RSS

Category Archives: Uncategorized

Mendapatkan masalah itu menyenangkan..


Haha..judul yg aneh, emangnya ada orang yang dapat masalah, menjadi senang??
Dimana2 itu klo ada masalah pasti …ya sedih..marah, kecewa, bingung, pusing, sampai pingsan, bunuh diri …(naudzubillahimindzalik)….

Bener ga ??
Tapi saat ini beda, hehe…(kayaknya..)
Saat aku mendapatkan masalah, aku malah senang dan bersyukur, aku menangis bahagia, bukan menangis karena terpuruk..
Kenapa aku begitu senang saat mendapatkan masalah??
Karena, aku memiliki banyak cita-cita, banyak impian, banyak doa dan harapan yang aku pinta tentunya hanya kepada ALLah SWT, namun semua keinginan itu ga bakaL terjadi tanpa adanya suatu proses,

Layaknya sebuah makanan, makanan akan begitu nikmat jika dibuat dengan kerja keras, pengorbanan, keaslian bumbu masakan, waktu yang ga sebentar, dengan ketulusan, kasih sayang, ditambah karena perut kita menjadi begitu lapar saat telah melakukan proses itu..sehingga membuat makanan itu menjadi luarbiasa nikmat saat kita memakannya..
Berbeda dengan makanan yang dibuat secara praktis, dengan campuran bahan kimia , bahan pengawet, tanpa ada belas kasihan meracuni tubuh kita yang memakannya.

Begitu pula dengan masalah-masalah ku, ini semua adalah proses yang akan membuat doa-doaku menjadi kenyataan,
Aku berdoa agar ALLah SWT membantu menjadikanku wanita muslimah , aku ingin membahagiakan orangtuaku, aku berharap bisa menjadi teman yg baik bagi semua sahabat-sahabatku, aku, aku, aku begitu banyak meminta, sehingga wajar bila ALLah juga akan memberikan latihan extra agar aku mampu mendapatkan hadiah hasil dari segala masalah-masalah ku..

Beberapa waktu ini aku bersedih, karena aku merasa hampa di sujud setiap malam saat aku menghadapNya, lama tak kurasakan indahnya memohon meminta belas kasihan dari-Nya dan linangan airmata tak lagi menyertai, hidup yang ku lalui walaupun rutin dengan ibadah-ibadah harianku , tapi aku merasa ada sesuatu yang kurang, ,
Dan akhirnya aku tahu, akhir-akhir ini segala sesuatu berjalan selalu sesuai dg yang ku inginkan, tak ada masalah , atau mungkin aku yang selalu menganggap masalah itu bukan suatu masalah?? Atau mungkin juga karena buku-buku motivasi yang ku baca membuat ku dapat menangani masalah-masalah itu, ,
Yang ku tahu, setiap masalah selalu datang dengan penyelesaiannya,
Yang ku tahu, setiap masalah tidak akan melampaui kemampuan di dalam diri,
yang ku tahu, aku hanya butuh kerja keras dan pengorbanan untuk menyelesaikan masalah ..
Yang aku tahu, semua akan mengalir seperti air, kita hanya perlu menjalani dan semua pasti akan terlewati..
Yang aku tahu, masalah akan hilang saat kita tersenyum bersama teman-teman…
Yang aku tahu, masalah itu adalah anugerah..
lalu apa yg harus aku khawatirkan??

Ya, benar, sekarang aku mulai pintar, dan mungkin aku sudah lulus ujian tahap ini, beberapa doaku pun telah ALLah kabulkan ,,

Dan ALLah tahu, aku butuh masalah yang lebih sulit, yang tak mampu aku selesaikan sendiri, yang mengembalikan diriku sebagai manusia biasa.

Sungguh…..aku rindu menjadi menjadi manusia yang merasa sangat membutuhkan Tuhan-Nya, aku rindu memohon belas kasihan-Nya, aku rindu nikmat menjadi orang bodoh yang tidak tahu apa-apa untuk menyelesaikan sesuatu, aku rindu saat aku menangis tersedu-sedu di tengah malam saat menceritakan penderitaanku kepada-Nya, aku rindu menjadi hamba-Mu yang penuh dengan kekurangan..
Dengan segala kelebihan yang telah Engkau berikan , kadang diri ini membutuhkan suatu masalah sebagai tanda sayang-Mu untuk melunakkan kembali hati yang hampir mengeras..dan itu membuatku senang saat aku mendapatkan masalah.
Ya ALLah , terimakasih ^_^

 
Leave a comment

Posted by on September 7, 2011 in Uncategorized

 

Mahasiswa berkuda kunjungi SDN Semangat Dalam Kec.ALaLak Kab.Barito kuaLa

“SEMANGAT..SEMANGAAT..SEMANGAAATT…” teriak anak-anak saat di beri tanda untuk melakukan yel-yel bersama para mahasiswa dari Kampus STIKES Muhammadiyah Banjarmasin.

Ya, itu hanyalah salah satu kegembiraan anak-anak SDN Semangat Dalam saat mengikuti kegiatan penyuluhan kesehatan sikat gigi dan mencuci tangan pada Sabtu, 23 Juli 2011, mereka tampak begitu antusias dengan kegiatan.

terbukti dengan lancarnya acara yang berlangsung mulai pukul 08.30 sampai 10.00 WITA. Acara yang menjadi program kerja UKM Sosial Masyarakat BEM STIKES Muhammadiyah ini bisa di bilang sukses, lancar sesuai rencana, berkat kekompakan dan kerjasama panitia segala persiapan selama seminggu pun dilakukan bersama untuk kegiatan tersebut.

SDN Semangat Dalam adalah sekolah dasar yang berada pada Kecamatan ALaLak Kabupaten Barito Kuala, perjalanan menuju Sekolah ini membutuhkan waktu kurang lebih setengah jam perjalanan, dikarenakan kondisi jalan yang rusak dan belum beraspal, alhasil, para mahasiswa yang menjadi panitia kegiatan penyuluhan kesehatan ini, harus berjuang melewati jalan berbatu-batu dan berlubang-lubang yang membuat mereka serasa sedang mengendarai kuda, tapi hal ini terbayarkan dengan respon positif yang diberikan adik-adik SDN Semangat Dalam saat menyambut kedatangan para mahasiswa, bahkan guru-guru dan masyarakat sekitar ikut gembira.

Kegiatan ini melibatkan seluruh siwa SDN Semangat dalam yang berjumlah 135 siswa mulai dari kelas 1 sampai kelas 6, untuk kemudahan penyampaian materi, maka di bagi 2 kelompok besar, kelompok A terdiri dari kelas 1,2,3 dengan Nanda sebagai pemateri, sedangkan di kelompok B terdiri dari kelas 4,5 dan 6 dengan aya sebagai pemateri. Kedua mahasiswa tersebut dengan lihainya memperagakan dan memberikan penyuluhan kepada adik-adik tentang bagaimana cara mencuci tangan dan menyikat gigi yang baik dan benar, dibantu oleh kawan-kawan panitia yang lain yang berjumlah kurang lebih 20 orang antara lain rizkan, ami, jumaidi, eko, vera, lati, laili, muyassar, jejen marleni, yeyen, ubad, gede, nindya, nita, selvi, raudah, dan zaidani,, di akhir penyuluhan membagikan secara merata berupa bingkisan yang terdiri dari sikat+pasta gigi, stiker kesehatan dan buah apel kepada setiap siswa SDN Semangat Dalam.


Permainan lomba kelereng yang dilakukan dihalaman sekolah menjadi puncak kegembiraan anak-anak dan para mahasiswa yang menjadi panitia, games kelompok ini ditujukan untuk melatih kekompakan para siswa dengan teman-teman yang lain, walaupun panas terik matahari tak menurunkan semangat anak-anak untuk berlomba memenangkan hadiah yang telah disediakan panitia.

Selain penyuluhan kesehatan mencuci tangan dan menyikat gigi, mahasiswa anggota UKM Sosial Kemasyarakatan juga menyumbangkan beberapa bibit pohon untuk ditanam dihalaman SDN Semangat dalam, dengan harapan tercipta kerindangan dan kesejukan disekitar sekolah, pemberian alat-alat kebersihan seperti sapu, serok sampah, tempat mencuci tangan, poster kesehatan dan plakat juga diberikan sebagai kenang-kenangan yang diberikan secara simbolis oleh ketua panitia pelaksana kepada wakil guru SDN Semangat Dalam.

Photo bersama pun menjadi agenda terakhir kegiatan penyuluhan kesehatan di SDN Semangat dalam, setelah berpamitan kepada adik-adik , saling bersalaman dan mengucapkan salam perpisahan, para Mahasiswa pun bersiap untuk pulang, namun ada yang sedikit mengejutkan, ternyata selama panitia melakukan kegiatan penyuluhan kesehatan, para guru SDN Semangat Dalam telah juga menyiapkan hidangan sebagai pelepas lapar dahaga, hangatnya teh manis dan kue-kue lain telah siap diatas meja, sungguh merupakan hal yang tak diduga, ternyata para guru begitu baik hati dan sangat peduli terhadap para mahasiswa anggota UKM Sosial Kemasyarakatan STIKES MB, para guru pun menghanturkan banyak terimakasih atas kesediaan panitia untuk mengunjungi Sekolah mereka, mereka sangat menyambut sekali kedatangan panitia yang memberikan banyak manfaat bagi para siswa mereka, dan sekaligus meminta maaf jika ada kekurangan dengan keadaan sekolah yang apa adanya.

Para mahasiswa pun akhirnya berpamitan kepada para guru dan mengucapkan terimakasih atas waktu dan tempat yang telah disediakan, juga penyambutan yang begitu hangat oleh lingkungan sekolah dengan kedatangan mereka, tidak lupa kata maaf terlontarkan, sekiranya ada kekurangan dalam kegiatan penyuluhan kesehatan . setelah selesai berkemas-kemas, panitia pun pulang dan siap-siap menghadapi jalan yang menantang, menjadi mahasiswa berkuda, entah daerah mana lagi yang akan menjadi sasaran para anggota UKM Sosial Kemasyarakatan, tunggu kedatangan para mahasiswa berkuda selanjutnya……^^

 
Leave a comment

Posted by on July 23, 2011 in Uncategorized

 

JEJAS SEL DAN ADAPTASI

Manusia sesungguhnya, berupa kelompok sel-sel yang tersususn rapi dan rumit. Kesehatan perorangan berasal dari kesehatan selnya. Penyakit mencerminkan disfungsi sejumlah penting sel-sel.

Dalam bereaksi terhadap tekanan yang progresif, sel akan :
Menyesuaikan diri
Terjadi jejas yang dapat pulih kembali (reversible)
Mati
Kelangsungan fungsi dan struktur fungsi sel normal, beradaptasi, terjejas ireversibel, mati merupakan keadaan yang berbatas kabur

Semua tekanan atau pengaruh berbahaya berdampak pertama-tama pada tingkat molekul. Perubahan molekul dan fungsi selalui mendahului perubahan morfologi. Waktu yang diperlukan untuk menimbulkan perubahan yang tampak pada adaptasi sel, jejas dan kematian berbeda-beda sesuai dengan kemampuan pemilihan cara-cara yang dipakai untuk mendetiksi perubahan tersebut.

Pertanyaannya
1. Apa yang menyebabkan terjadinya jejas, kematian sel dan adapatasi sel ?
2. Bagaimana Patogenesis dan Morfologi jejas sel ?
3. Apa yang dimaksud dengan penimbunan intrasel beserta contoh-contohnya, jelaskan ?
4. Pada organel-organel sel apa saja yang terjadi perubahan subsel, jelaskan ?
5. Ada beberapa proses adaptasi sel, jelaskan ?
6. Apa yang dimaksud dengan kalsifikasi dan perubahan hialin ?

Jawaban
1. Sebab-sebab Jejas, Kematian dan Adaptasi Sel adalah :
a. Hipoksia :
• Penyebab jejas dan kematian sel paling penting
• Mempengaruhi respirasi oksidasi aerob
• Hilangnya perbekalan darah, penyebab hipoksia yang paling sering
• Oksigenasi darah yang tidak memadai karena kegagalan kardiorespirasi

b. Bahan Kimia dan Obat :
• Penyebab penting adaptasi, jejas dan kematian sel.
• Setiap agen kimia atau obat dapat dilibatkan.
• Bahan yang tidak berbahaya bila konsentrasinya cukup sehingga dapat merusak lingkungan osmosa sel akan berakibat jejas atau kematian sel tersebut.
• Racun dapat menyebabkan kerusakan hebat pada sel dan kemungkinan kematian seluruh organisme.
• Masing-masing agen biasanya memiliki sasaran khusus dalam tubuh

c. Agen Fisika :
• Trauma mekanik pada organel intrasel atau pada keadaan yang ekstrem, dapat merusak sel secara keseluruhan.
• Suhu rendah Vasokonstriksi dan mengacau perbekalan darah untuk sel-sel, bila suhu semakin rendah, air intrasel akan mengalami kristalisasi.
• Suhu tinggi yang merusak dapat membakar jaringan.
• Perubahan mendadak tekanan atmosfer juga dapat berakibat gangguan perbekalan darah untuk sel-sel. Penyakit caison
• Tenaga Radiasi menyebabkan ionisasi lansung senyawa kimia yang dikandung dalam sel, mutasi yang dapat berjejas atau membunuh sel-sel.
• Tenaga Listerik meyebabkan luka bakar, dapat mengganggu jalur konduksi syaraf dan sering berakibat kematian karena aritmia jantung.

d. Agen Mikrobiologi :
• Virus dan rcketsia merupakan parasit obligat intrasel yang hidupnya hanya di dala sel-sel hidup.
• Virus yang menyebabkan perubahan pada sel : Sitolisis (dapat menyebabkan kematian sel), Onkogen (merangsang replikasi sel, berakibat tumor).
• Kuman dengan membebaskan eksotoksin dan endotoksin yang mampu mengakibatkan jejas sel, melepaskan enzim sehinga dapat merusak sel.
• Jamur, protozoa dan cacing dapat menyebabkan kerusakan dan penyakit pada sel

e. Mekanisme Imun :
• Penyebab kerusakan sel dan penyakit pada sel.
• Antigen penyulut berasal dari eksogen (Resin tanaman beracun), endogen (antigen sel) yang menyebabkan penyakit autoimun.

f. Cacat Genitika :
• Kesalahan metabolisme keturunan dapat mengurangi sutu enzem sel.
• Dalam keadaan parah meyebabkan kelangsungan hidup sel tidak sesuai.
• Beberapa keadaan abnormal genetika diturunkan sebagai sifat keluarga (anemia sel sabit).

g. Ketidak seimbangan Nutrisi :
• Defesiensi nutrisi penyebab jejas sel yang penting, mengancam menjadi masalah kehancuran di masa mendatang.
• Defesiensi protein-kalori, avitaminosis, kalori berlebihan dan diet kaya lemak merupakan masalah ketidakseimbangan nutrisi di dunia.

h. Penuaan :
• Penuaan dan kematian sel merupakan akibat penentuan progresif selama jangka waktu hidup sel dengan informasi genitik yang tidak sesuai akan menghalangi fungsi normal sel.

2. Jejas pada sel mungkin mempunyai banyak penyebab, dan mungkin tidak mempunyai jalur akhir umum (common final pathway) kematian sel. Titik pantang balik, yaitu titik dimana kerusakan ireversibel dan kematian sel terjadi, masih banyak yang belum diketahui Jenis oksigen tereduksi parsial yang diaktifkan, merupakan perantara penting kematian sel dalam banyak keadan patologis.
Rangkaian Peristiwa : JEJAS ISKEMI DAN HIPOKSIA
Titik pertama serangan hipoksia ialah pernapasan aerob sel, yaitu fosforilasi oksidatif oleh mitokondria.
Pembentukan ATP diperlambat atau berhenti.
Penimbnan natrium intrasel dan difusi kalium keluar sel disusul oleh iso-osmosa air mengakibatkan pembengkakan sel yang akut.
 Glikolisis meyebabkan penimbunan asam laktat dan fosfat anorganik dari hidrolisis ester-ester fosfat akan menurunkan pH intrasel.

Peristiwa selanjutnya terjadi pelepasan ribosom dan retikulum endoplasma bergranula dan penguraian polisom menjadi monosom. Terjadi gelembung di permukaan sel. Gangguan di atas reversibel bila oksigenasi segera dipulihkan, tetapi bila eskimi menetap maka terjadi jejas ireversibel.

Jejas ireversibel diikuti secara morfologis oleh :
Vakuolisasi berat mitokondria, termasuk krista-kristanya.
Kerusakan parah selaput plasma
Pembengkakan lisosom
 Bila daerah iskemi diperfusi kembali terjadi influks kalsium yang masif ke dalam sel sehingga timbul kepadatan amorf dalam matriks mitokondria

Kemungkinan penyebab kerusakan membrane pada jejas iskemik yang ireversibel :
Kehilangan ATP sel
Kehilangan fosfolipid membran (sintesis berkurang atau degradasi meningkat)
Produk-produk pemecahan lipid (asam lemak bebas, lisofosfolipid)
Jenis oksigen beracun
Perubahan sitoskelet
Ruptur lisosom

Dua peristiwa secara tetap menandai sifat ireversibel :
 Ketidakmampuan mengubah disfungsi mitokondria (hilangnya fosforilasi oksidatif dan pembentukan ATP) terhadap reperfusi dan reoksigenasi.
Timbulnya gangguan nyata pada fungsi selaput

Mekanisme jejas ireversibel
Perubahan struktur dan fungsi mitokondria dalam jaringan iskemi dan pengurangan ATP sebagi penyebab kematian sel.
Kerusakan membran sel sebagai faktor utama patogenesis jejas sel yang ireversibel.
 Fosforilasi oksidatif dipengaruhi hipoksia, oleh karena itu mempengaruhi sintesis ATP yang vital, kerusakan selaput penting bagi timbulnya jejas letal sel, dan ion kalsium, pada beberapa keadaan, merupakan perantara penting bagi perubahan biokimia yang menyebabkan kematian sel.
Jejas sel akibat radikal bebas :
Beberapa bahan kimia menyebabkan jejas selaput secara langsung : keracunan merkuri klorida, air raksa mengikat gugus sulf-hidril selaput sel dan protein lain.
Jejas radikal bebas, terutama oleh jenis oksigen yang diaktifkan, timbul sebagai jalur umum jejas sel pada berbagai proses, seperti jejas bahan kimia dan radiasi, keracunan oksigen dan gas lain-lain, penuaan sel, pembunuhan mikroba oleh sel fagosit, kerusakan radang, perusakan tumor oleh makrofag dan lain sebaginya.

Apakah radikal bebas itu :
Sejenis bahan kimia yang memiliki satu elektron tanpa pasangan pada orbit luarnya yang sangat reaktif dan tidak mantap.
Dalam sel mengadakan reaksi dengan bahan kimia anorganik dan organik.
 Radikal dapat dibentuk dari dalam sel oleh absorbsi tenaga radiasi, reaksi reduksi-oksidasi dan metabolisme enzimatik bahan-bahan kimia eksogen.

Sekali radikal bebas terbentuk, bagaimana tubuh dapat terbebas dari padanya ?
Superoksida tidak mantap secara spontan dirusak menjadi oksigen dan hidrogen peroksida.
Sejumlah enzim melakukan perlawanan terhadap radikal bebas.
Logam-logam ikut serta pada pembersihan dengan cara menerima atau menyumbangkan elektron.
Antioksidan endogen dan eksogen dapat menyekat permukaan radikal bebas atau membuatnya inaktif.

Jejas sebagai akibat virus :
 Dampak sitopati langsung, dimana partikiel virus yang melakukan replikasi cepat mempengaruhi beberapa aspek metabolisme sehingga terjadi kerusakan sel.
Induksi reaksi imun terhadap antigen virus atau antigen sel hasil perubahan virus dan perusakan sel oleh antibodi atau reaksi perantaraan sel.

Penuaan sel :
Dapat merupakan penimbunan progresif perubahan-perubahan struktur dan fungsi selama bertahun-tahun yang mengakibatkan kematian sel atau setidak-tidaknya pengurangan kemampuan sel bereaksi terhadap jejas.
Penuaan sel sebagai akibat program genetika yang diwariskan dalam sel-sel dan sebagai akibat penimbunan jejas sel yang berulang sejalan dengan waktu.

Morfologis jejas sel :
Perubahan Ultrastruktur :
1. Perubahan yang terdapat pada membran plasma, pembengkakkan sel, gelembung sitoplasama, penumpulan dan distrosi jonjot mikro, terjadi robekan pada selaput yang membungkus membran sel.
2. Perubahan mitokondria, menjadi padat, membengkak karena pergeseran ion, kepadatan amorf yang khas, terjadi robekan dan disusul perkapuran.
3. Pelebaran retikulum endoplasma, diikuti pelepasan ribosom dan pecahnya polisom disertai pengurangan protein, terjadi fragmentasi progresif retikulum endoplasma dan pembentukan gambaran mielin.
4. Perubahan pada lisosom, dapat jernih dan sering bengkak, setelah jejas awitan jejas letal, lisosom robek dan dapat menghilang ditemukan sebagai bangkai (sel mati)

Gambaran Mikroskop Cahaya :
1. Jejas reversibel (perubahan morfologis sebagi akibat jejas non letal sel : degenerasi), pembengkakkan sel dan perubahan berlemak.
2. Kematian sel – Nekrosis. Nekrosis dapat didefinisikan sebagai perubahan morfologi akibat tindakan degradasi progresif oleh enzim-enzim pada sel yang terjejas letal.
3. Dua proses penting : (1) pencernaan sel oleh enzim menyebabkan nekrosis likuefaktif ,(2) denaturasi protein menimbulkan nekrosis koagulatif.
4. Nekrosis kaseosa (gambaran putih seperti keju pada daerah nekrosis), merupakan bentuk lain nekrosis koagulatif, dijumpai paling sering pada fokus-fokus infeksi tuberkulosis. Apoptosis ialah gambaran morfologi nyata kematian sel yang tidak lazim yang mengenai satu sel atau kelompok sel. Nekrosis lemak oleh enzim, adanya area-area fokal kerusakan lemak sebagai akibat dilepaskan secara abnormal enzim-enzim pankreas yang diaktifkan ke dalam jaringan pankreas dan rongga peritoneum. (Nekrosis pankreas akut). Asam lemak yang dilepaskan bergabung dengan kalsium menghasilkan daerah-derah yang tampak makro putih berkapur.
5. Nekrosis fibrinoid : Jejas imunologi terhadap arteri dan arteriol yang ditandai oleh penimbunan massa fibrin yang berwarna merah muda homegen, protein plasma, imunoglobulin, dalam dinding pembuluh yang terkena. Merupakan bentuk nyata reaksi jaringan terhadap bentuk-bentuk tertentu jejas.
6. Nekrosis gangrenosa : diterapkan pada tungkai bawah yang kehilangan perbekalan darah dan selanjutnya diserang kuman. Bila gambaran koagulatif menonjol, dinamakan ganren kering, bila invasi kuman mengakibatkan likuefaksi, disebut gangren basah

3. Penimbunan Intrasel :
• Adanya beberapa metabolit normal berlebihan pada sel. Contoh : Penimbunan glikogen pada penderita diabetes yang kadar glokusanya tinggi terus.
• Penimbunan beberapa produk abnormal yang tidak dapat dimetabolisme.Contoh : Produk abnormal sebagai hasil kesalahan metabolisme keturunan
• Sintesis intrasel berlebih beberapa produk. Contoh : Sintesis berlebihan pigmen melanin yang dijumpai pada penyakit tertentu, misalnya insufisiensi adrenal

Lemak :
Perubahan berlemak merupakan penimbunan abnormal lemak dalam sel parenkin. Penumpukan vakuol lemak dalam sel, baik kecil maupun besar, mencerminkan peningkatan bsolut lemak intrasel.
Agar dikeluarkan oleh hati, trigliserida intrasel harus digabungkan dengan molekul apoprotein khusus yang disebut protein penerima lipid untuk membentuk lipoprotein.
Perubahan berlemak paling sering terjadi pada hati dan jantung

Gangguan yang menyebabkan hati berlemak :
Pemasukan berlebih asam lemak bebas ke dalam hati.
Sentesis asam lemak dari asetat meningkat.
Oksidasi asam lemak berkurang.
 Peningkatan esterifikasi asam lemak menjadi trigliserida, sehingga terjadi peningkatan gliserofosfat-alfa, tulang punggung karbohidrat yang terlibat dalam seterifikasi tersebut.
Pengurangan sintesis apoprotein.
Sekresi lipoprotein dari hati terganggu.
Nomor 2 dan 3 menyebabkan peningkatan esterifikasi asam asam lemak menjadi triglisirida

Penimbunan lipid lainnya :
 Penimbunan intraseluler kolesterol dan ester kolesterol juga menonjol pada penyakit-penyakit tertentu, yang paling penting adalah ateroskloris.
Penimbunan intrseluler kolesterol dan ester kolesterol dalam makrofag juga khas pada keadaan hiperlipidemi herediter dan diklapat (akuesita).
Pertumbuhan lemak ke dalan (infiltrasi stroma oleh lemak) merupakan penimbunan jaringan adiposa dalam stroma jaringan ikat sutu parenkin yang sering dijumpai pada jantung dan pankreas.
Penimbunan protein dapat dijumpai dalam sel karena kelebihan yang ada pada sel atau karena sel mensentesis protein dalam jumlah berlebihan.
Endapan berlebihan intraselular bahan glikogen tempak pada penderita kelainan metabolisme glokusa atau glikogen (penderita diabetes mellitus). Glikogen juga ditimbun di dalam sel-sel dalam kelompok kelainan yang berhubungan erat, semua bersifat genetik, yang secara bersamaan disebut penyakit penimbunan glikogen atau glikogenoses.
Kompleks lipid dan karbohidrat. Penimbunan intraselular berbagai metabolit abnormal ditandai oleh peningkatan data tentang kesalahan metabolisme keturunan yang semua dinamakan penyakit penimbunan

Pigmen :
Pigmen Eksogen
Pencemaran udara yang parah menyebabkan penimbunan debu pada paru-paru seperti pada pekekerja tambang (antrokosis, pneumokoniosis pekerja tambang, fibroaia progresif massif paru, siderosis, sideroselikosis)
Tattoo dapat menyebabkan pigmentasi yang menetap seumur hidup dalam makrofag kulit yang kadang-kadang mengganggu.

Pigmen endogen :
1. Hemosiderin
2. Hematin
3. Bilirubin
4. Lipofusin
5. Melanin
1, 2, dan 3 berasal dari haemoglobin
Hemosiderin :
 Ialah pigmen kuning emas sampai coklat, granular atau berkristal, mengandung zat besi yang segera tampak dengan mikroskop cahaya.
Pigmentasi hemosiderin pada sel dan jaringan terjadi sebagai proses setempat atau sistemik di seluruh tubuh.
 Pada payah jantung yang berkepanjangan paru merupakan contoh yang baik untuk bendungan lama yang meyebabkan penampakan hemosiderin dalam sel fagosit mononuklir dalam alveoli. Makrofag berpigmen ini sering disebut sel payah jantung.
Hemosiderin sistemik dijumpai bila terjadi kelimpahan besi dalam tubuh, hemokromatosis merupakan contoh paling eksterm kelimpahan sistemik besi.
Pigmen dan kandungan besi ini dapat dimobilisasi sehingga hemosiderin akan menghilang jika penyebab kelebihan zat besi hilang.

Hematin :
Pigmen yang berasal dari hemaglobin yang relatif jarang dan susunannya tidak menentu.
 Pigmen ini tampak terjadi pada hemolisis massif sel darah merah, seperti yang terjadi pada reaksi tranfusi atau pada destruksi eritosit oleh parasit malaria.
Pigmen ini juga kuning emas, tetapi jelas terbatas pada sel-sel retikuloendotel dalam tubuh.
Masih mengandung zat besi.

Bilirubin :
Pigmen empedu normal kuning coklat, hijau, juga berasal dari hemoglobin, tetapi tidak lagi mengandung zat besi.
 Peningkatan kadar bilirubin plasma (hiperbilirubinemia) dapat menyebabkan berbagai kelainan yang merusak metabolisme normal bilirubin, misalnya peningkatan pemecahan sel darah merah (ikterus hemolisis)
Pada heperbilirubinemia, jaringan dan cairan tubuh terwarnai oleh empedu yang menyebabkan kulit dan sklera berwarna kuning (ikterus).
Bilirubin tampak secara morfologi dalan sel-sel hati bila ikterus sudah sangat nyata.

Lifopusin :
Pigmen yang tidak larut yang juga dikenal sebagai lipokrom, pigmen kerusakan (wear-and-tear) atau penuaan.
 Lipofusin tampak dalam sel yang mengalami perubahan progresif, lambat seperti pada atrofi yang terjadi pada usia lanjut dan penderita malnutrisi berat yang disertai pengisutan alat tubuh (atrofi coklat).
Lipofusin merupakan sisa tidak tercerna vakuol autofagi yang terbentuk selama penuaan dan atrofi.
Pigmen ini berasal dari peroksidasi lipid poli tidak jenuh membran subsel.

Melanin :
 Berasal dari bahasa Yunani melas yang berarti hitam, merupakan pigmen endogen bukan berasal dari hemoglobin, berwarna coklat hitam yang dibentuk bila enzim tirisine mengkatalis oksidasi tirosin menjadi dil-idroksifelalanin (DOPA).
Melanosit normal terapat pada kulit, folikel rambut, saluran uvea dan lain-lain.
Pada manusia, sistesis melanin diatur oleh kelenjar adrenal dan hipofisis.
 Albino merupakan penderita kehilangan tirosinase herediter, tidak mampu mensintesis melanin dan sangat peka dan mudah terjejas cahaya matahari serta kanker kulit.

4. Perubahan sub sel :
Membran dan kerangka membran : kerusakan selaput yang reversibel dan ireversibel, kelainan lain pada struktur molekul membran dan komponen-komponen yang terkait, beberapa bersifat genetik.
Lisosom : (1). Heterogasitosis, bahan-bahan dari lingkungan eksterna diambil melalui proses endositosis (cara khusus : fagositosis, dari makromolekul : pinositosis). Contoh : pengambilan dan pencernaan kuman oleh leukosit neitrofil. (2). Autofagositosis, organel sel mengalami jejas setempat dan kemudian harus dicerna bila funsi sel normal ingin dipertahankan, lisosom dilibatkan dalam autodigesti (autolisosom) dan prosesnya disebut autofagi.
Induksi (Hipertrofi) Retikulum Endoplasma Polos : Penggunaan barbiturat jangka lama akan berakibat pemendekan progresif jangka waktu tidur, penderita mengalami adaptasi terhadap obat. Dasar adaptasi ini ditelusuri melalui induksi meningkatnya volume (hipertrofi) retikulum endoplasma polos (SER) hepatosit.
Mitokondria : Disfungsi mitokondria berperan penting pada jejas akut sel, berbagai perubahan dalam jumlah, ukuran dan bentuk terjadi pada keadaan patologi. Contoh : keadaan abnormal (megamitokondria) pada hati penderita alkoholisme.
Sitoskelet, keadaan yang abnormal mendasari berbagai keadaan patologi yang mencerminkan gangguan fungsi sel, seperti gerakan sel dan gerakan organel intrasel atau pada beberapa keadaan penimbunan bahan berfibril intraselular. Sitoskelet tersusun dari mikrotubuli, filamen aktin tipis, filamin miosin tebal, berbagai kelas filamen sedang, beberapa bukan filamin yang tidak mengalami polimerasasi lainnya. Patologi sitoseklet akan segera mengungkap lebih banyak keadaan dimana kelainan sitoseklet berperan pada perkembangan penyakit.

5. Adaptasi sel :
Sel-sel menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan mikronya.
 Fungsi dan morfologi sel normal tidak berada dalam keadaan yang kaku, tetapi mengikuti perubahan struktur dan fungsi cairan yang mencerminkan perubahan tantangan hidup.
Sebagi contoh : induksi SER, Atrofi, Hipertrofi.

Atropi :
Pengisutan ukuran sel akibat kehilangan bahan sel.
 Penyebab : (1) berkurangnya beban kerja, (2) hilangnya persyarafan, (3) berkurangnya perbekalan darah, (4) nutrisi yang tidak memadai, (5) hilangnya rangsang hormon.
Perubahan sel yang mendasai sifatnya sama yaitu kemunduran sel sampai ukuran kecil.
Pada banyak keadaan atrofi disertai kenaikan nyata jumlah vakuol autofagi.

Hipertrofi :
Hipertropi menyatakan peningkatan ukuran sel dan perubahan ini, meningkatkan ukuran alat tubuh.
Disebabkan oleh kenaikan tantangan fungsi atau rangsang hormon khas dan dapat terjadi dalam keadaan fisiologi dan patologi.
 Perubahan lingkungan yang menyebabkan hipertrofi otot bercorak terjadi terutama sebagai peningkatan beban kerja. Contoh : tekanan darah tinggi pada jantung, otot tulang karena kerja berat.
Ada batasnya hipertrofi dimana pembesaran yang terjadi tidak mampu lagi memberikan kompensasi sehingga terjadi, misalnya payah jantung.

6. Klasifikasi :
 Kalsifikasi patologi merupakan proses pengendapan abnormal garam-garam kalsium, disertai sedikit besi, magnsium dan garam-garam mineral lainnya.
Kalsifikasi distrofik : permulaan dan kelanjutan yang akhirnya menyebabkan pembentukan kristal kalsium fosfat. Kasus yang sering terjadi pada penyakit kalsifikasi katup dan ateroklerosis.
 Kalsifikasi metastatik : Perubahan ini terjadi pada jaringan normal bila terjadi hiperkalsemia. Kalsifikasi metastatik dapat terjadi luas ke seluruh tubuh, tetapi pada dasarnya mengenai jaringan interstisium pembuluh-pembuluh darah, ginjal, jantung, mukos lambung.

Perubahan hialin :
Pengendapan hialin terjadi di dalam sel, diantara sel-sel dan lebih luas lagi sebagai hialinisasi jaringan.
 Hialin menyatakan sifat setiap bahan homogen, terang dan berwarn merah muda dalam potongan jaringan rutin seperti : (1) parut jaringan ikat berkolagen padat dapat memberi gambaran hialin homogen merah muda, (2) penebalan dan reduplikasi selaput basal (arteriolosklerosis hialin), (3) Endapan sejenis protein ekstraselular abnormal padaamiloidosis, tampak hialin dengan mikroskop cahaya. (4) Tetes protein yang direabsorpsi yang dijumpai pada sel epetel tubuli ginjal , (5) Infeksi virus tertentu yang ditandai adanya inklusi hialin virus dalam sel-sel yang terlibat, (6) Pada alkoholik kronik, terutam bila menyebabkan sirosis hati, hepatosit dapat membentuk endapan hialin sitoplasma
Istilah hialin diterapkan pada golongan heterogen perubahan anatomi sekedar dalam usaha untuk menggolongkan penampilannya dalam potongan jaringan yang diwarnai.

 
Leave a comment

Posted by on July 6, 2011 in Uncategorized

 

MAKALAH KONTEKS LEGAL ETIK DALAM ASUHAN KEPERAWATAN JIWA

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Keperawatan sebagai profesi dituntut untuk mengembangkan keilmuannya sebagai wujud kepeduliannya dalam meningkatkan kesejahteraan umat manusia baik dalam tingkatan preklinik maupun klinik. Untuk dapat mengembangkan keilmuannya maka keperawatan dituntut untuk peka terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungannya setiap saat.
American nurse’s association mendefenisikan keperawatan kesehatan jiwa sebagai suatu bidang spesialisasi praktik keperawatan yang menerapkan teori perilaku manusia sebagai ilmunya dan penggunaan diri yang bermanfaat sebagai kiatnya. Asuhan yang kompeten.
B. Tujuan
1 Untuk memenuhi mata kuliah Keperawatan Jiwa
2 Mahasiswa dapat memahami tentang Konteks Legal Etik dalam Asuhan Keperawatan Jiwa

C. Manfaat
1 Meningkatkan pemahaman perawat terhadap hak-hak pasien dan hak legal perawat.
2 Sebagai dasar dalam mengembangkan ilmu keperawatan jiwa.
3 Mengetahui keterkaitan keperawatan jiwa tentang konteks legal etik dalam asuhan keperawatan jiwa.
4 Sebagai landasan dalam melakukan penelitian baik klinik dan preklinik

BAB II

ISI

Pertimbangan Legal Dan Etik
Klien psikiatri memiliki hak legal, sama seperti klien ditempat lain. Isu legal dan etik yang dibahas pada bagian ini terutama berkaitan dengan topik klien yang menunjukkan sikap bermusuhan dan agresif, tetapi berlaku untuk semua klien di lingkungan kesehatan jiwa.

A. Hospitalisasi Involunter
Kebanyakan klien masuk ke tempat rawat inap atas dasar sukarela. Hal ini berarti mereka ingin mencari terapi dan setuju dirawat di rumah sakit. Akan tetapi, beberapa klien tidak mau dirawat di rumah sakit dan diobati. Keinginan mereka dihargai kecuali mereka berbahaya bagi diri mereka sendiri atau orang lain (misalnya : mereka mengancam atau berupaya bunuh diri atau membahayakan orang lain). Klien yang dirawat di rumah sakit di luar kemauan mereka dengan kondisi seperti ini dimasukkan ke rumah sakit untuk perawatan psikiatri sampai mereka tidak lagi berbahaya bagi diri mereka sendiri atau orang lain. Setiap negara bagian memiliki hukum yang mengatur proses komitmen sipil, tetapi sama di setiap Negara bagian. Seseorang dapat ditahan di fasilitas psikiatri selama 48 sampai 72 jam karena keadaan darurat sampai dapat dilakukan pemeriksaan untuk menentukkan apakah klien harus dimasukkan ke fasilitas psikiatri untuk menjalani terapi selama periode waktu tertentu. Banyak negara bagian memiliki hukum yang sama, yang mengatur komitmen klien dengan masalah penyalahgunaan zat yang membahayakan diri mereka sendiri atau orang lain ketika di bawah pengaruh zat. Komitmen sipil atau hospitalisasi involunter mengurangi hak klien untuk bebas atau meninggalkan rumah sakit ketika ia menginginkannya. Hak klien yang lain tetap utuh.

B. Keluar dari Rumah Sakit
Klien yang masuk rumah sakit secara sukarela memiliki hak untuk meninggalkan rumah sakit jika mereka tidak membahayakan diri sendiri atau orang lain. Klien dapat menandatangani suatu permintaan tertulis untuk pulang dan keluar dari rumah sakit tanpa saran medis jika mereka tidak berbahaya. Apabila klien yang masuk rumah sakit secara sukarela yang berbahaya bagi dirinya sendiri atau orang lain menandatangani surat permintaan untuk pulang, psikiater dapat mengajukan komitmen sipil untuk menahan klien terhadap keinginannya sampai dapat dilakukan pemeriksaan untuk memutuskan hal tersebut.
Selama berada di rumah sakit, klien tersebut minum obat-obatan dan membaik cukup cepat sehingga ia memenuhi syarat untuk pulang ketika ia tidak lagi berbahaya. Beberapa klien berhenti minum obat-obatan setelah pulang dari rumah sakit dan kembali mengancam, agresif, atau berbahaya. Klinisi kesehatan jiwa semakin bertanggung jawab secara hukum untuk tindak kriminal klien tersebut, yang meningkatkan perdebatan tentang komitmen sipil yang luas untuk klien yang berbahaya. Studi yang di lakukan Weinberger et al. (1998) menunjukkan bahwa pengadilan menerima kurang dari 50% petisi profesional kesehatan jiwa untuk komitmen sipil yang luas pada klien psikiatri yang berbahaya. Perhatian pengadilan adalah klien psikiatri memiliki hak sipil dan tanpa alasan yang kuat tidak boleh ditahan di rumah sakit jika mereka tidak menginginkannya ketika mereka tidak lagi berbahaya. Masyarakat menentang dengan menuntut bahwa mereka patut dilindungi dari individu yang berbahaya, yang memiliki riwayat tidak mengkonsumsi obat-obatan sehingga dapat menjadi ancaman bagi masyarakat.

C. Hak-hak Klien
Klien kesehatan jiwa tetap memiliki semua hak sipil yang diberikan kepada semua orang, kecuali hak untuk meninggalkan rumah sakit dalam kasus komitmen involunter. Klien memiliki hak untuk menolak terapi, mengirim dan menerima surat yang masih tertutup, dan menerima atau menolak pengunjung. Setiap larangan ( misalnya : surat, pengunjung, pakaian) harus ditetapkan oleh pengadilan atau instruksi dokter untuk alasan yang dapat diverifikasi dan didokumentasikan. Contohnya sebagai berikut :
• Klien yang pernah berupaya bunuh diri tidak diizinkan menyimpan ikat pinggang, tali sepatu, atau gunting, karena benda tersebut dapat digunakan untuk membahayakan dirinya.
• Klien yang menjadi agresif setelah kunjungan seseorang dilarang dikunjungi orang tersebut selama suatu periode waktu.
• Klien yang mengancam orang lain di luar rumah sakit melalui telepon diizinkan menelepon hanya jika diawasi sampai kondisinya membaik.

Hak-hak Pasien Berdasarkan American Hospital Association (1992) :
1. Pasien memiliki hak untuk mendapatkan perawatan yang penuh rasa hormat dan perhatian.
2. Pasien memiliki hak dan dianjurkan untuk memperoleh informasi yang dapat dipahami, terkini, dan relevan tentang diagnosa, terapi, dan prognosis dari dokter dan pemberi perawatan langsung lainnya.
3. Pasien memiliki hak untuk membuat keputusan tentang rencana perawatan sebelum dan selama proses terapi dan menolak terapi yang direkomendasikan atau rencana perawatan sejauh yang diperbolehkan oleh hukum dan kebijakan rumah sakit dan diinformasikan tentang konsekuensi medis tindakan ini. Bila pasien menolak terapi, pasien berhak memperoleh perawatan dan pelayanan lain yang tepat, yang disediakan rumah sakit, atau dipindahkan ke rumah sakit lain. Rumah sakit harus memberi tahu pasien tentang setiap kebijakan yang dapat memengaruhi pilihan pasien di dalam institusi tersebut.
4. Pasien memiliki hak untuk meminta petunjuk lanjutan tentang terapi ( misalnya living will, perwalian perawatan kesehatan, atau menunjuk pengacara untuk mengatur perawatan kesehatan selama waktu tertentu), dengan harapan bahwa rumah sakit akan menerima maksud petunjuk tersebut sejauh yang diperbolehkan oleh hukum dan kebijakan rumah sakit.
5. Pasien memiliki hak terhadap setiap pertimbangan privasi. Diskusi kasus, konsultasi, pemeriksaan, dan terapi harus dilaksankan agar privasi setiap pasien terlindungi.
6. Pasien memiliki hak untuk berharap bahwa semua komunikasi dan catatan yang berhubungan dengan perawatannya akan dijaga kerahasiannya oleh rumah sakit, kecuali pada kasus seperti kecurigaan tentang penganiayaan dan bahaya kesehatan masyarakat, ketika pelaporan kasus tersebut diizinkan atau diwajibkan oleh hukum. Pasien memiliki hak untuk berharap bahwa rumah sakit akan menegaskan kerahasiaan informasi ini ketika memberi tahu pihak lain yang berhak meninjau informasi dalam catatan tersebut.
7. Pasien memiliki hak untuk meninjau catatan yang berhubungan dengan perawatan medisnya dan meminta penjelasan atau interpretasi informasi sesuai kebutuhan, kecuali jika dilarang oleh hukum.
8. Pasien memiliki hak untuk berharap bahwa dalam kapasitas dan kebijakannya, rumah sakit akan merespon dengan baik permintaan pasien untuk memperoleh perawatan dan pelayanan yang tepat dan diindikasikan secara medis.
9. Pasien memiliki hak untuk bertanya dan diinformasikan tentang adanya hubungan bisnis antara rumah sakit, institusi pendidikan, pemberi perawatan kesehatan lain, atau pihak pembayar yang dapat memengaruhi terapi dan perawatan pasien.
10. Pasien memiliki hak untuk menyetujui atau menolak partisipasi dalam studi penelitian yang diajukan atau eksperimen pada manusia yang memengaruhi perawatan dan terapi atau memerlukan keterlibatan pasien secara langsung, dan meminta penjelasan sepenuhnya tentang studi tersebut sebelum memberi persetujuan. Pasien yang menolak untuk berpartisipasi dalam penelitian atau eksperimen tetap berhak mendapat perawatan yang paling efektif, yang dapat diberikan rumah sakit.
11. Pasien memiliki hak untuk menharapkan kontinuitas perawatan yang layak jika tepat dan mendapat informasi dan dokter dan pemberi perawatan lain tentang pilihan perawatan pasien yang realistis dan tersedia ketika perawatan rumah sakit tidak lagi tepat.
12. Pasien memiliki hak untuk mendapat informasi tentang kebijakan dan praktik di rumah sakit yang berhubungan dengan perawatan pasien, terapi, dan tanggung jawab. Pasien memiliki hak untuk mendapat informasi tentang sumber yang tersedia untuk mengatasi perselisihan, keluhan, dan konflik, misalnya komite etik, perwakilan pasien, dan mekanisme lain yang tersedia di instusi. Pasien memiliki hak mendapat informasi tentang biaya rumah sakit untuk pelayanan yang diberikan dan metode pembayaran yang digunakan.

Hak pasien jiwa secara umum (Stuart & Laraia, 2001) :
• Hak untuk berkomunikasi dengan orang lain di luar RS dengan berkorespondensi, telepon dan mendapatkan kunjungan
• Hak untuk berpakaian
• Hak untuk beribadah
• Hak untuk dipekerjakan apabila memungkinkan
• Hak untuk menyimpan dan membuang barang
• Hak untuk melaksanakan keinginannya
• Hak untuk memiliki hubungan kontraktual
• Hak untuk membeli barang
• Hak untuk pendidikan
• Hak untuk habeas corpus
• Hak untuk pemeriksaan jiwa atas inisiatif pasien
• Hak pelayanan sipil
• Hak mempertahankan lisensi hukum; supir, lisensi profesi
• Hak untuk memuntut dan dituntut
• Hak untuk menikah dan bercerai
• Hak untuk tidak mendapatkan restrain mekanik yang tidak perlu
• Hak untuk review status secara periodik
• Hak untuk perwalian hukum
• Hak untuk privasi
• Hak untuk informend consent
• Hak untuk menolak perawatan
D. Konservator
Pengangkatan konservator atau pelindung hukum merupakan proses yang terpisah dari komitmen sipil. Individu yang mengalami disabilitas berat terbukti tidak kompeten tidak dapat menyediakan makanan, pakaian, dan tempat tinggal bagi diri mereka sendiri walaupun sumber-sumber tersedia dan tidak dapat bertindak sesuai keinginan mereka sendiri, dapat memerlukan pengangkatan seorang konservator. Pada kasus ini, pengadilan menunjuk seseorang untuk bertindak sebagai pelindung hukum. Petugas ini memiliki banyak tanggung jawab untuk individu tersebut, seperti memberi persetujuan tindakan, menulis cek, dan membuat kontrak. Klien yang memiliki pelindung hukum tidak lagi memiliki hak untuk membuat kontrak atau persetujuan hukum (misal, pernikahan atau penggadaian) yang memerlukan tanda tangan : hal ini mempengaruhi banyak aktivitas sehari-hari yang kita anggap benar. Karena konservator atau pelindung hukum berbicara atas nama klien, perawat harus mendapat persetujuan atau izin dari konservator klien.

E. Lingkungan yang Kurang Restriktif
Klien memiliki hak untuk menjalani terapi di lingkungan yang kurang restriktif yang tepat untuk memenuhi kebutuhan mereka. Hal ini berarti bahwa klien tidak harus dirawat di rumah sakit jika ia dapat diobati di lingkungan rawat jalan atau group home. Hal ini juga berarti bahwa klien harus bebas dari restrein atau seklusi kecuali hal tersebut dibutuhkan.
Restrein adalah aplikasi langsung kekuatan fisik pada individu, tanpa izin individu tersebut, untuk membatasi kebebasan geraknya. Kekuatan fisik ini dapat menggunakan tenga manusia, alat mekanis atau kombinasi keduanya. Restrein dengan tenaga manusia terjadi ketika anggota staf secara fisik mengendalikan klien dan memindahkannya ke ruang seklusi. Restrein mekanis adalah peralatan, biasanya restrein pada pergelangan kaki dan pergelangan tangan, yang diikatkan ke tempat tidur untuk mengurangi agresi fisik klien, seperti memukul, menendang, dan menjambak rambut.
Seklusi adalah pengurungan involunter individu dalam ruangan terkunci yang dibangun secara khusus serta dilengkapi dengan jendela atau kamera pengaman untuk memantau klien secara langsung (JCAHO, 2000). Ruangan tersebut sering kali dilengkapi dengan tempat tidur yang diikatkan ke lantai dan sebuah kasur untuk keamanan. Setiap benda tajam atau berpotensi berbahaya seperti pena, kacamata, ikat pinggang, dan korek api dijauhkan dari klien sebagai tindakan kewaspadaan keselamatan. Seklusi membuat stimulasi berkurang, melindungi orang lain dari klien, mencegah perusakan properti, dan memberi privasi kepada klien.
Tujuan seklusi ialah memberi klien kesempatan untuk memperoleh kembali pengendalian diri secara fisik dan emosional.
Perawat juga harus menawarkan dukungan kepada keluarga klien. Keluarga mungkin marah atau malu ketika klien direstrein atau diseklusi. Penting untuk memberi penjelasan yang menyeluruh dan cermat tentang perilaku klien dan penggunaan restrein atau seklusi selanjutnya. Akan tetapi, apabila klien adalah orang dewasa, diskusi tentang hal ini memerlukan persetujuan pemberian informasi yang ditanda tangani. Pada kasus anak-anak, persetujuan yang ditanda tangani tidak diperlukan untuk menginformasikan orang tua atau pelindung tentang penggunaan restrein atau seklusi. Dengan memberi informasi kepada keluarga dapat membantu menghindari kesulitan legal atau etik dan membuat keluarga tetap terlibat dalam terapi klien.

Hirarki Dalam Membatasi Pasien Jiwa (Stuart & Laraian, 2001) :
Pembatasan bisa dalam makna dibatasi secara fisik atau dibatasi pilihannya. Hirarki dari yang paling restriktif ke yang kurang restriktif.
• Ekstrimitas tubuh
• Batasan ruang gerak ( kamar isolasi)
• Batasan dalam aktivitas sehari-hari, misal acara TV, waktu merokok, komunikasi
• Aktivitas yang bermakna, misal akses untuk ikut rekreasi
• Pilihan perawatan
• Kontrol sumber keuangan
• Ekspresi verbal dan emosional

F. Kewajiban untuk Memperingatkan Pihak Ketiga
Satu pengecualian terhadap hak klien dalam kerahasiaan ialah kewajiban untuk memperingatkan, yang didasarkan pada keputusan Pengadilan Tinggi California, dalam Tarasoff vs. Regents of the University of California. Akibat keputusan ini ialah klinisi kesehatan jiwa berkewajiban untuk memperingatkan pihak ketiga yang dapat diidentifikasi tentang ancaman yang dilakukan seseorang walaupun ancaman tersebut didiskusikan selama sesi terapi, yang sebaliknya dilindungi oleh pihak istimewa.
Klinisi harus mengajukan empat pertanyaan untuk menentukan apakah terdapat kewajiban untuk memperingatkan (Felthous, 1999) :
• Apakah klien berbahaya bagi orang lain ?
• Apakah bahaya tersebut akibat gangguan jiwa serius ?
• Apakah bahaya tersebut segera terjadi ?
• Apakah bahaya tersebut ditargetkan pada korban yang dapart diidentifikasi ?
Misalnya, jika seorang pria dimasukkan ke fasilitas psikiatri karena ia bermaksud membunuh istrinya, ada suatu kewajiban yang jelas untuk memperingatkan istrinya. Akan tetapi, jika individu paranoid yang masuk fasilitas psikiatri mengatakan, “ Saya akan menangkap mereka sebelum mereka menangkap saya” tetapi tidak memberikan informasi lain, tidak ada pihak ketiga spesifik yang diperingatkan. Keputusan tentang kewajiban untuk memperingatkan pihak ketiga biasanya dibuat oleh psikiater, atau dilingkungan rawat jalan, keputusan dibuat oleh ahli terapi kesehatan jiwa yang berkualifikasi.

G. Peran Legal Perawat
Perawat jiwa memiliki hak dan tanggung jawab dalam tiga peran legal:
1. Perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan
2. Perawat sebagai pekerja
3. Perawat sebagai warga Negara.
Perawat mungkin mengalami konflik kepentingan antara hak dan tanggung jawab ini. Penilaian keperawatan propsesinal memerlukan pemeriksaan yang teliti dalam konteks asuhan keperawatan, kemungkinan konsekuensi tindakan keperawatan, dan alternative yang mungkin dilakukan perawat.
Masalah Legal Dalam Praktek Keperawatan
• Dapat terjadi bila tidak tersedia tenaga keperawatan yg memadai tidak tersedia standar praktek dan tidak ada kontrak kerja.
• Perawat profesional perlu memahami aspek legal untuk melindungi diri dan melindungi hak-hak pasien dan memahami batas legal yang mempengaruhi praktek keperawatan.
• Pedoman legal Undang-undang praktek, peraturan Kep Men Kes No 1239 dan Hukum adat.

H. Pertanggung Jawaban Pidana Terkait Dengan Kondisi Jiwa Seseorang
• Tindakan kriminal yang dilakukan oleh seseorang yang diduga memiliki kelainan jiwa perlu mendapatkan penyelididkan dari seorang ahli kesehatan jiwa ( Visum et repertum psikiatrikum; VER)
• Argumen yang menyebutkan bahwa seseorang yang didakwa melakukan tindakan kriminal dianggap tidak bersalah karena orang tersebut tidak bisa mengontrol perbuatannya atau tidak mengerti perbedaan antara benar dan salah yang dikenal sebagai Peraturan M’Naghten.
• Saat orang tersebut memenuhi kriteria, dia dapat dinyatakan tidak bersalah karena mengalami gangguan jiwa.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

• Proses hospitalisasi dapat menimbulkan trauma atau dukungan, bergantung pada institusi, sikap keluarga dan teman, respons staf, dan jenis penerimaan masuk rumah sakit, tabel memperlihatkan karakteristik yang membedakan dua jenis penerimaan masuk rumah sakit jiwa: sukarela dan paksaan.
• Hak-hak pasien mencakup hak untuk menerima dan menolak terapi, terlibat dalam rencana keperawatan, menolak berpartisipasi dalam penelitian, serta pengunjung, surat, dan telepon tidak dibatasi.
• Penggunaan seklusi dan restrein termasuk dalam domain hak pasien untuk lingkungan yang kuran restriktif. Penggunaan jangka pendek restrein dan seklusi diizinkan hanya jika klien terlihat akan melakuan tindakan agresif dan berbahaya bagi dirinya dan orang lain.
• Perawat jiwa memiliki hak dan tanggung jawab dalam tiga peran legal, yaitu Perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan, Perawat sebagai pekerja, dan Perawat sebagai warga Negara.

DAFTAR PUSTAKA

http://nuryantinoviana.wordpress.com/2010/05/15/prinsip-asuhan-keperawatan-jiwa/
• Vidbeck, Sheila L. 2008. Buku Ajar Keperawatan Jiwa. Psychiatric mental health nursing. Jakarta : EGC.
• Stuart, Gail W.2007.Buku Saku Keperawatan Jiwa. Jakarta : EGC.
• Suliswati, 2005. Konsep Dasar Keperawatan Kesehatan Jiwa. Jakarta : EGC

 
Leave a comment

Posted by on July 6, 2011 in Uncategorized

 

TANDA-TANDA VITAL

TANDA-TANDA VITAL
Tanda-tanda vital (vital sign) diukur setelah pasien diatur dalam posisi yang nyaman serta keadaan umum diketahui. Hal-hal yang perlu diukur di sini adalah : tekanan darah, suhu, nadi dan pernapasan. Berat badan dan tinggi badan dapat juga dicantumkan dalam pemeriksaan di sini. Dalam mengukur tanda vital perawat perlu mempertimbangkan data yang diperoleh dari pemeriksaan riwayat keperawatan, keluhan, status perkembangan/pertumbuhan serta keadaan emsi pasien karena hal ini sangat berpengaruh terhadap hasil pengukuran.
Pemeriksaan tanda vitlal merupakan salah satu cara yang cepat untuk menentukan masalah klien dan memantau perkembangan kondisi pasien
Tanda-tanda vital menggambarkan kondisi kesehatan klien yang dilihat dar sirkulasi darah, pernapasan dan system saraf dalam tubuh karena system yang tergambar disana merupakan sesuatu yang sangat penting maka disebut dengan TANDA-TANDA VITAL.
A. SUHU TUBUH
Suhu tubuh dihasilkan dari :
1. Laju metabolisme basal (BMR) di semua sel tubuh
2. Laju cadangan metabolisme yang disebabkan aktivitas otot (termasuk kntraksi otot akibat menggigil)
3. Metabolsme tambahan akibat tambahan hormone tiroksin ( dan sebagian kecil hormone lain)
4. Metabolisme tambahan akibat pengaruh epineprin, norefeneprin dan rangsangan simpatis pada sel
5. aksi Metabolisme tambahan akibat peningkatan aktivitas kimiawi di dalam sel itu sendiri terutama bila temperature meningkat
(secara sederhana metabolisme diartikan sebagai : segenap reaksi kimia di seluruh tubuh dengan panas sebagai produk akhir / hasil hampir semua pelepasan energi di dalam tubuh)
Mekanisme kehilangan panas dapat terjadi melalui beberapa tahap, yaitu:
1. radiasi
mekanisme kehilangan panas tubuh dalam bentuk gelombang inframerah yang dipancarkan dari tubuh (panjang gelombang 5-20 mikrometer)
merupakan mekanisme kehilangan panas paling besar (60%) atau sekitar 15% dari keseluruhan mekanisme kehilangan panas
2. konduksi
perpindahan panas akibat paparan langsung kulit dengan benda-benda lain.
3. evaporasi
penguapan air dari kulit (berkeringat)
perbedaan derajat suhu normal pada berbagai kelompok usia :
USIA
3 bulan
6 bulan
1 tahun
3 tahun
5 tahun
7 tahun
9 tahun
11 tahun
13 tahun
Dewasa
>70 th
SUHU (°C)
37,5
37,5
37,7
37,2
37,0
36,8
36,7
36,7
36,6
36,4
36,0

Secara umum rentang nilai normal suhu tubuh : 36-37,5°C
Tempat-tempat pengukuran suhu : oral, rectal, aksila dan tympanik (telinga)
Prosedur pengukuran suhu aksila :
Persiapan Alat :
Baki berisi :
1. Thermometer air raksa/digital siap pakai
2. Piala ginjal
3. larutan sabun, desinfektan dan air bersih
(jika tidak ada dapat diganti dengan cairan alcohol)
4. kertas tisu / kapas bersih
5. sarung tangan bersih
6. buku catatan dan alat tulis

Langkah-langkah
1. bawa alat ke dekat klien
2. beritahu klien tentang prosedur pelaksanaan dan tujuan (R : menghilangkan ansietas terhadap prosedur tindakan sehingga klien lebih kooperatif)
3. pasang tirai/pintu ruangan (R : menjaga privacy klien)
4. cuci tangan dan pasang sarung tangan (R : mencegah penyebaran mikroorganisme)
5. bantu klien pada posisi duduk/berbaring terlentang. Buka pakaian atas pada lengan klien yang jauh dari perawat ( R : memberikan pemajanan optimal dari aksila klien)
6. masukkan thermometer (bagian reservoir) ke tengah aksila, silangkan lengan klien di atas dada/abdomen klien ( R : mempertahankan posisi yg tepat dari thermometer di atas pembuluh darah aksila)
7. pertahankan thermometer
• air raksa selama 5-10 menit
• digital : sampai sinyal berbunyi
(sementara menunggu hasil pemeriksaan suhu, dapat dilakukan pemeriksaan nadi, respirasi dan terakhir tekanan darah)
8. ambil thermometer dan bersihkan dengan tisu, dengan gerakan memutar dari batang kearah reservoir ( R : mencegah kontak mikroorganisme dengan tangan pemeriksa. Bagian batang thermometer adalah area paling sedikit kontaminasi sedangkan bagian reservoir adlah area paling banyak kontaminasi)
9. baca hasil, bantu klien merapikan bajunya
10. bersihkan thermometer :
• pegang termometer, ambil tisu yang sudah dibasahi dengan air sabun. Bersihkan thermometer dengan gerakan memutar dari batang ke reservoir (buang tisu ke dalam piala ginjal)
• rendam thermometer ke dalam laruta desinfektan selama 2-3 menit. Bersihkan dengan tisu, dari batang ke reservoir.
• Masukan thermometer ke dalam air bersih (lebih baik jika menggunakan air mengalir). Keringkan dengan tisu dengan cara memutar dari reservoir ke batang.
• Turunkan air raksa dan simpan pada tempatnya.
• Cuci tangan pemeriksa.
11. Dokumentasikan.

B. NADI
Menghitung denyut nadi radial, adalah : menghitung frekuensi denyut nadi (loncatan darah yang dapat teraba pada berbagai titik tubuh) melalui perabaan pada nadi
Tempat-tempat pengukuran nadi :
• Brakial
• Radial
• Carotid
• Femoral
• Popliteal
• Tibia posterior
• Pedal (dorsalis pedis)

Tujuan :
• Menghitung jumlah denyut nadi dalam 1 menit
• Mengetahui keadaan umum klien
• Mengetahu integritas system kardiovaskuler
• Mengikuti perjalanan penyakit
Dilakukan pada :
• Klien yang baru masuk
• Secara rutin pada klien rawat inap
• Sewaktu-waktu sesuai kebutuhan
Persiapan alat :
• Arlozi dengan jarum detik / layar digital
• Buku catatan dan alat tulis
Langkah-langkah
1. Tempatkan alat dekat klien (R : memudahka perawat dalam bekerja)
2. Jelaskan tindakan dan tujuan (R : mengurangi rasa cemas klien)
3. Cuci tangan (R : menghilangkan mikroorganisme untuk menghindari penyebaran pada klien)
4. Bantu pasien duduk / berbaring (R : posisi yang tepat akan memajankan arteri radial sehingga dapat dipalpasi dengan baik)
• Jika duduk : tekuk siku klien 90⁰ dan sangga lengan bawahnya di atas kursi atau tanga pemeriksa. Julurkan pergelangannya dengan telapak tangan ke bawah.
• Jika berbaring terlentang : letakan tangan klien menyilang di dada bawahnya dengan pergelangan terbuka dan telapak tangan menghadap ke bawah
(jika pengukuran dilakukan bersama-sama pengukuran suhu maka pengukuran nadi dapat dilakukan pada lengan yang disilangkan di dada klien dimana terpasang thermometer pada aksilanya, lakukan pengukuran nadi pada lengan yang bebas dari tindakan seperti : infuse, spalk, gips, dll)
5. Tempat kan 3 jari pemeriksa di atas lekukan radial, searah ibu jari, sisi dalam pergelangan tangan klien (R : ujung jari adalah bagian indera peraba yang sensitive. Jangan meraba dengan ibu jari karena anda akan merasakan denyutan arteri anda sendiri)
6. Berikan tekanan ringan di atas radius, rilekskan tekanan sehingga denyutan menjadi lebih mudah dipalpasi (R : nadi lebih akurat dikaji dengan tekanan sedang. Penekanan yang terlalu kuat menghambat nadi dan mengganggu aliran darah)
7. Jika denyutan teratur, hitung selama 30 detik dan kalikan hasilnya dengan 2
(jika denyutan tidak teratur maka hitung selama 1 menit penuh)
8. Kaji kekuatan, irama, dan kesetaraan denyut (R : frekuensi ditentukan secara akurat hanya setelah perawat yakin bahwa denyut nadi dapat dipalpasi, frekuensi yang tinggi paling akurat diperiksa dalam 30 detik)
9. Bantu klien ke posisi yang nyaman
10. Cuci tangan pemeriksa
11. Catat hasil (dokumentasikan)

C. RESPIRASI (PERNAPASAN)
Menghitung pernapasan adalah : menghitung jumlah pernapasan (inspirasi yang diikuti ekspirasi)dalam satu menit
Tujuan :
• Mengetahui keadaan umum klien
• Mengetahui jumlah dan sifat pernapasan dalam satu menit
• Mengikuti perkembangan penyakit
• Membantu menegakan diagnose
Dilakukan pada ;
• Klien baru masuk
• Secara rutin pada klien rawat inap
• Sewaktu-waktu sesuai kebutuhan
Persiapan alat
• Arlozi
• Buku catatan dan alat tulis
Langkah-langkah
1. Dekatkan alat dengan klien
2. Jika perlu jelaskan pada klien
3. Cuci tangan
4. Letakkan lengan klien menyilang abdomen atau dada bagian bawah klien (dapat dilakukan bersamaan dengan pengukuran nadi, jika sama-sama teratur maka hitung 30 detik pertama untuk nadi dan 30 detik kedua untuk pernapasan, pengukuran segera setelah nadi membuat pengukuran tidak terlalu mencolok. Posisi ini dilakukan selama Pengkajian nadi, tangan perawat dan tangan klien naik turun bersamaan selama siklus pernapasan.)
5. Observasi siklus pernapasan (insiparasi dan ekspirasi normal)
6. Jika irama teratur, hitung 30 detik dan hasilnya dikalikan 2, jika tidak teratur maka hitung satu menit penuh
7. Catat kedalaman pernapasan
8. Cuci tangan
9. Dokumentasikan
(jika sebelumnya klien telah melakukan aktivitas, lakukan pemeriksaan setelah jeda/istirahat klien selama 5-10 menit)

D. TEKANAN DARAH
Melakukan pengukuran tekanan darah (hasil dari curah jantung dan tahanan pembuluh perifer) dengan menggunakan sfigmomanometer.
Tujuan :
• Mengetahui keadaan hemodinamik klien
• Kesehatan secara menyeluruh
Dilakukan Pada :
• Setiap klien yang baru dirawat
• Secara rutin pad aklien rawat inap
• Sesuai kebutuhan klien
Persiapan (langkah-langkah)
• Baki berisi :
o Stetoskop
o Sfigmomanometer air raksa atau aneroid dengan balon udara dan manset
o Kapas alcohol dalam tempatnya
o Piala ginjal/bengkok/nierbekken
o Buku catatan dan alat tulis
• Bawa alat ke dekat klien
• Jelaskan tindakan kepada klien dan keluarga
• Cuci tangan
• Atur posisi klien ; duduk atau berbaring, lengan disokong setinggi jantung dan telapak tangan menghadap ke atas (R : pengaturan posisi memudahkan pemasangan manset, posisi lengan apabila di atas jantung akan menyebabkan hasil pengukuran yang tidak akurat/rendah)
• Buka pakaian yang menutupi lengan atas (R : memastikan ketepatan pemasangan manset)
• Palpasi arteri brakialis dan tempatkan manset 2,5 cm di atas sisi denyut arteri (R : stetoskop akan diletakan di atas srteri brakialis)
• Pasang manset pada lengan jangan terlalu kencang dan janga telalu longgar (R : pemasangan yang terlalu longgar akan mempengaruhi hasil terlalu tinggi)
• Pastikan manometer terletak setinggi mata dan perawat berdri tidak lebih dari satu meter (R : mencegah ketidaktepatan pembacaan raksa)
• Letakkan diafragma stetoskop tepat di atas denyutan arteri brakialis, pasang ear piece stetoskop ke telinga perawat
• Tutup kantong tekanan searah putaran jarum jam sampai kencang
• Raba arteri radialis (R : untuk mengidentifikasi perkiraan tekanan sistolik dan menentukan titik pengembangan maksimal untuk pembacaan akurat, mencegah kesenjangan auskultasi)
• Pompa manset sampai 30 mmHg di atas hasil palpasi arteri radialis tidak teraba denyutan (setelah palpasi arteri radialis tidak teraba denyutan, tambahkan memompa manset hingga 30 mmHg, kemudian lepaskan palpasi arteri radialis, dan pindahkan tangan pemeriksa memegang stetoskop yang menempel pada arteri brakialis klien)
• Buka katup secara perlahan ( R : memudahkan focus pembacaan lebih akurat)
• Perhatikan titik pada manometer saat bunyi pertama jelas terdengar (R : bunyi pertama menandakan tekanan sistolik)
• Lanjutkan membuka katup secara bertahap dan perhatikan titik pada manometer pada bunyi terakhir (setelah itu tidak terdengar bunyi lagi) (R : bunyi terakhir adlah teakana diastolic)
• Kempiskan manset dengan cepat dan total
• Jika prosedur mau diulang harus tunggu kurang lebih 30-60 detik.
• Buka manset dan lipat rapi kembalikan pada tempatnya
• Tutup lengan atas klien dan bantu klien pada posisi yang nyaman.
• Desinfeksi bagian telinga (ear piece) stetoskop dan bagian diafragma dengan kapas alcohol (R : mengontrol penyebaran mikroorganisme jika perawat menggunkan stetoskop bersamaan)
• Informasikan hasil kepada klien (R : meningkatkan partisipasi klien dalam perawatan)
(karena pengukuran TTV dilakukan secara bersamaan, setelah selesai mengukur tekanan darah baru lepaskan thermometer pada aksila klien, bersihkan sesuai standard, beritahu seluruh hasil pemeriksaan TTV pada klien beserta keluarga)
• Mencuci tangan
• Dokumentasikan hasil

Perhatian :
• Hindari pengukuran pada ekstremitas yang terpasang infuse, trauma, paralisis/paresis, tertutup gips
• Anjurkan klien untuk tidak melakukan aktivitas dn tidak merokok (bagi perokok) selama 30 menit sebelum pengukuran.

DAFTAR PUSTAKA :
Eni Kusyati, ; Keterampilan dan Prosedur Laboratorium, Keperawatan Dasar ; Jakarta, EGC 2006

Anas Tamsuri, ; Tanda – tanda Vital, Suhu Tubuh ; Jakarta, EGC 2006

Perry, Anne Grifin, ; Buku Saku Keterampilan dan Prosedur dasar ; Ed. 3 Jakarta, EGC 2006

 
Leave a comment

Posted by on July 6, 2011 in Uncategorized

 

hipokinesia

hipokinesiaA. Pengertian Hipokinesia
Sudah dapat kita lihat dari kata hipokinesia, terdiri dari 2 gabungan antara Hipo dan kinestic, hipo menandakan sesuatu yang kurang dari normal sedangkan kinestic adalah gerakan atau aktivitas, jadi arti dari hipokinesia adalah kurangnya gerak dan aktivitas tubuh seseorang sehingga menyebabkan kelemahan dan muncul berbagai penyakit.
Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), ketidakaktifan fisik adalah istilah untuk mengidentifikasi orang-orang dengan tingkat aktivitas fisik teratur yang rendah atau tidak sama sekali sehingga pembakaran energinya tidak lebih dari 1,5 kali pembakaran energi saat beristirahat.
Menurut data Riset Kesehatan Dasar Kementrian Kesehatan Indonesia tahun 2007, saat ini 48,2 persen masyarakat berusia lebih dari 10 tahun kekurangan aktivitas fisik. Di dunia, menurut WHO 60-80 persen populasi dewasa tidak aktif secara fisik.
Tahukah Anda dengan istilah hipokinesia? Istilah kesehatan ini menunjukkan kurangnya aktivitas gerak pada tubuh manusia. Hipokinesia (kurang gerak), menjadi hal yang lumrah bagi orang-orang yang sibuk di kota-kota besar. Kesibukan kantor dan banyaknya pekerjaan seringkali menjadi alasan banyak orang untuk tidak berolahraga. Semakin banyak dari kita yang terjerat rutinitas bekerja tidak mempunyai waktu untuk melakukan gerak badan yang manfaatnya sangat besar.
Padahal tanpa olahraga, tubuh menjadi rentan terhadap penyakit, lebih mudah lelah karena peredaran darah yang tidak lancar serta kerugian lainnya. Olahraga yang teratur diyakini dapat mengurangi resiko penyakit jantung, stroke dan menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Bahkan para ahli meyakini bahwa olahraga berpengaruh besar terhadap kinerja otak. Sebenarnya kesibukan bukanlah penghalang untuk berolahraga atau melakukan gerak badan, karena olahraga adalah kegiatan fisik yang sesungguhnya bisa disesuaikan dalam aktivitas kehidupan sehari-hari.

Bergerak yang menyehatkan seperti melakukan olahraga , Banyak orang yang tidak sadar akan pentingnya olahraga. Namun banyak juga yang sadar, tapi ada saja alasan mereka untuk tidak berolahraga. Alasannya beragam, ada yang sibuk, malas, dan ada juga yang bilang olahraga itu hanya membuang-buang tenaga dan waktu saja. Pemikiran seperti itu harus dihilangkan, karena hal itu salah besar. Sehingga muncullah kebiasaan hipokinesia.

B. Bahaya dan dampak Hipokinesia
Hipokinesia memiliki banyak dampak yang tidak baik, bukan hanya untuk diri sendiri (terutama tubuh kita) namun juga memperngaruhi lingkungan sekitar kita, contohnya saja produktivitas kerja yang tidak maksimal akibat sikap malas kita dalam mengerjakan sesuatu yang selalu ingin mencari jalan pintas yang mudah dan tak memerlukan banyak tenaga.

Tahukah anda bahwa gaya hidup yang terlalu santai mampu memperburuk kesehatan kita. Seperti diketahui bahwa kesibukan biasanya pemicu kita untuk menghabiskan waktu luang yang kita miliki untuk bersantai, rebahan, ataupun bermalas-malasan. Gaya hidup tidak aktif ini dalam jangka panjang memancing datangnya penyakit. Tubuh manusia didesain untuk selalu bergerak sehingga sangat dianjurkan untuk rajin olahraga. Namun kesibukan sering tidak menyisakan waktu luang untuk melakukannya. Dan inilah akibatnya jika tidak pernah olahraga.

Ketika otot dan rangka tubuh bergerak, denyut jantung akan meningkat sehingga darah beserta oksigen dan nutrisi yang dibawanya akan terdistribusi dengan baik. Mekanisme ini tidak terjadi jika tubuh tidak olahraga.

Terganggunya distribusi oksigen paling berdampak pada otot, yang menyebabkan rasa pegal-pegal di seluruh tubuh. Otot akan terasa kaku-kaku saat kekurangan oksigen, yang memang berfungsi menjaga fleksibilitas atau kelenturan otot. Sakit pinggang juga bisa disebabkan kurangnya berolahraga. Duduk dengan posisi buruk dan kelemahan otot akan menyebabkan sakit pinggang. Kebanyakan profesi kita saat ini menghabiskan waktu dengan duduk di kursi menghadapi komputer atau berkas-berkas yang perlu diselesaikan. Kelenturan tulang dan sendi kita khususnya pinggang menjadi berkurang dan sedikit kaku.

Sakit pinggang juga bisa disebabkan kurangnya berolahraga. Duduk dengan posisi buruk dan kelemahan otot akan menyebabkan sakit pinggang. Kebanyakan profesi kita saat ini menghabiskan waktu dengan duduk di kursi menghadapi komputer atau berkas-berkas yang perlu diselesaikan. Kelenturan tulang dan sendi kita khususnya pinggang menjadi berkurang dan sedikit kaku

Penelitian menunjukkan orang yang kurang berolahraga akan mempunyai otot pinggang yang kaku dan keras

Selain itu, kekurangan oksigen juga menyebabkan kerja otak tidak maksimal sehingga mudah pusing dan susah menjaga konsentrasi. Otak yang ukurannya hanya 2 persen dari total massa tubuh dikenal sangat rakus, sebab konsumsi oksigennya mencapai 20 persen kebutuhan total seluruh tubuh.

Pengaruhnya terhadap sistem saraf, tidak bergerak seharian saja akan menyebabkan bagian-bagian tertentu dari tubuh mengalami tekanan yang konstan sepanjang hari. Akibatnya terjadi gangguan saraf di bagian tersebut dan memicu berbagai keluhan ringan seperti nyeri dan kesemutan.

Tidak bergerak dan berolahraga juga akan berdampak pada distribusi cairan limpa. Tidak seperti darah yang memiliki jantung sebagai pemompanya, limpa sangat tergantung pada gerakan otot untuk bisa didistribusikan ke berbagai jaringan tubuh.

Padahal cairan limpa yang diproduksi oleh suatu kelenjar tanpa saluran (ductless) ini merupakan bagian dari sistem imun atau kekebalan tubuh. Dampaknya tentu saja kekebalan tubuh akan menurun, sehingga mudah terserang penyakit terutama jika sedang musim flu.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Hong Kong pernah mengungkap, dampak jangka panjang dari tidak pernah berolahraga tidak kalah berbahayanya dengan merokok. Penelitian yang dilakukan tahun 2004 itu menyebut, 20 persen penyebab kematian orang dewasa berusia 35 tahun ke atas adalah kurang olahraga.

Risiko kanker pada pria meningkat 45 persen akibat tidak pernah berolahraga, sementara pada wanita peningkatannya lebih kecil yakni 28 pesen. Risiko gangguan pernapasan yang berhubungan dengan kesehatan paru-paru juga meningkat sebesar 92 persen pada pria dan 75 persen pada wanita.

“Penyebabnya bisa dilihat dari berbagai faktor, termasuk kebiasaan dan kelas sosial; atas, menengah, dan bawah. Kalangan ekonomi bawah harus kerja keras, jadi fisiknya aktif. Kalangan menengah kadang aktif, dan kalangan atas, saat semuanya serba ada, badan kurang dilatih untuk bergerak,” jelas Nano Oerip, Fitness Training Manager Fitness First usai peluncuran International Fitness Week 2011 di Senayan City, Jakarta, belum lama ini.

Pola hidup yang tidak aktif meningkatkan risiko obesitas, hipertensi, dan kolesterol. Kalori yang mengendap, terutama, bisa mengakibatkan diabetes tipe 2. Faktanya, 66 persen populasi Asia kena diabetes tipe 2 akibat obesitas yang tentu berawal dari kurang gerak. Indonesia sendiri masuk posisi keempat negara dengan penderita diabetes tipe 2 terbanyak, setelah China, India, dan Amerika Serikat.

Meski banyak faktor saling terkait dengan risiko penyakit, seperti olahraga, makanan, lingkungan, dan spiritual, Nano menegaskan bahwa faktor aktivitas atau bergerak memainkan peran utama.

“Saya kasih gambaran kehidupan orang desa. Mereka bangun bagi, ngeretek (merokok kretek-red), sarapan komplit, membajak sawah 3-4 jam, lalu makan siang komplit, minum teh manis, ngeretek, membajak sawah lagi, begitu seterusnya. Tapi, mereka bisa hidup lebih lama. Kita dengan teknologi yang ada, ternyata tidak menjamin (kesehatan),” jelasnya.

“Pertama adalah aktivitas atau gerak. Bagaimana caranya kita tidak menyepelekan gerakan, karena bergerak akan memicu metablisme untuk tidak selalu sama, sedikit apapun, 30 menit saja sudah cukup,” imbuhnya.

Beberapa efek negatif duduk terlalu lama, seperti:

1. Tubuh mulai mematikan fungsi-fungsi pada level metabolisme. Saat otot—terutama otot-otot besar untuk bergerak seperti kaki—menjadi tidak bergerak, sirkulasi akan melambat dan tubuh akan membakar kalori lebih sedikit.

2. Membahayakan kesehatan postur dan tulang belakang.

3. Enzim-enzim yang bertanggung jawab memecah trigeliserida (sejenis lemak) mulai tak aktif. Semakin lama duduk, semakin menurun aktivitas enzim hingga 50 persen.

4. Kegiatan olahraga 30 menit di klub kebugaran tidak cukup untuk melawan dampak buruk akibat duduk 8-10 jam.

Barangkali pengetahuan tentang dampak buruk jika tidak melakukan olahraga sama sekali, sementara kegiatan fisik yang lain tidak cukup berarti, bisa menjadi pegangan untuk mendorong motivasi. Menurut Hario Tilarso, dampak buruk jangka pendek yang dirasakan adalah tubuh yang tidak fit, tidak bugar alias loyo. Pasalnya, badan tidak terlatih untuk melakukan akvitas fisik, sehingga tidak cuma otot, jantung pun jadi lemah. Padahal, jantung merupakan pusat kehidupan manusia.
“Kalau jantung tidak dilatih, daya pompanya jadi kurang kuat mengedarkan darah dan oksigen. Akibatnya, otak kekurangan oksigen, jaringan kurang darah, sehingga Anda jadi lemas; tidak kuat mengerjakan pekerjaan yang simpel. Kita bekerja delapan jam sehari. Kalau badan tidak bugar, kita tidak akan bisa duduk di kantor terus. Akhirnya, produktivitasnya menurun. Sebaliknya, kalau kita berlatih, jantung jadi kuat. Sekali memompa, darah bisa ke mana-mana. Itu yang bikin orang fit,” jelas dr. Hario.
Dalam jangka panjang dampaknya cukup buruk, yakni munculnya penyakit yang disebabkan oleh hipokinesia (kurang gerak). Di antaranya, tekanan darah tinggi, diabetes melitus, jantung, artritis, hiperkolesterolemia, dan obesitas. “Setelah berapa lama penyakit-penyakit tadi muncul, tergantung pada masing-masing individu. Orang yang rentan terhadap penyakit jantung mudah mendapat serangan. Juga tergantung pada makanan yang dikonsumsi. Kalau tiap hari makan lemak melulu, dalam tiga atau empat bulan dia mungkin bisa menderita serangan jantung. Tetapi kalau sesekali saja, mungkin agak lama,” jelas dr. Hario.
Albert M. Hutapea dalam bukunya Menuju Gaya Hidup Sehat mengungkapkan, penelitian selama 16 tahun terhadap 17.000 alumnus Universitas Harvard menunjukkan, mereka yang tidak aktif berolahraga (yang membakar tidak lebih dari 500 kalori per minggu dalam kegiatan olahraga) lebih cenderung mengidap penyakit jantung. Kemungkinan meninggal karena penyakit jantung dua kali lipat dibandingkan dengan mereka yang aktif melakukan olahraga. Penelitian itu juga membuktikan, mereka yang tidak aktif berolahraga umurnya 4 – 5 tahun lebih pendek. Penelitian yang dilansir dalam British Journal of Sport Medicine tahun 2010 menyebutkan orang yang duduk atau tidak aktif secara fisik dalam waktu panjang memiliki risiko terkena penyakit lebih tinggi. Kegemukan akibat kurang bergerak ini juga akan menyebabkan kematian dini. Menurut American Cancer Society pada Juli 2010, 94 persen wanita dan 48 persen pria menghabiskan waktu dengan duduk atau tidak aktif selama 6 jam sehari memiliki risiko meninggal lebih cepat daripada mereka yang aktif dan duduk kurang dari 3 jam sehari.
Kurang berolahraga merupakan salah satu faktor penyebab penyakit satu ini. Jarangnya berolahraga dapat menyebabkan obesitas. Berat badan yang berlebihan memberikan tegangan atau beban ekstra pada jantung dan pembuluh darah, sehingga beresiko menimbulkan penyakit jantung.

C. Mencegah terjadinya hipokinesia
Apakah Anda jenis orang yang suka bermalas-malasan di tempat tidur saat akhir pekan? Jika Anda jenis orang seperti itu, ada baiknya dari sekarang untuk mulai merubah pola hidup seperti itu. Jangan anggap sepele bila Anda kurang banyak bergerak. Menurut Prof dokter Amin Husni PAK (K), SpS (K) MSc, seorang Guru Besar Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, gerak melibatkan banyak sistem tubuh, serta proses elektrofisiologis dan biokimiawi yang akan mempengaruhi dan dipengaruhi kondisi tubuh dan kejiwaan seseorang. Setiap hari tubuh perlu bergerak dan jika tak dipenuhi, akan berdampak negatif yakni menurunnya kebugaran jasmani.

Kekurangan gerak juga dapat menimbulkan tulang keropos (osteoporosis). Karena itulah, bila seseorang kurang bergerak maka ia akan kehilangan keceriaan. Gangguan gerak dapat terjadi akibat kerusakan otot, tulang atau rangka, sendi dan syaraf. Penderita stroke, juga mengalami gangguan gerak karena berkurang atau menghilangnya kemampuan menggerakkan bagian atau ruas tubuh. Sedangkan para penderita Parkinson memiliki masalah gangguan gerak seperti gemetaran, kelambatan gerak, atau tuna gerak seperti wajah tanpa mimik, jarang berkedip, dan sebagainya. Meskipun seseorang bebas dari penyakit, belum tentu orang yang bersangkutan dapat dikategorikan sebagai orang yang memiliki kebugaran fisik.

Kebugaran fisik akan berpengaruh pada daya tahan jantung, daya tahan otot, kelenturan tubuh, komposisi tubuh, kecepatan gerak, kelincahan, keseimbangan, kecepatan reaksi, dan kemampuan koordinasi panca indra. Denyut nadi harus selalu dimonitor, agar tidak melebihi denyut yang diperbolehkan yaitu antara 72-87 % dari denyut maksimal. Denyut nadi maksimal per-menit adalah 220 – umur, misalnya orang yang berusia 40 tahun maka denyut maksimal adalah 180 per menit. Latihan fisik memiliki kaitan dengan berolahraga.

Olah raga berfungsi sebagai cara promotif; yaitu meningkatkan ketahanan fisik (physical endurance) agar tubuh tetap bugar, preventif; dapat mencegah berkembangnya penyakit karena tubuh kurang memiliki imunitas atau kekebalan dari berbagai faktor penyakit. Contohnya, bila terjadi perubahan cuaca saja, Anda gampang terserang demam dan sebagainya. Olah raga dapat mencegah dampak negatif dari hipokinesia (kurang gerak), memperlambat proses penuaan, memperlancar proses kelahiran pada wanita hamil. Selain itu, olah raga juga dapat berfungsi sebagai cara kuratif; yaitu dapat membantu proses penyembuhan pada penyakit-penyakit jantung koroner, penyakit kencing manis, rematik, asma bronchiale, keropos tulang, dan lain-lain.

Peredaran darah orang yang berolah raga lebih lancar, sehingga racun-racun yang menumpuk di tubuh dapat cepat dikeluarkan. Olah raga juga memiliki fungsi rehabilitatif; yang diperuntukkan bagi para penyandang cacat atau penderita penyakit myopathy, cerebral palsy atau kerusakan otak, tuna rungu, epilepsi, dan sebagainya. Para penderita penyakit-penyakit tersebut perlu menyesuaikan jenis olah raga yang sesuai dengan kondisi mereka. Apabila penyandang cacat ini tidak melakukan olah raga, maka cacatnya akan bertambah karena terjadi kekurangan gerak, otot menjadi lemah, sehingga mudah timbul berbagai macam penyakit seperti penyakit jantung, ginjal, saluran darah, dan lain-lain. Selain itu, olah raga bagi penyandang cacat juga sangat diperlukan untuk menghilangkan anggapan masyarakat bahwa mereka tak mampu berbuat apa-apa. Masalahnya sekarang, olah raga apa yang dapat Anda lakukan? Olah raga tersebut bersifat praktis dimana Anda tidak merasakan kesulitan mencari tempat untuk melakukannya.

Seperti yang kita semua telah mengetahuinya, bahwa jogging merupakan olah raga yang paling praktis. Jogging yang dilakukan secara teratur akan memberikan banyak manfaat bagi kondisi fisik dan kesehatan lainnya seperti:

1. Membuat jantung kuat, dimana semakin memperlancar peredaran darah dan pernafasan; Mempercepat sistem pencernaan dan membantu Anda menyingkirkan masalah pencernaan;
2. Menetralkan depresi
3. Meningkatkan kapasitas untuk bekerja dan mengarahkan pada kehidupan yang aktif; 4. Jogging membantu Anda membakar lemak dan mengatasi kegemukan
5. Kalau Anda bermasalah dengan selera makan, jogging membantu Anda memperbaikinya
6. Jogging mengencangkan otot kaki, paha dan punggung
7. Membuat tidur lebih nyenyak. Selain itu, jogging juga dapat memberikan kesenangan secara fisik maupun mental.

Apabila jogging dilakukan dengan benar, Anda tidak akan merasakan kelelahan setelah menyelesaikan satu tur lebih dari yang pernah Anda lakukan sebelumnya. Otot Anda bakal merasa nyaman selama jogging dan setelahnya. Anda juga dapat merasakan semilir angin lembut yang bertiup di sekitar tubuh, mendengarkan suara burung berkicau, suara air yang mengalir, atau suara ombak di laut (jika dilakukan di pantai ). Selama jogging, Anda juga bakal merasa senang apalagi bila Anda melakukannya bersama dengan teman-teman Anda.
Rajin berolahraga akan mencegah penyakit jantung dengan meningkatkan aliran darah ke jantung dan menguatkan kontraksi jantung, sehingga jantung akan memompa lebih banyak darah dengan tenaga yang sedikit.Olahraga juga dapat mengurangi stres, yang dapat mengakibatkan penyakit jantung.

“Olahraga yang dilakukan secara teratur adalah yang cara terbaik untuk mengalahkan penyakit jantung,” kata Christine Albert dari Brigham and Women’s Hospital di Boston.

Dr. Dudey Hite menerangkan, berolahraga secara kontinyu setiap hari seperti berenang, berjalan kaki, bersepeda, joging, aerobik maupun olahraga yang lainnya sangat diperlukan untuk menciptakan tenaga cadangan bagi jantung. Dengan aktivitas tersebut jantung akan sanggup menanggung kelebihan serta ketegangan

Karena itu, olahraga menjadi keharusan bila ingin hidup sehat. Olahraga mesti dijadikan bagian dari gaya hidup. Dalam arti luas, yang dimaksud dengan olahraga sebenarnya adalah kegiatan yang dilakukan begitu rupa sehingga jantung cukup terbebani. Seperti dikutip Albert, hasil penelitian para pakar kesehatan dari Universitas Oregon menunjukkan, gejala-gejala penyakit kardiovaskuler (yang berhubungan dengan pembuluh darah balik jantung) dapat dikurangi dengan berolahraga hanya tiga kali seminggu.
Namun, ini bukan pekerjaan mudah. Albert mengungkapkan, beberapa studi menunjukkan sekitar 30% dari mereka yang mencoba memulai berolahraga rutin akan putus asa lalu berhenti berusaha. Faktor penentunya antara lain gaya hidup, perilaku, pertukaran pekerjaan, problem keluarga, dan sebagainya.
Nah, bagaimana menyiasati olahraga di tengah kesibukan kita tanpa harus meluangkan waktu khusus untuk melakukannya. Bagaimana agar tubuh tetap bugar dan gerak badan menjadi hal yang menyenangkan. Simak tips berikut :
1. Usahakan untuk selalu menggunakan anak tangga sesering mungkin, jika perlu buang jauh-jauh keinginan untuk menggunakan lift atau tangga berjalan. Anda bisa menaiki tangga dengan cepat atau mungkin menaiki 2 anak tangga sekaligus atau sebaliknya.
2. Berjalan kaki ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan. Selain murah meriah, siapapun bisa melakukannya. Berjalan kaki membantu Anda memperkuat tulang, membakar lemak dalam tubuh, serta sangat baik bagi jantung. Berjalanlah sebanyak yang Anda mampu.
Terdapat banyak cara agar Anda bisa berjalan, berjalan dan berjalan. Contohnya, parkirlah kendaraan agak jauh dari tujuan, jika Anda memindahkan barang-barang, jangan lakukan sekaligus sehingga Anda perlu berjalan bolak-balik, berbelanjalah sambil berjalan-jalan, dsb.
3. Bermain bersama anak-anak. Anda akan mendapat 2 manfaat sekaligus. Selain menyenangkan buah hati Anda, hal ini juga menjadi sarana bagi Anda untuk menggerakkan badan. Bermainlah sepuasnya, berguling-guling, saling mengejar, bermain bola, dsb.
4. Siapa bilang, bersih-bersih di rumah kegiatan yang hanya menghasilkan kelelahan. Gerak badan sambil melakukan kegiatan rumah tangga tentu sebuah kegiatan sambil menyelam minum air. Selain sehat badan, rumah pun menjadi bersih. Lakukan kegiatan mencuci baju, menyapu, mengepel (akan lebih efektif jika melakukannya tanpa gagang), membersihkan jendela, dan lain-lain dengan semangat.
5. Mulailah melakukan hobi yang memerlukan gerakan badan, misalnya berkebun atau bertukang.
Yang terpenting dari semuanya adalah motivasi. Mulai saat ini, niatkan untuk selalu hidup sehat dengan berolahraga, karena sehat merupakan kekayaan yang tanpa kita sadari tak ternilai harganya.

 
Leave a comment

Posted by on June 27, 2011 in Uncategorized

 

mitos tentang minum obat

Ternyata banyak yg sLama ini saLah persepsi tentang budaya saat qt minum obat…
katanya kLo qt Lg mw minum obat, wajib makan duLu,
trus kLo minum obat ga boLeh dibarengin ma minum susu,,,dLL…
mqasi buat my favorite dosen farmakoLogi yg udah mjeLaskan kebenaran mitos2 tadi 
apa aja sih fakta yg sebenarnya???

bolehkah Minum Obat dengan Teh / Susu?

 Teh mengandung senyawa tannin yang dapat mengikat berbagai senyawa aktif obat sehingga sukar diabsorpsi atau diserap dari saluran pencernaan.
 Alasan Minum obat dengan susu tdk boleh. Ini disebabkan karena kalsium yang dikandung dalam susu bisa membentuk ikatan dengan zat-zat dalam beberapa obat dan menghalangi penyerapan oleh lambung. Contohnya adalah tetrasiklin, zat yang biasa ada dalam antibiotik untuk obat flu.
 Namun, ada beberapa obat yang justru lebih baik diminum bersama susu. Misalnya NSAID, Non Steroidal Anti Inflammatory Drug. Yang terkenal adalah aspirin dan ibuprofen. Obat-obatan yang tergolong dalam NSAID bersifat lypophylic, mudah larut dalam lemak sehingga biasanya obat-obat seperti ini dianjurkan untuk diminum dalam waktu 30 menit sesudah makan.
 obat sakit kepala boleh diminum dengan obat sakit maag. Namun ini tidak selalu benar, karena obat sakit kepala yang kita minum belum tentu termasuk dalam golongan NSAID dan belum tentu semua obat sakit maag membantu pembentukan selaput dinding lambung.
 Air putih akan melarutkan obat dalam lambung sehingga lebih mudah diserap. Lebih baik lagi kalau airnya hangat, proses pelarutan akan lebih cepat. Obat yang ditelan begitu saja tanpa air putih bisa menempel di suatu tempat tertentu di lambung dan menyebabkan iritasi lambung juga. Oleh karena itu, lebih baik obat diminum bersama air putih. Minuman lain seperti kopi, sebaiknya diminum satu jam setelahnya, ketika sudah tidak ada lagi sisa obat di lambung.

Minum Obat Sebelum Makan, Bolehkah?

 Jawabannya Tidak benar.
 Ada obat-obat yang harus diminum setelah makan karena obat-obat ini mengiritasi lambung, tetapi ada juga golongan obat yang harus diminum sebelum makan, karena adanya makanan dalam lambung dapat menghambat penyerapannya.
 Sebaiknya baca aturan pakai dengan seksama, kalau dikatakan diminum sebelum makan, artinya minumlah obat saat perut kosong (1/2 sampai 1 jam sebelum makan). Sebaliknya kalau tertulis diminum sesudah makan, artinya diminum saat lambung terisi makanan (selesai makan sampai ½ jam sesudah makan)

Minum obat dengan softdrink bisa mabok

 Jawabannya Bisa benar, bisa salah
 Softdrink mengandung karbonat yang mudah bereaksi dengan zat kimia lain yang terkandung dalam obat. Oleh karena itu minum obat bersama minuman bersoda sangat tidak dianjurkan. Kalau tentang mabok atau tidak, tergantung obat apa yang dikonsumsi dan bagaimana keadaan tubuh seseorang, karena reaksi obat pada orang yang satu dengan orang yang lain bisa berbeda. Minum obat paling baik dengan air putih.

Vitamin C bisa menimbulkan maag

 Jawabannya Bisa benar, bisa salah
 Vitamin C bersifat mengiritasi lambung, oleh karena itu jangan dikonsumsi saat perut kosong. Tetapi seiring perkembangan di bidang farmasi, saat ini gugus asam pada vitamin C ada yang diesterifikasi sehinga tidak bersifat asam lagi dan akibatnya tidak lagi mengiritasi lambung (ex:Ester C). Vitamin C jenis ini relatif aman bila diminum sebelum makan.

Obat pusing bisa diminum saat perut kosong

 Obat pusing biasanya mengandung parasetamol atau metampiron. Zat-zat ini penyerapannya akan terhambat dengan adanya makanan dalam lambung. Jadi dianjurkan untuk minum obat ini saat perut kosong agar didapat efek yang cepat.

Bolehkah Minum Obat dengan Alkohol ?

 ketika Anda minum obat sebaiknya sama sekali berhenti minum alkohol. Alkohol mempunyai pengaruh yang sangat kuat terhadap fisiologis tubuh sehingga dapat mengganggu atau bahkan mengubah respons tubuh terhadap obat yang diberikan. Contohnya, obat-obat antihistamin atau antialergi (biasanya diberikan untuk meringankan gejala alergi, flu atau batuk) umumnya menyebabkan mengantuk. Konsumsi antihistamin bersama dengan alkohol akan menambah rasa kantuk dan memperlambat performa mental dan motorik.
 Alkohol juga akan meningkatkan risiko perdarahan lambung dan kerusakan hati jika dikonsumsi bersama obat-obat penghilang rasa sakit seperti parasetamol atau asetaminofen. Alkohol juga dilarang diminum bersama dengan obat-obat penurun tekanan darah tinggi golongan beta-blocker seperti misalnya propranolol. Kombinasi alkohol-propranolol dapat menurunkan tekanan darah secara drastis dan membahayakan keselamatan jiwa pasien. Tape, walaupun sedikit, sudah kita ketahui mengandung alkohol, terutama tape ketan atau tape beras. Oleh sebab itu sebaiknya kurangi atau hindari makan tape ketika Anda mengkonsumsi obat-obat yang dapat berinteraksi dengan alkohol seperti yang diuraikan di atas.

Bolehkah Minum Obat dengan kopi ?

 Bagaimana dengan kopi? Kopi, sebagaimana kita ketahui, mengandung kafein. Kafein bekerja merangsang susunan syaraf pusat. Jadi, agar efek stimulan terhadap susunan syaraf pusat tidak berlebihan, hindari mengkonsumsi bahan-bahan yang mengandung kafein seperti kopi, teh, coklat, minuman kola, dan beberapa merek minuman berenergi (energy drink) ketika Anda sedang dalam pengobatan menggunakan obat-obat yang juga dapat merangsang susunan syaraf pusat seperti obat-obat asma yang mengandung teofilin atau epinefrin.
 Pengaruh makanan atau minuman terhadap obat dapat sangat signifikan atau hampir tidak berarti, bergantung pada jenis obat dan makanan/minuman yang kita konsumsi. Selain itu harus pula difahami bahwa sangat banyak faktor lain yang mempengaruhi interaksi ini, antara lain dosis obat yang diberikan, cara pemberian, umur, jenis kelamin, dan tingkat kesehatan pasien. Apa yang diuraikan dalam ruangan ini baru sebagian kecil saja dari pengaruh interaksi obat-makanan terhadap pengobatan yang kita jalani. Untuk penjelasan lebih rinci, jangan ragu-ragu untuk bertanya langsung kepada dokter atau apoteker di apotik. Beliau-beliau dengan senang hati akan menjawab pertanyaan Anda. Demikian penjelasan yang dapat kami berikan, mudah-mudahan bermanfaat (dr Ernawati Sinaga MS Apt).
 Catatan : Nama-nama obat yang disebutkan dalam penjelasan di atas adalah nama zat berkhasiat atau nama generiknya. Untuk mengetahui apakah obat yang Anda konsumsi mengandung senyawa obat tersebut periksalah komposisi obat pada label atau kemasan. Atau, jika obat yang Anda terima berupa racikan, periksalah nama obat yang ditulis dokter dalam resep atau kopi resep yang dapat Anda minta pada petugas di apotek.

semoga bermanfaat ^_^

 
Leave a comment

Posted by on June 10, 2011 in Uncategorized

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.