RSS

Ibu..

20 Dec

hiks…. (lho? Ceritanya belum mulai nih, qo udah nangis^^,)

Sore itu, hujan rintik-rintik, suasana yang dingin membuat perutku keroncongan, uugh…lapar…. Aku putuskan untuk memanjakan lidahku dengan membeli nasi goreng di sebuah warung makan tak jauh dari kost’an ku.

Hmm.. seperti biasa, sesampai disana aku harus mengantri dengan para pembeli lainnya. Sambil menunggu, ku perhatikan tingkah pola seorang anak (mungkin berumur 4-5tahun) sibuk memainkan kunci motor milik ibunya.. “jepriiiiiii…jangan nakal nah, handak mama tampilingkah ??” tegur seorang ibu sambil berusaha merebut kunci dari anak tangannya. Anehnya anak itu malah semakin menjadi dengan menyembunyikan kunci tersebut, sambil mengejek “apa ma, kadada ma ae, mana? Kadada, weee…”.olok sang anak. Tak ayal kata-kata hujatan semakin berhamburan pula dari mulut sang ibu “kada kawa bediam ikam tuh, merepotkan banar” teriak sang ibu membuat warung semakin gaduh. Selama menunggu pesanan, tak henti-hentinya sang ibu menghardik anaknya yang masih begitu kecil, yang masih sangat senang bermain, namun sepertinya sang ibu tak mengerti apa keinginannya. beberapa saat kemudian pesanan mereka telah didapatkan dan mereka pun pulang.
Tak terasa, airmata bening menetes ketika melihat kejadian itu, seketika muncul wajah ibuku dirumah, betapa baru ku sadari, kelembutan ibu merawatku sejak kecil, aku memang sedikit membandingkan kejadian tadi dengan kehidupanku sendiri, aku begitu beruntung memiliki ibu yang penuh kasih sayang, tak pernah keluar kata-kata kasar dari bibir manisnya, beliau begitu takut untuk menyakiti hati anak-anaknya, bisikku sendiri. Akupun pulang dengan sebungkus nasi goreng, sambil mengelap sisa air mataku ,dan terus teringat kejadian tadi,

Ya ALLah, bagaimana jadinya saat anak itu besar nanti??
Mengapa harus kau contohkan hal seperti itu, wahai para ibu tercinta?
Bukankan sosokmu begitu dekat dengan kehangatan dan kelembutan??
Ya., benar.….…hati kecilku mengatakan, mungkin setiap ibu memiliki cara yang berbeda untuk mendidik anaknya, atau mungkin perlakuan kasar itu telah sang ibu dapatkan dimasa lalunya saat ia masih anak-anak, sehingga ia menerapkan hal yang sama pada anaknya sekarang.. Apapun caranya, tetaplah ia seorang ibu yang selama 9 bulan mengandung dan melahirkan anak-anaknya dengan mempertaruhkan jiwa dan raga.

bersinar kau bagai cahaya,
yang selalu beriku penerangan..
selembut sutra kasihmu kan selalu kurasa
dalam suka dan duka …
kaulah ibuku, cinta kasihku..
pengorbananmu takkan pernah terhenti..
kau bagai matahari yang selalu bersinar..
sinari hidupku dengan kehangatanmu…

suara merdu Farhan menambah sesak dada ini..
salam cinta kusampaikan untuk seluruh ibu..
begitu banyak generasi penerus negeri ini,
yang dipercayakan oleh ALLah swt di dalam rahim mungilmu..
dan akhirnya akan kau rawat dengan kasihmu,
maafkan kami yang selalu membuatmu marah dengan tingkah kami ,,
terimakasih untuk segalanya,
kami menyayangimu, ibu…….

 
Leave a comment

Posted by on December 20, 2011 in Kisah Inspiratif

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: