ibu bisa memberikan rasa hangat dan dekat, konsistensi dan kontinuitas kepada bayi mereka, maka bayi itu akan mengembangkan perasaan dengan menganggap dunia khususnya dunia sosial sebagai suatu tempat yang aman untuk didiami, bahwa orang-orang yang ada didalamnya dapat dipercaya dan saling menyayangi. Kepuasaan yang dirasakan oleh seorang bayi terhadap sikap yang diberikan oleh ibunya akan menimbulkan rasa aman, dicintai, dan terlindungi. Melalui pengalaman dengan orang dewasa tersebut bayi belajar untuk mengantungkan diri dan percaya kepada mereka. Hasil dari adanya kepercayaan berupa kemampuan mempercayai lingkungan dan dirinya serta juga mempercayai kapasitas tubuhnya dalam berespon secara tepat terhadap lingkungannya.
Sebaliknya, jika seorang ibu tidak dapat memberikan kepuasan kepada bayinya, dan tidak dapat memberikan rasa hangat dan nyaman atau jika ada hal-hal lain yang membuat ibunya berpaling dari kebutuhan-kebutuhannya demi memenuhi keinginan mereka sendiri, maka bayi akan lebih mengembangkan rasa tidak percaya, dan dia akan selalu curiga kepada orang lain.

2. Otonomi vs Perasaan Malu dan Ragu-ragu
Pada tahap kedua adalah tahap anus-otot (anal-mascular stages), masa ini biasanya disebut masa balita yang berlangsung mulai dari usia 18 bulan sampai 3 atau 4 tahun. Tugas yang harus diselesaikan pada masa ini adalah kemandirian (otonomi) sekaligus dapat memperkecil perasaan malu dan ragu-ragu. Apabila dalam menjalin suatu relasi antara anak dan orangtuanya terdapat suatu sikap/tindakan yang baik, maka dapat menghasilkan suatu kemandirian. Namun, sebaliknya jika orang tua dalam mengasuh anaknya bersikap salah, maka anak dalam perkembangannya akan mengalami sikap malu dan ragu-ragu. Dengan kata lain, ketika orang tua dalam mengasuh anaknya sangat memperhatikan anaknya dalam aspek-aspek tertentu misalnya mengizinkan seorang anak yang menginjak usia balita untuk dapat mengeksplorasikan dan mengubah lingkungannya, anak tersebut akan bisa mengembangkan rasa mandiri atau ketidaktergantungan. Pada usia ini menurut Erikson bayi mulai belajar untuk mengontrol tubuhnya, sehingga melalui masa ini akan nampak suatu usaha atau perjuangan anak terhadap pengalaman-pengalaman baru yang berorientasi pada suatu tindakan/kegiatan yang dapat menyebabkan adanya sikap untuk mengontrol diri sendiri dan juga untuk menerima control dari orang lain. Misalnya, saat anak belajar berjalan, memegang tangan orang lain, memeluk, maupun untuk menyentuh benda-benda lain.
Di lain pihak, anak dalam perkembangannya pun dapat menjadi pemalu dan ragu-ragu. Jikalau orang tua terlalu membatasi ruang gerak/eksplorasi lingkungan dan kemandirian, sehingga anak akan mudah menyerah karena menganggap dirinya tidak mampu atau tidak seharusnya bertindak sendirian.

3. Inisiatif vs Kesalahan
Tahap ketiga adalah tahap kelamin-lokomotor (genital-locomotor stage) atau yang biasa disebut tahap bermain. Tahap ini pada suatu periode tertentu saat anak menginjak usia 3 sampai 5 atau 6 tahun, dan tugas yang harus diemban seorang anak pada masa ini ialah untuk belajar punya gagasan (inisiatif) tanpa banyak terlalu melakukan kesalahan. Masa-masa bermain merupakan masa di mana seorang anak ingin belajar dan mampu belajar terhadap tantangan dunia luar, serta mempelajari kemampuan-kemampuan baru juga merasa memiliki tujuan. Dikarenakan sikap inisiatif merupakan usaha untuk menjadikan sesuatu yang belum nyata menjadi nyata, sehingga pada usia ini orang tua dapat mengasuh anaknya dengan cara mendorong anak untuk mewujudkan gagasan dan ide-idenya. Akan tetapi, semuanya akan terbalik apabila tujuan dari anak pada masa genital ini mengalami hambatan karena dapat mengembangkan suatu sifat yang berdampak kurang baik bagi dirinya yaitu merasa berdosa dan pada klimaksnya mereka seringkali akan merasa bersalah atau malah akan mengembangkan sikap menyalahkan diri sendiri atas apa yang mereka rasakan dan lakukan.
Ketidakpedulian (ruthlessness) merupakan hasil dari maladaptif yang keliru, hal ini terjadi saat anak memiliki sikap inisiatif yang berlebihan namun juga terlalu minim. Orang yang memiliki sikap inisiatif sangat pandai mengelolanya, yaitu apabila mereka mempunyai suatu rencana baik itu mengenai sekolah, cinta, atau karir mereka tidak peduli terhadap pendapat orang lain dan jika ada yang menghalangi rencananya apa dan siapa pun yang harus dilewati dan disingkirkan demi mencapai tujuannya itu. Akan tetapi bila anak saat berada pada periode mengalami pola asuh yang salah yang menyebabkan anak selalu merasa bersalah akan mengalami malignansi yaitu akan sering berdiam diri (inhibition). Berdiam diri merupakan suatu sifat yang tidak memperlihatkan suatu usaha untuk mencoba melakukan apa-apa, sehingga dengan berbuat seperti itu mereka akan merasa terhindar dari suatu kesalahan.
Kecenderungan atau krisis antara keduanya dapat diseimbangkan, maka akan lahir suatu kemampuan psikososial adalah tujuan (purpose). Selain itu, ritualisasi yang terjadi pada masa ini adalah masa dramatik dan impersonasi. Dramatik dalam pengertiannya dipahami sebagai suatu interaksi yang terjadi pada seorang anak dengan memakai fantasinya sendiri untuk berperan menjadi seseorang yang berani. Sedangkan impersonasi dalam pengertiannya adalah suatu fantasi yang dilakukan oleh seorang anak namun tidak berdasarkan kepribadiannya. Oleh karena itu, rangakain kata yang tepat untuk menggambarkan masa ini pada akhirnya bahwa keberanian, kemampuan untuk bertindak tidak terlepas dari kesadaran dan pemahaman mengenai keterbatasan dan kesalahan yang pernah dilakukan sebelumnya.

4. Kerajinan vs Inferioritas
Tahap keempat adalah tahap laten yang terjadi pada usia sekolah dasar antara umur 6 sampai 12 tahun. Salah satu tugas yang diperlukan dalam tahap ini ialah adalah dengan mengembangkan kemampuan bekerja keras dan menghindari perasaan rasa rendah diri. Saat anak-anak berada tingkatan ini area sosialnya bertambah luas dari lingkungan keluarga merambah sampai ke sekolah, sehingga semua aspek memiliki peran, misalnya orang tua harus selalu mendorong, guru harus memberi perhatian, teman harus menerima kehadirannya, dan lain sebagainya.
Tingkatan ini menunjukkan adanya pengembangan anak terhadap rencana yang pada awalnya hanya sebuah fantasi semata, namun berkembang seiring bertambahnya usia bahwa rencana yang ada harus dapat diwujudkan yaitu untuk dapat berhasil dalam belajar. Anak pada usia ini dituntut untuk dapat merasakan bagaimana rasanya berhasil, apakah itu di sekolah atau ditempat bermain. Melalui tuntutan tersebut anak dapat mengembangkan suatu sikap rajin. Berbeda kalau anak tidak dapat meraih sukses karena mereka merasa tidak mampu (inferioritas), sehingga anak juga dapat mengembangkan sikap rendah diri. Oleh sebab itu, peranan orang tua maupun guru sangatlah penting untuk memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan anak pada usia seperti ini. Kegagalan di bangku sekolah yang dialami oleh anak-anak pada umumnya menimpa anak-anak yang cenderung lebih banyak bermain bersama teman-teman dari pada belajar, dan hal ini tentunya tidak terlepas dari peranan orang tua maupun guru dalam mengontrol mereka. Kecenderungan maladaptif akan tercermin apabila anak memiliki rasa giat dan rajin terlalu besar yang mana peristiwa ini menurut Erikson disebut sebagai keahlian sempit. Di sisi lain jika anak kurang memiliki rasa giat dan rajin maka akan tercermin malignansi yang disebut dengan kelembaman. Mereka yang mengidap sifat ini oleh Alfred Adler disebut dengan “masalah-masalah inferioritas”. Maksud dari pengertian tersebut yaitu jika seseorang tidak berhasil pada usaha pertama, maka jangan mencoba lagi. Usaha yang sangat baik dalam tahap ini sama seperti tahap-tahap sebelumnya adalah dengan menyeimbangkan kedua karateristik yang ada, dengan begitu ada nilai positif yang dapat dipetik dan dikembangkan dalam diri setiap pribadi yakni kompetensi.
Dalam lingkungan yang ada pola perilaku yang dipelajari pun berbeda dari tahap sebelumnya, anak diharapkan mampu untuk mengerjakan segala sesuatu dengan mempergunakan cara maupun metode yang standar, sehingga anak tidak terpaku pada aturan yang berlaku dan bersifat kaku. Peristiwa tersebut biasanya dikenal dengan istilah formal. Sedangkan pada pihak lain jikalau anak mampu mengerjakan segala sesuatu dengan mempergunakan cara atau metode yang sesuai dengan aturan yang ditentukan untuk memperoleh hasil yang sempurna, maka anak akan memiliki sikap kaku dan hidupnya sangat terpaku pada aturan yang berlaku. Hal inilah yang dapat menyebabkan relasi dengan orang lain menjadi terhambat. Peristiwa ini biasanya dikenal dengan istilah formalism.

5. Identitas vs Kekacauan Identitas
Tahap kelima merupakan tahap adolesen (remaja), yang dimulai pada saat masa puber dan berakhir pada usia 18 atau 20 tahun. Pencapaian identitas pribadi dan menghindari peran ganda merupakan bagian dari tugas yang harus dilakukan dalam tahap ini. Menurut Erikson masa ini merupakan masa yang mempunyai peranan penting, karena melalui tahap ini orang harus mencapai tingkat identitas ego, dalam pengertiannya identitas pribadi berarti mengetahui siapa dirinya dan bagaimana cara seseorang terjun ke tengah masyarakat. Lingkungan dalam tahap ini semakin luas tidak hanya berada dalam area keluarga, sekolah namun dengan masyarakat yang ada dalam lingkungannya. Masa pubertas terjadi pada tahap ini, kalau pada tahap sebelumnya seseorang dapat menapakinya dengan baik maka segenap identifikasi di masa kanak-kanak diintrogasikan dengan peranan sosial secara aku, sehingga pada tahap ini mereka sudah dapat melihat dan mengembangkan suatu sikap yang baik dalam segi kecocokan antara isi dan dirinya bagi orang lain, selain itu juga anak pada jenjang ini dapat merasakan bahwa mereka sudah menjadi bagian dalam kehidupan orang lain. Semuanya itu terjadi karena mereka sudah dapat menemukan siapakah dirinya. Identitas ego merupakan kulminasi nilai-nilai ego sebelumnya yang merupakan ego sintesis. Dalam arti kata yang lain pencarian identitas ego telah dijalani sejak berada dalam tahap pertama/bayi sampai seseorang berada pada tahap terakhir/tua. Oleh karena itu, salah satu point yang perlu diperhatikan yaitu apabila tahap-tahap sebelumnya berjalan kurang lancar atau tidak berlangsung secara baik, disebabkan anak tidak mengetahui dan memahami siapa dirinya yang sebenarnya ditengah-tengah pergaulan dan struktur sosialnya, inilah yang disebut dengan identity confusion atau kekacauan identitas.
Akan tetapi di sisi lain jika kecenderungan identitas ego lebih kuat dibandingkan dengan kekacauan identitas, maka mereka tidak menyisakan sedikit ruang toleransi terhadap masyarakat yang bersama hidup dalam lingkungannya. Erikson menyebut maladaptif ini dengan sebutan fanatisisme. Orang yang berada dalam sifat fanatisisme ini menganggap bahwa pemikiran, cara maupun jalannyalah yang terbaik. Sebaliknya, jika kekacauan identitas lebih kuat dibandingkan dengan identitas ego maka Erikson menyebut malignansi ini dengan sebutan pengingkaran. Orang yang memiliki sifat ini mengingkari keanggotaannya di dunia orang dewasa atau masyarakat akibatnya mereka akan mencari identitas di tempat lain yang merupakan bagian dari kelompok yang menyingkir dari tuntutan sosial yang mengikat serta mau menerima dan mengakui mereka sebagai bagian dalam kelompoknya.
Kesetiaan akan diperoleh sebagi nilai positif yang dapat dipetik dalam tahap ini, jikalau antara identitas ego dan kekacauan identitas dapat berlangsung secara seimbang, yang mana kesetiaan memiliki makna tersendiri yaitu kemampuan hidup berdasarkan standar yang berlaku di tengah masyarakat terlepas dari segala kekurangan, kelemahan, dan ketidakkonsistennya. Ritualisasi yang nampak dalam tahap adolesen ini dapat menumbuhkan ediologi dan totalisme.

6. Keintiman vs Isolasi
Tahap pertama hingga tahap kelima sudah dilalui, maka setiap individu akan memasuki jenjang berikutnya yaitu pada masa dewasa awal yang berusia sekitar 20-30 tahun. Jenjang ini menurut Erikson adalah ingin mencapai kedekatan dengan orang lain dan berusaha menghindar dari sikap menyendiri. Periode diperlihatkan dengan adanya hubungan spesial dengan orang lain yang biasanya disebut dengan istilah pacaran guna memperlihatkan dan mencapai kelekatan dan kedekatan dengan orang lain. Di mana muatan pemahaman dalam kedekatan dengan orang lain mengandung arti adanya kerja sama yang terjalin dengan orang lain. Akan tetapi, peristiwa ini akan memiliki pengaruh yang berbeda apabila seseorang dalam tahap ini tidak mempunyai kemampuan untuk menjalin relasi dengan orang lain secara baik sehingga akan tumbuh sifat merasa terisolasi. Erikson menyebut adanya kecenderungan maladaptif yang muncul dalam periode ini ialah rasa cuek, di mana seseorang sudah merasa terlalu bebas, sehingga mereka dapat berbuat sesuka hati tanpa memperdulikan dan merasa tergantung pada segala bentuk hubungan misalnya dalam hubungan dengan sahabat, tetangga, bahkan dengan orang yang kita cintai/kekasih sekalipun. Sementara dari segi lain/malignansi Erikson menyebutnya dengan keterkucilan, yaitu kecenderungan orang untuk mengisolasi/menutup diri sendiri dari cinta, persahabatan dan masyarakat, selain itu dapat juga muncul rasa benci dan dendam sebagai bentuk dari kesendirian dan kesepian yang dirasakan.
Oleh sebab itu, kecenderungan antara keintiman dan isoalasi harus berjalan dengan seimbang guna memperoleh nilai yang positif yaitu cinta. Dalam konteks teorinya, cinta berarti kemampuan untuk mengenyampingkan segala bentuk perbedaan dan keangkuhan lewat rasa saling membutuhkan. Wilayah cinta yang dimaksudkan di sini tidak hanya mencakup hubungan dengan kekasih namun juga hubungan dengan orang tua, tetangga, sahabat, dan lain-lain.
Ritualisasi yang terjadi pada tahan ini yaitu adanya afiliasi dan elitisme. Afilisiasi menunjukkan suatu sikap yang baik dengan mencerminkan sikap untuk mempertahankan cinta yang dibangun dengan sahabat, kekasih, dan lain-lain. Sedangkan elitisme menunjukkan sikap yang kurang terbuka dan selalu menaruh curiga terhadap orang lain.

7. Generativitas vs Stagnasi
Masa dewasa (dewasa tengah) berada pada posisi ke tujuh, dan ditempati oleh orang-orang yang berusia sekitar 30 sampai 60 tahun. Apabila pada tahap pertama sampai dengan tahap ke enam terdapat tugas untuk dicapai, demikian pula pada masa ini dan salah satu tugas untuk dicapai ialah dapat mengabdikan diri guna keseimbangan antara sifat melahirkan sesuatu (generativitas) dengan tidak berbuat apa-apa (stagnasi). Generativitas adalah perluasan cinta ke masa depan. Sifat ini adalah kepedulian terhadap generasi yang akan datang. Melalui generativitas akan dapat dicerminkan sikap memperdulikan orang lain. Pemahaman ini sangat jauh berbeda dengan arti kata stagnasi yaitu pemujaan terhadap diri sendiri dan sikap yang dapat digambarkan dalam stagnasi ini adalah tidak perduli terhadap siapapun.
Maladaptif yang kuat akan menimbulkan sikap terlalu peduli, sehingga mereka tidak punya waktu untuk mengurus diri sendiri. Selain itu malignansi yang ada adalah penolakan, di mana seseorang tidak dapat berperan secara baik dalam lingkungan kehidupannya akibat dari semua itu kehadirannya ditengah-tengah area kehiduannya kurang mendapat sambutan yang baik.
Harapan yang ingin dicapai pada masa ini yaitu terjadinya keseimbangan antara generativitas dan stagnansi guna mendapatkan nilai positif yang dapat dipetik yaitu kepedulian. Ritualisasi dalam tahap ini meliputi generasional dan otoritisme. Generasional ialah suatu interaksi/hubungan yang terjalin secara baik dan menyenangkan antara orang-orang yang berada pada usia dewasa dengan para penerusnya. Sedangkan otoritisme yaitu apabila orang dewasa merasa memiliki kemampuan yang lebih berdasarkan pengalaman yang mereka alami serta memberikan segala peraturan yang ada untuk dilaksanakan secara memaksa, sehingga hubungan diantara orang dewasa dan penerusnya tidak akan berlangsung dengan baik dan menyenangkan.

8. Integritas vs Keputusasaan
Tahap terakhir dalam teorinya Erikson disebut tahap usia senja yang diduduki oleh orang-orang yang berusia sekitar 60 atau 65 ke atas. Dalam teori Erikson, orang yang sampai pada tahap ini berarti sudah cukup berhasil melewati tahap-tahap sebelumnya dan yang menjadi tugas pada usia senja ini adalah integritas dan berupaya menghilangkan putus asa dan kekecewaan. Tahap ini merupakan tahap yang sulit dilewati menurut pemandangan sebagian orang dikarenakan mereka sudah merasa terasing dari lingkungan kehidupannya, karena orang pada usia senja dianggap tidak dapat berbuat apa-apa lagi atau tidak berguna. Kesulitan tersebut dapat diatasi jika di dalam diri orang yang berada pada tahap paling tinggi dalam teori Erikson terdapat integritas yang memiliki arti tersendiri yakni menerima hidup dan oleh karena itu juga berarti menerima akhir dari hidup itu sendiri. Namun, sikap ini akan bertolak belakang jika didalam diri mereka tidak terdapat integritas yang mana sikap terhadap datangnya kecemasan akan terlihat. Kecenderungan terjadinya integritas lebih kuat dibandingkan dengan kecemasan dapat menyebabkan maladaptif yang biasa disebut Erikson berandai-andai, sementara mereka tidak mau menghadapi kesulitan dan kenyataan di masa tua. Sebaliknya, jika kecenderungan kecemasan lebih kuat dibandingkan dengan integritas maupun secara malignansi yang disebut dengan sikap menggerutu, yang diartikan Erikson sebagai sikap sumpah serapah dan menyesali kehidupan sendiri.
Oleh karena itu, keseimbangan antara integritas dan kecemasan itulah yang ingin dicapai dalam masa usia senja guna memperoleh suatu sikap kebijaksanaan.

Daftar Pustaka

Riyanti,B.P.,Prabowo,Hendro,dan Puspitawati,Ira.1996.Psikologi Umum I(Seri Diktat Kuliah).Universitas Gunadarma:Jakarta.hal.102.
S. Hall,Calvin,dan Gardner Lindzey. 1993.Theories of Personality ( terjemahan A. Supratika).Kanisius:Yogyakarta.hal.51.
Atkinson,L.,Lita, Atkinson, C., Richard,dkk.1992.Pengantar Psikologi Jilid I (edisi Ke-11).Interaksara:Batam.
http//www.theory of psychosocial.com
http//www.theory of psychosocial development.com

 
Leave a comment

Posted by on July 6, 2011 in pengetahuan

 

KONSEP BERUBAH DALAM KEPERAWATAN

Pembahasan
A. Pengertian
Pengertian Praktis perubahan:
1. Tumbuh/ pertumbuhan
2. Kembang/ perkembangan/ berkembang
3. Gerak/ pergerakan/ bergerak
4. Transformasi/ peralihan/ beralih
5. Pembaharuan/ inovasi/ modernisasi
6. Hidup
Berubah: – kegiatan atau proses yang membuat sesuatu atau seseorang berbeda dengan keadaan sebelumnya (Atkinson,1987)
– proses yang menyebabkan perubahan pola perilaku individu atau institusi (Brooten,1978)
B. Sifat perubahan
1. Perubahan Spontan
– sebagai respon terhadap kejadian alamiah yang terkontrol
– perubahan yang akan terjadi tidak dapat diramalkan sebelumnya
2. Perubahan pada perkembangan
perkembangan/ kemajuan yang terjadi pada individu, kelompok dan organisasi dalam pertumbuhan-perkembangan
3. Perubahan yang direncanakan
Sebagai upaya yang bertujuan untuk mencapai tingkat yang lebih baik, dapat dikontrol

C. Teori-teori perubahan

A. Teori Lewin (1951)
Lewin mengatakan ada tiga tahap dalam sebuah perubahan, yaitu :
1. Tahap Unfreezing (pencairan)
Proses perubahan ini harus memiliki motivasi yang kuat untuk berubah dari keadaan semula dengan meerubah terhadap keseimbangan yang ada. Masalah biasanya muncul akibat adanya ketidakseimbangan dalam sistem. Tugas perawat pada tahap ini adalah mengidentifikasi masalah dan memilih jalan keluar yang terbaik.
2. Tahap Moving(bergerak)
Proses perubahan tahap ini dapat terjadi apabila seseorang telah memiliki informasi yang cukup serta sikap dan kemampuan untuk berubah. Pada tahap ini perawat berusaha mengumpulkan informasi dan mencari dukungan dari orang-orang yang dapat membantu memecahkan masalah.
3. Tahap Refreezing (pembekuan)
Tahap ini dimana seseorang yang mengadakan perubahan telah mencapai tingkat atau tahapan yang baru dengan keseimbangan yang baru. Tugas perawat sebagai agen berubah berusaha mengatasi orang-orang yang masih menghambat perubahan.
B. Teori Rogers(1962)
Teori Rogers tergantung pada lima faktor yaitu :
1. Perubahan harus mempunyai keuntungan yang berhubungan
Menjadi lebih baik dari metode yang sudah ada (kesadaran)
2. Perubahan harus sesuai dengan nilai-nilai yang ada,
Tidak bertentangan perasaan.
3. Kompleksitas
Ide-ide yang lebih komplek bisa saja lebih baik dari ide yang sederhana asalkan lebih mudah untuk dilaksanakan (evaluasi).
4. Dapat dibagi
Perubahan dapat dilaksanakan dalam skala yang kecil (uji coba).
5. Dapat dikomunikasikan
Semakin mudah perubahan digunakan maka semakin mudah perubahan disebarkan (adopsi).

C. Teori Redin
Menurut Redin sedikitnya ada empat hal yang harus di lakukan seorang manajer sebelum melakukan perubahan, yaitu :
1. Ada perubahan yang akan dilakukan
2. Apa keputusan yang dibuat dan mengapa keputusan itu dibuat
3. Bagaimana keputusan itu akan dilaksanakan
4. Bagaimana kelanjutan pelaksanaannya
D. Teori Lippitt
Teori ini merupakan pengembangan dari teori Lewin. Lippitt mengungkapkan tujuh hal yang harus diperhatikan seorang manajer dalam sebuah perubahan yaitu :
1. Mendiagnosis masalah
Mengidentifikasi semua faktor yang mungkin mendukung atau menghambat perubahan.
2. Mengkaji motivasi dan kemampuan untuk berubah
Mencoba mencari pemecahan masalah.
3. Mengkaji motivasi dan sumber-sumber agen
Mencari dukungan baik internal maupun eksternal atau secara interpersonal, organisasional maupun berdasarkan pengalaman.
4. Menyeleksi objektif akhir perubahan
Menyusun semua hasil yang di dapat untuk membuat perencanaan.
5. Memilih peran yang sesuai untuk agen berubah
Pada tahap ini sering terjadi konflik teruatama yang berhubungan dengan masalah personal.
6. Mempertahankan perubahan
Perubahan diperluas, mungkin membutuhkan struktur kekuatan untuk mempertahankannya.
7. Mengakhiri hubungan saling membantu
Perawat sebagai agen berubah, mulai mengundurkan diri dengan harapan orang-orang atau situasi yang diubah sudah dapat mandiri.
E. . Teori Havelock
Teori ini merupakan modifikasi dari teori Lewin dengan menekankan perencanaan yang akan mempengaruhi perubahan. Enam tahap sebagai perubahan menurut Havelock :
1. Membangun suatu hubungan
2. Mendiagnosis masalah
3. Mendapatkan sumber-sumber yang berhubungan
4. Memilih jalan keluar
5. Meningkatkan penerimaan
6. Stabilisasi dan perbaikan diri sendiri
F. Teori Spradley
Spradley menegaskan bahwa perubahan terencana harus secara konstan dipantau untuk mengembangkan hubungan yang bermanfaat antara agen berubah dan sistem berubah. Berikut adalah langkah dasar dari model Spradley :
1. Mengenali gejala
2. Mendiagnosis masalah
3. Menganalisa jalan keluar
4. Memilih perubahan
5. Merencanakan perubahan
6. Melaksanakan perbahan
7. Mengevaluasi perubahan
8. Menstabilkan perubahan

D. Motivasi dalam perubahan
Motivasi itu timbul karena tuntutan kebutuhan dasar manusia,sedangkan kebutuhan dasar manusia yang dimaksud antara lain:
1. Kebutuhan fisiologis (makan, minum, tidur, oksigen dll) berdasarkan kebutuhan tersebut maka manusia akan selalu ingin mempertahankan hidupnya dengan jalan memenuhinya atau mengadakan perubahan.
2. Kebutuhan keamanan. Kebutuhan ini merupakan kebutuhan manusia agar mendapatkan jaminan keamanan atau perlindungan dari berbagai ancaman bahaya yang ada.
3. Kebutuhan social. Kebutuhan ini mutlak diperlukan karena manusia tidak akan dapat hidup sendiri tanpa bantuan dari orang lain.
4. Kebutuhan penghargaan dan dihargai. Setiap manusia selalu ingin mendapatkan penghargaan dimata masyarakat akan prestasi, status, dan lain-lain. Untuk itu manusia akan termotivasi untuk mengadakan perubahan.
5. Kebutuhan aktualisasi diri. Kebutuhan perwujudan diri agar di akui masyarakat akan kemampuannya dan potensi yang dimiliki.
6. Kebutuhan interpersonal yang meliputi kebutuhan untuk berkumpul bersama untuk melakukan control dalam mendapatkan pengaruh dari lingkungan.

E. Tingkatan dalam perubahan

4 tingkat perubahan : – pengetahuan
– Sikap
– Perilaku individu
– Perilaku kelompok
a) Pengetahuan
merupakan perubahan yang paling mudah dibuat karena bisa merupakan akibat dari membaca buku, atau mendengarkan dosen. Sedangkan perubahan
b) sikap
biasanya digerakkan oleh emosi dengan cara yang positif dan atau negatif. Karenanya perubahan sikap akan lebih sulit dibandingkan dengan perubahan pengetahuan.
c) perilaku individu.
Misalnya seorang manajer mungkin saja mengetahui dan mengerti bahwa keperawatan primer jauh lebih baik dibandingkan beberapa model asuhan keperawatan lainnya, tetapi tetap tidak menerapkannya dalam perilakunya karena berbagai alasan, misalnya merasa tidak nyaman dengan perilaku tersebut
d) Perilaku kelompok
merupakan tahap yang paling sulit untuk diubah karena melibatkan banyak orang . Disamping kita harus merubah banyak orang, kita juga harus mencoba mengubah kebiasaan adat istiadat, dan tradisi juga sangat sulit . Bila kita tinjau dari sikap yang mungkin muncul maka perubahan bisa kita tinjau dari dua sudut pandang yaitu perubahan partisipatif dan perubahan yang diarahkan.

F. Perencanaan dan pelaksanaan berubah

Menurut Kron dalam Kozier (1998) untuk merencanakan dan
mengimplementasikan perubahan disarankan 7 (tujuh) pertanyaan yang harus
dijawab.
1. Apa ?
Apa masalah yang spesifik dan perubahan apa yang direncanakan
2. Mengapa ?
Mengapa perubahan tersebut diperlukan ? Apakah situasi yang baru akan lebih
baik ? Apa yang dirubah ? Apa yang di dapat ?
3. Siapa ?
Siapa yang akan terlibat dan siapa yang menjadi sasaran / target perubahan ?
4. Bagaimana ?
Bagaimana perubahan tersebut dilaksanakan ?
5. Kapan ?
Rencanakan waktu perencanaan dan pelaksanannya
6. Dimana ?
Dimana perubahan tersebut akan dilaksanakan ?
7. Mungkinkah ?
Mungkinkah perubahan tersebut dapat dilaksanakan ? Apakah sumber-sumber
yang ada mendukung atau menolak ?

G. Strategi untuk berubah

Ada beberapa strategi untuk memecahkan masalah-masalah dalam
perubahan , strategi tersebut antara lain yaitu :
1. Strategi rasional empiric
Strategi ini didasarkan karena manusia sebagai komponen dalam perubahan memilki sifat rasional untuk kepentingan diri dalam berperilaku. Strategi ini juga dilakukan pada penempatan sasaran yang sesuai dengan kemampuan dan keahlian yang di miliki sehingga semua perubahan akan menjadi efektif dan efisien, selain itu juga menggunakan system analisis dalam pemecahan masalah yang ada.

2. Strategi redukatif normative
Strategi ini dilaksanakan berdasarkan standar normal yang diadakan di masyarakat dan dilaksanakan dengan cara melibatkan individu, kelompok atau masyarakat dan proses penyusunan rancangan untuk perubahan.
3. Strategi paksaan/kekuatan
Dikatakan strategi paksaan/kekuatan karena adanya penggunaan kekuatan atau kekuasaan yang dilaksanakan secara paksa dengan menggunakan kekuatan moral dan politik.

H. Model perubahan
1. Model penelitian dan pengembangan
Model ini didasarkan atas penelitian dan perencanaan dalam pengembangan untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Dalam menggunakan model ini dapat dilakukan dengan cara melakukan identifikasi atas perubahan yang di lakukan, menjabarkan, atau mengembangkan komponen yang akan dilakukan dalam perubahan. Menyiapkan perubahan dan melakukan desiminasi kepada masyarakat tentang hal-hal yang akan dilakukan dalam perubahan.
2. Model interaksi social.
Model ini menggunakan langkah-langkah sebagaimana dalam teori Roger di antaranya , menyadari akan perubahan, adanya minat dalam perubahan, melkukan evaluasi tentang hal-hal yang akan dilakukan perubahan, melakukan uji coba sesuatu hal yang akan dilakukan perubahan serta menerima perubahan.
3. Model penyelesaian masalah
Model ini menekankan pada penyelesaian masalah dengan menggunakan langkah mengidentifikasi kebutuhan yang menjadi masalah, mendiagnosis masala, menemukan cara penyelesaian masalah yang akan di gunakan, melkukan uji coba, dan melakukan evaluasi dari hasil uji coba untuk digunakan dalam perubahan.

I. Hambatan dalam perubahan

Perubahan tidak selalu mudah untuk dialksanakan akan tetapi banyak hambatan yang akan diterimanya baik hambatan dari luar maupun dari dalam diantara hal yang menjadi hambatan dalam perubahan adalah sebagai berikut:
1. Ancaman kepentingan pribadi, contohnya dalam pelaksanaan standarisasi perawat professional dimana yang diakui sebagai profesi perawat adalah minimal pendidikan D3 Keperawatan, sehingga bagi lulusan SPK yang dahulu dan tidak ingin melanjutkan pendidikan akan terancam bagi kepentingan dirinya, sehingga hal tersebut dapat menjadikan hambatan dalam perubahan.
2. Persepsi yang kurang tepat, berbagai informasi yang akan dilakukan dalam system perubahan jika tidak dikomunikasikan dengan jelas atau informasinya kurang lengkap, maka tempat yang akan dijadikan perubahan akan sukses menerimanya sehingga timbul kekhawatiran dari perubahan tersebut.
3. Reaksi psikologis, contohnya apabila akan dilakukan perubahan dalam system praktek keperawatan mandiri bagi perawat.Jika perawat belum bisa menerima secara psikologis, akan timbul kesulitan karena ada perasaan takut sebagai dampak dari perubahan.
4. Toleransi terhadap perubahan rendah, ini tergantung dari individu, kelompok, atau masyarakat. Apabila individu, kelompok atau masyarakat tersebut memiliki toleransi yang tinggi terhadap perubahan, maka akan memudahkan proses perubahan tetapi apabila toleransi seseorang terhadap perubahan sangat rendah, maka perubahan tersebut akan sulit dilaksanakan.
5. Kebiasaan, Pada dasarnya seseorang akan lebih senang pada sesuatu yang sudah diketahui sebelumnya atau bahkan dilaksanakan sebelumnya dibandingkan dengan sesuatu yang baru dikenalnya, karena keyakinan yang dimiliki sangat kuat. Faktor kebiasaan ini yang menjadikan hambatan dalam perubahan.
6. Ketergantungan, merupakan hambatan dalam prses perubahan karena ketergantungan menyebabkan seseorang tidak dapat hidup secara mandiri dalam mencapai tujuan tertentu.
7. Perasaan tidak aman, juga merupakan factor penghambat dalam perubahan karena adanya ketakutan terhadap dampak dari perubahan yang juga akan menambah ketidakamanan pada diri, kelompok atau masyarakat.

8. Norma, apabila akan mengadakan proses perubahan, namun perubahan tersebut bertentangan dengan norma maka perubahan tersebut akan mengalami hambatan, sebaliknya jika norma tersebut sesuai dengan prinsip perubahan maka akan sangat mudah dalam perubahan.

J. Perawat sebagai pembaharu
Menurut Oslan dalam Kozier (1991) mengatakanp perawat sebagai
pembaharu harus menyadari kebutuhan sosial, berorientasi pada masyarakat dan
kompeten dalam hubungan interpersonal. Pembaharu juga perlu memahami sikap
dan perilakunya, bagaimana ia menjalin kerjasama dengan orang lain dan
bagaimana perasaannya terhadap perubahan tersebut.
Maukseh dan Miller dalam Kozier menyebutkan karakteristik seorang
pembaharu adalah :
a. dapat mengatasi/ menaggung resiko. Hal ini berhubganagn dengan
dampak yang mungkin muncul akibat perubahan.
b. Komitmen akan keberhasilan perubahan. Pembaharu harus menyadari
dan menilai kefektifannya
c. Mempunyai pengetahuan yang luas tentang keperawatan termasuk
hasil-hasil riset dan data-data ilmu dasar, menguasai praktik
keperawatan dan mempunyai keterampilan teknik dan interpersonal.
Fungsi pembaharu sangat penting dalam memfasilitasi komunikasi yang efektif
dalam proses berubah, agar efektif seorang pembaharu sebaiknya :
1. Mudah ditemui oleh mereka yang terlibat dalam proses berubah
2. Dapat dipercaya oleh mereka yang terlibat

Daftar pustaka
Hidayat, Aziz Alimul A.2007, Edisi 2.Pengantar konsep dasar keperawatan.Penerbit:Salemba medika.Surabaya
Swanburg. C. Russell. Alih Bahasa Waluyo. Agung & Asih. Yasmin. (2001). Pengembangan Staf Keperawatan, Suatu Komponen Pengembangan SDM. EGC. Jakarta
Swanburg. C. Russell. Alih Bahasa Samba.Suharyati. (2000). Pengantar kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan, Untuk Perawat Klinis. EGC. Jakarta
La Monica L. Elaine. Alih Bahasa Nurachmah. Elly. (1998). Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan, Pendekatan Berdasarkan Pengalaman. EGC. Jakarta
…………..Manajemen Bidang Keperawatan. (2000) Pusat Pengembangan Keperawatan Carolus. Jakarta
Kozier, Fundamental of Nursing. (1991) Concept, Process, and Practice,Addison Wesley,Publishing company,Inc
Diposkan oleh Dafid.Stikes-Muhammadiyah-Pekajangan di 21:12
http://rofiqahmad.wordpress.com/2008/05/07/perubahan-dalam-keperawatan/

 
Leave a comment

Posted by on July 6, 2011 in pengetahuan

 

OKSIGENASI

Oksigen dibutuhkan untuk mempertahankan kehidupan.
Fungsi system pernafasan dan jantung adalah menyuplai kebutuhan oksigen
Fisiologi jantung mencakup pengaliran darah yang membawa oksigen dari sirkulasi paru ke sisi kiri jantung dan jaringan s

Serta mengalirkan darah yang tidak mengandung oksigen ke system pulmonar.

FISIOLOGI KARDIOVASKULAR.

Fungsi sistem jantung ialah mengantarkan oksigen , nutrient, dan substansi lain kejaringan dan membuang produk sisa metabolisme selular melalui pompa jantung, sistem vascular sirkulasi dan integrasi sistem lainnya.

STRUKTUR DAN FUNGSI

Ventrikel kanan memompa darah melalui sirkulasi polmunar, sedangkan ventrikel kiri memompa darah ke sirkulasi sistemik yang menyediakan oksigen dan nutrient kejaringan dan membuang sampah tubuh

POMPA MIOKARD

Kerja pompa jantung sangat penting untuk mempertahankan aliran oksigen.
Efektifitas pompa yang menurun seperti adanya penyakit arteri koroner( coronary arteri disease, CAD ), kondisi kardiomiopati, menyebabkan vulome curah jantung menurun,volume darah yang dikeluarkan dari ventrikel menurun .
Demikian juga jika terdapat perdarahan dan dehidrasi menurunkan ke efektifan pompa dengan menurunkan volume darah yang bersirkulasi, sehingga menurunkan jumlah darah yang dikeluarkan dari ventrikel.
Kamar jantung diisi selama diastole dan dikosongkan selama sistole.
Serabut otot jantung ( miokard ) memiliki kontraktil yang memungkinkan akan meregang selama proses pengisian darah.
Pada jantung yang sehat, regangan ini secara proporsional berhubungan dengan kekuatan kontraksi. Saat miokard meregang, maka kekuatan kontraksi berikutnya akan meningkat, peristiwa ini dikenal dengan hukum jantung Frank – Starling ( Starling )
Pada jantung yang mengalami gangguan , hukum Starling tidak berlaku karena tegangan miokard diluar batas fisiologis jantung.
Respon kontraktil yang berikutnya mengakibatkan insufisiensi semprotan ventricular ( volume ) dan darah mulai terkumpul di paru- paru ( gagal jantung kiri ) atau sirkulasi sistemik ( gagal jantung kanan )

ALIRAN DARAH MIOKARD.

Untuk mempertahankan aliran darah yang adekuat ke sirkulasi pulmonar dan sirkulasi sistemik, maka aliran darah miokard harus menyuplai oksigen dan nutrien yang cukup untuk miokardium itu sendiri.
Aliran darah satu arah melalui jantung dipastikan oleh 4 ( empat ) katup jantung.
Selama Diastol ventricular, katup atrioventrikular ( mitral dan trikuspidal ) terbuka dan darah mengalir dari atrium dengan tekanan yang lebih tinggi kedalam ventrikel yang relaksasi.
Setelah pengisian ventricular, maka di mulai fase Sistol. Saat tekanan intraventrikular sistolek meningkat, maka katup atrioventrikular akan menutup, sehingga mencegah aliran darah kembali kedalam atrium dan kemudian kontraksi ventricular dimulai.
Selama fase sistolik, tekanan ventricular meningkat, menyebabkan katup semilunar ( aorta dan pulmonar ) terbuka. Saat ventrikel mengeluarkan darah , maka tekanan intraventrikular menurun dan katup semilunar menutup sehingga mencegah aliran balik kedalam ventrikel.

SIRKULASI ARTERI KORONER

Aliran darah melalui atrium dan ventrikel tidak menyuplai oksigen dan nutrient untuk miokardium itu sendiri.
Sirkulasi koroner merupakan cabang sirkulasi sistemik yang menyuplai oksigen dan nutrient ke miokardium dan membuang sampah dari miokardium.

SIRKULASI SISTEMIK

Arteri dan vena sirkulasi sistemik mengantarkan nutrient dan oksigen ke jaringan dan membuang sampah dari jaringan.
Darah yang mengandung oksigen mengalir dari ventrikel kiri melalui aorta dan kedalam arteri sitemik yang besar.
Arteri ini bercabang kedalam artrei –arteri yang lebih kecil, artreiol, dan akhirnya kedalam pembuluh darah yang kecil yang disaebut kapiler.
Di tingkat kapiler terjadi pertukaran gas pernafasan, nutrient, dan sampah serta jaringan dioksigenasi.
Produk sampah yang keluar dari jaringan kapiler melalui venula, yang bergabung membentuk vena.
Vena-vena ini membentuk vena yang lebih besar , yang membawa darah yang tidak mengandung oksigen ke sisi kanan jantung, tempat darah dikembalikan ke sirkulasi polmunar.

PENGATURAN ALIRAN DARAH

Jumlah darah yang dipompa keluar dari ventrikel kiri setiap menit disebut curah jantung
Curah jantung normal adalah 4 s.d 6 liter/ menit pada orang dewasa yang sehat dengan BB 70 Kg saat istirahat.
Volume darah yang bersirkulasi berubah sesuai kebutuhan oksigen dan metabolic tubuh, misalnya selama latihan, kehamilan, dan demam curah jantung meningkat, tetapi selama tidur curah jantung menurun.

Curah jantung ( CJ ) = Volume sekuncup ( VS ) x Frekuensi denyut jantung ( FDJ )

Curah jantung pada lansia dapat dipengaruhi tegangan dinding arteri yang meningkat dan hipertropi miokard yang sedang akibat peningkatan tekanan darah sistolik.

Indeks jantung ( IJ ) merupakan keadekuatan curah jantung untuk seseorang.
IJ mempertimbangkan luas permukaan tubuh ( BSA ) klien.
IJ ditentukan dengan membagi CJ dengan BSA.
Nilai normal IJ ialah 2,5 sampai 4 liter/mt/m3.

Volume Sekuncup adalah jumlah darah yang dikeluarkan dari ventrikel kiri pada setiap kontraksi.
Volume ini dipengaruhi oleh jumlah darah di ventrikel kiri pada akhir diastole ( preload ), tahanan terhadap semprotan ventricular kiri ( afterload ) dan kontraktilitas miokard.

Preload merupakan akhir volume diastolic. Saat ventrikel terisi darah, maka ventrikel meregang. Semakin besar regangan pada ventrikel, semakin besar pula kontraksi dan semakin besar volume sekuncup ( hukum starling )

Afterload merupakan tahanan terhadap semprotan ventricular kiri.
Kerja jantung harus total sehingga dapat mengeluarkan seluruh darah dari ventrikel kiri

Kontraktilitas miokard juga mempengaruhi volume sekuncup dan curah jantung.
Kontraksi yang buruk menurunkan jumlah darah yang dikeluarkan ventrikel pada setiap kontraksi.
Kontraktilitas miokard dapat ditingkatkan dengan menggunakan obat-obatan yang meningkatkan kekuatan kontraksi, seperti preparat digitalis, efineprin dan obat-obatan simpatomimitik.
Kontraktilitas miokard dapat menurun, jika terjadi cedera pada otot jantung , seperti pada infark miokard akut ( IMA )
Miokardium pada lansia bersifat lebih kaku dan lebih lambat dalam prosespenyembuhan kontraktiluitasnya.

SISTIM KONDUKSI

Relaksasi dan kontraksi atrium serta ventrikel yang berirama bergantung kepada transmisi impuls listrik yang terorganisir dan kontinu.
Impuls ini digerakan dan ditransmisi melalui sistem konduksi jantung.
Sistem konduksi jantung menggerakan potensi kerja yang dibutuhkan yang mengonduksi impuls yang dibutuhkan untuk memulai rangkaian peristiwa listrik, yang menghasilkan denyut jantung.
Sistem konduksi berasal dari nodus sinoatrial ( SA ), terdapat di atrium kanan disebelah pintu masuk vena kava superior.
Impuls dimulai pada nodus SA pada kecepatan intrinsic 60 sampai 100 kali denyut/ menit.

Frekuensi denyut jantung orang dewasa yang beristirahat rata-rata adalah 75 kali denyut/menit.
Impuls listrik kemudian ditransmisikan melalui atrium di sepanjang alur intra atrial ke nodus atrioventrikular ( AV )
Nodus AV memediasi impuls antara atrium dan ventrikel.Nodus ini membantu pengosongan atrium dengan menghambat impuls sebelum mentransmisinya melalui berkas His dan jaringan serat Purkinye ventricular.
Aktivitas listrik sisyem konduksi di refleksikan dengan elektrokardiogram ( EKG )
EKG memantau keteratuiran dan alur impuls listrik melalui sistem konduksi, namun tidak merefleksikan kerja otot jantung.
Rangkaian normal EKG disebut Irama sinus Normal ( ISN )
ISN mengindikasikan impuls, yang berasal dari nodus SA dan mengikuti rangkaian normal melalui sistemj konduksi.
Gelombang P merupakan konduksi listrik melalui atrium. Dalam kondisi normal, kontraksi atrium mengikuti gelombang P.
Interval PR mewakili waktu perjalanan impuls melalui nodus AV, berkas His dan ke serat purkinye, Panjang interval PR yang normal adalah 0,12 hingga 0,20 detik.
Peningkatan waktu mengindikasikan bahwa terdapat hambatan pada transmisi impuls melalui noduis AV, sedangkan penurunan waktu mengindikasikan dimulainya impuls listrik dari suatu sumber lain selain nodus SA.
Komplek QRS mengindikasikan impuls listrik telah berjalan melalui ventrikel .
Durasi QRS normal adalah 0,6 sampai 0,12 detik.. Peningkatan duirasi mengindikasikan suatu penundaan waktu konduksi melalui ventrikel. Kontraksi ventrikel biasanya terjadi setelah komplek QRS
Interval QT mewakili waktu yang dibutuhkan untuk depolarisasi dan repolarisasi ventricular. Perubahan nilai elektrolit dapat meningkatkan interval QT.
Pemendekan intertval QT akan terjadi , jika diberikan terapi digitalis, hiperkalemia dan hiperkalsemia.

FISIOLOGI PERNAPASAN.

Sebagian besar sel dalam tubuh memperoleh energi dari reaksi kimia yang melibatkan oksigen dan pembuangan karbondioksida.
Pertukaran gas pernafasan terjadi antara udara di lingkungan dan darah.
Tiga langkah proses oksigenasi, yaitu Ventilasi, Perfusi dan Difusi.
Supaya pertukaran gas dapat terjadi, organ, saraf, dan otot pernafasan harus utuh dan sistem saraf pusat mampu mengatur siklus pernafasan.

STRUKTUR DAN FUNGSI.

Pernapasan dapat berubah karena kondisi atau penyakit yang mengubah struktur dan fungsi paru. Otot-otot pernafasan, ruang pleura dan alveoli sangat penting untuk ventilasi, perfusi dan pertukaran gas pernafasan..

VENTILASI.

Ventilasi adalah proses untuk menggerakkan gas ke dalam dan keluar paru-paru.
Ventilasi membutuhkan koordinasi otot paru dan thoraks yang elastis dan persarafan yang utuh. Otot pernafasan inspirasi utama adalah diafragma, dipersarafi oleh saraf frenik yang keluar dari medulla spinalis pada vertebra servikal ke empat.

KERJA PERNAPASAN.

Pernapasan adalah upaya yang dibutuhkan untuk mengembangkan dan membuat paru berkontraksi.
Kerja pernapasan di tentukan oleh tingkat kompliansi paru, tahanan jalan napas, keberadaan ekspirasi yang aktif dan penggunaan otot-otot Bantu pernapasan

Kompliansi merupakan kemampuan paru distensi atau mengembang sebagai respon terhadap tekanan intraalveolar.
Kompliansi menurun pada penyakit seperti edema polmunar, intertisial, fibrosis pleura, dan kelainan struktur traumatic atau konginetal seperti kifosis atau fraktur iga.
Surfaktan merupakan zat kimia yang diproduksi diparu oleh sel tipe dua alveolar dan mencegahnya dari kolaps.

Tahanan jalan napas merupakan perbedaan tekanan antara mulut dan alveoli terkait dengan kecepatan aliran gas yang di inspirasi.
Tahanan jalan napas dapat mengalami peningkatan akibat obstruksi jalan nafas pada penyakit jalan napas sperti asma dan edema trakeal,iika tahanan meningkat, jumlah udara yang melalui jalan napas anatomis menurun.

Ekspirasi merupakan proses pasif normal yang bergantung kepada property recoil elastis dan membutuhkan sedikit kerja otot atau tidak sama sekali.
Rekoil elastis dihasilkan oleh serabut elastis dijaringan paru dan oleh tegangan permukaan dalam cairan yang melapisi alveoli.

Otot Bantu pernapasan dapat meningkatkan volume paru selama inspirasi, klien yang mengalami penyakit pulmonar obstruksi kronik, khususnya emfisiema sering kali menggunakan otot ini untuk meningkatkan vulome paru dengan cara adanya peningkatan klavikula selama inspirasi.

Kompliansi yang meningkat, tahanan jalan napas yang meningkat, ekspirasi yang aktif atau penggunaan otot Bantu napas meningkatkan kerja pernafasan, menyebabkan penggunaan energi meningkat. Untuk memenuhi penggunaan energi ini, tubuh meningkatkan kecepatan metabolisme dan kebutuhan akan oksigen, sama seperti eliminasi karbon dioksida.
Rangkaian ini merupakan siklus sebab akibat pada klien yang mengalami kerusakan ventilasi.

VOLUME PARU

Volume paru normal diukur melalui pemeriksaan fungsi pulmonar.
Spirometri mengukur volume udara yang memasuki atau meninggalkan paru-paru.
Variasi volume paru dapat dihubungkan dengan status kesehatan, seperti kehamilan, latihan fisik, obesitas, atau kondisi paru yang obstruktif atau restriktif.
Jumlah surfaktan , tingkat kompliansi dan kekuatan otot pernafasan mempengaruhi tekanan dan volume didalam paru-paru.

TEKANAN

Gas bergerak kedalam dan keluar paru karena ada perubahan tekanan.
Tekanan intrapleura bersifat negative atau kurang daripada tekanan atmosfir. Yakni sekitar 760 mmhg pada permukaan laut.
Supaya udara mengalir kedalam paru-paru, maka tekanan intrapleura harus lebih negative, dengan gardioen tekanan antara atmosfir dan alveoli.

PERFUSI

Fungsi utama sirkulasi paru adalah mengalirkan darah ke dan dari membrane kapiler alveoli sehingga dapat berlangsung pertukaran gas.
Sirkulasi pulmonary merupakan suatu reservoar untuk darahnya sehingga paru dapat meningkatkan vulome darahnya tanpa peningkatan tekanan dalam arteri atau vena pulmonar yang besar. Sirkulasi pulmonary juga berfungsi sebagai filter, yang menyaring trombos kecil sebelum trombos tersebut mencapai organ-organ vital.

SIRKULASI PULMONAR.

Sirkulasi pulmonar dimulai pada arteri pulmonary yang menerima darah vena yang membawa campuran oksigen dari ventrikel kanan. Aliran darah yang melalui sistem ini bergantung pada kemampuan pompa ventrikel kanan , yang mengeluarkan darah sekitar 4 s.d 6 ltr/mnt
Darah mengalir dari arteri pulmonary melalui arteriol pulmonary ke kapiler pulmonar tempat darah kontak dengan membrane kapiler alveolar dan berlangsung pertukaran gas pernapasan .
Darah yang kaya oksigen kemudian bersirkulasi melalui venula pulmonar dan vena pulmonar kembali ke atrium kiri

DISTRIBUSI

Tekanan dalam sistem sirkulasi pulmonar adalah rendah jika dibandingkan dengan tekanan dalam sirkulasi sistemik. Tekanan arteri sistolik pulmonary yang normal antara 20 dan 30 mmhg, tekanan diastolic kurang dari 12 mm hg dan tekanan rata-rata kurang dari 20 mmhg.
Dinding pembuluh darah pulmonary lebih tipis daripada dinding pembuluh darah didalam sirkulasi sistemik dan berisi lebih sedikit otot halus karena tekanan dan tahanan yang rendah.
Paru-paru menerima curah jantung total dari ventrikel kanan dan tidak meneruskan aliran darah dari satu daerah kedaerah lain, kecuali pada kasus hipoksia alveolar.

PERTUKARAN GAS PERNAPASAN.

Gas pernafasan mengalami pertukaran di alveoli dan kapiler jaringan tubuh .Oksigen di transfer dari paru-paru ke darah dan karbon dioksida dari darah ke alveoli untuk dikeluarkan sebagai prudok sampah.
Pada tingkat jaringan, oksigen ditranfer dari darah ke jaringan, dan karbon dioksida ditransfer dari jaringan darah untuk kembali ke alveoli dan dikeluarkan.
Transfer ini bergantung pada proses difusi.

DIFUSI.

Difusi merupakan gerakan molekol dari suatu daerah dengan konsentrasi yang lebih tinggi ke daerah dengan konsentrasi yang lebih rendah.
Difusi gas pernafasan terjadi di membrane kapiler alveolar dan kecepatan difusi dapat dipengaruhi oleh ketebalan membrane.
Peningkatan ketebalan membrane merintangi proses difusi karena hal tersebut membuat gas memerlukan waktu lebih lama untuk melewati membrane tersebut.

TRANSPORTASI OKSIGEN

Sistem transpotasi oksigen terdiri dari sistem paru dan sistem kardiovaskular.
Proses penghantaran ini bergantung pada jumlah oksigen yang masuk ke paru-paru ( ventilasi ), aliran darah ke paru-paru dan jaringan ( perfusi ) , kecepatan difusi dan kapasitas membawa oksigen.
Kapasitas darah untuk membawa oksigen di pengaruhi oleh jumlah oksigen yang larut dalam plasma, jumlah hemoglobin, dan kecendrungan hemoglobin untuk berikatan dengan oksigen.
Jumlah oksigen yang larut dalam plasma relative kecil, yakni hanya sekitar 3%. Sebagian besar oksigen dsitranportasi oleh hemoglobin.
Hemoglobin berfungsi sebagai pembawa oksigen dan karbon dioksida. Molekul hemoglobin bercampur dengan oksigen untuk membentuk oksihemoglobin.
Pembentukan oksihemoglobin dengan mudah berbalik ( reversible ), sehingga memungkinkan hemoglobin dan oksigen berpisah, membuat oksigen menjadi bebas. Sehingga oksigen bisa masuk kedalam jaringan.

TRANSPORTASI KARBON DIOKSODA.

Karbon dioksida berdifusi ke dalam sel-sel darah merah dan dengan cepat dihidrasi menjadi asam karbonat ( H2CO3 ) akibat adanya anhidrasi karbonat. Asam karbonat kemudian berpisah menjadi ion hidrogen ( H+ ) dan ion bikarbonat ( HCO3 ).
Ion hydrogen di buffer oleh hemoglobin dan HCO3 berdifusi ke dalam plasma.
Selain itu beberapa karbon dioksida yang ada dalam sel darah merah bereaksi dengan kelompok asam amino, membentuk senyawa karbamino. Reaksi ini dapat terjadi dengan cepat tanpa adanya enzim. Hemoglobin yang berkurang ( deoksihemoglobin ) dapat bersenyawa dengan karbon dioksida dengan lebih mudah daripada oksihemoglobin.
Dengan demikian , darah vena m,entransportasi sebagian besar karbon dioksida.

PENGATURAN PERNAPASAN.

Tujuan utama pengaturan pernapasan ialah mensuplai kebutuhan oksigen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh.
Pengaturan pernapasan meningkatkan pengeluaran karbon dioksida , hasil proses metabolisme tubuh. Proses ini menentukan status asam dan basa tubuh.
Pernapasan dikendalikan oleh pengaturan saraf dan kimiawi. Pengaturansaraf melibatkan sistem saraf pusat, pengontrolan frekuensi, kedalaman, dan irama pernapasan.
Penagturan kimiawi melibatkan kerja zat-zat kimia, seperti ion karbon dioksida dan hydrogen dengankecepatan dan kedalaman pernapasan.

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI OKSIGENASI.

Keadekuatan sirkulasi, ventilasi, perfusi, dan transport gas pernapasan ke jaringan dipengaruhi oleh empat faktor yaitu
1. Fisiologis
2. Perkembangan
3. Perilaku
4. Lingkungan.

AD.I.FAKTOR FISIOLOGIS

Setiap kondisi yang mempengaruhi fungsi kardiopulmonar secara langsung akan mempengaruhi kemampuan tubuh memenuhi kebutuhan oksigen .
Klasifikasi umum gangguan jantung meliputi ketidakseimbangan konduksi, kerusakan fungsi valvular, hipoksia miokard, kondisi-kondisi kardiopmiopati, dan hipoksia jaringan perifer.
Gangguan pernapasan meliputi hiperventilasi, hipoventilasi, dan hipoksia
Proses fisiologis lain yang mempengaruhi proses oksigenasi pada klien termasuk perubahan yang mempengaruhi kapasitas darah untuk membawa oksigen seperti : Anemia, peningkatan kebutuhan metabolisme, seperti kehamilan, demam dan infeksi.
Dan perubahan yang mempengaruhi gerakan dinding dada atau sistem saraf pusat.

AD.II FAKTOR.PERKEMBANGAN

Tahap perkembangan klien dan proses penuaan yang normal mempengaruhi oksigenasi jaringan.
1. Bayi Prematur
2. Bayi dan Todler
3. Anak usia sekolah dan remaja.
4. Dewasa muda dan dewasa pertengahan.
6. Lansia.

AD.III. FAKTOR PERILAKU

1.Nutrisi
2. Latihan fisik
3. Merokok
4. Penyalahgunaan substansi.

AD.!V . FAKTOR LINGKUNGAN

1. Ansietas

 
Leave a comment

Posted by on July 6, 2011 in pengetahuan