RSS

Rangkuman Proses Keperawatan Klien Hipertensi

06 Jul

Definisi Hipertensi menurut JNC 8, 2007 adalah apabila tekanan sistolik lebih dari 120 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 80 mmHg. Tapi ada juga beberapa definisi yang menyebutkan Hipertensi itu adalah apabila tekanan sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan diastolic lebih dari 100 mmHg.
Memeriksa tekanan darah yang ideal harus di lakukan pada pasien yang baru bangun tidur, karena pasien belum melakukan aktivitas atau kontak apapun dengan orang lain juga belum melihat sesuatu yang tidak enak di lihat.

Sebagai ilustrasi Hipertensi sebagai berikut :
Laut di ilustrasikan sebagai pembuluh darah, para nelayan di ilustrasikan sebagai se-sel jaringan dan ikan di ilustrasikan sebagai bahan pokok makanan.
Laut yang tenang membuat para nelayan yang tinggal di sekitar laut pun dengan mudah mendapatkan ikan sehingga mencukupi kebutuhan bahan makanan para nelayan.
Laut yang tadi tenang menjadi berombak dan terjadi badai yang besar sehingga membuat para nelayan tidak bisa melaut terlalu jauh dari pantai, padahal laut yang tenang tadi membuat para nelayan dengan mudah mendapatkan 10 kg ikan dalm 1 hari sekarang karena ada badai dan ombak yang besar para nelayan hanya bias mendapatkan 5 kg ikan dalm 1 hari akibatnya mereka pun kekurangan bahan makanan dan dalam mengambil ikan, lama kelamaan para nelayanpun menjadi kelaparan dan dalam kondisi yang kurang nelayan itu akan meninggal.

Orang yang mengalami hipertensi akan mengalami kondisi asimptomatik yaitu kondisi dimana tidak menyadari gejala apapun, ini akan menyebabkan terjadinya hipoperfusi yaitu penurunan dalam pengiriman bahan makanan ke sel-sel jaringan akibatnya sel ini akan mengalami gangguan seperti iskemia yang berujung kepada nekrosis.

Penyebab hipertensi sebagian besar tidak diketahui yang disebut hipertensi esensial atau primer, sedangkan yang diketahui penyebabnya hanya 10 % yaitu hipertensi renalis dan hipertensi hormonal.

Penyebab berbagai bentuk hipertensi di jabarkan sebagai berikut :
• Pada saat peningkatan ion natrium (garam) berarti vascular kalium akan keluar melalui pompa ion kalium atau pompa natrium-kalium dan sebaliknya. Apabila ion natrium banyak masuk berarti akan mengisi, maka akan ada pergeseran muatan yang akan mengakibatkan terjadi peningkatan volume ektra sel (ECV). Setiap terjadi peningkatan ECV atau peningkatan isi volume, berarti harus di tinggikan maka terjadi peningkatan curah jantung yang menuju ke Hipertensi Esensial.
• Pada saat penurunan kalium, kalium yang banyak berkurang dalam system vascular maka menyebabkan langsung pada vasokontriksi (terjadi penurunan hipokalemia akan merangsang pengeluaran hormone-hormon terutama hormone kortisol yang akan mengaktifkan katekolamin, katekolamin inilah yang menjadi vasokontruktor) pada saat terjadinya penyempitan pembuluh darah akan menyebabkan resistensi ,TPR meningkat dan menyebabkan Hipertensi Esensial.
• Faktor Gen, dalam faktor gen sebagian besar orang tuanya yang mengalami hipertensi anaknya juga mengalami hipertensi. Tetapi hasil akhirnya faktor gen ini akan mengalami peningkatan EVC juga peningkatan curah jantung demikian juga TPR akan meningkat. Ini di sebut dengan Hipertensi Esensial.
• Paling penting penyebab hipertensi yaitu terjadinya Stenosis arteri renalis. Pembuluh darah arteri harus elastis dengan elastisnya pembuluh darah arteri maka akan mampu melakukan vasodilatasi dan vasokontriksi, apabila kaku pembuluh darah arteri maka otomatis akan menyempit dan kalau terjadi penyempitan pembuluh darah akan mengalami kematian jaringan. Pada saat stenosis, arus begitu deras pada arteri renalis maka aliran darah akan berkurang ke nefron-nefron (sel-sel ginjal yang kecil) pada ginjal yang berlanjut pada iskemia, apabila berlanjut maka akan keluar kelenjar medulla adrenal yang mengeluarkan renin, renin akan diubah menjadi Angiotensin I dan II melalui system SRAA (sistem renin-angiotensin-aldosterone), pada saat teraktivasi maka aldosteron menumpuk atau terjadi penumpukan (retensi) maka akan terjadi peningkatan ECV, TPR dan curah jantung dan menuju Hipertensi.
• Berbagai penyakit ginjal juga menurunkan massa ginjal karena sebagian mengalami kematian mengakibatkan retensi menuju Hipertensi Renalis.
• Tumor Korteks Adrenal pada ginjal mengeluarkan hormone aldosteron dan terjadi tumor dan peningkatan metabolisme, setiap terjadi peningkatan metabolisme juga akan terjadi aktivitas dan menyebabkan ECV meningkat curah jantung juga meningkat kemudian Hipertensi.
• Tumor korteks adrenal juga akan menyebabkan salah satu hormonnya yaitu kortisol mengeluarkan dan meningkatkan katekolamin yang akan menyebabkan vasokontriksi dan kemudian Hipertensi.
• Tumor Medula Adrenal adalah bentuk hipertensi yang lain yang terjadi akibat dari berbagai kondisi adrenal yang meningkatkan katekolamin kemudian TPR meningkat dan menuju Hipertensi Hormonal.
• Berbagai bentuk hipertensi misalnya : pada saat terjadi peningkatan intraokular di bola mata, terjadi kondisi glukoma maka pada kondisi tertentu akan terjadi penurunan kemampuan memfokuskan penglihatan. Pada jantung misalnya pada ventrikel kiri merupakan organ yang paling terbebani karena diperlukan suatu kekuatan lebih untuk mempompa darah mengakibatkan hipertropi yang pada pasien hipertensi masuk ke penyakit gagal jantung kiri.

Pada pengkajian diagnostic pasien akan sering mengalami Nokturia atau peningkatan urinasi pada malam hari. Ini karena pada siang hari pasien masih beraktifitas tekanan darah yang tinggi di alirkan ke organ-organ yang beraktifitas, sedangkan pada saat tidur pasien tidak melakukan aktifitas maka otot-otot tidak digunakan sehingga darah akan menuju ginjal kemudian akan banyak darah yang difiltrasi oleh ginjal, semakin banyak yang di saring maka produksi urin akan banyak di kandung kemih kemudian penuh dan itu menyebabkan sering buang air kecil.

5 komponen yang digunakan untuk obat hipertensi :
a. Diuretik. Seperti hemat kalium (Spironolaktone) dan boros kalium (Furosemide), diberikan untuk mengurangi volume cairan supaya curah jantung menurun.
b. Penekan Simpatetik. Seperti Pindolol, Asebutolol dll, diberikan karena meningkatnya tekanan simpatisnya yang akan terjadi peningkatan aktivasi jantung maka harus di tekan simpatisnya supaya tidak bereaksi.
c. Vasodilatasi Arteriol Langsung. Seperti Nifedipin dan Hidralazin, diberikan supaya pembuluh darah yang menyempit agar dilebarkan.
d. Antagonis angiotensin. Seperti Kaptopril yang di berikan agar melawan angiotensin yang apabila akan berubah menjadi angiotensin II.
e. Penghambat Saluran kalsium. Seperti Diltiazem.

Diagnosa Hipertensi yang penting adalah masalah pemenuhan informasi
Yang paling penting Rencana intervensi keperawatan klien Hipertensi yaitu :
• Penyuluhan modifikasi gaya hidup
• Pemenuhan informasi

Modifikasi gaya hidup yaitu
• Teknik-teknik mengurangi stress dengan cara melakukan hobinya atau mengerjakan apa yang di senangi oleh klien hipertensi.
• Penurunan berat badan sangat penting apalagi bagi ibu-ibu hamil yang apabila kontrolnya tidak bisa maka dapat terjadi eklamsia.
• Pembatasan alkohol, natrium dan tembakau (Pasien hipertensi yang merokok wajib melakukan kontrol terus menerus)
• Olahraga / latihan.
• Relaksasi.

Rangkuman Proses Keperawatan Klien Penyakit Buerger

Pasien yang mengalami gangguan vascular yang sering terjadi adalah oklusi yaitu penyempitan atau pembuntuan pada pembuluh darah arteri yang disebut Buerger.
Apabila pembuluh darah menyempit maka area bawahnya pun mengalami kebuntuan akibatnya suplai darah berkurang dan akan menyebabkan iskemia dan menjadi nekrotik. Apabila penyebab nekrotik ini lebih dari 6 jam maka harus segera di amputasi. Sebelum terjadi penyakit ini pasien mengalami kram atau kesemutan, apabila kondisi ini terjadi perlu di kaji C.R.T apakah sama satu dengan yang lain atau tidak karena pada saat terjadi fase penyumbatan akan terjadi penurunan pada satu sisi, kemudian periksa akralnya apakah sama satu dengan yang lain atau tidak.

 
Leave a comment

Posted by on July 6, 2011 in pengetahuan

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: