RSS

Monthly Archives: July 2011

Mahasiswa berkuda kunjungi SDN Semangat Dalam Kec.ALaLak Kab.Barito kuaLa

“SEMANGAT..SEMANGAAT..SEMANGAAATT…” teriak anak-anak saat di beri tanda untuk melakukan yel-yel bersama para mahasiswa dari Kampus STIKES Muhammadiyah Banjarmasin.

Ya, itu hanyalah salah satu kegembiraan anak-anak SDN Semangat Dalam saat mengikuti kegiatan penyuluhan kesehatan sikat gigi dan mencuci tangan pada Sabtu, 23 Juli 2011, mereka tampak begitu antusias dengan kegiatan.

terbukti dengan lancarnya acara yang berlangsung mulai pukul 08.30 sampai 10.00 WITA. Acara yang menjadi program kerja UKM Sosial Masyarakat BEM STIKES Muhammadiyah ini bisa di bilang sukses, lancar sesuai rencana, berkat kekompakan dan kerjasama panitia segala persiapan selama seminggu pun dilakukan bersama untuk kegiatan tersebut.

SDN Semangat Dalam adalah sekolah dasar yang berada pada Kecamatan ALaLak Kabupaten Barito Kuala, perjalanan menuju Sekolah ini membutuhkan waktu kurang lebih setengah jam perjalanan, dikarenakan kondisi jalan yang rusak dan belum beraspal, alhasil, para mahasiswa yang menjadi panitia kegiatan penyuluhan kesehatan ini, harus berjuang melewati jalan berbatu-batu dan berlubang-lubang yang membuat mereka serasa sedang mengendarai kuda, tapi hal ini terbayarkan dengan respon positif yang diberikan adik-adik SDN Semangat Dalam saat menyambut kedatangan para mahasiswa, bahkan guru-guru dan masyarakat sekitar ikut gembira.

Kegiatan ini melibatkan seluruh siwa SDN Semangat dalam yang berjumlah 135 siswa mulai dari kelas 1 sampai kelas 6, untuk kemudahan penyampaian materi, maka di bagi 2 kelompok besar, kelompok A terdiri dari kelas 1,2,3 dengan Nanda sebagai pemateri, sedangkan di kelompok B terdiri dari kelas 4,5 dan 6 dengan aya sebagai pemateri. Kedua mahasiswa tersebut dengan lihainya memperagakan dan memberikan penyuluhan kepada adik-adik tentang bagaimana cara mencuci tangan dan menyikat gigi yang baik dan benar, dibantu oleh kawan-kawan panitia yang lain yang berjumlah kurang lebih 20 orang antara lain rizkan, ami, jumaidi, eko, vera, lati, laili, muyassar, jejen marleni, yeyen, ubad, gede, nindya, nita, selvi, raudah, dan zaidani,, di akhir penyuluhan membagikan secara merata berupa bingkisan yang terdiri dari sikat+pasta gigi, stiker kesehatan dan buah apel kepada setiap siswa SDN Semangat Dalam.


Permainan lomba kelereng yang dilakukan dihalaman sekolah menjadi puncak kegembiraan anak-anak dan para mahasiswa yang menjadi panitia, games kelompok ini ditujukan untuk melatih kekompakan para siswa dengan teman-teman yang lain, walaupun panas terik matahari tak menurunkan semangat anak-anak untuk berlomba memenangkan hadiah yang telah disediakan panitia.

Selain penyuluhan kesehatan mencuci tangan dan menyikat gigi, mahasiswa anggota UKM Sosial Kemasyarakatan juga menyumbangkan beberapa bibit pohon untuk ditanam dihalaman SDN Semangat dalam, dengan harapan tercipta kerindangan dan kesejukan disekitar sekolah, pemberian alat-alat kebersihan seperti sapu, serok sampah, tempat mencuci tangan, poster kesehatan dan plakat juga diberikan sebagai kenang-kenangan yang diberikan secara simbolis oleh ketua panitia pelaksana kepada wakil guru SDN Semangat Dalam.

Photo bersama pun menjadi agenda terakhir kegiatan penyuluhan kesehatan di SDN Semangat dalam, setelah berpamitan kepada adik-adik , saling bersalaman dan mengucapkan salam perpisahan, para Mahasiswa pun bersiap untuk pulang, namun ada yang sedikit mengejutkan, ternyata selama panitia melakukan kegiatan penyuluhan kesehatan, para guru SDN Semangat Dalam telah juga menyiapkan hidangan sebagai pelepas lapar dahaga, hangatnya teh manis dan kue-kue lain telah siap diatas meja, sungguh merupakan hal yang tak diduga, ternyata para guru begitu baik hati dan sangat peduli terhadap para mahasiswa anggota UKM Sosial Kemasyarakatan STIKES MB, para guru pun menghanturkan banyak terimakasih atas kesediaan panitia untuk mengunjungi Sekolah mereka, mereka sangat menyambut sekali kedatangan panitia yang memberikan banyak manfaat bagi para siswa mereka, dan sekaligus meminta maaf jika ada kekurangan dengan keadaan sekolah yang apa adanya.

Para mahasiswa pun akhirnya berpamitan kepada para guru dan mengucapkan terimakasih atas waktu dan tempat yang telah disediakan, juga penyambutan yang begitu hangat oleh lingkungan sekolah dengan kedatangan mereka, tidak lupa kata maaf terlontarkan, sekiranya ada kekurangan dalam kegiatan penyuluhan kesehatan . setelah selesai berkemas-kemas, panitia pun pulang dan siap-siap menghadapi jalan yang menantang, menjadi mahasiswa berkuda, entah daerah mana lagi yang akan menjadi sasaran para anggota UKM Sosial Kemasyarakatan, tunggu kedatangan para mahasiswa berkuda selanjutnya……^^

 
Leave a comment

Posted by on July 23, 2011 in Uncategorized

 

MAKALAH TENTANG THAHARAH

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Thaharah merupakan miftah (alat pembuka) pintu untuk memasuki ibadah shalat. Tanpa thaharah pintu tersebut tidak akan terbuka . artinya tanpa thaharah, ibadah shalat, baik yang fardhu maupun yang sunnah, tidak sah.
Karena fungsinya sebagai alat pembuka pintu shalat, maka setiap muslim yang akan melakukan shalat tidak saja harus mengerti thaharah melainkan juga harus mengetahui dan terampil melaksanakannya sehingga thaharahnya itu sendiri terhitung sah menurut ajaran ibadah syar’iah.

2. Rumusan Masalah

1. Apa pengertian dari thaharah?
2. Apa saja macam-macam daripada thaharah?
3. Bagaimanakah tatacara dalam thaharah?

3. Tujuan

1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Kependidikan Islam
2. Menambah wawasan penulis dan pembacanya mengenai thaharah
3. Untuk memahami cara-cara bersuci yang dikehendaki oleh syari’at islam dan mempraktekkannya dalam menjalani ibadah sehari-hari.

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah dengan rasa syukur kehadirat Allah SWT yang dengan rahmat dan inayah-Nya Makalah Masalah tentang Taharah ini telah selesai kami susun untuk dapat di pergunakan di kalangan masyarakat umat Islam.
Makalah ini kami susun dengan maksud untuk dapat dijadikan pedoman tambahan bagi mahasiswa dan kalangan masyarakat.
Dengan menggunakan makalah ini semoga kita dapat melaksanakan dan meningkatkan ibadah kita kepada Allah SWT dengan rasa iman, khusyu’ dan ikhlas dengan niat “Li-Ibtiqhaa-i Mardatillah” yakni untuk memperoleh keridhoan Allah baik di dunia maupun di akhirat.

THAHARAH
(Bersuci)

A. Arti Thaharah

Thaharah berdasarkan arti harfiah berarti bersih dan suci, sedangkan berdasarkan pengertian syara`, thaharah berarti mensucikan diri, pakaian dan tempat dari hadats dan najis, khususnya pada saat kita hendak shalat. Lebih jauh lagi, thaharah berarti mensucikan diri dan hati. Thaharah hukumnya wajib bagi setiap mukmin.
Allah swt berfirman :
“Hai orang yang berselimut. Bangunlah, kemudian berilah peringatan !, dan agungkanlah Tuhanmu. Dan bersihkanlah pakaianmu“. (QS. Al-Muddatstsir : 1-4).
Dan pada surat al- baqorah ayat 222:
artinya : “ Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan orang- orang yang mensucikan diri “ .

B. Macam-Macam Air

Air yang dapat dipakai bersuci ialah air yang bersih (suci dan mensucikan) yaitu air yang turun dari langit atau keluar dari bumi yang belum di pakai untuk bersuci.
Air yang suci dan mensucikan ialah:
1. Air hujan
2. Air sumur
3. Air laut
4. Air sungai
5. Air salju
6. Air telaga
7. Air embun

C.. Pembagian Air

Ditinjau dari segi hukumnya, air itu dapat dibagi empat bagian:
1. Air suci dan mensucikan, yaitu air muthlak artinya air yang masih murni, dapat digunakan untuk bersuci dengan tidak makruh (air muthlak artinya air yang sewajarnya.
2. Air suci dan dapat mensucikan, terapi makhruh digunakan, yaitu air musyammas (air yang dipanaskan dengan matahari) di tempat logam yang bukan emas.
3. Air suci tetapi tidak dapat mensucikan, seperti
a. Air musta’mal (telah digunakan untuk bersuci) menghilangkan hadats, atau menghilangkan najis kalau tidak berubah rupanya, rasanya dan baunya.
4. Air mutanajis, yaitu ait yang kena najis (kemasukan najis), sedang jumlahnya kurang dari dua kullah, maka air yang semcam ini tidak suci dan tidak dapat mensucikan.
Jika lebih dari dua kullah dan tidak berubah sifatnya, maka sah untuk bersuci.
Dua kullah sama dengan 216 liter, jika berbentuk bak, maka besarnya = panjang 60 cm dan dalam/tinggi 60 cm.
Peringatan:
Ada satu macam air lagi ialah:
Ada satu macam air lagi ialah suci dan mensucikan tetapi haram memakainya, yaitu air yang diperoleh dari ghashab/mencuri, mengambil tanpa izin.

D. Macam-Macam Najis

Najis ialah suatu benda yang kotor menurut syara’, misalnya:
1. Bangkai, kecuali manusia, ikan dan belalang
2. Darah
3. Nanah
4. Segala sesuatu yang keluar dari kubul dan dubur
5. Anjing dan babi
6. Minuman keras seperti arak dan sebagainya
7. Bagian anggota badan binatang yang terpisah karena dipotong dan sebagainya selagi masih hidup.

Pembagian Najis :
Najis itu dapat dibagi 3 bagian:
1. Najis Mukhaffafah (ringan) : ialah air kencing bayi laki-laki yang belum berumur 2 tahun dan belum pernah makan sesuatu kecuali air susu ibunya.
2. Najis Mughallazhah (berat) : ialah najis anjing dan babi dan keturunannya.
3. Najis Mutawassithah (sedang) : ialah najis yang selain dari dua najis tersebut diatas, seperti segala sesuatu yang keluar dari kubul dan dubur manusia dan binatang, kecuali air mani, barang cair yang memabukkan, susu hewan yang tidak halal dimakan, bangkai, juga tulang dan bulunya, kecuali bangkai-bangkai manusia dan ikan serta belalang.

Najis mutawassithah dibagi menjadi dua:
1. Najis ‘ainiyah : ialah najis yang berujud, yakni yang nampak dapat dilihat
2. Najis hukmiyah : ialah najis yang tidak kelihatan bendanya, seperti bekas kencing, atau arak yang sudah kering dan sebagainya.

2. Cara Menghilangkan Najis
1. Barang yang kena najis mughallazhah seperti jilatan anjing atau babi, wajib dibasuh 7 kali dan salah satu diantaranya dengan air yang bercampur tanah.
2. Barang yang terkena najis mukhaffafah, cukup diperciki air pada tempat najis itu.
3. Barang yang terkena najis mutawassithah dapat suci dengan cara di basuh sekali, asal sifat-sifat najisnya (warna, bau dan rasanya) itu hilang. Adapun dengan cara tiga kali cucian atau siraman lebih baik.
Jika najis hukmiyah cara menghilangkannya cukup dengan mengalirkan air saja pada najis tadi

3. Najis yang Dimanfaatkan (Ma’fu)
Najis yang dimanfaatkan artinya tak usah dibasuh/dicuci, misalnya najis bangkai hewan yang tidak mengalir darahnya, darah atau nanah yang sedikit, debu dan air lorong-lorong yang memercik sedikit yang sukar menghindarkannya.
Adapun tikus atau cecak yang jatuh ke dalam minyak atau makanan yang beku, dan ia mati di dalamnya, maka makanan yang wajib dibuang itu atau minyak yang wajib dibuang itu, ialah makananatau minyak yang dikenainya itu saja. Sedang yang lain boleh dipakai kembali. Bila minyak atau makanan yang dihinggapinya itu cair, maka semua makanan atau minyak itu hukumnya najis. Karena yang demikian itu tidak dapat dibedakan mana yang kena najis dan mana yang tidak.

E. Istinja’
Segala yang keluar dari qubul dan dubur seperti kencing dan berak, wajib disucikan dengan air hingga bersih.

F. Adab Buang Air
1. Jangan di tempat yang terbuka
2. Jangan di tempat yang dapat mengganggu orang lain
3. Jangan bercakap-cakap kecuali keadaan memaksa
4. Kalau terpaksa buang air di tempat terbuka, hendaknya jangan menghadap kiblat
5. Jangan membawa dan membaca kalimat Al-Qur’an

G. Berwudhu

1. Arti Wudhu’
Wudlu’ menurut bahasa artinya bersih dan indah, sedang menurut syara’ artinya membersihkan anggota wudlu’ untuk menghilangkan hadats kecil.
Orang yang hendak melaksanakan shalat, wajib lebih dahulu berwudlu’, karena wudlu’ adalah menjadi syarat sahnya shalat.

2. Fardu Wudhu’
Fardunya wudhu’ ada enam perkara
1. Niat : ketika membasuh muka
2. Membasuh seluruh muka (mulai dari tumbuhnya rambut kepala hingga bawah dagu, dan telinga kanan hingga telinga kiri)
3. Membasuh kedua tangan sampai siku-siku
4. Mengusap sebagian rambut kepala
5. Membasuh kedua belah kaki sampai mata kaki
6. Tertib (berturut-turut), artinya mendahulukan mana yang harus dahulu, dan mengakhirkan mana yang harus diakhirkan

3. Syarat-Syarat Wudhu’
Syarat-syarat wudhu’ ialah:
1. Islam.
2. Tamyiz, yakni dapat membedakan baik buruknya sesuatu pekerjaan.
3. Tidak berhadats besar.
4. Dengan air suci lagi mensucikan.
5. Tidak ada sesuatu yang menghalangi air, sampai ke anggota wudlu’ misalnya getah, cat dan sebagainya.
6. Mengetahui mana yang wajib (fardlu) dan mana yang sunat.

4. Sunat-Sunat Wudhu’
1. Membaca basmalah (Bismillaahirrahmaanirrahim) pada permulaan berwudlu’.
2. Membasuh kedua telapak tangan sampai pergelangan.
3. Berkumur-kumur.
4. Membasuh lubang hidung sebelum berniat.
5. Menyapu seluruh kepada dengan air.
6. Mendahulukan anggota kanan daripada kiri.
7. Menyapu kedua telinga luar dan dalam.
8. Menigakalikan membasuh.
9. Menyela-nyela jari-jari tangan dan kaki.
10. Membaca do’a sesudah wudlu’.

5. Yang Membatalkan Wudlu’
1. Keluar sesuatu dari qubul dan dubur, misalnya buang air kecil maupun besar, atau keluar angin dan sebagainya
2. Hilang akal sebab gila, pingsan, mabuk dan tidur nyenyak
3. Tersentuh kulit antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya dengan tidak memakai tutup, (muhrim artinya keluarga yang tidak boleh dinikah)
4. Tersentuh kemaluan (qubul atau dubur) dengan tapak tangan atau jari-jarinya yang tidak memakai tutup (walaupun kemaluannya sendiri)

6. Cara Berwudlu’
Orang yang hendak mengerjakan shalat wajib lebih dahulu berwudlu’, karena wudlu’ syarat sahnya shalat.
Sebelum berwudlu’ kita harus membersihkan dahulu najis-najis yang ada pada badan, kalau memang ada najis.
Cara mengerjakan wudlu’ ialah:
1. Membaca “BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM”, sambil mencuci kedua belah tangan sampai pergelangan tangan dengan bersih,
2. Selesai membersihkan tangan terus berkumur-kumur tiga kali, sambil membersihkan gigi
3. Selesai berkumur terus mencuci lubang hidung tiga kali
4. Selesai mencuci lubang hidung terus mencuci muka tiga kali, mulai dari tempat tumbuhnya rambut kepala hingga bawah dagu, dan dari telinga kanan ke telinga kiri.
5. Setelah membasuh muka (mencuci muka), lalu mencuci kedua belah tangan hingga siku-siku tiga kali
6. Selesai mencuci kedua belah tangan, terus menyapu sebagian rambut kepala tiga kali
7. Selesai menyapu sebagian rambut kepala, terus menyapu kedua belah telinga tiga kali
8. Dan yang terakhir mencuci kedua belah kaki tiga kali, dari/sampai mata kaki

Keterangan:
Dalam melaksanakan pekerjaan-pekerjaan tersebut diatas, wajib dikerjakan dengan berturut-turut, artinya yang harus dahulu didahulukan dan yang harus akhir diakhirkan.

H. Mandi / Mandi Wajib

Shalat sebagaimana kita ketahui, sahnya juga suci dari hadats besar. Cara menghilangkan hadats besar dengan mandi wajib, yaitu membasuh seluruh tubuh mulai dari puncak kepala hingga ujung kaki.
Sebab-sebab yang mewajibkan mandi:
1. Bertemunya dua khitan (bersetubuh)
2. Keluar mani disebabkan bersetubuh atau dengan lain-lain sebab (Nomor 1 dan 2 dinamakan juga janabat/junub)
3. Mati, dan matinya itu bukan mati syahid
4. Karena selesai nifas (bersalin; setelah selesai berhentinya keluar darah sesudah melahirkan)
5. Karena wiladah (setelah melahirkan)
6. Karena selesai haidl

a. Fardhu mandi
1. Niat : berbareng dengan mula-mula membasuh tubuh

b. Sunnat mandi
1. Mendahulukan membasuh segala kotoran dan najis dari seluruh badan
2. Membaca “Bismillahirrahmaanirrahiim” pada permulaan mandi
3. Menghadap kiblat sewaktu mandi dan mendahulukan bagian kanan daripada kiri
4. Membasuh badan sampai tiga kali
5. Membaca do’a sebagaimana membaca do’a sesudah berwudlu’
6. Mendahulukan mengambil air wudlu’, yakni sebelum mandi disunnatkan berwudlu’ lebih dahulu

c. Larangan bagi orang yang sedang junub
Bagi mereka yang sedang berjunub, yakni mereka yang masih berhadats besar tidak boleh melakukan hal-hal sebagai berikut:
1. Melaksanakan shalat
2. Melakukan thawaf di Baitullah
3. Memegang Kitab Suci Al-Qur’an
4. Membawa/mengangkat Kitab Al-Qur’an
5. Membaca Kitab Suci Al-Qur’an
6. Berdiam diri di masjid

d. Larangan bagi yang sedang haid
Mereka yang sedang haid dilarang melakukan seperti tersebut di atas dan ditambah larangan sebagai berikut:
1. Bersenang-senang dengan apa yang antara pusat dan lutut
2. Berpuasa baik sunat maupun fardlu
3. Dijatuhi talaq (cerai)

I. Tayammum

a. Arti Tayammum
Tayammum ialah mengusap muka dan dua belah tangan dengan debu yang suci. Pada suatu ketika tayammum itu dapat menggantikan wudlu dan mandi dengan syarat-syarat tertentu.

b. Syarat-syarat tayammum
Dibolehkan bertayammum dengan syarat:
1. Tidak ada air dan telah berusaha mencarinya, tetapi tidak bertemu
2. Berhalangan menggunakan air, misalnya karena sakit yang apabila menggunakan air akan kambuh sakitnya
3. Telah masuk waktu shalat
4. Dengan debu yang suci

c. Fardlu tayammum
1. Niat (untuk dibolehkan mengerjakan shalat)
2. Mengusap muka dengan debu tanah, dengan dua kali usapan
3. Mengusap dua belah tangan hingga siku-siku dengan debu tanah dua kali
4. Memindahkan debu kepada anggota yang diusapkan
5. Tertib (berturut-turut)

Keterangan:
Yang dimaksud mengusap bukan sebagaimana menggunakan air dalam berwudlu’, tetapi cukup menyapukan saja dan bukan mengoles-oles sehingga rata seperti menggunakan air.

d. Sunnat Tayammum
1. Membaca basmalah (Bismillaahirrahmaanirrahiim)
2. Mendahulukan anggota yang kanan daripada yang kiri
3. Menipiskan debu

e. Batal Tayammum
1. Segala yang membatalkan wudlu’
2. Melihat air sebelum shalat, kecuali yang bertayammum karena sakit
3. Murtad ; keluar dari Islam

f. Cara menggunakan tayammum
Sekali bertayammum hanya dapat dipakai untuk satu shalat fardlu saja, meskipun belum batal. Adapun untuk dipakai shalat sunnat beberapa kali cukuplah dengan satu tayammum.
Bagi orang yang salah satu anggota wudlu’nya berbebat (dibalut), maka cukup bebat itu saja diusap dengan air atau tayammum, kemudian mengerjakan shalat.

PENUTUP


KESIMPULAN

Berdasarkan makalah diatas dapat disimpulkan bahwa thaharah itu adalah bersuci yang menjadi syarat yang mengesahkan untuk mengerjakan ibadah di dalam thaharoh terdapat berbagai macam cara bersuci diantaranya:

1) Istinja
Istinja ialah membersihkan kubul dan dubur sesudah buang air kecil atau buang air besar dengan memakai air yang suci. Istinja itu hukumnya wajib.

2) Berwudhu’
Air wudlu’ menurut bahasa ialah bersih atau indah. Adapun menurut hukum syara’ ialah membersihkan sebagian dan anggota badan yang tertentu untuk menghilangkan hadas kecil.

3) Tayammum
Tayammum merupakan perbuatan bersuci penganti wudhu dan mandi, dengan mengusap muka dan kedua belah tangan dengan debu yang suci.

4) Mandi
Mandi adalah membasuh seluruh tubuh mulai dari puncak kepala hingga ujung kaki.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.contohmakalah.co.cc/2010/10/makalah-tentang-thaharah.html tanggal 23 Mei 2011

http://www.andrieiskandar.co.cc/2011/04/makalah-thaharah.html tanggal 23 Mei 2011

 
Leave a comment

Posted by on July 6, 2011 in pengetahuan

 

makalah tentang zakat

Zakat
Alquran menyebutkan hal zakat dengan kata zakat pada banyak ayat, tidak kurang dari 32 tempat. Kadang –kadang Alquran menyebut kata shadaqah dengan arti zakat.
1. Pengertian zakat
Dari segi bahas, zakat berarti suci, berkembang dan barakah.
QS Maryam (19):13 menggunakan kata zakat yang berarti suci, yaitu menerangkan adanya anugerah Tuhan kepada Yahya yang berupa rasa belas kasihan, kesucian hati dari dosa dan taqwa.
QS. An Nur (24): 21 menggunakan kata zaka,kata kerja, dengan arti bersih dari keburukan dan kemurkaan, yaitu yang menegaskan bahwa orang dapat bersih dari perbuatan keji dan mungkar hanyalah karena adanya karunia dan rahmat Tuhan.
QS At Taubah (9): 103 menggunakan kata tuzakki, kata kerja, dengan arti menyuburkan dan mengembangkan karena mendapat barakah Allah, yaitu yang menyebutkan perintah Allah kepada Nabi Muhammad untuk mengambil shadaqah (zakat) dari harta orang kaya untuk membersihkan dan menyucikan (menyuburkan dan mengembangkan dan mengembangkan harta mereka atas barakah Allah).
2. Dalil/ dasar tentang zakat
Zakat adalah sendi agama Islam yang ketiga, yaitu setelah syahadat dan shalat. Sedemikian penting kedudukan zakat sehingga banyak ayat Alquran yang menyebutkannya bersama-sama dengan shalat.
Mengeluarkan sebagian harta untuk kepentingan masyarakat yang memerlukan pertolongan telah dinyatakan sebagai hal yang tidak dapat dipisahkan dari aama sejak mula islam diajarkan di Mekkah sebelum hijrah.
Ayat al quran yang diturunkan pada zaman Mekkah telah banyak menyebutkan perintah berbuat baik yang bersifat kemasyarakatan seperti : member makan orang miskin, mengasuh anak yatim, memerdekakan budak, menentukan pada harta si kaya terdapat hak orang fakir miskin dan sebagiannya.
Pada zaman Madinah, setelah Nabi hijrah, zakat diperintahkan dengan cara yang belum pernah dialami dalam syariat pada Rasul sebelumnya, bahkan belum pernah terjadi pula dalam sistem keuangan yang dibuat umat manusia sendiri.
Zakat adalah kewajiban atas harta orang kaya, bukan karena kemurahan hati sikaya terhadap si miskin. Zakat adalah kewajiban agama yang dapat dipaksakan terhadap para wajib zakat jika mereka tidak mau menyebarkan. Pernah khalifah Abu Bakar memerangi kaum ynag menolak membayarkan zakat.
Zakat merupakan amat penting dalam sistem ekonomi islam. Islam menetapkan bermacam harta yang wajib dikeluarkan zakatnya; ditentukan juga batas minimum harta yang sudah wajib dikenai zakat, ditentukan juga kapan waktunya zakat harus dibayar, demikian pula kadar zakat yang harus dikeluarkan, ditentukan juga siapa saja yang berhak menerima zakat.
Firman Allah yang memerintahkan kewajiban zakat, misalnya;

Artinya: “Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat” (Q.S An-Nisa : 77)

Pada ayat lain Allah berfirman :

Artinya : “Ambillah dari harta mereka sedekah wajib (zakat) untuk membersihkan dan mensucikan dengannya” (At-Taubah : 103)

Zakat yang merupakan ibadah yang menyangkut harta benda dan berfungsi social itu adalah ibadah yang telah tua umurnya, dan dikenal dalam agama wahyu yang dibawakan para rasul yang terdahulu.
QS Al Anbiyaa’ (21):73 menyebutkan bahwa Ibrahim, Ishak dan Yakub dijadikan Allah sebagai imam yang menyampaikan petunjuk atas perintah Allah. Mereka diperintahkan untuk berbuat kebaikan, menegakkan shalat dan membayarkan zakat. Mereka di nyatakan sebagai orang yang selalu beribadah kepada Allah.
QS Maryam (19): 55 menyebutkan bahwa Nabi Ismail memerintahkan kepada umatnya untuk menegakkan salat dan membayarkan zakat. Nabi Ismail dinyatakan sebagai orang yang memperoleh keridaan di hadirat Tuhannya.

Allah mengambil perjanjian dari orang Bani Israil agar mereka hanya menyembah Allah saja, berbuat baik kepada dua orang tua, sanak kerabat, anak yatim, dan orang miskin, berkata yang baik kepada orang banyak, menegakkan salat, dan membayarkan zakat (QS Al Baqarah (2): 83).
Nabi Isa dalam ayunannya mengatakan menerima perintah ALLah untuk menegakkan salat dan membayar zakat (QS Maryam (19): 31).

3. Macam-macam zakat
Secara umum zakat ada dua macam yaitu:
1. Zakat fitrah
2. Zakat maal
Ada beberapa harta yang harus dikeluarkan sebesar 10 % yaitu: tanaman-tanaman yang disirami tidak memerlukan tenaga manusia; ada yang sebesar 5% yaitu tanaman-tanaman yang disiram dengan alat-alat siraman, dan zakat dibayarkan pada waktu panen.
Ada beberapa macam harta yang terkena wajib zakat 2,5 % yaitu emas, perak, dan harta dagangan. Zakatnya dibayarkan setahun sekali.
Ada lagi zakat binatang ternak yang diatur amat rapi.
Batas kekayaan yang dikenai wajib zakat tidak terlalu tinggi sehingga orang yang dipadang mampu ikut serta memikul kewajiban jaminan social sudah terkena wajib zakat

A. Zakat fitrah
a) Pengertian
Zakat fitrah adalah zakat terhadap jiwa yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim untuk membersihkan dirinya dan keluarga yang menjadi tanggungannya. Nabi SAW bersabda yang artinya “ Rasulallah telah mewajibkan zakat fitrah untuk membersihkan diri orang-orang yang berpuasa dari perbuatan yang tidak berguna dan perkataan kotor serta untuk member makan kepada orang miskin. (H.R Abu Daud)
b) Syarat-syarat waji zakat fitrah
• Islam
• Masih hidup pada waktu hari raya idul fitri, termasuk bayi
• Ada kelebihan makanan bagi diri dan keluarganya dalam sehari semalam itu
c) Hukum zakat fitrah
Zakat fitrah hukumnya fardu ain bagi setiap muslim, meskipun masih bayi yang baru lahir, kewajiban ini tentunya menjadi tanggung jawab kepala keluarga.
d) Waktu membayar zakat fitrah
Zakat fitrah dapat dibayar pada:
• Awal ramadhan (ta’jil)
• Pertengahan ramadhan
• Akhir ramadhan
Namun yang paling utama ialah pada akhir ramadham setelah terbenam matahari hingga menjelang shalat idul fitri. Zakat yang dibayarkan setelah shalat idul fitri tidak sah dan hanya dia nggap sebagai shaqadah biasa.
e) Mustahiq zakat ( orang yang berhak menerima zakat fitrah)
Ada 8 asnaf atau golongan yaitu:
• Orang fakir
• Orang miskin
• Ami (pengurus zakat)l
• Para muallaf (orang yang baru masuk islam)
• Untuk memerdekan budak
• Orang yang berhutang
• Fisabilillah (Untuk jalan Allah)
• Ibnu sabil (Untuk orang yang sedang dalam perjalanan)
Orang yang berhak menerima zakat ini diterangkan dalam firman Allah surat At-Taubah ayat 60 yang artinya: “sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, amil (pengurus zakat), para muallaf (yang dibujuk hatinya), untuk memerdekakan budak , orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah (fisabilillah), dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan (ibnu sabil), sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah , dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (Q.S At-taubah : 60).
Dari delapan golongan itu yang paling utama ialah fakir miskin. Karena tujuan utama zakat fitrah ialah membantu fakir miskin agar terlepas dan kesusahan makan, sehingga mereka dapat gembira pada hari raya idul fitri.
Harta yang dapat digunakan untuk membayar zakat fitrah ialah bahan makanan pokok. Zakat fitrah dapat diganti dengan uang yang nilainya sama dengan bahan makanan tersebut.
f) Besarnya zakat fitrah
Setiap jiwa sebesar 1 sha = 2,5 Kg.

B. Zakat Maal (harta)
a) Pengertian dan hukum zakat maal
• Zakat maal (harta) ialah : zakat yang berhubungan dengan harta benda yang menjadi hak milik seseorang
• Tujuan zakat maal ialah untuk membersihkan / mensucikan harta yang dimilki.
• Zakat maal hukumnya wajib bagi orang islam yang hartanya telah mencapai nisab dan haul
• Nisab ialah batas minimal harta ynag dimiliki oleh seseorag terhadap kewajiban zakat.
• Haul ialah batas waktu kepemilikan harta seseorang terhadap kewajiban zakat.
b) Harta yang wajib di zakati:
1. Emas, perak, dan uang
2. Harta perniagaan
3. Harta pertanian
4. Hewan ternak
5. Hasil tambang
6. Barang temuan
c) Nisab, haul dan besarnya zakat terhadap harta yang wajib dizakati
1. Emas, perak dan uang (zakat Nuqud)
Nisab emas – 20 mitsqal : 93,6 gram
Nisab perak – 200 dirham : 624 gram
Nisab uang – seharga nisab emas dan perak
Haulnya — telah dimiliki selama satu tahun
Besarnya zakat – 2,5 % atau 1/40 dari emas, perak atau uang yang dimilikinya
2. Zakat harta perniagaan (zakat tijarah)
Semua jenis perniagaan wajib dikeluarkan zakatnya
Sabda Nabi SAW yang artinya “Dari samrah: Rasulullah memerintahkan kepada kami agar mengeluarkan zakat dan barang yang disediain untuk dijual”. (HR. Daruqutni dan Daud)
Nisab zakat harta perniagaan ialah seharga nisab emas (93,6 gram).
Haul zakat harta perniagaan ialah 1 tahun.
Besarnya zakat harta perniagaan ialah 2,5% atau 1/40 dari seluruh harta perniagaan itu.
3. Zakat hasil pertanian (zakat zira’ah)
Hasil pertanian ada yang berupa biji-bijian dan buah-buahan.
Biji-bijian yang wajib dizakati ialah padi, jagung, gandum, dan tanaman sejenisnya sebagai makanan pokok.
Buah-buahan wajib dizakati ialah: kurma dan anggur
Namun demikian, para ulama sepakat bahwa semua jenis hasil pertanian patut dikenakan zakat bila telah mencapai nisab seharga gandum, kurma dan anggur.
 Nisab zakat biji-bijian dan buah-buahan:
5 wasaq (jika biji-bijian itu sudah bersih dari kulitnya)
10 wasaq (jika masih berkulit)
1 wasaq sama dengan 60 sha’
1 sha’ sama dengan 3,1 liter
Jadi 5 wasaq=5x60x3,1 liter=930 liter= 690 kg jika dibulatkan menjadi 7 kwintal.
10 wasaq=14 kwintal
 Zakat biji-bijian dan buah-buahan dikeluarkan setiap panen (tidak ditentukan haul dalam satu tahun)
Allah SWT berfirman, yang artinya “keluarkanlah zakat buah-buahn dan biji-bijian pada waktu memetik hasilnya” (Al-An’am :141)
 Besarnya zakat :
a. 10% atau 1/10 dari hasil panennya (jika pertanian tersebut tadah hujan)
b. 5% atau 1/20 dari hasil panen (jika pertanian itu pengairannya memerlukan biaya)

4. Zakat binatang ternak (zakat An’am)
Jenis ternak yang wajib di zakati ialah : unta, kerbau/sapi, dan kambing. Namun hewan ternak yang lainpun juga wajib dizakati, jika telah mencapai nisab seharga dengan nisab hewan-hewan tersebut.
Nisab unta —–5 ekor
Nisab kerbau atau sapi —– 30 ekor
Nisab kambing —– 40 ekor
Haul hewan ternak ialah —— 1 tahun
Tabel dibawah ini menjelaskan tentang nisab dan besarnya zakat masing-masing hewan ternak

# nisab dan zakat unta:

Nisab
5 -9

10 -14

15 – 19

20 – 24

25 – 35
36 – 45
46 – 60
61 – 75
76 – 90
91 – 120
121

Zakatnya
Bilangan dan jenis zakat
Seekor kambing biasa
Atau seekor kambing domba
2 ekor kambing biasa
Atau 2 ekor kambing domba
3 ekor kambing biasa
Atau 3 ekor kambing domba
4 ekor kambing biasa
Atau 4 ekor kambing domba
Seekor anak unta
Seekor anak unta
Seekor anak unta
Seekor anak unta
2 ekor anak unta
2 ekor anak unta
3 ekor anak unta

umurnya
2 tahun lebih
1 tahun lebih
2 tahun lebih
1 tahun lebih
2 tahun lebih
1 tahun lebih
2 tahun lebih
1 tahun lebih
1 tahun lebih
2 tahun lebih
3 tahun lebih
4 tahun lebih
2 tahun lebih
3 tahun lebih
2 tahun lebih

Kemudian tiap-tiap 40 ekor zakatnya satu ekor anak unta umur 2 tahun lebih dan tiap-tiap 50 ekor zakatnya satu ekor anak unta umur 3 tahun.
# nisab dan zakat sapi atau kerbau
Nisab Zakatnya
Bilangan umurnya
30 – 39
40 – 59
60 – 69
70 – ….
100 1 ekor anak sapi atau 1 ekor anak kerbau
1 ekor anak sapi atau 1 ekor kerbau
2 ekor anak sapi atau kerbau
2 ekor sapi atau kerbau
3 ekor sapi atau kerbau 1 tahun lebih
2 tahun lebih
1 tahun lebih
2 tahun lebih
2 tahun lebih

# Nisab dan zakat kambing
Nisab Zakatnya
Bilangan umurnya
40 – 120

121 – 200

201 – 399

400 – ….

500 – 599
600 1 ekor kambing betina atau
1 ekor domba betina
2 ekor kambing betina atau
2 ekor domba betina
3 ekor kambing betina
4 ekor domba betina
4 ekor kambing betina
4 ekor domba betina
5 ekor kambing betina
6 ekor kambing betina 2 tahun lebih
1 tahun lebih
2 tahun lebih
1 tahun lebih
2 tahun lebih
1 tahun lebih
2 tahun lebih
1 tahun lebih
2 tahun lebih
2 tahun lebih

6. Zakat hasil tambang (zakat rikas)
Nisab hasil tambang adalah senilai dengan nisab emas dan perak.
Pembayaran zakatnya di saat penambangan terjadi (tidak menunggu haul).
Besarnya zakat adalah 5% atau 1/20 dari hasil penambangan itu.
7. Zakat hasil temuan (zakat luqathah)
Nisab barang temuan adalah senilai dengan nisab emas dan perak.
Besarnya zakat adalah 20% atau 1/5 dari harta temuan itu.

4. Syarat-syarat wajib zakat
a) Islam
b) Baligh
c) Berakal sehat
d) Merdeka
e) Milik sendiri
f) Mencukupi nisab/haul
5. Orang yang berhak menerima zakat
1) Fakir yaitu orang yang tidak punya harta dan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Zakat adalah hak si fakir dalam kedudukannya sebagai saudara si kaya , baik dalam keyakinan agama maupun dalam kemanusiaan.
Islam mengajarkan bahwa masyarakat itu seperti satu keluarga yang harus hidup dalam suasana tanggung menanggung dan jamin menjamin satu sama lain, bahkan seperti satu badan. Apabila ada anggota badan yang menderita sakit, anggota lainnya ikut merasakan.
Oleh karena itu, si fakir berhak dibantu dan ditolong apabila ia tidak mampu bekerja atau mampu bekerja tetapi tidak mendapatkan lapangan kerja, atau sudah bekerja tetapi hasilnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan, atau memperoleh hasil yang cukup tetapi mengalami penderitaan yang mendadak sehingga memerlukan pertolongan.
Islam mengajarkan bahwa orang belum beriman dan tidak pula berperikemanusiaan apabila ia hidup berkelebihan dari kebutuhannua. Pada saat tetangganya hidup berkekurangan, tetapi sikaya tersebut tidak tergerak untuk member pertolongan apa pun kepada tetangga yang berkekurangan itu.
QS.Al Muddatstsir (74): 40-44 menyebutkan gambaran kehidupan akhirat. Ari surge, orang ahli surge bertaya kepada penghuni neraka, mengapa mereka masuk neraka itu; oleh penghuni neraka dijawab bahwa hal itu disebabkan mereka tidak termasuk golongan orang yang mengerjakan salat, dan tidak pula memberikan makan kepada orang miskin.
QS Al Maa’uun (107): 1-7 mengajarkan bahwa orang tidak beriman kepada hari akhir apabila ia mengabaikan nasib anak yatim, tidak memperhatikan kebutuhan orang miskin, tidak Melaksanakan kewajiban salat dengan sebaik-baiknya, tidak ikhlas dalam melakukan ibadah kepada Tuhan, dan tidak mau memberikan pertolongan kepda orang lain yang memerlukannya.

2) Miskin yaitu orang yang punya harta dan penghasilan tapi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Sebenarnya dua istilah fakir dan miskin itu berarti orang yan memerlukan bantuan untuk mencukupkan kebutuhan hidupnya. Namun keadaan orang miskin lebih baik daripada keadaan orang fakir.
Pemberian bagian untuk fakir miskin tidak merupakan jumlah uang yang amat kecil, seratus duaratus rupiah, tetapi yang dapat untuk menjadi bekal hidup beberapa waktu kemudian.
Misalnya, apabila ia berdagang, diberi sejumlah uang yang dapat untuk melanjutkan dagangannya; apabila ia bekerja membuat kerajinan, diberi sejumlah uang yang dapat untuk membeli alat untuk membuat kerajinannya. Jangan sampai hak fakir miskin atas harta zakat itu justru mendorongnya untuk menganggur, menanti pemberian bagian zakat yang akan diterimanya.
Hadis Nabi riwayat Abu Daud dan Turmudzi mengajarkan bahwa zakat tidak halal bagi orang yang mempunyai kesanggupan bekerjanya.
Hadis riwayat Abu Daud dan Nasai menceritakan bahwa pada waktu Nabi sedang membagi zakat dalam haji wada’, datanglah dua orang laki-laki minta bagian. Nabi memperhatikan mereka, dan ternyata mereka adalah orang yang cukup kuat . kemudian Nabi berkata,
“apabila kami menginginkan, kamu akan kuberi: tetapi supaya diketahui bahwa orang yang kaya dan orang yang kuat untuk bekerja tidak berhak atas zakat itu”

Hadis yang menyebutkan bahwa orang yang cukup kuat untuk bekerja dan mencari nafkah jangan sampai merasa berhak atas bagian zakat itu dimaksudkan agar orang mengutamakan makan dari hasil kerjanya daripada makan dari hasil kerjanya makan dari bagian zakat yang diterimanya.
Orang islam wajib bekerja, dan Negara berkewajiban memberikan kesempatan untuk orang dapat bekerja, dalam hal orang benar-benar mengalami kelemahan, negaralah yang member kecukupan.
Hak fakir miskin atas harta zakat dapat dikembangkan dijadikan modal usaha yang akan dapat lebih menguntungkan bagi kaum fakir miskin sendiri. Misalnya, untuk modal usaha penjahitan yang menampung tukang jahit yang berhak atas bagian zakat, untuk modal perusahaan penggilingan minyak kelapa yang para pegawainya adalah golongan fakir miskin yang berhak atas bagian harta zakat, dan sebagainya.
Dalam hal harta zakat yang menjadi bagian fakir miskin itu dikembangkan dan para pelaksananya adalah para fakir miskin sendiri, mereka adalah pemilik saham pada perusahaan tempat mereka bekerja.

3) Amil yaitu orang yang mengurusi zakat, orang yang bekerja untuk memungut zakat dari wajib zakat, orang yang membukukan hasil pemungutan zakat, orang yang menyimpan harta zakat, orang yang menbagi-bagikan harta zakat kepada mereka yang berhak , dan sebagainya.
Dalam hal para amil adalah pegawai negeri yang mendapat tugas resmi bertindak sebagai amil, bagian para amil itu masuk kepada pemerintah , tidak diberikan kepada para petugas bersangkutan. Hal ini berarti bahwa pendapatan Negara antara lain dapat diperoleh dari harta zakat.

4) Muallaf yaitu orang yang baru masuk islam (agar lebih mantap keyakinannya kepada islam), orang yang dilunakkan hatinya terhadap agama Islam; untuk menguatkan pendirian orang dalam berpegang kepada agama Islam, untuk mengharapkan kesediaannya dalam membela kaum musimin atau untuk mencegah gangguan orang terhadap kaum muslimin.
Nabi pernah memberikan bagian kepada orang yang diharapkan masuk Islam, seperti Sofwan bin Umayyah, salah seorang bangsawan Jahiliah, yang akhirnya masuk Islam dan menjadi orang Islam yang baik.
Orang yang baru saja masuk Islam seringkali terputus hubungan dengan keluarganya yang masih belum mau masuk Islam. Oleh karena itu , dalam menjaga agar mereka jangan sampai kecil hati dan dalam waktu sama untuk membantu keperluan hidupnya, kepada mereka diberikan hak menerima bagian zakat.
Orang muallaf itu adakalanya terdiri dari orang berpengaruh yang simpati kepad Islam, tetapi belum mau masuk Islam. Kepadanyadiberikan hak menerima zakat dengan harapan akan dapat membantu kaum muslimin menghadapi lawan-lawannya.
Ada lagi golongan muallaf yang terdiri dari orang yang tidak suka kepada Islam. Untuk menjaga agar mereka jangan mengadakan gangguan terhadap kaum muslimin, kepada mereka diberikan hak menerima bagian zakat.
Apakah golongan muallaf itu dipandang ada atau tidak ada, bergantung ke pada pertimbangan para penguasa Islam dan para penasihatnya.
Apabila pada suatu ketika dilihat adanya golongan muallaf dengan pertimbangan tersebut di atas, hak mereka atas bagian zakat dikeluarkan. Apabila pada suatu ketika mereka itu dipandang tidak ada, bagian zakat mereka pun tidak perlu dikeluarkan.
Dalam sejarah Islam, yaitu pada zaman Khalifah Umar, Khalifah ke-2, dirasakan Islam telah benar-benar kuat sehingga bantuan orang muallaf tidak diperlukan, atau dengan kata lain, tidak dirasakan perlu adanya golongan orang yang dilunakkan hatinya terhadap Islam. Maka, diambillah suatu keputusan bahwa pada masaitu tidak ada golongan mualaf sehingga bagian zakat untuk para mualaf punditiadakan.
Namun, pada masa seperti sekarang ini, golongan muallaf itu ada. Mereka adalah orang yang baru masuk Islam, yang terputus hubungan dengan keluarganya dan sering untuk beberapa lamanya mengalami tekanan ekonomi. Orang seperti itu memerlukan bantuan guna membesarkan hati karena telah memeluk Islam dan dalam waktu sama untuk meringankan dari tekanan ekonomi yang mereka alami.

5) Riqab yaitu yang memerdekakan budak
Islam lahir pada saat banyak bangsa mengakui sistem perbudakan. Islam berusaha menghapuskan perbudakan secara berangsur-angsur . memerdekakan budak dijadikan sebagai kifarat dalam berbagai macam pelanggaran larangan agama. Seperti: melanggar sumpah, melanggar larangan berkumpul suami-istri pada siang dalam bulan Ramadhan , membunuh orang mukmin tidak sengaja, dan sebagainya. Kaum muslimin digembirakan memerdekakan budak, dan dijadikan akan mendapat pahala amat besar.
Kepada para budak yang akan memerdekakan diri dengan membayar tebusan, diberi bagian zakat agar benar-benar dapat merdeka. Bahkan lebih daripada itu, bagian zakat untuk memerdekakan budak dapat diwujudkan uang untuk membeli budak dan kemudian dimerdekakan.
Pada waktu sekarang bagian ini tidak diperlukan lagi karena sistem perbudakan di seluruh dunia telah lenyap. Bagian ini dapat juga disalurkan utnuk member bantuan kepada gerakan bangsa beragama Islam yang ingin membebaskan diri dari penjajahan asing.

6) Gharimin yaitu orang yang punya hutang untuk kebaikan
Yang dimaksud dengan golongan ini ialah orang yang mempunyai beban hutang bertumpuk-tumpuk sehingga tidak mungkin melunasinya, dengan syarat hutang itu bukan yang bersifat maksiat, bukan pula hutang sebagai akibat hidup bermewah-mewah.
Orang yang berhutang untuk maksiat, misalnya hutang untuk berjudi, tidak berhak mendapat pertolongan dari harta zakat.
Demikian pula, orang yang mempunyai banyak hutang karena hidup bermewah-mewah tidak berhak mendapat bantuan dari harta zakat. Namun apabila mereka telah menyatakan bertobat dan akan hidup lurus dan apabila tobat dan keinginan untuk hidup lurus itu benar-benar dapat diyakini, untuk menutup hutang yang lalu, mereka berhak atas bagian zakat.
Islam mengajarkan agar orang jangan berhutang kepada orang lain, kecuali apabila terpaksa. Dalam keadaan terpaksa, dimungkinkan orang berhutang kepada orang lain, sekedar untuk mencukupkan kebutuhan yang primer, seperti: sandang, pangan dan perumahan, pengobatan.
Apabila untuk memenuhi kebutuhan primer itu tiba-tiba harus hutang terus-menerus sehingga memerlukan bantuan, kepada mereka diberikan zakat agar dapat untuk membayar hutangnya.

7) Sabilillah yaitu untuk kegiatan di jalan Allah / kepentingan Islam.
Arti kata sabilillah adalah jalan Allah. Pengertian yang banyak diberikan pada masa permulaan Islam ialah perang untuk membela agama Allah. Jadi, bagian zakat untuk sabilillah adalah untuk keperluan persiapan dan perlengkapan perang membela agama Allah.
Pengertian tersebut ada relevansinya dengan keadaan agama Islam pada masa Nabi, yang selalu menghadapi rintangan dari kaum Quraisy Mekah maupun sabotase dari kaum Ahli Kitab Madinah hingga memerlukan kekuatan material dan persenjataan. Untuk semuanya itu, diperlukan biaya yang dpat diperoleh dari harta zakat.
Namun, apabila membaca hadis Nabi yang mengajarkan bahwa orang yang bekerja mencari nafkah untuk mencukupkan kebutuhan orang tuanya yang telah lanjut uai juga termasuk mempunyai hak ata bagian zakat itu lebih luas daripada untuk keperluan perang membela agama Allah.sabilillah mencakup semua perbuatan yang diizinkan Allah, yang diperlukan untuk menegakkan agama Allah dan melaksanakan hukum dan ajaran-Nya, yang dilakukan dengan niat memperoleh keridaan-Nya.
Menyelenggarakan tempat ibadah, sekolahan, rumah sakit, panti asuahn anak yatim, dan sebagainya termasuk sabilillah yag dapat dibiayai dengan harta zakat.

8) Ibnu sabil yaitu orang yang mengadakan perjalanan bukan untuk maksiat dan kehabisan bekal.
Termasuk golongan ini adalah para pengungsi yang meninggalkan kampong halamannya untukmenyelamatkan diri atau agamanya dari tindakan penguasa yang sewenang-wenang.
Bagian zakat diberikan kepada mereka untuk menghilangkan rasa sebagai orang asing di tengah-tengah masyarakat seagama, disamping memberikan bantuan utnuk mencukupkan perbekalannya. Namun, hal ini tidak dapat diartikan bahwa tanpa perbealan yang cukup, orang dibenarkan mengadakan perjalanan haji misalnya, dengan keyakinan apabila dalam perjalanan nanti kehabisan bekal, akan dapat minta bagian, zakat dari kaum muslimin di tempat ia kehabisan bekal itu.

6. Hikmah zakat

Secara singkat, hikmah zakat yaitu:
 Membersihkan harta dan mensucikan hati dari sifat kikir
 Harta menjadi berkah berkat doa para mustahiq
 Mempertebal iman dan taqwa
 Meringankan beban fakir miskin
 Mengurangi kesenjangan social atau memperkecil jurang pemisah antara si kaya dan si miskin
 Membiasakan tolong menolong
 Terhindar dari pencurian karena hak fakir miskin telah diberikan
 Meningkatkan kesejahteraan umat Islam

7. Tujuan zakat
Zakat, yang mengandung pengertian bersih dan suci serta berkembang dan bertambah, mempunyai arti amat penting dalam hidup manusia secara perseorangan maupun bermasyarakat.
→ Zakat membersihkan dan mensucikan
Zakat dengan pengertian bersih dan suci mempunyai tujuan membersihkan hati si kaya dari sifat kikir. Manusia berwatak amat cinta kepada harta benda. Manusia senang mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Jika keinginan orang memiliki emas sebesar gunung terlaksana, niscaya ia masih menginginkan yang kedua, ketiga, dst. Bagi manusia, mencari harta kekayaan itu ibarat orang lapar yang makan tanpa pernah merasa kenyang. Untuk membersihkan sifat kikir terhadap harta kekayaan yang amat dicintai itulah zakat diperintahkan.
QS Al Hasyr (59): 9 dan QS At Taghaabun (64): 16 mengajarkan bahwa orang yang dipelihara dari sifat kekikiran dirinya adalah orang yang beruntung.
Dari segi lain, zakat diperintahkan dengan tujuan untuk membersihka hati golongan miskin dari sifat dengki dan irir hati kepada golongan kaya yang menimbun-nimbun harta pemberian Allah.
Manusia yang berwatak amat cinta kepada harta benda itu mempunyai keinginan untuk memilikinya. Apabila dengan jalan yang legal tidak mungkin, orang yang lemah rohaniahnya akan menempuh jalan yang tidak legal, seperti: menipu, mencuri, merampok dan sebagainya.
Zakat diperintahkan dengan tujuan antara lain utnuk menjaga jangan samapai golongan miskin dengki dan iri hati terhadap golongan kaya yang selalu mengumpulkan dan menghitung harta kekayaan, dengan melakukan tindakan yang merugikan masyarakat.
Dari segi inilah dapat dipahami firman Allah yang memerintahkan Nabi Muhammad Saw. Untuk memungut zakat itu dinyatakan dengan maksud untuk membersihkan dan mensucikan masyarakat , pada golongan kaya dari sifat kikir dan pada golongan miskin dari sifat dengki dan iri hati.
Tujuan membersihkan dan mensucikan itu dapat pula mengenai harta benda yang dikenakan zakat. Dalam hal ini zakat mempunyai tujuan untuk membersihkan harta benda si kaya dari hak orang lain yang menyangkutnya. Harta yang tidak dibayarkan zakatnya, berarti masih tersangkut dengan hak orang lain, yang apabila dipertahankan tidak dibayarkan, harta itu akan menjadi binasa. Orang tua berpesan , “Batu rampasan yang terdapat dalam banguan, cukup menjadi jaminan hancurnya bangunan tersebut” demikian pulalah halnya, seratus dua ratus rupiah hak orang miskin yang ada pada harta orang kaya, cukup menjadi jaminan menjadi kotornya seluruh harta.
Hadis riwayat Al-Hakim mengajarkan,
“apabila engkau telah membayarkan zakat hartamu, bererti telah kau hilangkan keburukan harta itu.”
Lebih landas lagi , hadis riwayat Abu Daud mengajarkan, “bentengilah harta bendamu dengan membayarkan zakatnya.”

→ Zakat mengembangkan dan menambah
Zakat dengan perhatian berkembang dan bertambah mempunyai arti luas. Zakat yang dibayarkan dengan ikhlas membawakan perkembangan jiwa siwajib zakat, akan membebaskannya dari perbudakan benda, dan ia akan hidup menguasai benda, tidak dikuasai benda.
Harta benda yang dimiliki menjadi sarana untuk patuh taat kepada perintah Allah. Harta benda yang dimilkinya menjadi sarana untuk melakukan ibadah kepada Allah. Maka, ia dapat , mengalahkan hawa nafsunya yang selalu membujuknya untuk tetap bertabiat kikir.
Dari segi lain, zakat membawakan perkembangan jiwa orang miskin. Ia akan merasa bukan orang asing di tengah-tengah masyarakatnya, bukan orang terbuang karena kelemahan material yang dialaminya. Ia merasa diperhatikan nasibnya. Masyarakat tidak akan membiarkan hidup terlantar.
Namun, ia pun tidak pernah merasa hina sebab ia peroleh haknya atas harta zakat bukan dari perorangan, yang mungkin akan merasa lebih tinggi kedudukannya daripada orang miskin karena zakat yang dikeluarkannya. Ia peroleh haknya atas harta zakat itu dari Negara yang bertindak sebagai amil zakat. Kalau ia terima juga haknya atas harta zakat itu dari Negara yang bertinfak sebagai amil zakat. Kalau ia terima yang terkena wajib zakat sendiri, ia akan tetap tenang karena Alquran telah memperingatkan orang lain, berupa zakat atau shadaqah pada umumnya dan jangan sekali-sekali menghitung-hitung kebaikan didepan orang yang menerima pemberian, serta jangan pula menyakiti hatinya.
Zakat juga membawakan perkembangan pada harta yang dibayarkan zakatnya, dan mendatangkan barakah Allah pula. Orang yang hidupnya diperbudak benda akan beranggapan bahwa zakat itu mengurangi harta kekayaannya. Baginya, tidak masuk akal apabila dikatakan bahwa zakat membawakan perkembangan dan tambahan harta. Namun, orang yang insaf akan mengetahui di mana letak perkembangan dan tambahan itu.
Ia tahu bahwa di balik kekurangan harta yang tampak sepintas lalu itu, terdapat sebenarnya. Tambahan itu terjadi dalam harta masyarakat dan pada harta si kaya sendiri. Harta yang dibayarkan sebagai zakat oleh si kaya hanya sedikit dibandingkan dengan besarnya harta yang dikeluarkan zakatnya, pasti kembali kepadanya dengan berlipat ganda, disadari maupun tidak.
Untuk meyakinkan kembalinua harta yang dikeluarkan sebagai zakat dengan berlipat ganda itu dapat kita ambil analogi duniawi. Banyak Negara kaya member bantuan kepada Negara miskin, bukan karena Allah, tetapi dengan motif agar Negara yang menerima bantuan itu dapat meningkat daya belinya, untuk kemudian dapat membeli hasil produksi Negara yang bersangkutan, dan ternyata berhasil. Dengan demikian, uang bantuan dengan berlipat ganda, dengan memperoleh keuntungan atas hasil produksi.
Dari segi kejiwaan, uang seribu, dua ribu rupiah di tangan orang yang dicintai orang banyak, didoakan pula oleh orang banyak, dan banyak pula tangan yang mengulurkan pertolongan kepadanya akanlebih potensialdan lebih dinamis daripada uang puluhan ribu di tangan orang lain, yang hidup mementingkan diri sendiri, dan amat dikuasai oleh sifat egoismenya serta menaruh rasa dengki terhadap orang lain.
Perkembangan harta yang dikeluarkan zakatnya dalam arti ekonomis itu dapat dipergunakan untuk menafsirkan firman Allah dalam QS Saba’ (34): 39 yang mengajarkan bahwa setan menakuti orang yang membelanjakan harta untuk memenuhi suruhan agama akan jatuh miskin dan selalu menyuruh orang berbuat keji; sedang Allah menjanjikan ampunan dan anugerah; Allah Maha Luas rezekinya dan Maha Mengetahui.
Firman Allah dalam QS Ar Rum (30): 39 mengajarkan bahwa zakat yang dibayarkan dengan ikhlas karena Allah semata-mata akan memperoleh balasan ynag berlipat ganda.
Firman Allah dalam QS Al Baqarah (2): 276 mengajarkan bahwa Allah menghapuskan barakah-Nya dalam harta riba dan melipat-gandakan harta shadaqah.
Kita harus selalu ingat bahwa Allah yang berjanji akan memberikan balasan dan ganti yang berlipat ganda atas harta zakat itu adalah juga yang memberikan rezeki berupa harta yang kita keluarkan zakatnya. Allah pasti tidak akan menyalahi janji; akan diberikan anugerahnya kepada orang yang dikehendaki-Nya, berupa apa pun; sungguh Allah Mahakaya dan Maha Terpuji.
 Zakat dan pertanggungan social
Dari segi siapa yang berhak atas harta zakat dapat diketahui bahwa perintah zakat itu merupakan salah satu cara untuk menyatakan ajaran Islam tentang pertanggungan social. Islam tidak menghendaki ada orang dalam masyarakat yang tidak memperoleh makan, pakaian, dan tempat tinggal yang diperlukan dalam hidupnya. Kebutuhan primer yang tiga macam itu harus dalam naungan ajaran Islam. Setiap muslim diwajibkan berusaha untuk memperoleh kebutuhan primernya itu.
Dalam hal benar-benar orang tidak mampu berusaha sendiri karena kelemahan yang di deritanya, masyarakatlah yang berkewajiban menanggungnya. Jangan sampai ada anggotanya yang lapar, tidak berpakaian, dan tidak memperoleh tempat berteduh.

 Zakat mendekatkan jarak antara si kaya dan si miskin
Zakat juga merupakan salah satu cara untuk mendekatkan jarak antara si kaya dan si miskin. Islam sebagai agama fitrah tidak menentang sifat pembawaan kodrat manusia, tetapi mendidik dan menyalurkan kepada nilai hidup yang tinggi. Islam mengakui hak milik perseorangan yang diperoleh dengan jalan halal.
Berikutnya, Islam pun mengakui adanya perbedaan kekayaan di antara perorangan karena Allah memang melebihkan sebagian orang atas sebagian yang lain mengenai rezeki yang diberikan, sebagai akibat dari perbedaan kemampuan dan pembawaan bakat masing-masing. Namun, pengakuan adanya perbedaan kekayaan itu tidak boleh berakibat si kaya makin bertambah kaya dan si miskin makin kurus kering sehingga jurang yang memisahkan antara dua golongan ini amat dalam, mereka tidak bertemu satu sam lain.
Islam mewajibkan zakat guna mempertemukan hati si kaya dengan hati si miskin . si kaya tidak menindas dan si miskin dapat di tingkatkan taraf hidupnya. Zakat adalah pungutan wajib dari pihak kaya dan oemberian hak kepada pihak miskin.

 Zakat antimanipulasi harta
Diwajibkannya zakat bertujuan juga untuk menggiatkan peredaran atau investasi harta benda agar jangan sampai bertumpuk dan tidak berkembang. Harta benda yang tertimbun berarti kehilangan potensi. Islam melarang orang menumpuk harta tanpa berfungsi untuk kepentingan masyarakat. Dengan kewajiban membayar zakat, orang dipaksa mengembangkannya, sebab kalau tidak , akan berangsur-angsur habis dimakan zakat. Dari segi inilah Nabi berpesan kepada para wali yang memegang harta anak yatim agar harta itu diperdagangkan agar tidak menjadi habis termakan zakat.


Daftar Pustaka

Basyir, Ahmad Azhar. Falsafah Ibadah Yogyakarta dalam Islam. Yogyakarta : UII Press Jakarta . 2001
Budiarto, Sri. Risalah Fiqih. Surakarta : CV.Alfadinar.2004

 
Leave a comment

Posted by on July 6, 2011 in pengetahuan

 

JEJAS SEL DAN ADAPTASI

Manusia sesungguhnya, berupa kelompok sel-sel yang tersususn rapi dan rumit. Kesehatan perorangan berasal dari kesehatan selnya. Penyakit mencerminkan disfungsi sejumlah penting sel-sel.

Dalam bereaksi terhadap tekanan yang progresif, sel akan :
Menyesuaikan diri
Terjadi jejas yang dapat pulih kembali (reversible)
Mati
Kelangsungan fungsi dan struktur fungsi sel normal, beradaptasi, terjejas ireversibel, mati merupakan keadaan yang berbatas kabur

Semua tekanan atau pengaruh berbahaya berdampak pertama-tama pada tingkat molekul. Perubahan molekul dan fungsi selalui mendahului perubahan morfologi. Waktu yang diperlukan untuk menimbulkan perubahan yang tampak pada adaptasi sel, jejas dan kematian berbeda-beda sesuai dengan kemampuan pemilihan cara-cara yang dipakai untuk mendetiksi perubahan tersebut.

Pertanyaannya
1. Apa yang menyebabkan terjadinya jejas, kematian sel dan adapatasi sel ?
2. Bagaimana Patogenesis dan Morfologi jejas sel ?
3. Apa yang dimaksud dengan penimbunan intrasel beserta contoh-contohnya, jelaskan ?
4. Pada organel-organel sel apa saja yang terjadi perubahan subsel, jelaskan ?
5. Ada beberapa proses adaptasi sel, jelaskan ?
6. Apa yang dimaksud dengan kalsifikasi dan perubahan hialin ?

Jawaban
1. Sebab-sebab Jejas, Kematian dan Adaptasi Sel adalah :
a. Hipoksia :
• Penyebab jejas dan kematian sel paling penting
• Mempengaruhi respirasi oksidasi aerob
• Hilangnya perbekalan darah, penyebab hipoksia yang paling sering
• Oksigenasi darah yang tidak memadai karena kegagalan kardiorespirasi

b. Bahan Kimia dan Obat :
• Penyebab penting adaptasi, jejas dan kematian sel.
• Setiap agen kimia atau obat dapat dilibatkan.
• Bahan yang tidak berbahaya bila konsentrasinya cukup sehingga dapat merusak lingkungan osmosa sel akan berakibat jejas atau kematian sel tersebut.
• Racun dapat menyebabkan kerusakan hebat pada sel dan kemungkinan kematian seluruh organisme.
• Masing-masing agen biasanya memiliki sasaran khusus dalam tubuh

c. Agen Fisika :
• Trauma mekanik pada organel intrasel atau pada keadaan yang ekstrem, dapat merusak sel secara keseluruhan.
• Suhu rendah Vasokonstriksi dan mengacau perbekalan darah untuk sel-sel, bila suhu semakin rendah, air intrasel akan mengalami kristalisasi.
• Suhu tinggi yang merusak dapat membakar jaringan.
• Perubahan mendadak tekanan atmosfer juga dapat berakibat gangguan perbekalan darah untuk sel-sel. Penyakit caison
• Tenaga Radiasi menyebabkan ionisasi lansung senyawa kimia yang dikandung dalam sel, mutasi yang dapat berjejas atau membunuh sel-sel.
• Tenaga Listerik meyebabkan luka bakar, dapat mengganggu jalur konduksi syaraf dan sering berakibat kematian karena aritmia jantung.

d. Agen Mikrobiologi :
• Virus dan rcketsia merupakan parasit obligat intrasel yang hidupnya hanya di dala sel-sel hidup.
• Virus yang menyebabkan perubahan pada sel : Sitolisis (dapat menyebabkan kematian sel), Onkogen (merangsang replikasi sel, berakibat tumor).
• Kuman dengan membebaskan eksotoksin dan endotoksin yang mampu mengakibatkan jejas sel, melepaskan enzim sehinga dapat merusak sel.
• Jamur, protozoa dan cacing dapat menyebabkan kerusakan dan penyakit pada sel

e. Mekanisme Imun :
• Penyebab kerusakan sel dan penyakit pada sel.
• Antigen penyulut berasal dari eksogen (Resin tanaman beracun), endogen (antigen sel) yang menyebabkan penyakit autoimun.

f. Cacat Genitika :
• Kesalahan metabolisme keturunan dapat mengurangi sutu enzem sel.
• Dalam keadaan parah meyebabkan kelangsungan hidup sel tidak sesuai.
• Beberapa keadaan abnormal genetika diturunkan sebagai sifat keluarga (anemia sel sabit).

g. Ketidak seimbangan Nutrisi :
• Defesiensi nutrisi penyebab jejas sel yang penting, mengancam menjadi masalah kehancuran di masa mendatang.
• Defesiensi protein-kalori, avitaminosis, kalori berlebihan dan diet kaya lemak merupakan masalah ketidakseimbangan nutrisi di dunia.

h. Penuaan :
• Penuaan dan kematian sel merupakan akibat penentuan progresif selama jangka waktu hidup sel dengan informasi genitik yang tidak sesuai akan menghalangi fungsi normal sel.

2. Jejas pada sel mungkin mempunyai banyak penyebab, dan mungkin tidak mempunyai jalur akhir umum (common final pathway) kematian sel. Titik pantang balik, yaitu titik dimana kerusakan ireversibel dan kematian sel terjadi, masih banyak yang belum diketahui Jenis oksigen tereduksi parsial yang diaktifkan, merupakan perantara penting kematian sel dalam banyak keadan patologis.
Rangkaian Peristiwa : JEJAS ISKEMI DAN HIPOKSIA
Titik pertama serangan hipoksia ialah pernapasan aerob sel, yaitu fosforilasi oksidatif oleh mitokondria.
Pembentukan ATP diperlambat atau berhenti.
Penimbnan natrium intrasel dan difusi kalium keluar sel disusul oleh iso-osmosa air mengakibatkan pembengkakan sel yang akut.
 Glikolisis meyebabkan penimbunan asam laktat dan fosfat anorganik dari hidrolisis ester-ester fosfat akan menurunkan pH intrasel.

Peristiwa selanjutnya terjadi pelepasan ribosom dan retikulum endoplasma bergranula dan penguraian polisom menjadi monosom. Terjadi gelembung di permukaan sel. Gangguan di atas reversibel bila oksigenasi segera dipulihkan, tetapi bila eskimi menetap maka terjadi jejas ireversibel.

Jejas ireversibel diikuti secara morfologis oleh :
Vakuolisasi berat mitokondria, termasuk krista-kristanya.
Kerusakan parah selaput plasma
Pembengkakan lisosom
 Bila daerah iskemi diperfusi kembali terjadi influks kalsium yang masif ke dalam sel sehingga timbul kepadatan amorf dalam matriks mitokondria

Kemungkinan penyebab kerusakan membrane pada jejas iskemik yang ireversibel :
Kehilangan ATP sel
Kehilangan fosfolipid membran (sintesis berkurang atau degradasi meningkat)
Produk-produk pemecahan lipid (asam lemak bebas, lisofosfolipid)
Jenis oksigen beracun
Perubahan sitoskelet
Ruptur lisosom

Dua peristiwa secara tetap menandai sifat ireversibel :
 Ketidakmampuan mengubah disfungsi mitokondria (hilangnya fosforilasi oksidatif dan pembentukan ATP) terhadap reperfusi dan reoksigenasi.
Timbulnya gangguan nyata pada fungsi selaput

Mekanisme jejas ireversibel
Perubahan struktur dan fungsi mitokondria dalam jaringan iskemi dan pengurangan ATP sebagi penyebab kematian sel.
Kerusakan membran sel sebagai faktor utama patogenesis jejas sel yang ireversibel.
 Fosforilasi oksidatif dipengaruhi hipoksia, oleh karena itu mempengaruhi sintesis ATP yang vital, kerusakan selaput penting bagi timbulnya jejas letal sel, dan ion kalsium, pada beberapa keadaan, merupakan perantara penting bagi perubahan biokimia yang menyebabkan kematian sel.
Jejas sel akibat radikal bebas :
Beberapa bahan kimia menyebabkan jejas selaput secara langsung : keracunan merkuri klorida, air raksa mengikat gugus sulf-hidril selaput sel dan protein lain.
Jejas radikal bebas, terutama oleh jenis oksigen yang diaktifkan, timbul sebagai jalur umum jejas sel pada berbagai proses, seperti jejas bahan kimia dan radiasi, keracunan oksigen dan gas lain-lain, penuaan sel, pembunuhan mikroba oleh sel fagosit, kerusakan radang, perusakan tumor oleh makrofag dan lain sebaginya.

Apakah radikal bebas itu :
Sejenis bahan kimia yang memiliki satu elektron tanpa pasangan pada orbit luarnya yang sangat reaktif dan tidak mantap.
Dalam sel mengadakan reaksi dengan bahan kimia anorganik dan organik.
 Radikal dapat dibentuk dari dalam sel oleh absorbsi tenaga radiasi, reaksi reduksi-oksidasi dan metabolisme enzimatik bahan-bahan kimia eksogen.

Sekali radikal bebas terbentuk, bagaimana tubuh dapat terbebas dari padanya ?
Superoksida tidak mantap secara spontan dirusak menjadi oksigen dan hidrogen peroksida.
Sejumlah enzim melakukan perlawanan terhadap radikal bebas.
Logam-logam ikut serta pada pembersihan dengan cara menerima atau menyumbangkan elektron.
Antioksidan endogen dan eksogen dapat menyekat permukaan radikal bebas atau membuatnya inaktif.

Jejas sebagai akibat virus :
 Dampak sitopati langsung, dimana partikiel virus yang melakukan replikasi cepat mempengaruhi beberapa aspek metabolisme sehingga terjadi kerusakan sel.
Induksi reaksi imun terhadap antigen virus atau antigen sel hasil perubahan virus dan perusakan sel oleh antibodi atau reaksi perantaraan sel.

Penuaan sel :
Dapat merupakan penimbunan progresif perubahan-perubahan struktur dan fungsi selama bertahun-tahun yang mengakibatkan kematian sel atau setidak-tidaknya pengurangan kemampuan sel bereaksi terhadap jejas.
Penuaan sel sebagai akibat program genetika yang diwariskan dalam sel-sel dan sebagai akibat penimbunan jejas sel yang berulang sejalan dengan waktu.

Morfologis jejas sel :
Perubahan Ultrastruktur :
1. Perubahan yang terdapat pada membran plasma, pembengkakkan sel, gelembung sitoplasama, penumpulan dan distrosi jonjot mikro, terjadi robekan pada selaput yang membungkus membran sel.
2. Perubahan mitokondria, menjadi padat, membengkak karena pergeseran ion, kepadatan amorf yang khas, terjadi robekan dan disusul perkapuran.
3. Pelebaran retikulum endoplasma, diikuti pelepasan ribosom dan pecahnya polisom disertai pengurangan protein, terjadi fragmentasi progresif retikulum endoplasma dan pembentukan gambaran mielin.
4. Perubahan pada lisosom, dapat jernih dan sering bengkak, setelah jejas awitan jejas letal, lisosom robek dan dapat menghilang ditemukan sebagai bangkai (sel mati)

Gambaran Mikroskop Cahaya :
1. Jejas reversibel (perubahan morfologis sebagi akibat jejas non letal sel : degenerasi), pembengkakkan sel dan perubahan berlemak.
2. Kematian sel – Nekrosis. Nekrosis dapat didefinisikan sebagai perubahan morfologi akibat tindakan degradasi progresif oleh enzim-enzim pada sel yang terjejas letal.
3. Dua proses penting : (1) pencernaan sel oleh enzim menyebabkan nekrosis likuefaktif ,(2) denaturasi protein menimbulkan nekrosis koagulatif.
4. Nekrosis kaseosa (gambaran putih seperti keju pada daerah nekrosis), merupakan bentuk lain nekrosis koagulatif, dijumpai paling sering pada fokus-fokus infeksi tuberkulosis. Apoptosis ialah gambaran morfologi nyata kematian sel yang tidak lazim yang mengenai satu sel atau kelompok sel. Nekrosis lemak oleh enzim, adanya area-area fokal kerusakan lemak sebagai akibat dilepaskan secara abnormal enzim-enzim pankreas yang diaktifkan ke dalam jaringan pankreas dan rongga peritoneum. (Nekrosis pankreas akut). Asam lemak yang dilepaskan bergabung dengan kalsium menghasilkan daerah-derah yang tampak makro putih berkapur.
5. Nekrosis fibrinoid : Jejas imunologi terhadap arteri dan arteriol yang ditandai oleh penimbunan massa fibrin yang berwarna merah muda homegen, protein plasma, imunoglobulin, dalam dinding pembuluh yang terkena. Merupakan bentuk nyata reaksi jaringan terhadap bentuk-bentuk tertentu jejas.
6. Nekrosis gangrenosa : diterapkan pada tungkai bawah yang kehilangan perbekalan darah dan selanjutnya diserang kuman. Bila gambaran koagulatif menonjol, dinamakan ganren kering, bila invasi kuman mengakibatkan likuefaksi, disebut gangren basah

3. Penimbunan Intrasel :
• Adanya beberapa metabolit normal berlebihan pada sel. Contoh : Penimbunan glikogen pada penderita diabetes yang kadar glokusanya tinggi terus.
• Penimbunan beberapa produk abnormal yang tidak dapat dimetabolisme.Contoh : Produk abnormal sebagai hasil kesalahan metabolisme keturunan
• Sintesis intrasel berlebih beberapa produk. Contoh : Sintesis berlebihan pigmen melanin yang dijumpai pada penyakit tertentu, misalnya insufisiensi adrenal

Lemak :
Perubahan berlemak merupakan penimbunan abnormal lemak dalam sel parenkin. Penumpukan vakuol lemak dalam sel, baik kecil maupun besar, mencerminkan peningkatan bsolut lemak intrasel.
Agar dikeluarkan oleh hati, trigliserida intrasel harus digabungkan dengan molekul apoprotein khusus yang disebut protein penerima lipid untuk membentuk lipoprotein.
Perubahan berlemak paling sering terjadi pada hati dan jantung

Gangguan yang menyebabkan hati berlemak :
Pemasukan berlebih asam lemak bebas ke dalam hati.
Sentesis asam lemak dari asetat meningkat.
Oksidasi asam lemak berkurang.
 Peningkatan esterifikasi asam lemak menjadi trigliserida, sehingga terjadi peningkatan gliserofosfat-alfa, tulang punggung karbohidrat yang terlibat dalam seterifikasi tersebut.
Pengurangan sintesis apoprotein.
Sekresi lipoprotein dari hati terganggu.
Nomor 2 dan 3 menyebabkan peningkatan esterifikasi asam asam lemak menjadi triglisirida

Penimbunan lipid lainnya :
 Penimbunan intraseluler kolesterol dan ester kolesterol juga menonjol pada penyakit-penyakit tertentu, yang paling penting adalah ateroskloris.
Penimbunan intrseluler kolesterol dan ester kolesterol dalam makrofag juga khas pada keadaan hiperlipidemi herediter dan diklapat (akuesita).
Pertumbuhan lemak ke dalan (infiltrasi stroma oleh lemak) merupakan penimbunan jaringan adiposa dalam stroma jaringan ikat sutu parenkin yang sering dijumpai pada jantung dan pankreas.
Penimbunan protein dapat dijumpai dalam sel karena kelebihan yang ada pada sel atau karena sel mensentesis protein dalam jumlah berlebihan.
Endapan berlebihan intraselular bahan glikogen tempak pada penderita kelainan metabolisme glokusa atau glikogen (penderita diabetes mellitus). Glikogen juga ditimbun di dalam sel-sel dalam kelompok kelainan yang berhubungan erat, semua bersifat genetik, yang secara bersamaan disebut penyakit penimbunan glikogen atau glikogenoses.
Kompleks lipid dan karbohidrat. Penimbunan intraselular berbagai metabolit abnormal ditandai oleh peningkatan data tentang kesalahan metabolisme keturunan yang semua dinamakan penyakit penimbunan

Pigmen :
Pigmen Eksogen
Pencemaran udara yang parah menyebabkan penimbunan debu pada paru-paru seperti pada pekekerja tambang (antrokosis, pneumokoniosis pekerja tambang, fibroaia progresif massif paru, siderosis, sideroselikosis)
Tattoo dapat menyebabkan pigmentasi yang menetap seumur hidup dalam makrofag kulit yang kadang-kadang mengganggu.

Pigmen endogen :
1. Hemosiderin
2. Hematin
3. Bilirubin
4. Lipofusin
5. Melanin
1, 2, dan 3 berasal dari haemoglobin
Hemosiderin :
 Ialah pigmen kuning emas sampai coklat, granular atau berkristal, mengandung zat besi yang segera tampak dengan mikroskop cahaya.
Pigmentasi hemosiderin pada sel dan jaringan terjadi sebagai proses setempat atau sistemik di seluruh tubuh.
 Pada payah jantung yang berkepanjangan paru merupakan contoh yang baik untuk bendungan lama yang meyebabkan penampakan hemosiderin dalam sel fagosit mononuklir dalam alveoli. Makrofag berpigmen ini sering disebut sel payah jantung.
Hemosiderin sistemik dijumpai bila terjadi kelimpahan besi dalam tubuh, hemokromatosis merupakan contoh paling eksterm kelimpahan sistemik besi.
Pigmen dan kandungan besi ini dapat dimobilisasi sehingga hemosiderin akan menghilang jika penyebab kelebihan zat besi hilang.

Hematin :
Pigmen yang berasal dari hemaglobin yang relatif jarang dan susunannya tidak menentu.
 Pigmen ini tampak terjadi pada hemolisis massif sel darah merah, seperti yang terjadi pada reaksi tranfusi atau pada destruksi eritosit oleh parasit malaria.
Pigmen ini juga kuning emas, tetapi jelas terbatas pada sel-sel retikuloendotel dalam tubuh.
Masih mengandung zat besi.

Bilirubin :
Pigmen empedu normal kuning coklat, hijau, juga berasal dari hemoglobin, tetapi tidak lagi mengandung zat besi.
 Peningkatan kadar bilirubin plasma (hiperbilirubinemia) dapat menyebabkan berbagai kelainan yang merusak metabolisme normal bilirubin, misalnya peningkatan pemecahan sel darah merah (ikterus hemolisis)
Pada heperbilirubinemia, jaringan dan cairan tubuh terwarnai oleh empedu yang menyebabkan kulit dan sklera berwarna kuning (ikterus).
Bilirubin tampak secara morfologi dalan sel-sel hati bila ikterus sudah sangat nyata.

Lifopusin :
Pigmen yang tidak larut yang juga dikenal sebagai lipokrom, pigmen kerusakan (wear-and-tear) atau penuaan.
 Lipofusin tampak dalam sel yang mengalami perubahan progresif, lambat seperti pada atrofi yang terjadi pada usia lanjut dan penderita malnutrisi berat yang disertai pengisutan alat tubuh (atrofi coklat).
Lipofusin merupakan sisa tidak tercerna vakuol autofagi yang terbentuk selama penuaan dan atrofi.
Pigmen ini berasal dari peroksidasi lipid poli tidak jenuh membran subsel.

Melanin :
 Berasal dari bahasa Yunani melas yang berarti hitam, merupakan pigmen endogen bukan berasal dari hemoglobin, berwarna coklat hitam yang dibentuk bila enzim tirisine mengkatalis oksidasi tirosin menjadi dil-idroksifelalanin (DOPA).
Melanosit normal terapat pada kulit, folikel rambut, saluran uvea dan lain-lain.
Pada manusia, sistesis melanin diatur oleh kelenjar adrenal dan hipofisis.
 Albino merupakan penderita kehilangan tirosinase herediter, tidak mampu mensintesis melanin dan sangat peka dan mudah terjejas cahaya matahari serta kanker kulit.

4. Perubahan sub sel :
Membran dan kerangka membran : kerusakan selaput yang reversibel dan ireversibel, kelainan lain pada struktur molekul membran dan komponen-komponen yang terkait, beberapa bersifat genetik.
Lisosom : (1). Heterogasitosis, bahan-bahan dari lingkungan eksterna diambil melalui proses endositosis (cara khusus : fagositosis, dari makromolekul : pinositosis). Contoh : pengambilan dan pencernaan kuman oleh leukosit neitrofil. (2). Autofagositosis, organel sel mengalami jejas setempat dan kemudian harus dicerna bila funsi sel normal ingin dipertahankan, lisosom dilibatkan dalam autodigesti (autolisosom) dan prosesnya disebut autofagi.
Induksi (Hipertrofi) Retikulum Endoplasma Polos : Penggunaan barbiturat jangka lama akan berakibat pemendekan progresif jangka waktu tidur, penderita mengalami adaptasi terhadap obat. Dasar adaptasi ini ditelusuri melalui induksi meningkatnya volume (hipertrofi) retikulum endoplasma polos (SER) hepatosit.
Mitokondria : Disfungsi mitokondria berperan penting pada jejas akut sel, berbagai perubahan dalam jumlah, ukuran dan bentuk terjadi pada keadaan patologi. Contoh : keadaan abnormal (megamitokondria) pada hati penderita alkoholisme.
Sitoskelet, keadaan yang abnormal mendasari berbagai keadaan patologi yang mencerminkan gangguan fungsi sel, seperti gerakan sel dan gerakan organel intrasel atau pada beberapa keadaan penimbunan bahan berfibril intraselular. Sitoskelet tersusun dari mikrotubuli, filamen aktin tipis, filamin miosin tebal, berbagai kelas filamen sedang, beberapa bukan filamin yang tidak mengalami polimerasasi lainnya. Patologi sitoseklet akan segera mengungkap lebih banyak keadaan dimana kelainan sitoseklet berperan pada perkembangan penyakit.

5. Adaptasi sel :
Sel-sel menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan mikronya.
 Fungsi dan morfologi sel normal tidak berada dalam keadaan yang kaku, tetapi mengikuti perubahan struktur dan fungsi cairan yang mencerminkan perubahan tantangan hidup.
Sebagi contoh : induksi SER, Atrofi, Hipertrofi.

Atropi :
Pengisutan ukuran sel akibat kehilangan bahan sel.
 Penyebab : (1) berkurangnya beban kerja, (2) hilangnya persyarafan, (3) berkurangnya perbekalan darah, (4) nutrisi yang tidak memadai, (5) hilangnya rangsang hormon.
Perubahan sel yang mendasai sifatnya sama yaitu kemunduran sel sampai ukuran kecil.
Pada banyak keadaan atrofi disertai kenaikan nyata jumlah vakuol autofagi.

Hipertrofi :
Hipertropi menyatakan peningkatan ukuran sel dan perubahan ini, meningkatkan ukuran alat tubuh.
Disebabkan oleh kenaikan tantangan fungsi atau rangsang hormon khas dan dapat terjadi dalam keadaan fisiologi dan patologi.
 Perubahan lingkungan yang menyebabkan hipertrofi otot bercorak terjadi terutama sebagai peningkatan beban kerja. Contoh : tekanan darah tinggi pada jantung, otot tulang karena kerja berat.
Ada batasnya hipertrofi dimana pembesaran yang terjadi tidak mampu lagi memberikan kompensasi sehingga terjadi, misalnya payah jantung.

6. Klasifikasi :
 Kalsifikasi patologi merupakan proses pengendapan abnormal garam-garam kalsium, disertai sedikit besi, magnsium dan garam-garam mineral lainnya.
Kalsifikasi distrofik : permulaan dan kelanjutan yang akhirnya menyebabkan pembentukan kristal kalsium fosfat. Kasus yang sering terjadi pada penyakit kalsifikasi katup dan ateroklerosis.
 Kalsifikasi metastatik : Perubahan ini terjadi pada jaringan normal bila terjadi hiperkalsemia. Kalsifikasi metastatik dapat terjadi luas ke seluruh tubuh, tetapi pada dasarnya mengenai jaringan interstisium pembuluh-pembuluh darah, ginjal, jantung, mukos lambung.

Perubahan hialin :
Pengendapan hialin terjadi di dalam sel, diantara sel-sel dan lebih luas lagi sebagai hialinisasi jaringan.
 Hialin menyatakan sifat setiap bahan homogen, terang dan berwarn merah muda dalam potongan jaringan rutin seperti : (1) parut jaringan ikat berkolagen padat dapat memberi gambaran hialin homogen merah muda, (2) penebalan dan reduplikasi selaput basal (arteriolosklerosis hialin), (3) Endapan sejenis protein ekstraselular abnormal padaamiloidosis, tampak hialin dengan mikroskop cahaya. (4) Tetes protein yang direabsorpsi yang dijumpai pada sel epetel tubuli ginjal , (5) Infeksi virus tertentu yang ditandai adanya inklusi hialin virus dalam sel-sel yang terlibat, (6) Pada alkoholik kronik, terutam bila menyebabkan sirosis hati, hepatosit dapat membentuk endapan hialin sitoplasma
Istilah hialin diterapkan pada golongan heterogen perubahan anatomi sekedar dalam usaha untuk menggolongkan penampilannya dalam potongan jaringan yang diwarnai.

 
Leave a comment

Posted by on July 6, 2011 in Uncategorized

 

Rangkuman Proses Keperawatan Klien Hipertensi

Definisi Hipertensi menurut JNC 8, 2007 adalah apabila tekanan sistolik lebih dari 120 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 80 mmHg. Tapi ada juga beberapa definisi yang menyebutkan Hipertensi itu adalah apabila tekanan sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan diastolic lebih dari 100 mmHg.
Memeriksa tekanan darah yang ideal harus di lakukan pada pasien yang baru bangun tidur, karena pasien belum melakukan aktivitas atau kontak apapun dengan orang lain juga belum melihat sesuatu yang tidak enak di lihat.

Sebagai ilustrasi Hipertensi sebagai berikut :
Laut di ilustrasikan sebagai pembuluh darah, para nelayan di ilustrasikan sebagai se-sel jaringan dan ikan di ilustrasikan sebagai bahan pokok makanan.
Laut yang tenang membuat para nelayan yang tinggal di sekitar laut pun dengan mudah mendapatkan ikan sehingga mencukupi kebutuhan bahan makanan para nelayan.
Laut yang tadi tenang menjadi berombak dan terjadi badai yang besar sehingga membuat para nelayan tidak bisa melaut terlalu jauh dari pantai, padahal laut yang tenang tadi membuat para nelayan dengan mudah mendapatkan 10 kg ikan dalm 1 hari sekarang karena ada badai dan ombak yang besar para nelayan hanya bias mendapatkan 5 kg ikan dalm 1 hari akibatnya mereka pun kekurangan bahan makanan dan dalam mengambil ikan, lama kelamaan para nelayanpun menjadi kelaparan dan dalam kondisi yang kurang nelayan itu akan meninggal.

Orang yang mengalami hipertensi akan mengalami kondisi asimptomatik yaitu kondisi dimana tidak menyadari gejala apapun, ini akan menyebabkan terjadinya hipoperfusi yaitu penurunan dalam pengiriman bahan makanan ke sel-sel jaringan akibatnya sel ini akan mengalami gangguan seperti iskemia yang berujung kepada nekrosis.

Penyebab hipertensi sebagian besar tidak diketahui yang disebut hipertensi esensial atau primer, sedangkan yang diketahui penyebabnya hanya 10 % yaitu hipertensi renalis dan hipertensi hormonal.

Penyebab berbagai bentuk hipertensi di jabarkan sebagai berikut :
• Pada saat peningkatan ion natrium (garam) berarti vascular kalium akan keluar melalui pompa ion kalium atau pompa natrium-kalium dan sebaliknya. Apabila ion natrium banyak masuk berarti akan mengisi, maka akan ada pergeseran muatan yang akan mengakibatkan terjadi peningkatan volume ektra sel (ECV). Setiap terjadi peningkatan ECV atau peningkatan isi volume, berarti harus di tinggikan maka terjadi peningkatan curah jantung yang menuju ke Hipertensi Esensial.
• Pada saat penurunan kalium, kalium yang banyak berkurang dalam system vascular maka menyebabkan langsung pada vasokontriksi (terjadi penurunan hipokalemia akan merangsang pengeluaran hormone-hormon terutama hormone kortisol yang akan mengaktifkan katekolamin, katekolamin inilah yang menjadi vasokontruktor) pada saat terjadinya penyempitan pembuluh darah akan menyebabkan resistensi ,TPR meningkat dan menyebabkan Hipertensi Esensial.
• Faktor Gen, dalam faktor gen sebagian besar orang tuanya yang mengalami hipertensi anaknya juga mengalami hipertensi. Tetapi hasil akhirnya faktor gen ini akan mengalami peningkatan EVC juga peningkatan curah jantung demikian juga TPR akan meningkat. Ini di sebut dengan Hipertensi Esensial.
• Paling penting penyebab hipertensi yaitu terjadinya Stenosis arteri renalis. Pembuluh darah arteri harus elastis dengan elastisnya pembuluh darah arteri maka akan mampu melakukan vasodilatasi dan vasokontriksi, apabila kaku pembuluh darah arteri maka otomatis akan menyempit dan kalau terjadi penyempitan pembuluh darah akan mengalami kematian jaringan. Pada saat stenosis, arus begitu deras pada arteri renalis maka aliran darah akan berkurang ke nefron-nefron (sel-sel ginjal yang kecil) pada ginjal yang berlanjut pada iskemia, apabila berlanjut maka akan keluar kelenjar medulla adrenal yang mengeluarkan renin, renin akan diubah menjadi Angiotensin I dan II melalui system SRAA (sistem renin-angiotensin-aldosterone), pada saat teraktivasi maka aldosteron menumpuk atau terjadi penumpukan (retensi) maka akan terjadi peningkatan ECV, TPR dan curah jantung dan menuju Hipertensi.
• Berbagai penyakit ginjal juga menurunkan massa ginjal karena sebagian mengalami kematian mengakibatkan retensi menuju Hipertensi Renalis.
• Tumor Korteks Adrenal pada ginjal mengeluarkan hormone aldosteron dan terjadi tumor dan peningkatan metabolisme, setiap terjadi peningkatan metabolisme juga akan terjadi aktivitas dan menyebabkan ECV meningkat curah jantung juga meningkat kemudian Hipertensi.
• Tumor korteks adrenal juga akan menyebabkan salah satu hormonnya yaitu kortisol mengeluarkan dan meningkatkan katekolamin yang akan menyebabkan vasokontriksi dan kemudian Hipertensi.
• Tumor Medula Adrenal adalah bentuk hipertensi yang lain yang terjadi akibat dari berbagai kondisi adrenal yang meningkatkan katekolamin kemudian TPR meningkat dan menuju Hipertensi Hormonal.
• Berbagai bentuk hipertensi misalnya : pada saat terjadi peningkatan intraokular di bola mata, terjadi kondisi glukoma maka pada kondisi tertentu akan terjadi penurunan kemampuan memfokuskan penglihatan. Pada jantung misalnya pada ventrikel kiri merupakan organ yang paling terbebani karena diperlukan suatu kekuatan lebih untuk mempompa darah mengakibatkan hipertropi yang pada pasien hipertensi masuk ke penyakit gagal jantung kiri.

Pada pengkajian diagnostic pasien akan sering mengalami Nokturia atau peningkatan urinasi pada malam hari. Ini karena pada siang hari pasien masih beraktifitas tekanan darah yang tinggi di alirkan ke organ-organ yang beraktifitas, sedangkan pada saat tidur pasien tidak melakukan aktifitas maka otot-otot tidak digunakan sehingga darah akan menuju ginjal kemudian akan banyak darah yang difiltrasi oleh ginjal, semakin banyak yang di saring maka produksi urin akan banyak di kandung kemih kemudian penuh dan itu menyebabkan sering buang air kecil.

5 komponen yang digunakan untuk obat hipertensi :
a. Diuretik. Seperti hemat kalium (Spironolaktone) dan boros kalium (Furosemide), diberikan untuk mengurangi volume cairan supaya curah jantung menurun.
b. Penekan Simpatetik. Seperti Pindolol, Asebutolol dll, diberikan karena meningkatnya tekanan simpatisnya yang akan terjadi peningkatan aktivasi jantung maka harus di tekan simpatisnya supaya tidak bereaksi.
c. Vasodilatasi Arteriol Langsung. Seperti Nifedipin dan Hidralazin, diberikan supaya pembuluh darah yang menyempit agar dilebarkan.
d. Antagonis angiotensin. Seperti Kaptopril yang di berikan agar melawan angiotensin yang apabila akan berubah menjadi angiotensin II.
e. Penghambat Saluran kalsium. Seperti Diltiazem.

Diagnosa Hipertensi yang penting adalah masalah pemenuhan informasi
Yang paling penting Rencana intervensi keperawatan klien Hipertensi yaitu :
• Penyuluhan modifikasi gaya hidup
• Pemenuhan informasi

Modifikasi gaya hidup yaitu
• Teknik-teknik mengurangi stress dengan cara melakukan hobinya atau mengerjakan apa yang di senangi oleh klien hipertensi.
• Penurunan berat badan sangat penting apalagi bagi ibu-ibu hamil yang apabila kontrolnya tidak bisa maka dapat terjadi eklamsia.
• Pembatasan alkohol, natrium dan tembakau (Pasien hipertensi yang merokok wajib melakukan kontrol terus menerus)
• Olahraga / latihan.
• Relaksasi.

Rangkuman Proses Keperawatan Klien Penyakit Buerger

Pasien yang mengalami gangguan vascular yang sering terjadi adalah oklusi yaitu penyempitan atau pembuntuan pada pembuluh darah arteri yang disebut Buerger.
Apabila pembuluh darah menyempit maka area bawahnya pun mengalami kebuntuan akibatnya suplai darah berkurang dan akan menyebabkan iskemia dan menjadi nekrotik. Apabila penyebab nekrotik ini lebih dari 6 jam maka harus segera di amputasi. Sebelum terjadi penyakit ini pasien mengalami kram atau kesemutan, apabila kondisi ini terjadi perlu di kaji C.R.T apakah sama satu dengan yang lain atau tidak karena pada saat terjadi fase penyumbatan akan terjadi penurunan pada satu sisi, kemudian periksa akralnya apakah sama satu dengan yang lain atau tidak.

 
Leave a comment

Posted by on July 6, 2011 in pengetahuan

 

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN ESOFAGITIS

Konsep Dasar Penyakit
A. Pengertian
Esofagitis adalah suatu keadaan dimana mukosa esofagus mengalami peradangan, dapat terjadi secara akut maupun kronik. (Widaryati Sudiarto, 1994). Esofagitis kronis adalah peradangan di esophagus yang disebabkan oleh luka bakar karena zat kimia yang bersifat korosif, misalnya berupa asam kuat, basa kuat dan zat organik. Contoh-contoh yang telah disebutkan diatas dapat merusak esofagus jika diminum atau ditelan, dan bila diserap oleh darah hanya akan menyebabkan keracunan saja. Esofagitis Terbagi menjadi:
a. Esofagitis Peptik (Refluks)
Esofagiotis peptik (Refluks) adalah Inflamasi mukosa esofagus yang disebabkan oleh refluks cairan lambung atau duodenum esofagus. Cairan ini mengandung asam pepsin atau cairan empedu.
b. Esofagitis Refluks basa
Esofagitis Refliks basa yaitu terjadinya refluks cairan dari duodenum langsung ke esofagus, misalnya pada pos gastrekstomi total dengan esofagoduodenostomi atau esofagojejenostomi.
c. Esofagitis infeksi
Esofagitis infeksi di bagi lagi menjadi:
• Esofagitis Candida (monialisis)
Esofagitis Candida terjadi karena gangguan sistem kekebalan motilitas esofagus, metabolisme hidrat arang terutama proses menua.
• Esofagitis Herpes
Esofagitis Herpes disebabkan oleh infeksi virus herpes zoster / herpes simpleks.
d. Esofagitis yang disebabkan oleh bahan kimia
Esofagitis yang di sebabkan oleh bahan kimia terbagi menjadi:
• Esofagitis korosif
Esofagitis korosif terjadi karena masuknya bahan kimia yang korosif ke dalam esofagus. Hal ini biasanya terjadi karena kecelakaan atau dalam usaha bunuh diri.
• Esofagitis karena obat (pil esofagitis)
Disebabkan oleh pil atau kapsul yang ditelan dan tertahan di esofagus yang kemudian mengakibatkan timbulnya iritasi dan inflamasi.

B. EtioLogi
Menelan air panas, refluks asam lambung, infeksi virus herves, menelan basa atau asam kuat.
a. Esofagitis peptik : refluks cairan lambung atau duodenum
b. Esofagitis refluks basa : disebabkan oleh adanya enzim proteolitik dari pankreas, garam-garam empedu atau campuran dari kedua zat tersebut, atau adanya asam hidroklorid yang masuk dan kontak dengan mukosa esofagus.
c. Esofagitis kandida : gangguan sistem kekebalan, motilitas esofagus, gangguan metabolisme hidrat arang terutama pada proses menua.
d. Esofagitis herpes : infeksi virus herpes zoater
e. Esofagitis korosif : disebabkan oleh luka bakar karena zat kimia yang bersifat korosif, misalnya asamkuat, basa kuat dan zat organik (cair, pasta, bubuk dan zat padat). Bahan alkali (detergent / NaOH murni)
f. Esofagitis karena obat : tetrasiklin, klindamisin, deoksitetrasiklin, quinidine, glukonat, empronium bromid, sulfas ferosus, asam askorbat (Vit E) dan KCl.
C. Faktor Fredisposisi
Makanan berlemak, berbumbu,asam, cokelat, kopi, alcohol dan kelebihan berat badan.
D. Manesfestasi Klinis
Gejala-gejala yang segera timbul adalah adinofagia berat, demam, keracunan dan kemungkinan perforasi esofagus disertai infeksi mediastinum dan kematian.
a. Esofagitis Peptik (Refluks)
Gejala klinik yangnyata misalnya rasa terbakar di dada (heart burn) nyeri di daerah ulu hati, rasa mual, dll.
b. Esofagitis refluks basa
Gejala klinik berupa pirosis, rasa sakit di retrosternal. Regurgitasi yang terasa sangat pahit, disfagia, adinofagia dan anemia defisiensi besi kadang-kadang terjadi hematemesis berat.
c. Esofagitis Kandida
Gejala klinis yang sering adalah disfagia, adinofagia. Pada beberapa penderita mengeluh dapat merasakan jalannya makanan yang ditelan dari kerongkongan ke lambung, rasa nyeri retrosternal yang menyebar sampai ke daerah skapula atau terasa disepanjang vertebra torakalis, sinistra.
d. Esofagitis Herpes
Gejala klinik berupa disfagia, odinofagia, dan rasa sakit retrosternal yang tidak membaik setelah pengobatan dengan nyastin atau anti fungal lain.
e. Esofagitis Korosif
Gejala yang sering timbul adalah disfagia / kesulitan menelan, odinofagia dan adanya rasa sakit retrosternal.
f. Esofagitis karena obat
Gejala yang timbul berupa odinofagia, rasa sakit retrosternal yang terus-menerus, disfagia atau kombinasi dari ketiga gejala ini.

E. Patofisiologi
a. Esofagitis Refluks (Esofagitis Peptik)
Inflamasi terjadi pada epitel skuamosa di esofagus distal, disebabkan oleh kontak berulang dan dalam waktu yang cukup lama dengan asam yang mengandung pepsin ataupun asam empedu. Kelainan yang terjadi dapat sangat ringan, sehingga tidak menimbulkan cacat, dapat pula berupa mukosa mudah berdarah, pada kelainan yang lebih berat terlihat adanya lesi erosif, berwarna merah terang. Hal ini menunjukkan esofagitis peptik.
b. Esofagitis refluks basa
Peradangan terjadi karena adanya enzim proteolitik dari pankreas, garam-garam empedu, atau campuran dari kedua zat tersebut, atau adanya asam hidroklond yang masuk dan kontak dengan mukosa esofagus sehingga terjadi esofagitis basa.
c. Esofagitis Kandida
Pada stadium awal tampak mukosa yang irreguler dan granuler, pada keadaan lebih berat mukosa menjadi edema dan tampak beberapa tukak. Bila infestasi jamur masuk ke lapisan sub mukosa, maka edema akan bertambah parah, tukak yang kecil makin besar dan banyak sampai terlihat gambaran divertikel, sehingga terjadi esofagitis Kandida (Moniliasis).
d. Esofagitis Herpes
Seseorang dengan daya tahan tubuh menurun seperti pada penderita yang lama dirawat di RS, pengobatan dengan imunosupresor. Penderita dengan penyakit stadium terminal yang terkena virus herpes zoster dengan lesi pada mukosa mulut dan kulit, mengakibatkan esofagitis herpes, dimana lesi awal yang klasik berupa popula atau vesikel atau tukak yang kecil kurang dari 5 mm dengan mukosa di sekitarnya hiperemis. Dasar tukak berisi eksudat yang berwarna putih kekuningan, jika tukak melebar akan bergabung dengan tukak di dekatnya menjadi tukak yang besar.
e. Esofagitis Korosif
Basa kuat menyebabkan terjadinya nekrosis mencair. Secara histologik dinding esofagus sampai lapisan otot seolah-olah mencair. Asam kuat yang tertelan akan menyebabkan nekrosis menggumpal secara histologik dinding esofagus sampai lapisan otot seolah-olah menggumpal. Zat organik (lisol, karbol) menyebabkan edema di mukosa atau sub mukosa. Asam kuat menyebabkan kerusakan pada lambung lebih berat dibandingkan dengan kerusakan di esofagus. Sedangkan basa kuat menimbulkan kerusakan di esofagus lebih berat dari pada lambung.
f. Esofagitis Karena Obat
RL atau kapsul yang ditelan kemudian tertahan di esofagus mengakibatkan timbulnya iritasi dan inflamasi yang disebabkan oleh penyempitan lumen esofagus oleh desakan organ-organ di luar esofagus. Obstruksi oleh karena peradangan, tumor atau akalasia, menelan pil dalam posisi tidaur dapat menyebabkan esofagitis karena obat.
F. Pemeriksaan penunjang
a. Esofagitis Peptik (Refluks)
Pemeriksaan esofagoskopi : tidak didapatkan kelainan yang jelas (blackstone), ciri khas dari esofagitis peptik yaitu peradangan mulai dari daerah perbatasan esofagus gaster (garisz) ke proksimal daerah esofagus.
b. Esofagitis Refluks basa
• Pemeriksaan radiologic
kontras barium dapat menunjukkan kelainan yang terjadi pada keadaan pasca operasi.
• Pemeriksaan endoskopi
Terlihat lesi di mukosa esofagus, mukosa hipermis, rapuh, erosif, eksudat dan pada kasus yang berat terdapat striktur dan stenosis
c. Esofagitis kandida
• Pemeriksaan endoskopi
Tampak mukosa rapuh, eritemateus, mukosa sembab, berlapiskan selaput tebal dan berwarna putih seperti susu kental tersebar di seluruh esofagus, terutama pada 2/3 distal.
• Pemeriksaan Titer aglutinin serum : hasil > 1 : 160
d. Esofagitis Herpes
• Pemeriksaan klinik
Terdapat lesi herpes zooster dimukosa mulut atau di kulit.
• Pemeriksaan endoskopi
Terlihat lesi berupa papula, mukosa hipermesis, tukak berisi eksudat.
• Pemeriksaan radiologic
Menunjukkan kelainan yang tidak spesifik.
e. Esofagitis korosif
• Pemeriksaan esofagogram
• Adanya perforasi atau mediastinitis.
• Pemeriksaan endoskopi
f. Esofagitis karena obat
• Pemeriksaan esofagoskopi
Terdapat edema lokal dengan eritem, lesi erosif dengan pseudomembran atau eksudat.
g. Esofagitis Radiasi
• Pemeriksaan Radiologis- Pemeriksaan endoskopi.
Ditemukan jamur kandida.

G. Penatalaksanaan
a. Esofagitis Peptik
Pengobatan untuk esofagitis refluks antasida dengan atau tanpa antagonis H2, receptor. Tindakan pembedahan untuk menghilangkan refluks hnya dilakukan pada mereka dengan gejala refluks menetap walaupun telah memberikan pengobatan optimal.
b. Esofagitis refluks basa
Pengobatan esofagitis refluks basa harus cepat dan intensif, antara lain pemberian antibiotika, steroid, cairan intravena dan kemungkinan dilakukan pembedahan, apabila penyakit ini telah memetasfase (menyebar) di sekitarnya.
c. Esofagitis kandida
Nystatin 200.000 unit diberikan sebagai obat kumur yang ditelan maupun yang dimakan setiap 2 jam pada saat pasien tidak sedang tidur, merupakan pengobatan standar, cukup efektif dan hampir tidak ada efek sampingnya. Bila pasien resisten terhadap Nystatin, maka pilihan kedua adalah Flusitosine 100 mg per Kg BB, tiap hari dibagi dalam 3 kali pemberian setiap sesudah makan, selama 4-6 minggu. Obat-obat antifungal lain yang dinyatakan efektif yaitu Imidazole, Ketoconazole, Amphotericine dan Miconazole.
d. Esofagitis Herpes
Pengobatan suporatif yaitu dengan memberikan makanan lunak dan cair, anastesi lokaldiberikan adalah antibiotik selama 2-3 minggu atau 5 hari bebas demam. Kartikosteroid untuk mencegah terjadinya pembentukan fibrosis yang berlebihan dan Analgetik. Selain itu yang dilakukan esofagoskopi pada hari ke-3 setelah kejadian atau bila luka di bibir, mulut dan faring sudah tenang.
e. Esofagitis karena obat
Dengan menghentikan pemakaian obat-obat yang dicurigai lesi esofagus dapat sembuh, dan mengajarkan kepada penderita untuk minum obat dalam posisi tegak (tidak berbaring) dan disertai air yang cukup banyak.
f. Esofagitis radiasi
Pada keadaan akut, pengobatan dilakukan dengan memodifikasi jenis penyinaran, diit cair dan pemberian analgesik dan anastetik lokal sebelum tidur atau sebelum makan. Striktur yang terjadi diatasi dengan dilatasi peroral.
H. Komplikasi
SyokKomaEdema laring Perforasi esofaguAspirasi pneumoniaPeradanganErosiPembentukan tukakPerdarahanStrikturPembentukan jaringan parut

BAB II
Konsep Dasar Asuhan Keperawatan
A. Pengkajian
• Nyeri pada saat menelan
• Nyeri substernal
• Perasaan penuh
• Ketakutan dan ansietas
• Penurunan berat badan
• Napas busuk dan batuk
• Suara serak dan batuk
• Paralise diagfragma
B. Diagnosa Keperawatan
• Ketidak efektifan bersihan jalan napas yang berhubungan dengan obstruksi esofagus
• Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh yang berhubungan dengan anoreksia dan disfagia
• Nyeri yang berhubungan dengan proses penyakit
• Ansietas/takut yang berhubungan dengan prognosa penyakit buruk
• Kurang pengetahuan yang berhubungan dengan kuranya informasi mengenai perawatan rumah.
• Resiko infeksi berhubungan dengan implamasi pada esofagus
C. Tujuan
• Pasien mendemonstrasikan kemampuan untuk mempertahankan kebersihan jalan napas.
• Masukan kalori pasien dipertahankan, dan nutrisi seimbang
• Pasien mengambarkan nyeri dalam keadan minimal atau tidak ada nyeri
• Pasien atau orang terdekat memberikan perawatan mengungkapkan rasa takut dan ansietas dan menggunakan mekasisme koping efektif
• Pasien atau orang terdekat mendemonstrasaikan pemahaman akan perawatan rumah dan intruksi evaluasi.
• Tidak terjadi infeksi

D. Intervensi
• Ketidak efektifan bersihan jalan napas yang berhubungan dengan obstruksi esophagus
1. Kaji pola napas klien.
2. Pertahankan tira baring jika kondisi memerlukannya
3. Tinggikan kepala tempat tidur 30 sampai 45 derajat (posisi semi fowler)
4. Hindari posisi terlentang
5. lakukan pengisapan orotrakeal jika dibutuhkan.
• Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh yang berhubungan dengan anoreksia dan disfagia
1. kaji kemampuan pasien untuk menelan cairan dan makanan
2. Ukur masukan dan haluaran
3. Beri dukungan kepada pasien untuk mengunya makanan dengan baik, untuk mengigit dalam jumlah kecil, dan untuk makan pelan
4. Bantu pemberian makanan jika perlu
5. . Bantu dalam pemasangan selang NG jika dipesankan
6. Libatkan ahli gizi dalam bantuan perencanan tipe khusus dari makanan
• Nyeri yang berhubungan dengan proses penyakit
1. Kaji nyeri, lokasi, karasteristik, mulai timbul, frekuensi dan intensitas, gunakan tingkat ukuran nyeri
2. Ajarkan dan bantu dengan alternative teknik pengurangan nyeri (misalnya imajinasi, musik, relaksasi)
3. Ubah posisi setiap 2 sampai 4 jam
4. Berikan analgesik jika dipesankan
• Ansietas/takut yang berhubungan dengan prognosa penyakit buruk
1. Kaji kemampuan pasien dan orang terdekat untuk mengkomunikasikan perasaan
2. Bantu dalam menangani reaksi emosional terhadap proses penyakit
3. Dorong dan berikan waktu untuk mengungkapkan masalah
4. Kembangkan arti komunikasi jika pasien mengalami kesukaran berbicara
• Kurang pengetahuan yang berhubungan dengan kurangya informasi.
1. Intruksikan pasien atau orang terdekat mengenai tipe dan perawatan selang yang diperlukan untuk selang gastrostomi
2. Diskusikan dan ajarkan penatalaksanaan nyeri dan pemberian injeksi jika dipesankan
3. Diskusikan jadwal radiasi atau penatalaksanaan kemoterapi.
4. Jelaskan kebutuhan untuk mempertahankan perjanjian evaluasi dengan dokter
• Resiko infeksi berhubungan dengan ketidak adekuatan pertahanan sekunder imunosupresi
1. Kaji pasien terhadap bukti adanya infeksi
2. Periksa tanda-tanda vital, demam, mengigil
3. Tekankan higiene personal
4. Kolaborasi mengenai pemberian antibiotik
E. Rasionalisasi
• Untuk mengetahui sejauh mana pola napas pasien sebaga indikator intervensi selanjutnya.
• Tira baring dapat membantu relaksasi otot-otot pernapasan
• Posisi semi fowler (posisi duduk 30 sampai 45 derajat) mengurangi penekanan abdominalis terhadap diafragma.
• Hindari posisi terlentang
• Posisi terlentang dapat membuat penekanan abdominalis terhadap diafragma sehingga ekspansi paru tidak maksimal
• Pengisapan orotrakeal membantu pengeluaran mukus yang menyumbat jalan napas.
• Untuk mengidentifikasi kemampuan pasien menelan cairan dan makanan guna intervensi selanjutnya.
• Untuk mengetahui seberapa banyak kebutuhan nutrisi dan cairan yang dibutuhkan klien.
• Jika makanan dalam bentuk halus maka membantu proses pencernaan
• Membantu pemenuhan nutrisi klien
• Membantu pemenuhan nutrisi dengan selang NG
• Untuk pemenuhan nutrisi yang seimbang
• Untuk mengukur tingkat/kualitas nyeri guna intervensi selanjutnya
• Pengalihan perhatian dapat mengurangi nyeri
• Posisi yang nyaman dapat membantu mengurangi tingkat nyeri.
• Analgesic dapat mengurangi nyeri.
• Mengkomunikasikan/mendiskusikan masalah dapat membantu mengurangi rasa cemas.
• Membantu klien menangani masalah membuat klien dan keluarga merasa diperhatikan serta tidak merasa sendirian.
• Mengungkapkan masalah dapat membantu menghilangkan rasa cemas.
• Komunikasi yang baik dapat membantu menyelesaikan masalah dan mengurangi kecemasan.
• Memberikan pengetahuan kepada pasien dan keluarga mengenai perawatan selang gastrostomi
• Memberikan pengetahuan kepada pasien dan keluarga mengenai proses penatalaksanaan penyakit.
• Penatalaksanaan kemoterapi menjadi suatu masalah berhubungan dengan efek yang ditimbulkannya.
• Evaluasi dokter menjadi sumber informasi pada klien dan keluarga
• Untuk mendeteksi sedini mungkin adanya tanda-tabda infeksi
• TTV merupakan acuan terjadinya Infeksi
• Personal hygiene dapat mencegah timbulnya mikroorganisme yang dapat menyebabkan infeksi
• Pemberian antibiotic dapat mencegah infeksi

DAFTAR PUSTAKA
Brunner and Sudarth. 1996. Buku Ajar Keperawatan medikal Bedah. Buku Kedokteran EGC : Jakarta.
Ester Monica. 2001. Keperawatab Medikal Bedah : Pendekatan Sistem Gastrointestinal. Buku Kedokteran EGC : Jakarta.
Jayve M. Black and Esther Matassarin Jacob. 1997. Medical Surgical Nursing : Clinical Management for Continuty of Care, fifth edition. WB. Sounders : Campani
Mansjoer Arif, dkk. 1999. Kapita Selekta Kedokteran Jilid 1. Media Aesculapius FKUI : Jakarta.
Price, Sylvia, dkk. 1994. Patofisiologi Konsep Klinik, Proses-Proses Penyakit. Buku Kedokteran EGC : Jakarta.
Sulaiman, Ali, dkk. 1990. Gastroentorologi Hepatologi. CV. Agung : Jakarta.
http://www.blogger.com/favicon.ico

 
Leave a comment

Posted by on July 6, 2011 in pengetahuan

 

MAKALAH KONTEKS LEGAL ETIK DALAM ASUHAN KEPERAWATAN JIWA

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Keperawatan sebagai profesi dituntut untuk mengembangkan keilmuannya sebagai wujud kepeduliannya dalam meningkatkan kesejahteraan umat manusia baik dalam tingkatan preklinik maupun klinik. Untuk dapat mengembangkan keilmuannya maka keperawatan dituntut untuk peka terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungannya setiap saat.
American nurse’s association mendefenisikan keperawatan kesehatan jiwa sebagai suatu bidang spesialisasi praktik keperawatan yang menerapkan teori perilaku manusia sebagai ilmunya dan penggunaan diri yang bermanfaat sebagai kiatnya. Asuhan yang kompeten.
B. Tujuan
1 Untuk memenuhi mata kuliah Keperawatan Jiwa
2 Mahasiswa dapat memahami tentang Konteks Legal Etik dalam Asuhan Keperawatan Jiwa

C. Manfaat
1 Meningkatkan pemahaman perawat terhadap hak-hak pasien dan hak legal perawat.
2 Sebagai dasar dalam mengembangkan ilmu keperawatan jiwa.
3 Mengetahui keterkaitan keperawatan jiwa tentang konteks legal etik dalam asuhan keperawatan jiwa.
4 Sebagai landasan dalam melakukan penelitian baik klinik dan preklinik

BAB II

ISI

Pertimbangan Legal Dan Etik
Klien psikiatri memiliki hak legal, sama seperti klien ditempat lain. Isu legal dan etik yang dibahas pada bagian ini terutama berkaitan dengan topik klien yang menunjukkan sikap bermusuhan dan agresif, tetapi berlaku untuk semua klien di lingkungan kesehatan jiwa.

A. Hospitalisasi Involunter
Kebanyakan klien masuk ke tempat rawat inap atas dasar sukarela. Hal ini berarti mereka ingin mencari terapi dan setuju dirawat di rumah sakit. Akan tetapi, beberapa klien tidak mau dirawat di rumah sakit dan diobati. Keinginan mereka dihargai kecuali mereka berbahaya bagi diri mereka sendiri atau orang lain (misalnya : mereka mengancam atau berupaya bunuh diri atau membahayakan orang lain). Klien yang dirawat di rumah sakit di luar kemauan mereka dengan kondisi seperti ini dimasukkan ke rumah sakit untuk perawatan psikiatri sampai mereka tidak lagi berbahaya bagi diri mereka sendiri atau orang lain. Setiap negara bagian memiliki hukum yang mengatur proses komitmen sipil, tetapi sama di setiap Negara bagian. Seseorang dapat ditahan di fasilitas psikiatri selama 48 sampai 72 jam karena keadaan darurat sampai dapat dilakukan pemeriksaan untuk menentukkan apakah klien harus dimasukkan ke fasilitas psikiatri untuk menjalani terapi selama periode waktu tertentu. Banyak negara bagian memiliki hukum yang sama, yang mengatur komitmen klien dengan masalah penyalahgunaan zat yang membahayakan diri mereka sendiri atau orang lain ketika di bawah pengaruh zat. Komitmen sipil atau hospitalisasi involunter mengurangi hak klien untuk bebas atau meninggalkan rumah sakit ketika ia menginginkannya. Hak klien yang lain tetap utuh.

B. Keluar dari Rumah Sakit
Klien yang masuk rumah sakit secara sukarela memiliki hak untuk meninggalkan rumah sakit jika mereka tidak membahayakan diri sendiri atau orang lain. Klien dapat menandatangani suatu permintaan tertulis untuk pulang dan keluar dari rumah sakit tanpa saran medis jika mereka tidak berbahaya. Apabila klien yang masuk rumah sakit secara sukarela yang berbahaya bagi dirinya sendiri atau orang lain menandatangani surat permintaan untuk pulang, psikiater dapat mengajukan komitmen sipil untuk menahan klien terhadap keinginannya sampai dapat dilakukan pemeriksaan untuk memutuskan hal tersebut.
Selama berada di rumah sakit, klien tersebut minum obat-obatan dan membaik cukup cepat sehingga ia memenuhi syarat untuk pulang ketika ia tidak lagi berbahaya. Beberapa klien berhenti minum obat-obatan setelah pulang dari rumah sakit dan kembali mengancam, agresif, atau berbahaya. Klinisi kesehatan jiwa semakin bertanggung jawab secara hukum untuk tindak kriminal klien tersebut, yang meningkatkan perdebatan tentang komitmen sipil yang luas untuk klien yang berbahaya. Studi yang di lakukan Weinberger et al. (1998) menunjukkan bahwa pengadilan menerima kurang dari 50% petisi profesional kesehatan jiwa untuk komitmen sipil yang luas pada klien psikiatri yang berbahaya. Perhatian pengadilan adalah klien psikiatri memiliki hak sipil dan tanpa alasan yang kuat tidak boleh ditahan di rumah sakit jika mereka tidak menginginkannya ketika mereka tidak lagi berbahaya. Masyarakat menentang dengan menuntut bahwa mereka patut dilindungi dari individu yang berbahaya, yang memiliki riwayat tidak mengkonsumsi obat-obatan sehingga dapat menjadi ancaman bagi masyarakat.

C. Hak-hak Klien
Klien kesehatan jiwa tetap memiliki semua hak sipil yang diberikan kepada semua orang, kecuali hak untuk meninggalkan rumah sakit dalam kasus komitmen involunter. Klien memiliki hak untuk menolak terapi, mengirim dan menerima surat yang masih tertutup, dan menerima atau menolak pengunjung. Setiap larangan ( misalnya : surat, pengunjung, pakaian) harus ditetapkan oleh pengadilan atau instruksi dokter untuk alasan yang dapat diverifikasi dan didokumentasikan. Contohnya sebagai berikut :
• Klien yang pernah berupaya bunuh diri tidak diizinkan menyimpan ikat pinggang, tali sepatu, atau gunting, karena benda tersebut dapat digunakan untuk membahayakan dirinya.
• Klien yang menjadi agresif setelah kunjungan seseorang dilarang dikunjungi orang tersebut selama suatu periode waktu.
• Klien yang mengancam orang lain di luar rumah sakit melalui telepon diizinkan menelepon hanya jika diawasi sampai kondisinya membaik.

Hak-hak Pasien Berdasarkan American Hospital Association (1992) :
1. Pasien memiliki hak untuk mendapatkan perawatan yang penuh rasa hormat dan perhatian.
2. Pasien memiliki hak dan dianjurkan untuk memperoleh informasi yang dapat dipahami, terkini, dan relevan tentang diagnosa, terapi, dan prognosis dari dokter dan pemberi perawatan langsung lainnya.
3. Pasien memiliki hak untuk membuat keputusan tentang rencana perawatan sebelum dan selama proses terapi dan menolak terapi yang direkomendasikan atau rencana perawatan sejauh yang diperbolehkan oleh hukum dan kebijakan rumah sakit dan diinformasikan tentang konsekuensi medis tindakan ini. Bila pasien menolak terapi, pasien berhak memperoleh perawatan dan pelayanan lain yang tepat, yang disediakan rumah sakit, atau dipindahkan ke rumah sakit lain. Rumah sakit harus memberi tahu pasien tentang setiap kebijakan yang dapat memengaruhi pilihan pasien di dalam institusi tersebut.
4. Pasien memiliki hak untuk meminta petunjuk lanjutan tentang terapi ( misalnya living will, perwalian perawatan kesehatan, atau menunjuk pengacara untuk mengatur perawatan kesehatan selama waktu tertentu), dengan harapan bahwa rumah sakit akan menerima maksud petunjuk tersebut sejauh yang diperbolehkan oleh hukum dan kebijakan rumah sakit.
5. Pasien memiliki hak terhadap setiap pertimbangan privasi. Diskusi kasus, konsultasi, pemeriksaan, dan terapi harus dilaksankan agar privasi setiap pasien terlindungi.
6. Pasien memiliki hak untuk berharap bahwa semua komunikasi dan catatan yang berhubungan dengan perawatannya akan dijaga kerahasiannya oleh rumah sakit, kecuali pada kasus seperti kecurigaan tentang penganiayaan dan bahaya kesehatan masyarakat, ketika pelaporan kasus tersebut diizinkan atau diwajibkan oleh hukum. Pasien memiliki hak untuk berharap bahwa rumah sakit akan menegaskan kerahasiaan informasi ini ketika memberi tahu pihak lain yang berhak meninjau informasi dalam catatan tersebut.
7. Pasien memiliki hak untuk meninjau catatan yang berhubungan dengan perawatan medisnya dan meminta penjelasan atau interpretasi informasi sesuai kebutuhan, kecuali jika dilarang oleh hukum.
8. Pasien memiliki hak untuk berharap bahwa dalam kapasitas dan kebijakannya, rumah sakit akan merespon dengan baik permintaan pasien untuk memperoleh perawatan dan pelayanan yang tepat dan diindikasikan secara medis.
9. Pasien memiliki hak untuk bertanya dan diinformasikan tentang adanya hubungan bisnis antara rumah sakit, institusi pendidikan, pemberi perawatan kesehatan lain, atau pihak pembayar yang dapat memengaruhi terapi dan perawatan pasien.
10. Pasien memiliki hak untuk menyetujui atau menolak partisipasi dalam studi penelitian yang diajukan atau eksperimen pada manusia yang memengaruhi perawatan dan terapi atau memerlukan keterlibatan pasien secara langsung, dan meminta penjelasan sepenuhnya tentang studi tersebut sebelum memberi persetujuan. Pasien yang menolak untuk berpartisipasi dalam penelitian atau eksperimen tetap berhak mendapat perawatan yang paling efektif, yang dapat diberikan rumah sakit.
11. Pasien memiliki hak untuk menharapkan kontinuitas perawatan yang layak jika tepat dan mendapat informasi dan dokter dan pemberi perawatan lain tentang pilihan perawatan pasien yang realistis dan tersedia ketika perawatan rumah sakit tidak lagi tepat.
12. Pasien memiliki hak untuk mendapat informasi tentang kebijakan dan praktik di rumah sakit yang berhubungan dengan perawatan pasien, terapi, dan tanggung jawab. Pasien memiliki hak untuk mendapat informasi tentang sumber yang tersedia untuk mengatasi perselisihan, keluhan, dan konflik, misalnya komite etik, perwakilan pasien, dan mekanisme lain yang tersedia di instusi. Pasien memiliki hak mendapat informasi tentang biaya rumah sakit untuk pelayanan yang diberikan dan metode pembayaran yang digunakan.

Hak pasien jiwa secara umum (Stuart & Laraia, 2001) :
• Hak untuk berkomunikasi dengan orang lain di luar RS dengan berkorespondensi, telepon dan mendapatkan kunjungan
• Hak untuk berpakaian
• Hak untuk beribadah
• Hak untuk dipekerjakan apabila memungkinkan
• Hak untuk menyimpan dan membuang barang
• Hak untuk melaksanakan keinginannya
• Hak untuk memiliki hubungan kontraktual
• Hak untuk membeli barang
• Hak untuk pendidikan
• Hak untuk habeas corpus
• Hak untuk pemeriksaan jiwa atas inisiatif pasien
• Hak pelayanan sipil
• Hak mempertahankan lisensi hukum; supir, lisensi profesi
• Hak untuk memuntut dan dituntut
• Hak untuk menikah dan bercerai
• Hak untuk tidak mendapatkan restrain mekanik yang tidak perlu
• Hak untuk review status secara periodik
• Hak untuk perwalian hukum
• Hak untuk privasi
• Hak untuk informend consent
• Hak untuk menolak perawatan
D. Konservator
Pengangkatan konservator atau pelindung hukum merupakan proses yang terpisah dari komitmen sipil. Individu yang mengalami disabilitas berat terbukti tidak kompeten tidak dapat menyediakan makanan, pakaian, dan tempat tinggal bagi diri mereka sendiri walaupun sumber-sumber tersedia dan tidak dapat bertindak sesuai keinginan mereka sendiri, dapat memerlukan pengangkatan seorang konservator. Pada kasus ini, pengadilan menunjuk seseorang untuk bertindak sebagai pelindung hukum. Petugas ini memiliki banyak tanggung jawab untuk individu tersebut, seperti memberi persetujuan tindakan, menulis cek, dan membuat kontrak. Klien yang memiliki pelindung hukum tidak lagi memiliki hak untuk membuat kontrak atau persetujuan hukum (misal, pernikahan atau penggadaian) yang memerlukan tanda tangan : hal ini mempengaruhi banyak aktivitas sehari-hari yang kita anggap benar. Karena konservator atau pelindung hukum berbicara atas nama klien, perawat harus mendapat persetujuan atau izin dari konservator klien.

E. Lingkungan yang Kurang Restriktif
Klien memiliki hak untuk menjalani terapi di lingkungan yang kurang restriktif yang tepat untuk memenuhi kebutuhan mereka. Hal ini berarti bahwa klien tidak harus dirawat di rumah sakit jika ia dapat diobati di lingkungan rawat jalan atau group home. Hal ini juga berarti bahwa klien harus bebas dari restrein atau seklusi kecuali hal tersebut dibutuhkan.
Restrein adalah aplikasi langsung kekuatan fisik pada individu, tanpa izin individu tersebut, untuk membatasi kebebasan geraknya. Kekuatan fisik ini dapat menggunakan tenga manusia, alat mekanis atau kombinasi keduanya. Restrein dengan tenaga manusia terjadi ketika anggota staf secara fisik mengendalikan klien dan memindahkannya ke ruang seklusi. Restrein mekanis adalah peralatan, biasanya restrein pada pergelangan kaki dan pergelangan tangan, yang diikatkan ke tempat tidur untuk mengurangi agresi fisik klien, seperti memukul, menendang, dan menjambak rambut.
Seklusi adalah pengurungan involunter individu dalam ruangan terkunci yang dibangun secara khusus serta dilengkapi dengan jendela atau kamera pengaman untuk memantau klien secara langsung (JCAHO, 2000). Ruangan tersebut sering kali dilengkapi dengan tempat tidur yang diikatkan ke lantai dan sebuah kasur untuk keamanan. Setiap benda tajam atau berpotensi berbahaya seperti pena, kacamata, ikat pinggang, dan korek api dijauhkan dari klien sebagai tindakan kewaspadaan keselamatan. Seklusi membuat stimulasi berkurang, melindungi orang lain dari klien, mencegah perusakan properti, dan memberi privasi kepada klien.
Tujuan seklusi ialah memberi klien kesempatan untuk memperoleh kembali pengendalian diri secara fisik dan emosional.
Perawat juga harus menawarkan dukungan kepada keluarga klien. Keluarga mungkin marah atau malu ketika klien direstrein atau diseklusi. Penting untuk memberi penjelasan yang menyeluruh dan cermat tentang perilaku klien dan penggunaan restrein atau seklusi selanjutnya. Akan tetapi, apabila klien adalah orang dewasa, diskusi tentang hal ini memerlukan persetujuan pemberian informasi yang ditanda tangani. Pada kasus anak-anak, persetujuan yang ditanda tangani tidak diperlukan untuk menginformasikan orang tua atau pelindung tentang penggunaan restrein atau seklusi. Dengan memberi informasi kepada keluarga dapat membantu menghindari kesulitan legal atau etik dan membuat keluarga tetap terlibat dalam terapi klien.

Hirarki Dalam Membatasi Pasien Jiwa (Stuart & Laraian, 2001) :
Pembatasan bisa dalam makna dibatasi secara fisik atau dibatasi pilihannya. Hirarki dari yang paling restriktif ke yang kurang restriktif.
• Ekstrimitas tubuh
• Batasan ruang gerak ( kamar isolasi)
• Batasan dalam aktivitas sehari-hari, misal acara TV, waktu merokok, komunikasi
• Aktivitas yang bermakna, misal akses untuk ikut rekreasi
• Pilihan perawatan
• Kontrol sumber keuangan
• Ekspresi verbal dan emosional

F. Kewajiban untuk Memperingatkan Pihak Ketiga
Satu pengecualian terhadap hak klien dalam kerahasiaan ialah kewajiban untuk memperingatkan, yang didasarkan pada keputusan Pengadilan Tinggi California, dalam Tarasoff vs. Regents of the University of California. Akibat keputusan ini ialah klinisi kesehatan jiwa berkewajiban untuk memperingatkan pihak ketiga yang dapat diidentifikasi tentang ancaman yang dilakukan seseorang walaupun ancaman tersebut didiskusikan selama sesi terapi, yang sebaliknya dilindungi oleh pihak istimewa.
Klinisi harus mengajukan empat pertanyaan untuk menentukan apakah terdapat kewajiban untuk memperingatkan (Felthous, 1999) :
• Apakah klien berbahaya bagi orang lain ?
• Apakah bahaya tersebut akibat gangguan jiwa serius ?
• Apakah bahaya tersebut segera terjadi ?
• Apakah bahaya tersebut ditargetkan pada korban yang dapart diidentifikasi ?
Misalnya, jika seorang pria dimasukkan ke fasilitas psikiatri karena ia bermaksud membunuh istrinya, ada suatu kewajiban yang jelas untuk memperingatkan istrinya. Akan tetapi, jika individu paranoid yang masuk fasilitas psikiatri mengatakan, “ Saya akan menangkap mereka sebelum mereka menangkap saya” tetapi tidak memberikan informasi lain, tidak ada pihak ketiga spesifik yang diperingatkan. Keputusan tentang kewajiban untuk memperingatkan pihak ketiga biasanya dibuat oleh psikiater, atau dilingkungan rawat jalan, keputusan dibuat oleh ahli terapi kesehatan jiwa yang berkualifikasi.

G. Peran Legal Perawat
Perawat jiwa memiliki hak dan tanggung jawab dalam tiga peran legal:
1. Perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan
2. Perawat sebagai pekerja
3. Perawat sebagai warga Negara.
Perawat mungkin mengalami konflik kepentingan antara hak dan tanggung jawab ini. Penilaian keperawatan propsesinal memerlukan pemeriksaan yang teliti dalam konteks asuhan keperawatan, kemungkinan konsekuensi tindakan keperawatan, dan alternative yang mungkin dilakukan perawat.
Masalah Legal Dalam Praktek Keperawatan
• Dapat terjadi bila tidak tersedia tenaga keperawatan yg memadai tidak tersedia standar praktek dan tidak ada kontrak kerja.
• Perawat profesional perlu memahami aspek legal untuk melindungi diri dan melindungi hak-hak pasien dan memahami batas legal yang mempengaruhi praktek keperawatan.
• Pedoman legal Undang-undang praktek, peraturan Kep Men Kes No 1239 dan Hukum adat.

H. Pertanggung Jawaban Pidana Terkait Dengan Kondisi Jiwa Seseorang
• Tindakan kriminal yang dilakukan oleh seseorang yang diduga memiliki kelainan jiwa perlu mendapatkan penyelididkan dari seorang ahli kesehatan jiwa ( Visum et repertum psikiatrikum; VER)
• Argumen yang menyebutkan bahwa seseorang yang didakwa melakukan tindakan kriminal dianggap tidak bersalah karena orang tersebut tidak bisa mengontrol perbuatannya atau tidak mengerti perbedaan antara benar dan salah yang dikenal sebagai Peraturan M’Naghten.
• Saat orang tersebut memenuhi kriteria, dia dapat dinyatakan tidak bersalah karena mengalami gangguan jiwa.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

• Proses hospitalisasi dapat menimbulkan trauma atau dukungan, bergantung pada institusi, sikap keluarga dan teman, respons staf, dan jenis penerimaan masuk rumah sakit, tabel memperlihatkan karakteristik yang membedakan dua jenis penerimaan masuk rumah sakit jiwa: sukarela dan paksaan.
• Hak-hak pasien mencakup hak untuk menerima dan menolak terapi, terlibat dalam rencana keperawatan, menolak berpartisipasi dalam penelitian, serta pengunjung, surat, dan telepon tidak dibatasi.
• Penggunaan seklusi dan restrein termasuk dalam domain hak pasien untuk lingkungan yang kuran restriktif. Penggunaan jangka pendek restrein dan seklusi diizinkan hanya jika klien terlihat akan melakuan tindakan agresif dan berbahaya bagi dirinya dan orang lain.
• Perawat jiwa memiliki hak dan tanggung jawab dalam tiga peran legal, yaitu Perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan, Perawat sebagai pekerja, dan Perawat sebagai warga Negara.

DAFTAR PUSTAKA

http://nuryantinoviana.wordpress.com/2010/05/15/prinsip-asuhan-keperawatan-jiwa/
• Vidbeck, Sheila L. 2008. Buku Ajar Keperawatan Jiwa. Psychiatric mental health nursing. Jakarta : EGC.
• Stuart, Gail W.2007.Buku Saku Keperawatan Jiwa. Jakarta : EGC.
• Suliswati, 2005. Konsep Dasar Keperawatan Kesehatan Jiwa. Jakarta : EGC

 
Leave a comment

Posted by on July 6, 2011 in Uncategorized