RSS

KONSEP DASAR PENYAKIT DAN KONSEP DASAR ASKEP PADA MENIERE

06 Jul

Konsep Dasar Penyakit
A. Pengertian Meniere
Penyakit Meniere adalah kekacauan dari aliran cairan-cairan dari telinga dalam. Meskipun penyebab dari penyakit Meniere tidak diketahui, ia mungkin berakibat dari kelainan dalam cara cairan telinga dalam diatur. Pada kebanyakan kasus-kasus hanya satu telinga yang terlibat, namun kedua telinga mungkin dipengaruhi pada kira-kira 10% sampai 20% dari pasien-pasien. Penyakit Meniere secara khas mulai antara umur 20 dan 50 tahun (meskipun telah dilaporkan pada hampir semua kelompok umur). Pria-pria dan wanita-wanita sama-sama dipengaruhi. Gejala-gejala mungkin hanya gangguan minor, atau dapat menjadi melumpuhkan, terutama jika serangan-serangan dari vertigo berat/parah, seringkali, dan terjadi tanpa peringatan. Penyakit Meniere juga disebut idiopathic endolymphatic hydrops.
Penyakit Meniere adalah suatu sindrom yang terdiri dari serangan vertigo, tinnitus, dan berkurangnya pendengaran secara progresif.
Pengertian vertigo berasal dari bahasa Yunani vertere yang artinya memutar. Pengertian vertigo adalah : sensasi gerakan atau rasa gerak dari tubuh atau lingkungan sekitarnya, dapat disertai gejala lain, terutama dari jaringan otonomik akibat gangguan alat keseimbangan tubuh Vertigo mungkin bukan hanya terdiri dari satu gejala pusing saja, melainkan kumpulan gejala atau sindrom yang terdiri dari gejala somatik (nistagmus, unstable), otonomik (pucat, peluh dingin, mual, muntah) dan pusing.
Tinnitus merupakan gangguan pendengaran dengan keluhan selalu mendengar bunyi, namun tanpa ada rangsangan bunyi dari luar. Sumber bunyi tersebut berasal dari tubuh penderita itu sendiri, meski demikian tinnitus hanya merupakan gejala, bukan penyakit, sehingga harus di ketahui penyebabnya.
Tipe
a. Penyakit Meniere vestibular
Penyakit Meniere vestibular ditandai dengan adanya vertigo episodic sehubungan dengan tekanan dalam telinga tanpa gejala koklear.
Tanda dan gejala:
• Vertigo hanya bersifat episodic
• Penurunan respons vestibuler atau tak ada respons total pada telinga yang sakit
• Tak ada gejala koklear
• Tak ada kehilangan pendengaran objektif
• Kelak dapat mengalami gejala dan tanda koklear
b. Penyakit Meniere klasik
Tanda dan gejala:
• Mengeluh vertigo
• Kehilangan pendengaran sensorineural berfluktuasi
• tinitus
• Penyakit Meniere koklea
c. Penyakit Meniere koklea
Penyakit Meniere koklea dikenali dengan adanya kehilangan pendengaran sensorineural progresif sehubungan dengan tnitus dan tekanan dalam telinga tanpa temuan atau gejala vestibuler.
Tanda dan gejala:
• Kehilangan pendengaran berfluktuasi
• Tekanan atau rasa penuh aural
• Tinnitus
• Kehilangan pendengaran terlihat pada hasil uji
• Tak ada vertigo
• Uji labirin vestibuler normal
• Kelak akan menderita gejala dan tanda vestibuler

B. Etiologi, Faktor Pencetus

Penyebab penyakit Meniere tidak diketahui namun terdapat berbagai teori, termasuk pengaruh neurokimia dan hormonal abnormal pada aliran darah yang menuju ke labirin, gangguan elektrolit dalam cairan labirin, reaksi alergi, dan gangguan autoimun.
Penyakit Meniere masa kini dianggap sebagai keadaan dimana terjadi ketidakseimbangan cairan telinga tengah yang abnormal yang disebabkan oleh malapsorbsi dalam sakus endolimfatikus. Namun, ada bukti menunjukkan bahwa banyak orang yang menderita penyakit Meniere mengalami sumbatan pada duktus endolimfatikus. Apapun penyebabnya, selalu terjadi hidrops endolimfatikus, yang merupakan pelebaran ruang endolimfatikus. Baik peningkatan tekanan dalam sistem ataupun ruptur membran telinga dalam dapat terjadi dan menimbulkan gejala Meniere.

C. Patofisiologi

D. Tanda dan gejala

Gejalanya berupa seangan vertigo tak tertahankan episodic yang sering disertai mual dan/atau muntah, yang berlangsung selama 3-24 jam dan kemudian menghilang secara perlahan.
Secara periodik, penderita merasakan telinganya penuh atau merasakan adanya tekanan di dalam telinga.
Kehilangan pendengaan sensorineural progresif dan fluktuatif.Tinnitus bisa menetap atau hilang-timbul dan semakin memburuk sebelum, setelah maupun selama serangan vertigo.
Pada kebanyakan penderita, penyakit ini hanya menyerang 1 telinga dan pada 10-15% penderita, penyakit ini menyerang kedua telinga.
Gejala-gejala dari penyakit Meniere secara khas termasuk paling sedikit beberapa dari yang berikut:
• Episodic rotational vertigo: Serangan-serangan dari perasaan memutar yang disertai oleh disequilibrium (perasaan ketakseimbangan), mual, dan adakalanya muntah. Ini biasanya adalah gejala yang paling menyusahkan. Vertigo biasanya berlangsung 20 menit sampai dua jam atau bahkan lebih lama. Selama serangan-serangan, pasien-pasien adalah sangat dilumpuhkan, dan ketiduran mungkin mengikutinya. Perasaan ketakseimbangan mungkin berlangsung untuk beberapa hari.
• Tinnitus: Suara meraung, berdengung, seperti mesin, atau berdering dalam telinga. Ia mungkin episodik (kadang-kadang) dengan serangan vertigo atau ia mungkin tetap. Biasanya tinnitus memburuk atau akan tampak tepat sebelum timbulnya vertigo.
• Kehilangan pendengaran: Ia mungkin sebentar-sebentar pada awal timbulnya penyakit, namun melalui waktu ia mungkin menjadi kehilangan pendengaran yang tetap. Ia mungkin melibatkan semua frekwensi-frekwensi, namun paling umum terjadi pada frekwensi-frekwensi yang lebih rendah . Suara-suara yang keras mungkin menjadi tidak nyaman dan tampak menyimpang pada telinga yang terpengaruh.
Kepenuhan telinga: Biasanya perasaan penuh ini terjadi tepat sebelum timbulnya serangan vertigo.

E. Pemeriksaan Penunjang
1.Tes gliserin :pasien diberikan minuman gliserin 1,2 ml/kg BB setelah diperiksa tes kalori dan audiogram.setelah dua jam diperiksa kembali dan dibandingkan.
2.Audiogram :tuli sensorineural,terutama nada rendah dan selanjutnya dapat ditemukan rekrutinen.

F. Komplikasi
– Penurunan kemampuan beraktivitas
– Ketulian sebagai akibat gangguan pada telinga.
– Beberapa penderita yang mengalami gejala unilateral (satu telinga), 50% dari kasus akan berkembang menjadi bilateral (dua telinga). Beberapa dari kejadian tersebut akan berdampak pada tuli total.

G. Penatalaksanaan Medik
• Diet
Banyak pasien dapat mengontrol gejala dengan mematuhi diet rendah garam (2000 mg/hari). Jumlah natrium merupaka salah satu faktor yang mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh. Retensi natrium dan ciran dapat memutuskan keseimbangan halus antara endolimfe dan perilimfe di dalam telinga dalam.
Garam Natrium terdapat secara alamiah dalam bahan makanan atau ditambahkan kemudian pada waktu memasak atau mengolah. Makanan berasal dari hewan biasanya lebih banyak mengandung garam Natrium daripada makanan berasal dari tumbuh-tumbuhan.
Garam Natrium yang ditambahkan ke dalam makanan biasanya berupa ikatan : natrium Chlorida atau garam dapur, Mono Sadium Glumat atau vetsin, Natrium Bikarbonat atau soda kue, Natrium Benzoat atau senyawa yang digunakan untuk mengawetkan daging seperti cornet beef.
Makanan yang diperbolehkan adalah:
1. Semua bahan makanan segar atau diolah tanpa garam natrium, yang berasal dari tumbuh-tumbuh, seperti :
• Beras, kentang, ubi, mie tawar, maezena, hunkwee, terigu, gula pasir.
• Kacang-kacangan dan hasil oleh kacang-kacangan seperti kacang hijau, kacang merah, kacang tanah, kacang tolo, tempe, tahu tawar, oncom.
• Minyak goreng, margarin tanpa garam
• Sayuran dan buah-buahan
• Bumbu-bumbu seperti bawang merah, bawang putih, jahe, kemiri, kunyit, kencur, laos, lombok, salam, sereh, cuka.
2. Bahan makanan berasal dari hewan dalam jumlah terbatas
3. Minuman seperti the, sirup, sari buah.
Makanan yang perlu dibatasi:
1. Semua bahan makanan segar atau diolah tanpa garam Natrium, yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, seperti :
• Roti biskuit, kraker, cake dan kue lain yang dimasak dengan garam dapur dan atau soda.
• Dendeng, abon, corned beef, daging asap, bacon, ham, ikan asin, ikan pindang, sarden, ebi, udang kering, telur asing, telur pindang.
• Keju, Keju kacang tanah (pindakas).
• Margarin, mentega.
• Acar, asinan sayuran dalam kaleng.
• Asinan buah, manisan buah, buah dalam kaleng.
• Garam dapur, vetsin, soda kue, kecap, maggi, terasi, petis, taoco, tomato ketcup.
2. Otak, ginjal, paru-paru, jantung dan udang mengandung lebih banyak natrium. Sebaiknya bahan makanan ini dihindarkan.
Kafein dan nikotin merupakan stimulan vasoaktif, dan menghindari kedua zat tersebut dapat mengurangi gejala. Ada kepercayaan bahwa serangan vertigo dipicu oleh reaksi alergi terhadap ragi dalam alkohol dan bukan karena alkoholnya.

• Farmakologis
Tindakan pengobatan untuk vertigo terdiri atas antihistamin, seperti meklizin (antivert), yang menekan sistem vestibuler. Tranquilizer seperti diazepam (valium) dapat digunakan pada kasus akut untuk membantu mengontrol vertigo, namun karena sifat adiktifnya tidak digunakan sebagai pengobatan jangka panjang. Antiemetik seperti supositoria prometazin (phenergan) tidak hanya mengurangi mual dan muntah tapi juga vertigo karena efek antihistaminnya. Diuretik seperti Dyazide atau hidroklortiazid kadang dapat membantu mengurangi gejala penyakit Meniere dengan menurunkan tekanan dalam sistem endolimfe. Pasien harus diingatkan untuk makan-makanan yang mengandung kalium, seperti pisang, tomat, dan jeruk ketika menggunakan diuretik yang menyebabkan kehilangan kalium.
• Penatalaksanaan Bedah
Dekompresi sakus endolimfatikus atau pintasan secara teoritis akan menyeimbangkan tekanan dalam ruangan endolimfe. Pirau atau drain dipasang di dalam sakus endolimfatikus melalui insisi postaurikuler.
Obat ortotoksik, seperti streptomisisn atau gentamisisn, dapat diberikan kepada pasien dengan injeksi sistemik atau infus ke telinga tengah dan dalam.
Prosedur labirinektomi dengan pendekatan transkanal dan transmastoid juga berhasil sekitar 85% dalam menghilangkan vertigo, namun fungsi auditorius telinga dalam juga hancur.
Pemotongan nervus nervus vestibularis memberikan jaminan tertinggi sekitar 98% dalam menghilngkan serangan vertigo. Dapat dilakukan translabirin (melali mekanisme pendengaran) atau dengan cara yang dapat mempertahankan pendengaran (suboksipital atau fosa kranialis medial), bergantung pada derajat hilangnya pendengaran. Pemotongan saraf sebenarnya mencegah otak menerima masukan dari kanalis semisirkularis.


KONSEP DASAR ASKEP

A. Pengkajian
Fokus dari pengkajian keperawatan untuk pasien dengan penyakit meniere adalah diarahkan kepada pengamatan terhadap makan makanan yang tinggi kandungan vasoaktifnya,riwayat trauma, riwayat hipertensi, riwayat alergi, faktor stres, emosional sakit kepala yang hebat.
Data Subyektif:
• mengeluh telinga kanan sering berdenging
• perasaan penuh di bagian dalam telinga.
• Beberapa bulan ini sering terbangun dari tidur karena merasa berputar (vertigo) selama kira-kira 30 menit dan hilang sendiri
• saat vertigo sampai mual dan muntah.
Data Obyektif:
• Hasil pemeriksaan Weber suara hanya terdengar pada telinga kiri
• auditorium menunjukkan adanya sensorineural hearing loss.

B. Diagnosa Keperawatan
1.Resiko tinggi cedera b/d perubahan mobilitas karena gangguan cara jalan dan vertigo.
2.Ansietas b/d ancaman,atau perubahan status kesehatan dan efek ketidakmampuan vertigo.
3.Resiko terhadap trauma b/d kesulitan keseimbangan.
4.Kurang perawatan diri,makan,mandi/higiene,berpakaian/berdandan,toileting,b/d disfungsi labirin dan vertigo.

C. Rencana Keperawatan
1.Diagnosa : Resiko tinggi cedera b/d perubahn mobilitas karena gangguan cara jalan dan vertigo.

Tujuan :Tetap bebas dari cedera yang berkaitan dengan ketidakseimbangan dan/jatuh Intervensi :

• Kaji vertigo yang meliputi riwayat, amitan, gambaran serangan, durasi, frekuensi, dan adanya gejala telinga yang terkait kehilangan pendengaran, tinitus, rasa penuh di telinga.
Rasional : Riwayat memberikan dasar untuk intervensi selanjutnya.

• Kaji luasnya ketidakmampuan dalam hubungannya dengan aktivitas hidup sehari-hari.
Rasional : Luasnya ketidakmampuan menurunkan resiko jatuh.

• Ajarkan atau tekankan terapi vestibular/keseimbangan sesuai ketentuan
Rasional : Latihan mempercepat kompensasi labirin yang dapat mengurangi vertigo dan gangguan cara jalan.

• Berikan atau ajari cara pemberian obat anti vertigo aaaaaadan atau obat peneang vestibular serta beri petunjuk pada pasien mengenai efek sampingnya.
Rasional :Menghilangkan gejala akut vertigo.

• Dorong pasien untuk berbaring bila merasa pusing,dengan pagar tempat tidur dinaikkan.
Rasional :Mengurangi kemungkinan jatuh dan cedera.

• Letakkan bantal pada kedua sisi kepal untuk membatasi gerakkan
Rasional :Gerakkan akan memperberat vertigo.
2.Diagnosa; Ansietas b/d ancaman,atau perubahan status kesehatan dan efek ketidakmampuan vertigo.

Tujuan : Mengurangi atau tidak mengalami ansietas.

Intervensi :
-Kaji tingkat ansietas. Bantu pasien mengidentifikasi keterampilan koping yang telah dilakukan dengan berhasil pada masa lalu.
Rasional : Memandukan intervensi terapeutik dan partisipatif dalam perawatan diri, keterampilan koping pada masa lalu dapat mengurangi ansietas.

-Beri informasi mengenai vertigo dan penanganannya.
Rasional : Meningkatkan pengetahuan membantu mengurangi ansietas
-Dorong pasien mendiskusikan ansietas dan gali keprihatinan mengenai serangan vertigo.
Rasional :Meningkatkan kesadaran dan pemahaman hubungan antara tingkat antietas dan perilaku.

-Ajarkan pasien teknik penatalaksanaan stress atau lakukan rujukan bila perluh.
Rasional : Memperbaiki manajemen stress, mengurangi frekwensi dan beratnya serangan fertigo.

-Beri upaya kenyamanan dan hindari aktivitas yang menyebebkan stress
Rasional : situasi penuh stress dapat memperberat gejala kondisi ini..

-Instruksikan pasien dalam aspek program pengobatan
Rasional : pengetahuan pasien membantu mengurangi ansietas.

3.Diagnosa : Resiko terhadap trauma b/d kesulitan keseimbangan.

Tujuan : Mengurangi resiko trauma dengan mengadaptasi lingkungan rimah dan dengan menggunakan alat rehabilitatif bila perlu.

Intervensi :
•Lakukan pengkajian untuk gangguan keseimbangan dan /atau fertigo dengan menarik riwayat dan dengan pemeriksaan adanya nistagmus, romberg positif, dan ketidak mampuan melakukan romberg tandem.
Rasional : Kelainan vestibuler perifer menyebabkan gejala dan tanda ini.

•Bantu ambulasi bila ada indikasi
Rasional : Cara jalan yang abnormal yang dapat membuat pasien tidak bisa tegak dan jatuh

•Lakukan pengkajian ketajaman penglihatan dan defisit proprioseptif
Rasional : keseimbangan tergantung pada sistem visual, vestibuler dan propriosep

•Dorong peningkatan tingkat aktivitas dengan atau tanpa menggunakan alat bantu
Rasional : peningkatan aktivitas dapat membantu mencapai kembali sistem keseimbangan.

•Bantu mengidentifikasi bahaya dilingkungan rumah
Rasional : Adaptasi terhadap lingkungan rumah dapat menurunkan resiko jatuh selama proses rehabilitasi.

4.Diagnosa : Kurang perawatan diri, makan, mandi atau higienic, berpakaian atau berdandan, toileting b/d disfungsi labirin dan fertigo.

Tujuan : bergabung dalam aktivitas pengalih

Intervensi :
•Kaji tingkat dan jenis aktivitas pengalih untuk merencanakan aktivitas yang sesuai.
Rasional : Kebosanan dapat terlihat, begitu juga depresi, membantu menentukan toleransi maupun kesukaan.

•Diskusikan pola aktivitas pengalih yang biasa dengan pasien. Berikan kesempatan untuk melanjutkan aktivitas pengalih yang sangat berarti.
Rasional : Untuk menyediakan informasi mengenai stresor yang nyata maupun yang dirasakan yang mempengaruhi tingkat aktivitas, mendukung rasa harga diri dan produktifitas pasien.

Tabel
Diagnosa Kep Tujuan dan Kriteria hasil Rencana keperawatan Rasional
1. Resiko tinggi cedera b/d perubahn mobilitas karena gangguan cara jalan dan vertigo.
Tetap bebas dari cedera yang berkaitan dengan ketidakseimbangan dan/jatuh • Kaji vertigo yang meliputi riwayat, amitan, gambaran serangan, durasi, frekuensi, dan adanya gejala telinga yang terkait kehilangan pendengaran, tinitus, rasa penuh di telinga.

• Kaji luasnya ketidakmampuan dalam hubungannya dengan aktivitas hidup sehari-hari.

• Ajarkan atau tekankan terapi vestibular/keseimbangan sesuai ketentuan

• Berikan atau ajari cara pemberian obat anti vertigo aaaaaadan atau obat peneang vestibular serta beri petunjuk pada pasien mengenai efek sampingnya.

• Dorong pasien untuk berbaring bila merasa pusing,dengan pagar tempat tidur dinaikkan.

• Letakkan bantal pada kedua sisi kepal untuk membatasi gerakkan
• Riwayat memberikan dasar untuk intervensi selanjutnya.

• Luasnya ketidakmampuan menurunkan resiko jatuh.

• Latihan mempercepat kompensasi labirin yang dapat mengurangi vertigo dan gangguan cara jalan.

• Menghilangkan gejala akut vertigo.

• Mengurangi kemungkinan jatuh dan cedera.

• Gerakkan akan memperberat vertigo.

2. Ansietas b/d ancaman,atau perubahan status kesehatan dan efek ketidakmampuan vertigo. Mengurangi atau tidak mengalami ansietas. • Kaji tingkat ansietas. Bantu pasien mengidentifikasi keterampilan koping yang telah dilakukan dengan berhasil pada masa lalu.

• Beri informasi mengenai vertigo dan penanganannya.

• Dorong pasien mendiskusikan ansietas dan gali keprihatinan mengenai serangan vertigo

• Ajarkan pasien teknik penatalaksanaan stress atau lakukan rujukan bila perlu.

• Beri upaya kenyamanan dan hindari aktivitas yang menyebebkan stress

• Instruksikan pasien dalam aspek program pengobatan.

• Memandukan intervensi terapeutik dan partisipatif dalam perawatan diri, keterampilan koping pada masa lalu dapat mengurangi ansietas.
• Meningkatkan pengetahuan membantu mengurangi ansietas
• Meningkatkan kesadaran dan pemahaman hubungan antara tingkat antietas dan perilaku.
• Memperbaiki manajemen stress, mengurangi frekwensi dan beratnya serangan fertigo.
• situasi penuh stress dapat memperberat gejala kondisi ini
• pengetahuan pasien membantu mengurangi ansietas.

3. Resiko terhadap trauma b/d kesulitan keseimbangan.
Mengurangi resiko trauma dengan mengadaptasi lingkungan rimah dan dengan menggunakan alat rehabilitatif bila perlu.
• Lakukan pengkajian untuk gangguan keseimbangan dan /atau fertigo dengan menarik riwayat dan dengan pemeriksaan adanya nistagmus, romberg positif, dan ketidak mampuan melakukan romberg tandem.
• Bantu ambulasi bila ada indikasi

• Lakukan pengkajian ketajaman penglihatan dan defisit proprioseptif

• Dorong peningkatan tingkat aktivitas dengan atau tanpa menggunakan alat bantu

• Bantu mengidentifikasi bahaya dilingkungan rumah

• Kelainan vestibuler perifer menyebabkan gejala dan tanda ini.

• Cara jalan yang abnormal yang dapat membuat pasien tidak bisa tegak dan jatuh
• keseimbangan tergantung pada sistem visual, vestibuler dan propriosep
• peningkatan aktivitas dapat membantu mencapai kembali sistem keseimbangan.
• Adaptasi terhadap lingkungan rumah dapat menurunkan resiko jatuh selama proses rehabilitasi

4. Kurang perawatan diri, makan, mandi atau higienic, berpakaian atau berdandan, toileting b/d disfungsi labirin dan fertigo.
bergabung dalam aktivitas pengalih
• Kaji tingkat dan jenis aktivitas pengalih untuk merencanakan aktivitas yang sesuai.

• Diskusikan pola aktivitas pengalih yang biasa dengan pasien. Berikan kesempatan untuk melanjutkan aktivitas pengalih yang sangat berarti.

• Kebosanan dapat terlihat, begitu juga depresi, membantu menentukan toleransi maupun kesukaan.
• Untuk menyediakan informasi mengenai stresor yang nyata maupun yang dirasakan yang mempengaruhi tingkat aktivitas, mendukung rasa harga diri dan produktifitas pasien.

Daftar Pustaka

http://en.wikipedia.org/wiki/Meniere’s_disease

http://idmgarut.wordpress.com/2009/01/29/sindrom-menier/

http://medicastore.com/penyakit/826/Penyakit_Meniere.htm

http://dastodebelto.blogspot.com

 
Leave a comment

Posted by on July 6, 2011 in pengetahuan

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: