RSS

Minder?? Penting ga sih??

06 Apr
Minder?? Penting ga sih??

Sebenernya tulisan ini ditujukan kepada saya sendiri, hohohooo…makasih buat smua sumber (mbah googLe.Luph you!!) yang udah nyediain buanyaaaak informasi tak terhingga untuk orang2 yg membutuhkan😀
(saya= peLanggan tetap).
So, buat ngmudahin saya ingat2 and baca2 Lagi, akhirnya muncuLLah postingan ini (T.T
Okok, Lets cekedot..

Sumber pertama yang saya dapatkan adalah pengertian tentang minder itu sendiri,
Minder atau rendah diri adalah perasaan diri tidak mampu dan menganggap orang lain lebih baik dari dirinya.Orang yang merasa minder cenderung bersikap egosentris, memposisikan diri sebagai korban, merasa tidak puas terhadap dirinya, mengasihani diri sendiri dan mudah menyerah.
Sering kali kita lebih menghargai orang lain daripada diri sendiri. Sikap ini membuat kita menjadi “minder” dan bahkan mungkin enggan berinteraksi dengan orang lain.Tentu saja sikap “minder” akan merugikan diri kita sendiri dan orang-orang di sekitar kita. Sebab kita tidak bisa membuat diri kita berharga bagi orang lain dan mendedikasikan talenta ataupun keterampilan kita bagi orang-orang di sekitar kita. Untuk mengatasi sikap minder tersebut ada satu syarat, yakni menghargai diri sendiri.
Minder adalah tipikal orang yg bermental lemah. Mental yg lemah akan merasa selalu tidak aman. Selalu gelisah dan kuatir. Karena kerja otak sudah dipenuhi dg rasa kuatir, takut dan gelisah tanpa sebab atau disebabkan oleh hal-hal kecil, maka kerja otakpun menjadi lemah dan tidak dapat berfungsi untuk memikirkan hal-hal besar yg bermanfaat buat diri sendiri dan orang lain.
Ciri-ciri orang yang merasa minder ialah:
* Suka menyendiri.
* Terlalu berhati-hati ketika berhadapan dengan orang lain sehinggakan pergerakannya kelihatan kaku.
* Pergerakannya agak terbatas, seolah-olah sedar yang dirinya memang mempunyai banyak kekurangan.
* Berasa curiga terhadap orang lain
* Tidak percaya bahawa dirinya memiliki kelebihan
* Sering menolak apabila diajak ke tempat-tempat yang ramai orang.
* beranggapan bahwa orang lainlah yang harus berubah,
* menolak tanggung jawab hidup untuk mengubah diri menjadi lebih baik.
Ya ampuuun…..tenyata minder nggak ada bagusnya, ckckck….okok Lanjut ke Sumber berikutnya,

2 hal yang menjadi akar masalah, mengapa orang tidak mampu tampil percaya diri adalah:
1. Tidak mengerti dan menyadari betapa unik dan berharganya dirinya
2. Terlalu mencemaskan apa yang dipikirkan orang lain tentang dirinya
• Tidak mengerti dan menyadari betapa unik dan berharganya dirinya
Pada point 1 di atas, bahwa setiap manusia adalah individu yang unik dan berharga, adalah fakta , setiap kesadaran jiwa manusia akan mengakui bahwa dirinya lebih berharga dari orang lain.
Jika di formulakan secara rasio, kurang lebih seperti ilustrasi berikut :
– Tidak percaya diri/minder = Tidak menghargai diri sendiri = tidak men-syukuri kehidupan dan segala hal yang telah di berikan Tuhan Yang Maha Sempurna = Dosa = Salah

– Sesuatu yang nampak tidak nyaman dirasakan, bukan berarti tidak berharga, dan sebaliknya sesuatu yang nyaman dirasakan belum tentu berharga. Contoh :Olah raga adalah capek, tapi demi sehat banyak melakukannya dengan gembira – menyumbangkan uang kepada orang miskin adalah secara materi rugi, tapi banyak yang melakukan dengan bangga – korupsi adalah enak, tapi itu sama saja melukai hati nurani sendiri dan orang lain/hina, begitu juga dengan pelacur yang meski mendapat kepuasan seks juga dapat uang dengan nyaman, tapi hatinuraninya pasti tersiksa selain di rendahkan orang lain.

– Diri kita adalah unik, karena memang tak ada manusia lain yang menyerupai kita sepenuhnya, dan juga berharga, karena kehidupan adalah anugerah/bukan aib atau cela . semua yang merasa hidup dan menjalani hidup ini bertanggung jawab secara moral untuk menjunjung tinggi dan menghargainya.
• Terlalu mencemaskan apa yang dipikirkan orang lain tentang dirinya
Sadarilah bahwa sesungguhnya kita semua hanya bertanggung-jawab terhadap apa yang ada di kepala kita, bukan apa yang ada di kepala orang lain. Orang lain akan menganggap anda sebagai mana anda menganggap diri anda , Jika anda menampilkan diri sebagai individu yang berharga ,maka orang lainpun akan menghargai anda, dan sebaliknya, jika anda merendahkan diri anda sendiri (minder), orang lain-pun akan merendahkan anda. Orang lain tidak akan peduli seberapa pintar dan hebat-nya diri anda yang sebenarnya, juga tidak peduli seberapa bodoh dan buruknya diri anda, tapi orang lain akan lebih peduli jika anda bisa memberikan atau menampilkan sesuatu yang pantas dihargai.

Dalam berkomunikasi/ngobrol/berbicara , juga berlaku prinsip yang sama, bahwa orang lain tidak peduli seberapa banyak yang anda tau, tapi mereka lebih peduli apa manfaatnya mendengarkan apa yang anda katakan.

Hmmm….gitu ya?? Subhanallah, bermanfaat banget nih nasehatnya, keren…keren..kerenn >.<
Jadi kesimpulannya, minder itu……jengjengjeng….NGGAK PENTING BANGET!!! Harus di musnahin segera.

 
Leave a comment

Posted by on April 6, 2011 in Tips n' Trik

 

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: